Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategi Pengembangan Sport tourism di Kek Mandalika Dalam Mewujudkan Sinergi Dengan Masyarakat Lokal Desa Kuta, Mertak, Sengkol Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Hamid, Abdul; Satiadji, Amirosa Ria; Zuraida, Lukia
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 6 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v6i3.4030

Abstract

This study aims to formulate development strategies for sport tourism in the Mandalika Special Economic Zone (SEZ), focusing on synergy with local communities in the villages of Kuta, Mertak, and Sengkol, Pujut District, Central Lombok. Despite Mandalika SEZ’s great potential through hosting international events such as MotoGP, the involvement of local communities in sport tourism activities remains limited. A qualitative approach was applied, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis employed SWOT and PESTEL frameworks, supported by triangulation to ensure data validity. The findings indicate that sustainable sport tourism development requires four key strategies: (1) collaboration between event organizers and local communities, (2) capacity building through training and digital promotion systems, (3) the formulation of standard operating procedures (SOPs) for community involvement and partnership regulations, and (4) legal and economic protection for local stakeholders. These strategies are implemented through community asset mapping, needs-based training, the formation of communication forums, and participatory evaluation. This study contributes to the development of a participatory sport tourism model within a special economic zone framework, positioning local communities as active agents of development.
PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PELATIHAN HOSPITALITI DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA REMBITAN, LOMBOK TENGAH Amirosa Ria Satiadji; Firman Koma Febdilan; M. Ihdal Karomi; Putri Rizkiyah; Muhammad Ilham Hamzah; Dimas Purnama Dewata; Moh. Syarihudin
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i6.11583

Abstract

Desa Rembitan memiliki potensi budaya dan atraksi wisata yang tinggi namun belum didukung oleh kapasitas sumber daya manusia yang memadai dalam pengelolaan event dan pelayanan wisata. Desa Rembitan merupakan suatu desa yang berada di lingkar Mandalika, berada di jalan utama Bandara menuju ke Sirkuit Mandalika yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Desa Rembitan memiliki 21 Dusun dimana salah satunya adalah Dusun Sade yang dikenal dengan Desa Adat Sade yang sudah sangat dikenal sebagai objek wisata unggulan di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam penjajagan diketahui bahwa secara umum Desa Rembitan memerlukan pengetahuan dan keterampilan penyelenggaraan event untuk menarik kunjungan wisatawan tidak hanya ke Dusun Sade. Melalui pengabdian kepada masyarakat ini, dirancang pelatihan Event Organizer (EO) dengan potensi kuliner dan sumberdaya yang dimiliki bagi masyarakat yang tersebar di 21 dusun. Pelatihan ini diharapkan memperkuat kegiatan budaya lokal seperti Gawe Nensek sebagai event tahunan, mendorong keterlibatan masyarakat, serta mendukung kemandirian ekonomi desa dan pengelolaan sampah sebagai implementasi pariwisata berkelanjutan. Target luaran mencakup pelatihan, pendampingan, dan panduan penyelenggaraan event tahunan serta keberlanjutan Dusun Sade sebagai daya Tarik utama di Desa Rembitan
A Kreasi Non Alkohol Arak Jahe sebagai Produk Pendukung Wisata Halal: Indonesia Syahdisa, M. Ardianto; Satiadji, Amirosa Ria; Dirga, Dewa Made
JURNAL GASTRONOMI INDONESIA Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Gastronomi Indonesia
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jgi.v12i1.1484

Abstract

Halal tourism is a set of additional amenities, attractions and accessibility services aimed and provided to meet the experiences, needs and desires of Muslim tourists. In order to accommodate the need for halal drinks with local potential, there is a traditional sweet Tuak drink which, with proper processing, is a non-alcoholic drink. Sweet Tuak is a traditional drink made from palm nira taken from sugar palm trees. The extract of water droplets from sugar palm is called nira, with a very sweet taste. Natural preservatives such as vinegar are also added to it, which functions to soak up the alcohol content in palm wine. The purpose of this research is to develop a drink that was initially just a simple drink or a fairly traditional drink, then the author developed it into a modern drink called a mocktail drink. The drink is made from sweet tuak, ginger, lime, egg white and butterfly pea. The method used by the author in this study is qualitative by involving several people who are experts in the field of hospitality, especially bartenders and baristas to test the results of the development of the drinks that the author makes. The development of this Traditional Drink Made from Sweet Tuak with Ginger is served using a champagne saucer glass to beautify the appearance of the drink which is 8 cm in diameter and 9 cm / 133ml high Sweet Tuak becomes a mocktail drink with the mass of the sweet tuak remaining for 6 hours if it is not refrigerated then when it is not cooled for more than 6 hours the alcohol content in the nira in the tuak manis will increase and become cocktail.
Pengenalan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Genggelang Kabupaten Lombok Utara Royanow, Achlan Fahlevi; Satiadji, Amirosa Ria; Mahawira, Komang; Rizkiyah, Putri; Fahmi, Saiful; Apriyanti, Kadek Mely; Sastrawan, Herry
Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55701/abdiwisata.v1i1.191

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan di desa wisata. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode Hand-ons Methods dimana metode ini mengharuskan peserta pelatihan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pelatihan maupun pendampingan yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pokdarwis, bumdes, karang taruna, lembaga adat, pengelola homestay, pemandu lokal, pelaku UMKM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kepala dusun. Berdasarkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang telah dilaksanakan menghasilkan kepedulian para pemangku kepentingan yang ada di Desa Wisata Genggelang yang lebih peduli terhadap kegiatan pariwisata yang akan mempertimbangkan dampaknya terhadap sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan.
Pemberdayaan Komunitas Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan di KEK Mandalika Hamidy, Fikri; Satiadji, Amirosa Ria; Fajriasanti, Ruwaida; Lantang, Ayu Gardenia; Febdilan, Firman Koma
Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata prioritas dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan. Namun, tantangan berupa ketimpangan distribusi manfaat ekonomi dan kurangnya akses masyarakat lokal terhadap peluang pariwisata menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan komunitas. Artikel ini mendeskripsikan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas komunitas di tujuh desa sekitar Mandalika melalui pelatihan keterampilan pariwisata, pengembangan produk lokal, dan pendampingan usaha kecil dan menengah. Program ini dilakukan secara partisipatif menggunakan Forum Group Discussion (FGD) untuk memetakan kebutuhan lokal secara mendalam. Dampaknya terlihat dari peningkatan peluang kerja, kapasitas masyarakat dalam pengelolaan pariwisata, dan keterlibatan aktif komunitas dalam pengambilan keputusan. Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis potensi lokal, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga mendukung keberlanjutan pariwisata di KEK Mandalika.