Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Membangun Budaya Komunikasi Digital yang Beretika pada Warga Kelurahan Babat Jerawat Dinda Bhawika Wimala Pastika; Miko Aditiya Suharto; Maria Novita Apriyani; Wiwin Yulianingsih; Yana Indawati
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 04 (2026): ISSUE APRIL
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah cara masyarakat berinteraksi dan menyampaikan informasi. Di Kelurahan Babat Jerawat, fenomena penggunaan media sosial dan platform digital semakin meningkat, terutama di kalangan usia produktif. Namun, peningkatan akses digital ini tidak selalu diiringi dengan kesadaran pentingnya etika komunikasi digital. Masalah seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, serta konflik akibat miskomunikasi di ruang siber menjadi tantangan tersendiri. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis kondisi aktual budaya komunikasi digital masyarakat di Kelurahan Babat Jerawat serta merumuskan strategi membangun budaya komunikasi digital yang beretika. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pelaksanaan di lapangan, dan dokumentasi kegiatan literasi digital yang telah dilakukan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar warga masih memiliki pemahaman terbatas mengenai prinsip-prinsip komunikasi etis di ruang digital. Namun, terdapat antusiasme yang cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan edukatif yang berkaitan dengan literasi digital. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa pembangunan budaya komunikasi digital yang beretika sangat mungkin dilakukan jika didukung oleh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kelurahan, organisasi kemasyarakatan, hingga pemuda. Sebagai saran, diperlukan program literasi digital yang berkelanjutan, berbasis komunitas, dan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal, agar kesadaran serta keterampilan etis warga dalam berkomunikasi di dunia digital dapat meningkat secara signifikan.
Implementasi Pembiasaan Literasi Membaca Sebagai Upaya Mengembangkan Kemampuan Public Speaking Warga Belajar Paket C di PKBM Insan Cerdas Indonesia Verlita Azizah Alkholifi; Wiwin Yulianingsih
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan public speaking warga belajar Paket C, yang ditandai dengan kesulitan mengungkapkan ide serta kurangnya kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembiasaan literasi membaca sebagai upaya mengembangkan kemampuan public speaking di PKBM Insan Cerdas Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengelola PKBM, tutor, dan warga belajar. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan literasi membaca dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan mencakup pengenalan kegiatan, penjadwalan, dan membaca mandiri. Pelaksanaan meliputi kegiatan pembukaan, penyampaian hasil bacaan, diskusi, serta tanya jawab. Evaluasi dilakukan secara formatif melalui pengamatan selama kegiatan berlangsung. Program ini didukung oleh peran tutor, penjadwalan yang terstruktur, pemanfaatan teknologi, serta pemberian apresiasi. Meskipun demikian, terdapat hambatan berupa rendahnya motivasi, kondisi psikologis, dan keterbatasan intelektual. Secara umum, pembiasaan ini mampu mengembangkan kemampuan komunikasi warga belajar, meskipun sebagian masih mengalami kesulitan yang disebabkan oleh hambatan intelektual. Kata Kunci: literasi membaca, public speaking, PKBM Insan Cerdas indonesia
Hubungan Partisipasi Program Sekolah Perempuan Dengan Resiliensi Perempuan Kepala Keluarga di Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya Angelia Anjani Telaum Banua; Wiwin Yulianingsih
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women-headed households (PEKKA) are vulnerable to various economic, social, and psychological pressures, so they need the ability to cope with daily life. One form of non-formal education is the Women’s School Program (SEKOPER), which helps build women’s capacity, independence, and resilience in facing various challenges. This program provides women not only with practical skills but also with mental and social empowerment that helps them become stronger. This study aims to analyze the significance of the relationship between the SEKOPER Program and resilience as empirical evidence of the effectiveness of community-based non-formal education in enhancing the psychosocial resilience of female heads of households. This study employed a quantitative approach, specifically a correlational study. The sample consisted of 50 participants who were actively involved in the SEKOPER Program and had passed validity and reliability tests. Pearson’s product-moment correlation and SPSS were used to analyze the data. The results of the study indicate a positive and significant correlation between participation in the SEKOPER Program and the level of resilience among PEKKA members in Lakarsantri Subdistrict (r = 0.639; p = 0.000). These findings suggest that PEKKA members who participate more actively in the SEKOPER Program tend to have higher levels of resilience. The SEKOPER Program has demonstrated that it not only helps people acquire skills and become more self-reliant, but also helps women maintain their psychosocial resilience when facing various life challenges.