Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Rancangan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Kambing di Desa Ketindan Ainu Rahmi; Budi Sawitri; Cesario De Araujo
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v3i1.2124

Abstract

Desa Ketindan merupakan salah satu Desa yang ada di wilayah Kecamatan Lawang dan mayoritas penduduknya bermata pencahariannya sebagai petani dan peternak. Salah satu jenis ternak di desa Ketindan ialah Kambing Peranakan Etawa (PE), jumlahnya sebanyak 360 ekor. Menurut Amaranti, 2012) produksi limbah padat atau feses kambing Peranakan Etawa mencapai 1,4 kg/hari dan limbah cair atau urine sebanyak 0,6-2,5 liter/hari. Jika jumlah ternak kambing sebanyak 360 ekor maka limbah feses yang dihasilkan sebabayak 504 kg/hari dan limbah urine sebanyak 720 liter/hari. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kandungan unsur hara POC dari Feses kambing dan Urine Kambing yaitu N, P, K, C-Organik dan pH. Dengan menggunakan metode kajian ialah metode kaji terap. Hasil kajian menunjukan bahwa kandungan unsur hara POC Urine kambing lebih baik dibanding POC Feses kambing yaitu ; POC urine N : 0,12, P : 0,01, K : 2,39, C-Organik : 2,63 dan pH : 6,0 dan POC dari feses kambing N : 0,06, P : 0,01, K : 0,15, C-Organik : 1,15 dan pH : 4,1.
Pengambilan Keputusan Berusahatani Tanaman Hias Petani Muda Desa Sidomulyo Fatiha Nur Alfisyahr; Hamyana Hamyana; Budi Sawitri
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v4i2.2150

Abstract

Fenomena regenerasi petani di beberapa wilayah menunjukkan nilai yang turun karena rendahnya minat para generasi muda dalam dunia pertanian. Hal ini bertolak belakang dengan fenomena yang terjadi di Desa Sidomulyo yang menangkap bahwa sebagain besar petani muda lebih memilih bekerja menjadi petani. Hal ini membawa harapan bahwa masih ada generasi muda yang masih ingin terjun dalam dunia pertanian. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui alasan dibalik keinginan petani muda di Desa Sidomuyo untuk bekerja menjadi petani maupun wirausahawanditinjau dari beberapa pertimbangan untuk melakukan pengambilan keputusan berusahatani tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi beberapa pertimbangan dalam pengambilan keputusan berusahatani tanaman hias oleh petani muda di Desa Sidomulyo, Kota Batu. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan pertimbangan untuk memutuskan melakukan usahatani. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil pengambilan keputusan berada dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 57% yang menyatakan bahwa ditinjau dari beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan usahatani tanaman hias yang dilakukan, keputusan yang diambil sebagian besar karena pendapatan, budidaya, pemasaran, dukungan keluarga, dan pengaruh masyarakat.
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Bokashi dari Kotoran Sapi Perah di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang Atik Rubiati; Budianto Budianto; Budi Sawitri
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v4i2.2958

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan strategis dalam perekonomian nasional karena mayoritas penduduk di indonesia terutama Desa Tawangsari memiliki mata pencaharian utama sebagai petani. Dalam kegiatan usahatani masyarakat Desa Tawangsari masih menggunakan sistem pertanian konvensional sehingga kondisi kesuburan tanah tergolong rendah. Desa Tawangsari juga memiliki potensi limbah kotoran sapi perah yang dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan pupuk bokashi. Tujuan kajian ini untuk menyusun rancangan penyuluhan dan mengetahui peningkatan pengetahuan, sikap dan tingkat keterampilan petani tentang pembuatan pupuk bokashi dari kotoran sapi perah di Desa Tawangsari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif persentase yang bertujuan untuk mengetahui persentase dari hasil kuesioner yang telah terkumpul. Data dari kuesioner kajian ini merupakan data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif persentase dengan perhitungan data menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Hasil evaluasi penyuluhan, yaitu a) peningkatan pengetahuan petani dari hasil kuesioner pre test memperoleh persentase sebesar 40% dan hasil dari kuesioner post test sebesar 83% yang berarti tergolong kategori sangat tinggi; b) tingkat keterampilan petani menunjukkan bahwa hasil dari kuesioner post test memperoleh persentase sebesar 74% yang berarti tergolong kategori tinggi; c) peningkatan sikap petani dari hasil kuesioner pre-test memperoleh persentase sebesar 35% dan hasil dari kuesioner post test sebesar 77% yang berarti tergolong kategori tinggi.
PEMANFAATAN HAMA KEONG MAS SEBAGAI BIO ZPT AUKSIN UNTUK MEMATAHKAN MASA DORMANSI UMBI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Nafiroh, Alun; Sawitri, Budi; Purnomo, Dwi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.6130

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu pelengkap hidangan masakan yang berkontribusi tinggi di Indonesia.  Tingginya kontribusi tersebut perlu dilakukannya peningkatan produktivitas. Rendahnya produktivitas bawang merah salah satunya disebabkan oleh penggunaan bibit yang kurang bermutu. Bibit yang digunakan harus pecah masa dormansi ditandai apabila dilakukan pemotongan 1/3 ujung umbi tunas hijau sudah terlihat. Apabila belum terlihat umbi tersebut perlu dilakukannya penyimpanan lebih lama lagi yang berdampak pada penyusutan kadar air didalam umbi. Pemanfaatan hama keong mas sebagai bio ZPT auksin ini dapat digunakan untuk mematahkan masa dormansi umbi. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pemanfaatan hama keong mas sebagai bio ZPT auksin untuk mematahkan masa dormansi umbi bawang merah dengan umur simpan yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan 6 ulangan yaitu umbi umur simpan 2 bulan tanpa perendaman bio ZPT auksin keong mas (P0), umbi umur simpan 1 bulan dengan perendaman (P1), umbi umur simpan 2 bulan dengan perendaman (P2), umbi umur simpan 3 bulan dengan perendaman (P3). Proses perendaman dilakukan sebelum penanaman yaitu, ujung umbi dipotong 1/3 ujung umbi kemudian direndam dengan bio ZPT auksin keong mas:air (500 ml:500 ml) selama 3 jam. Analisis data dilakukan menggunakan Software SPSS 24 pada taraf 5%. Umbi umur simpan 2 bulan dengan perendaman bio ZPT auksin keong mas memberikan pengaruh nyata terhadap awal tumbuh tunas (cm), tinggi tanaman(cm), jumlah anakan (rumpun), jumlah daun (helai) dan berat basah umbi (g).
Kompetensi Teknis Petani Padi dalam Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu di Desa Sukaresmi Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Sawitri, Budi; Iskandar, Elvira; Suryani, Suryani
AGRIEKSTENSIA Vol 18 No 2 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.848 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i2.423

Abstract

Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada usahatani padi sawah merupakan sebuah pendekatan inovatif dalam upaya peningkatan efisiensi usahatani padi sawah dengan menggabungkan berbagai komponen teknologi yang saling menunjang dan memperhatikan penggunaan sumberdaya alam secara bijak agar memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Teknologi ini memperkenalkan pengelolaan tanaman secara terpadu meliputi penggunaan varietas unggul, benih bermutu dan bersertifikat, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama penyakit secara terpadu. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi tingkat kompetensi teknis petani dalam penerapan pengelolaan tanaman terpadu dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kompetensi teknis petani dalam penerapan teknologi PTT. Penelitian ini menggunakan metode survei kepada 31 orang petani. Data dianalisis menggunakan range score dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani di Desa Sukaresmi memiliki tingkat kompetensi sedang dalam penerapan teknologi PTT. Faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan kompetensi teknis petani adalah pengalaman usahatani, peran pendampingan penyuluh, dan ketersediaan informasi penyuluhan. Peran penyuluh dalam penerapan teknologi PTT sangat penting terutama dalam pendampingan petani dan sebagai sumber informasi bagi petani. Kata kunci— kompetensi, pengelolaan tanaman terpadu, padi
Penyuluhan: Mampukah Menghadirkan Perubahan? Satriawan, Pravasta Wahyu; Hanim, Faridha; Safitri, Reza; Sawitri, Budi
AGRIEKSTENSIA Vol 22 No 1 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i1.2560

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata desa, menjadi tolok ukur keberhasilan suatu penyebaran informasi oleh agen pembaharu atau penyuluh. Tujuan penelitian ini antara lain 1) mengidentifikasi karakteristik inovasi wisata Bon Deso dan 2) mendesain rancangan penyuluhan guna memberikan kesadaran petani Desa Tulungrejo terhadap pentingnya pengembangan wisata Bon Deso. Penelitian ini menggunakan pendekatan action-research untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus mengambil tindakan untuk menciptakan perubahan perilaku pada Petani. Penelitian ini berlokasi di wisata Bon Deso, Desa Tulungrejo, Kota Batu. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang dengan 1 sebagai key informan yang ditetapkan secara purposive serta 5 sebagai informan tambahan yang ditetapkan dengan snowball sampling. Wawancara mendalam dilakukan untuk mengeskplorasi permasalahan sehingga dapat ditentukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Analisa dilakukan secara deskriptif untuk menjabarkan fenomena yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wisata Bon Deso sesuai dengan karakteristik sosial-ekonomi masyarakat dan lingkungan, dapat diamatiidan dicoba. Akan tetapi, wisata tersebut belum memberikan keuntungan sebab belum beroperasi dan mengalami kendala berupa lemahnya dukungan dari stakeholder terkait. Pada aspek perancangan penyuluhan, penetapan tujuan, sasaran, materi, metode, serta media dinilai efektif karena hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan dari petani. Rekomendasi penelitian ini yaitu melakukan tindakan persuatif dan memfasilitasi petani dalam memahami konsep wisata berkelanjutan.
Rancangan Penyuluhan Pengembangan Agrowisata “Bumi Lumbung Pendem” Desa Pendem, Kec. Junrejo, Kota Batu Wahyudi, Levina Andilla; Sawitri, Budi
AGRIEKSTENSIA Vol 22 No 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.3057

Abstract

Pengembangan agrowisata seminimal mungkin melibatkan dua peran penting didalamnya yakni pemerintah dan masyarakat sehingga menimbulkan sinergi positif dan berdampak pada ksejahteraan masyarakat desa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah merancangan penyuluhan dan menganalisa peningkatan pengetahuan petani Desa Pendem terkait pengembangan agrowisata di Agrowisata “Bumi Lumbung Pendem”. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian yaitu petani Desa Pendem yang tergabung di Kelompok Tani Wiji Aji Bumi. Instrumen penelitian disusun dengan skala Guttman. Pengujian instrumen dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas Cronbach Alpha. Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t – dua sampel berpasangan. Setelah dilakukannya penyuluhan diketahui telah terjadi peningkatan pengetahuan petani dengan dibuktikan terdapat perbedaan signifikan sebesar 0,45 antara sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan.
Pengaruh Karakteristik Anggota KWT dan Peran Pemerintah Desa terhadap Partisipasi Anggota KWT dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek Aurora, Youriska Hertania; Sawitri, Budi; Saikhu, Muhammad
Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/21202548802

Abstract

Lahan Pekarangan memiliki potensi sebagai tempat budidaya tanaman untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Keikutsertaan anggota KWT dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Kecamatan Karangan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik anggota KWT dan peran pemerintah desa terhadap partisipasi anggota KWT dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden dalam penelitian ini merupakan anggota KWT Melati I dan KWT Sono Kembang yang diambil secara acak yaitu sebanyak 62 orang. Data dikumpulkan pada bulan Maret 2023. Data dianalisis menggunakan Statictical Package for Social Science (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anggota KWT dan peran pemerintah desa secara simultan berpengaruh terhadap partisipasi anggota KWT dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Selanjutnya secara parsial umur, lama pendidikan formal, pendidikan non formal, luas lahan pekarangan, dan peran sebagai motivator berpengaruh terhadap partisipasi anggota KWT dalam pemanfaatan lahan pekarangan.
Kajian Pembuatan Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi dengan Bioaktivator Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang di Desa Lemahbang Kecamatan Sukorejo Tanmenu, Claris Fransiska; Sawitri, Budi; Wahyudie, Tri
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4288

Abstract

Permasalahan pupuk menjadi isuh penting karena terkait kebijakan pemerintah dalam membatasi komoditas tanaman yang mendapatkan pupuk subsidi sehingga berdampak pada ketersediaan pupuk bagi petani. Pengurangan pupuk subsidi yang awalnya dari 70 komoditas sekarang menjadi 9 komoditas saja yang diberikan kepada petani. Salah satu langkah Kementan dalam memenuhi kebutuhan pupuk kimia yang semakin berkurang adalah dengan mengoptimalkan limbah ternak maupun tanaman sebagai pupuk organik. Potensi pertanian dan peternakan yang ada di Desa Lemahbang yaitu limbah bonggol pisang dan limbah kotoran sapi. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti pupuk kimia, selain itu memiliki banyak manfaat salah satunya adalah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Pupuk kompos dapat diaplikasikan pada tanaman yang dibudidayakan dan dapat menyuburkan tanah. Pembuatan pupuk kompos dari kotoran sapi dengan bioaktivatornya MOL bonggol pisang mudah dilakukan, murah, dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan kualitas pupuk kompos yang menggunakan MOL bonggol pisang (P1) dengan pupuk kompos yang tidak menggunakan MOL bonggol pisang (P0). Metode yang digunakan pada kajian ini yaitu uji t tidak berpesangan untuk membandingkan 2 sampel yang bebas. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara P0 dan P1 yaitu nilai signifikansi 0.0003 < 0.05.Kata kunci: Bioaktivator, Kotoran Sapi, MOL, Pupuk Kompos
Pengaruh Karakteristik Petani pada Persepsi Petani dalam Pengembangan Agrowisata “Bon Deso”, Kota Batu Satriawan, Pravasta Wahyu; Sugiyanto, Sugiyanto; Kustanti , Asihing; Sawitri, Budi
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.1.133

Abstract

Developing strategic land use issues into agrotourism is increasingly prevalent in Batu City. This condition raises various kinds of farmers' perceptions about who feels the benefits of the presence of tourism. Various backgrounds make these differences in perception even more visible. This study aims to analyze the influence of farmers' characteristics on their perceptions of developing "Bon Deso" agrotourism in Tulungrejo Village, Batu City. The location of the study was determined deliberately with consideration for agrotourism activities. "Bon Deso" is located in the village. This study used quantitative survey methods with data collection techniques through interviews, observations, and instruments. The data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression. The population was 646, with a sample of 87 farmers obtained by calculating the Slovin formula. A simple random technique determined the sample. The results of this study show that characteristic variables simultaneously affect perception. The characteristic sub-variables that affect perception are age, length of formal education, farming experience, and land area. Characteristic sub-variables that do not influence perception are non-formal education and primary income. This finding could be used as a reference for agrotourism managers in determining programs that suit farmers. It is hoped that the presence of a program will get support and participation from farmers to maximize the development of "Bon Deso" Agrotourism. Keywords: agrotourism, farmer characteristic, farmer, perception