Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peranan Baitulmal Al-Hidayah Malang dalam Penanggulangan Kemiskinan Berdasarkan Modal Sosial Ria Angela Wardoyo; Darsono Wisadirana; Edi Susilo
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 24 No. 2 (2016): Islam, Culture, and Economics
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v24i2.803

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang peranan Baitulmal Al-Hidayah dalam penang-gulangan kemiskinan pada pedagang usaha mikro di kelurahan Jodipan, kota Malang. Selain itu, ia juga meneliti tentang unsur modal sosial dalam penge-lolaan Baitulmal Al-Hidayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif de-ngan jenis penelitian studi kasus. Alat analisis penelitian ini menggunakan teori modal sosial dan pemberdayaan masyarakat. Tiga peranan telah dilaksanakan oleh Baitulmal Al-Hidayah, yaitu menjauhkan masyarakat dari praktik ekonomi non-syariat berupa penerapan sistem ekonomi Islam, melakukan pembinaan dan pendanaan usaha kecil, dan melepaskan ketergantungan pada rentenir. Strategi pemberdayaan pada pedagang usaha mikro binaan baitulmal tersebut dimulai dari menyelesaikan kebergantungan terhadap rentenir, melakukan pember-dayaan secara kelompok dengan mengumpulkan usaha mereka sesuai dengan konsep hulu ke hilir dengan prinsip solidaritas di antara mereka, melakukan ke-giatan pelatihan, memberikan sertifikasi manajemen mutu halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengikutsertakan usaha binaan baitulmal tersebut ke dalam pameran hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan melakukan ra-pat evaluasi yang dilakukan secara berkala oleh dewan pengawas syariah guna menjamin kepastian dan keberlangsungan usaha mereka.Copyright (c) 2016 by KARSA. All right reserved DOI: 10.19105/karsa.v24i2.803
Evaluasi Model Pemberdayaan Koperasi INTAKO Pada UMKM di Sentra Industri Tas dan Koper Tanggulangin Sidoarjo Sebagai Upaya Pencegahan Kemiskinan Aisyah Aminy; Darsono Wisadirana; Hotman M. Siahaan
Ekonomi Bisnis Tahun 20, No. 2, Juli 2015
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.352 KB) | DOI: 10.17977/um042v20i1p53-67

Abstract

Peranan UMKM yang begitu besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan mencegah kemiskinan.UMKM memberikan kontribusi yang mencapai 54,34% terhadap total nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur pada Tahun 2012. Dibalik potensinya, UMKM memiliki kendala dan keterbatasan baik secara internal maupun eksternal sehingga pemberdayaan perlu dilakukan. Pendekatan sentra atau clustering dianggap merupakan strategi yang tepat untuk melakukan pemberdayaan UMKM. Sentra Industri Tas dan Koper Tanggulangin Sidoarjo memiliki model pemberdayaan untuk memaksimalkan pengembangan sentra yaitu dengan adanya Koperasi INTAKO. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan model pemberdayaan Koperasi INTAKO pada UMKM yang sudah dijalankan di sentra industri tas dankoper Tanggulangin Sidoarjo, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas model pemberdayaan tersebut, dan (3) menyusun formulasi model pemberdayaan Koperasi INTAKO yang efektif pada UMKM di sentra tersebut dalam pencegahan kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan perlu adanya modifikasi pada berbagai program yang selama ini dijalankan oleh Koperasi INTAKO sebagai bentuk pemberdayaan kepada anggotanya. Dengan modifikasi model pemberdayaan Koperasi INTAKO tersebut diharapkan menjadi sebuah upaya pencegahan kemiskinan terutama bagi pelaku usaha mikro.
Pengaruh Sikap Etnosentris Interpersonal Communication Competence dan Gaya Komunikasi terhadap Efektivitas Komunikasi Etnis Tionghoa kepada Etnis Jawa di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Dhama Suroyya; Darsono Wisadirana; Suryadi Suryadi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 3 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.126 KB)

Abstract

Sikap etnosentrisme, interpersonal communication competence dan Gaya komunikasi merupakan tiga faktor yang memiliki pengaruh dalam terwujudnya efektivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap etnosentris , interpersonal communication competence dan gaya komunikasi terhadap efektivitas komunikasi etnis Tionghoa kepada etnis Jawa secara simultan dan parsial. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dengan objek penelitian dibatasi pada sikap etnosentris, interpersonal communication competence dan gaya komunikasi sebagai variabel bebas dan efektivitas komunikasi sebagai variabel terikat. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Sampel dalam penelitian ini merupakan etnis Tionghoa yang bermukim di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dengan rentang usia antara 17 hingga 60 tahun berjumlah 86 orang. Pengujian validitas data menggunakan product moment sedangkan untuk menguji reliabilitas data menggunakan alpha cronbach. Analisis regresi berganda digunakan untuk menganalisa pengaruh tiga variabel independent terhadap satu variable dependent. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh secara parsial maupun simultan antara variable bebas terhadap variable terikat. Perolehan hasil ini dibuktikan melalui uji signifikansi yakni terdapat pengaruh parsial antara sikap etnosentris terhadap efektivitas komunikasi sebesar nilai thitung = -2,157 artinya hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan sikap etnosentris (X1) terhadap efektifitas komunikasi (Y) kemudian interpersonal communication competence berpengaruh secara parsial terhadap efektivitas komunikasi sebesar thitung = 4,534 artinya terdapat pengaruh secara signifikan antara interpersonal communication competence terhadap efektivitas komunikasi serta gaya komunikasi berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi sebesar thitung = 2,098. Secara simultan sikap etnosentris, interpersonal communication competencedan gaya komunikasi berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi sebesar nilai Fhitung = 23,174. Selain pengaruh juga ditemukan hubungan erat antara ketiga variabel bebas terhadap satu variabel terikat sebesar 67.7% atau 0,677%. Kata Kunci: Efektivitas komunikasi, gaya komunikasi, interpersonal communication competence, sikap etnosentris
Partisipasi Perempuan dalam Penanggulangan Kemiskinan pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan di Kabupaten Pasuruan (Studi Kasus Di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan) M Hery Amrizal; Darsono Wisadirana; Sanggar Kanto
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 9, No 2: Oktober 2016
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.504 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v9i2.3373

Abstract

Salah satu program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan dilaksanakannya suatu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perkotaan .Tujuan penelitian ini adalah untuk  mendeskripsikandan menganalisa bentuk partisipasi perempuan dalam PNPM-MP, menganalisa faktor pendorong dan penghambat yang mempengaruhi partisipasi perempuan, dan untuk menganalisa implikasi partisipasi perempuan terhadap peningkatan kapabilitas perempuan dalam PNPM-MP. Teori teknik longwe yang digunakan sebagai alat analisis proses pemampuan perempuan, tetapi tujuanya adalah untuk memahami lima butir kriteria analisis yaitu dimensi kesejahteraan, dimensi akses, dimensi penyadaran, dimensi partisipasi aktif, dan dimensi penguasaan / control. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan di  dalam PNPM-MP di Desa Gajahbendo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan sudah terimplementasikan dalam siklus kegiatan pemberdayaan di PNPM-MP, ditemukannya berbagai macam faktor pendorong dan faktor penghambat baik faktor internal maupun faktor eksternal, serta implikasi partisipasi perempuan terhadap peningkatan kapabilitas perempuan adalah perempuan aktif dalam pembangunan dengan perannya sebagai subyek pembangunan.
Habitus and Symbolic Violence in Sar Culture, Merauke, Papua Trinovianto George Reinhard Hallatu; Darsono Wisadirana; Sholih Mu'adi; Anif Fatma Chawa
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2021.5.1.6179

Abstract

The Sar culture is the pre-existing culture of the Kanum tribe whose implementation is aimed to maintain and preserve nature. Sar culture not only has a positive influence on the environment but also represents symbolic violence against women and the Kanum people. This research is aimed to describe Sar culture based on the theory of habitus and symbolic violence by Bourdieu. This research used a qualitative descriptive method, in which the data was obtained from in-depth interviews with Kanum tribal head, Kanum tribe elders, and some village residents involved in Sar, observation in Naukenjerai district, and supported by literature review. The data was then analyzed descriptively according to the concepts of habitus and symbolic violence by Bourdieu. The research results show that Sar culture is a habitus resulting from an interaction between human beings and their nature that has existed for a long before. There is symbolic violence against the Kanum women and Kanum people, which is done by the Kanum men and the leaders of the Kanum tribe as the dominant actors.
Dinamika Usaha Perikanan Masyarakat Suku Akit di Kepulauan Riau Elsera, Marisa; Wisadirana, Darsono; Edi Kuswandoro, Wawan; Fatma Chawa, Anif; Casiavera, Casiavera; Oprasmani3, Elfa
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v10i1.12602

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika permasalahan pada usaha penangkapan perikanan dan usaha budi daya perikanan pada masyarakat Suku Akit yang merupakan salah satu dari komunitas adat terpencil (KAT) di Indonesia. Suku Akit belajar melakukan budi daya ketam (kepiting bakau/Scylla) dan siput bakau (Siput mangrove/Telescopium Telescopium) secara otodidak dan mengalami kegagalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan pada tahun 2020-2021 dan pengolahan data dilakukan pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua golongan masalah masyarakat Suku Laut, pertama dalam hal penangkapan mereka hanya bisa melakukan penangkapan dengan menggunakan alat-alat tradisional dengan risiko lingkungan lebih kecil namun hasil tangkapan juga sangat sedikit. Kedua, mereka mengalami kendala pengetahuan, akses dan kurangnya pendampingan pada perikanan budi daya.  Pada usaha budi daya kepiting bakau, mereka masih mengalami beberapa kendala, yaitu pertama, Suku Akit belum memahami tingkah laku kanibalisme ketam yang dibudi dayakan, sehingga ketam dewasa dengan anak ketamdigabungkan dalam satu kolamketambudi daya. Kedua, Suku Akit membuat kolam budi daya ketam yang lebih rendah, sehinggapada saat air pasang ketam yang dibudi dayakan hanyut karena arus pasang surut. Ketiga, mereka tidak dilakukan pengecekan kualitas air pada lingkungan budi daya secara berkala Title: The Dynamics of Problems of Akit Ethnic Community in Riau IslandsThis paper aims to describe the dynamics of fishing and aquaculture businesses in the Akit community, which is one of the remote indigenous communities (KAT) in Indonesia. The Akit learnt to cultivate mangrove crabs (Scylla) and mangrove snails (Telescopium) by themselves and experienced failure. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The research was conducted in 2020-2021 and data processing was carried out in 2022. Based on the results of the research, two classes of problems of the Sea Tribe community can be identified, firstly in terms of fishing they can only catch using traditional tools with less environmental risk but the catch is also very small. Secondly, there is the issue of aquaculture, where they experience constraints in knowledge, access and lack of assistance.  The weaknesses in the Akit Tribe's fisheries efforts are First, the Akit Tribe combines adult oysters with juvenile oysters because they do not understand the cannibalistic behaviour of the cultivated oysters. Secondly, the Akit Tribe made a lower oyster cultivation pond at high tide so that the cultivated oysters were washed away by the tidal current. Third, there is no regular checking of water quality in the cultivation environment
Strategi Bertahan Hidup Industri Rokok Kecil Terhadap Kenaikan Cukai (Studi Kasus Rokok Ilegal di Kabupaten Probolinggo) Malik Jakfar, Abdul Aziz; Wisadirana, Darsono; Muzakki, Moh.
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 3 No. 1 (2023): Opportunities and Challenges of Industrial Society 4.0
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.bjss.2023.003.01.3

Abstract

Studi ini meneliti tentang strategi bertahan hidup industri rokok kecil terhadap kenaikan cukai (studi kasus rokok ilegal di Kabupaten Probolinggo). Berangkat dari fenomena rokok yang menjadi barang kena cukai guna mengurangi prevelensi perokok, justru menjadi masalah bagi industri-industri rokok kecil karena kenaikan pajak cukai mengindahkan kemampuan industri-industri rokok kecil di Kabupaten Probolinggo. Rumusan masalah penelitian ini bagaimana strategi bertahan hidup industri rokok kecil tetap berproduksi serta faktor-faktor apa saja yang membuat industri kecil tetap berproduksi di tengah kenaikan pajak cukai. Penelitian ini dilakukan di Desa Sidomulyo dengan periode penelitian tahun 2022 – 2023 menggunakan teori strategi bertahan hidup James C. Scott dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian ini adalah bahwa industri-industri rokok kecil melakukan strategi bertahan hidup dengan menggunakan cukai bekas, tidak membayar pajak cukai, produksi secara sembunyi-sembunyi, memiliki aset/ bisnis lain. Faktor pendorong industri rokok kecil tetap bertahan karena pendapatan yang tinggi, faktor penghambat yakni penertiban/sanksi yang gencar oleh pemerintah daerah serta pandemi. Kesimpulan penelitian yakni industri rokok kecil yang bisa bertahan hidup hanya industri rokok kecil yang memiliki semangat mempertahankan industri rokok sebagai “Warisan Keluarga”.
Peran Keluarga Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Di Kota Tanjungpinang Solina, Emmy; Wisadirana, Darsono; Kuswandoro, Wawan Edi; Chawa, Anif Fatma
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v7i3.3223

Abstract

This study aims to investigate the quality of life of the elderly in Tanjungpinang City through a preliminary study approach. The quality of life for the elderly has become increasingly important in the context of global population aging. A qualitative research method was used, with data collection conducted through a literature review. The results of the literature review were visualized using R-Studio to produce comprehensive assessment review data. The study results show that the quality of life of the elderly in Tanjungpinang City is influenced by various factors. Social factors, such as family support and social interaction, significantly impact their quality of life. Additionally, health aspects also play a crucial role, including accessibility to healthcare services and their physical condition. The study also identifies challenges faced by the elderly in maintaining their quality of life. Some challenges include mobility limitations, chronic health issues, and limited access to social and healthcare services. Economic factors are also a consideration, especially for the elderly living in economically unstable conditions. Family support has a significant impact on the physical, emotional, and social well-being of the elderly. Emotional support from family, such as love and care, has been proven to enhance the happiness and life satisfaction of the elderly. Moreover, assistance with daily activities, such as eating, bathing, and mobility, is vital in maintaining their physical health. The role of family is also evident in the social aspect, where regular and positive interactions between the elderly and family members can prevent feelings of loneliness and social isolation. This study finds that families providing comprehensive support tend to help the elderly achieve a better quality of life. However, challenges such as limited time and resources are also identified as obstacles in elderly care by families.
The Dilemma of Fresh Flower Farmers in Responding to the COVID-19 Pandemic (Case Study in Gunungsari Village, Batu) Wahyudi, Fidela Dzatadini; Wisadirana, Darsono; Chawa, Anif Fatma
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 27 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wacana.2024.027.02.04

Abstract

This study aimed to determine the form or type of dilemma experienced by fresh rose farmers in responding to the COVID-19 pandemic. This study was conducted in Gunungsari Village, Bumiaji Sub-District, Batu, the largest fresh flower cultivation center in East Java. This study used a qualitative research approach with a case study design to utilize James C. Scott’s theory of survival mechanisms in its analysis. The results showed that there were three types of dilemmas experienced by fresh flower farmers, namely (1) the dilemma of converting the type of work, (2) the dilemma of conversion of plant commodity types, and (3) the dilemma of the continuity of fresh flower farming. Although farmers essentially take action to minimize risk, as stated by Scott, there are differences in the causative factors because this study was conducted when a non-natural disaster of the COVID-19 pandemic occurred, which no one could predict when it would end. Keywords: dilemma, farmers, fresh flower farmers, survival mechanism, COVID-19 pandemic
PENGUATAN PENGEMBANGAN SOSIAL EKONOMI (PSE) SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN Taek, Petrus Ans Gregorius; Wisadirana, Darsono; Sobari, Wawan
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 2 (2019): JISPO Vol 9 No 2 2019
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v9i2.5134

Abstract

This qualitative case study aims to assess the contribution of the PSE Commission in alleviating poverty and to analyze PSE institutional strengthening in the success of poverty alleviation priority programs. Institutional strengthening is the key to the sustainability and success of poverty alleviation programs. However, there are studies that show that institutional strengthening through legal aspects, Provincial Drinking Wages and public policies have been effective enough to alleviate poverty. Of the many findings that exist, researchers discovered new things, namely through institutional strengthening in aspects; Structure, HR, Finance, Organizational Funding and Assets, Monitoring and Evaluation, Legality, Data and Information and Collaborative Networks can determine the success of the institution in alleviating poverty and the sustainability of poverty alleviation priority programs. The pattern of the empowerment approach carried out by the government is seen as less touching on the problems of the poor because it is project oriented, while the one carried out by the Catholic Church is oriented towards religious values.