Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Motivasi Petani melalui Penyuluhan Partisipatif Pemanfaatan Limbah Daun Kopi sebagai Teh Alami Lestari, Sri Puji; Sawitri, Budi; Farid, Abdul
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i2.1439

Abstract

Desa Kalipucang memiliki potensi besar dalam pemanfaatan limbah daun kopi, namun belum dimanfaatkan optimal akibat rendahnya motivasi petani. Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi petani melalui penyuluhan partisipatif menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus pada dua kelompok tani, Arabusta III (30 orang) dan Tunas Mekar Sari Sejahtera (21 orang). Penyuluhan dilakukan melalui demonstrasi cara dan praktik langsung dengan media PowerPoint dan leaflet. Analisis deskriptif kuantitatif dan uji-t digunakan untuk menilai peningkatan motivasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan motivasi pada kedua kelompok, namun dengan capaian berbeda: Arabusta III hanya mencapai 58,5% (di bawah standar 75%), sedangkan Tunas Mekar Sari Sejahtera mencapai 81,3% (melampaui standar). Uji-t mengonfirmasi perbedaan signifikan (p<0,05) antarkelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas penyuluhan sangat dipengaruhi oleh partisipasi dan kekompakan kelembagaan. Penelitian merekomendasikan pelatihan berkelanjutan, penyusunan SOP pengolahan teh daun kopi, serta penguatan kelembagaan untuk Mendukung Keberlanjutan Inovasi.
Kompetensi Teknis Petani Padi dalam Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu di Desa Sukaresmi Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Budi Sawitri; Elvira Iskandar; Suryani Suryani
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 18 No. 2 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.848 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i2.423

Abstract

Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada usahatani padi sawah merupakan sebuah pendekatan inovatif dalam upaya peningkatan efisiensi usahatani padi sawah dengan menggabungkan berbagai komponen teknologi yang saling menunjang dan memperhatikan penggunaan sumberdaya alam secara bijak agar memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Teknologi ini memperkenalkan pengelolaan tanaman secara terpadu meliputi penggunaan varietas unggul, benih bermutu dan bersertifikat, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama penyakit secara terpadu. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi tingkat kompetensi teknis petani dalam penerapan pengelolaan tanaman terpadu dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kompetensi teknis petani dalam penerapan teknologi PTT. Penelitian ini menggunakan metode survei kepada 31 orang petani. Data dianalisis menggunakan range score dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani di Desa Sukaresmi memiliki tingkat kompetensi sedang dalam penerapan teknologi PTT. Faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan kompetensi teknis petani adalah pengalaman usahatani, peran pendampingan penyuluh, dan ketersediaan informasi penyuluhan. Peran penyuluh dalam penerapan teknologi PTT sangat penting terutama dalam pendampingan petani dan sebagai sumber informasi bagi petani. Kata kunci— kompetensi, pengelolaan tanaman terpadu, padi
Penyuluhan: Mampukah Menghadirkan Perubahan? Pravasta Wahyu Satriawan; Faridha Hanim; Reza Safitri; Budi Sawitri
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 1 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i1.2560

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata desa, menjadi tolok ukur keberhasilan suatu penyebaran informasi oleh agen pembaharu atau penyuluh. Tujuan penelitian ini antara lain 1) mengidentifikasi karakteristik inovasi wisata Bon Deso dan 2) mendesain rancangan penyuluhan guna memberikan kesadaran petani Desa Tulungrejo terhadap pentingnya pengembangan wisata Bon Deso. Penelitian ini menggunakan pendekatan action-research untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus mengambil tindakan untuk menciptakan perubahan perilaku pada Petani. Penelitian ini berlokasi di wisata Bon Deso, Desa Tulungrejo, Kota Batu. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang dengan 1 sebagai key informan yang ditetapkan secara purposive serta 5 sebagai informan tambahan yang ditetapkan dengan snowball sampling. Wawancara mendalam dilakukan untuk mengeskplorasi permasalahan sehingga dapat ditentukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Analisa dilakukan secara deskriptif untuk menjabarkan fenomena yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wisata Bon Deso sesuai dengan karakteristik sosial-ekonomi masyarakat dan lingkungan, dapat diamatiidan dicoba. Akan tetapi, wisata tersebut belum memberikan keuntungan sebab belum beroperasi dan mengalami kendala berupa lemahnya dukungan dari stakeholder terkait. Pada aspek perancangan penyuluhan, penetapan tujuan, sasaran, materi, metode, serta media dinilai efektif karena hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan dari petani. Rekomendasi penelitian ini yaitu melakukan tindakan persuatif dan memfasilitasi petani dalam memahami konsep wisata berkelanjutan.
Rancangan Penyuluhan Pengembangan Agrowisata “Bumi Lumbung Pendem” Desa Pendem, Kec. Junrejo, Kota Batu Levina Andilla Wahyudi; Budi Sawitri
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.3057

Abstract

Pengembangan agrowisata seminimal mungkin melibatkan dua peran penting didalamnya yakni pemerintah dan masyarakat sehingga menimbulkan sinergi positif dan berdampak pada ksejahteraan masyarakat desa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah merancangan penyuluhan dan menganalisa peningkatan pengetahuan petani Desa Pendem terkait pengembangan agrowisata di Agrowisata “Bumi Lumbung Pendem”. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian yaitu petani Desa Pendem yang tergabung di Kelompok Tani Wiji Aji Bumi. Instrumen penelitian disusun dengan skala Guttman. Pengujian instrumen dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas Cronbach Alpha. Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t – dua sampel berpasangan. Setelah dilakukannya penyuluhan diketahui telah terjadi peningkatan pengetahuan petani dengan dibuktikan terdapat perbedaan signifikan sebesar 0,45 antara sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan.
Tingkat Adopsi Pemanfaatan Pekarangan Rumah melalui Program P2L di KWT Dewi Sri Fariz Farhan Rizkyawan; Budi Sawitri; Arum Pratiwi
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi pemanfaatan pekarangan rumah melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di KWT Dewi Sri, Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Juni 2025 Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja dengan berdasarkan pada potensi dan permasalahan yang ada. Sasaran penelitian berjumlah 20 orang yaitu keseluruhan anggota KWT dengan teknik sensus. Hasil tingkat adopsi anggota mengenai pemanfaatan pekarangan rumah melalui program P2L berdasarkan lima tahapan adopsi yaitu; 1) Tahap kesadaran termasuk kategori ”paham”, 2) Tahap minat termasuk kategori ”suka”, 3) Tahap menilai termasuk kategori ”bermanfaat”, 4) Tahap mencoba termasuk kategori ”sulit”, dan 5) Tahap menerima termasuk kategori ”kurang setuju”. Pengakategorian tersebut berdasarkan rata-rata jawaban anggota pada butir pernyataan yang merujuk pada instrumen penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwasanya tingkat adopsi anggota kelompok bervariasi namun belum menyentuh pada hasil yang paling maksimal. Sehingga diperlukannya penyuluhan dan pendampingan secara intensif agar tingkat adopsi anggota dapat meningkat dan optimal sekaligus pelaksanaan program dapat berjalan dengan optimal dan berkelanjutan.