Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perancangan Desain Timbunan Batubara dan Pengaruhnya Terhadap Kestabilan Lereng di Sekitar ROM 4 Site DMP PT Cipta Kridatama Suparno, Fanteri Aji Dharma; Kusuma, Di Ajeng Arum; Haeruddin, Haeruddin; Aminah, Siti; Manek, Emanuel Grace; Rini, Utari Sulistyo; Mulyani, Kurnia Dewi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.9.1.2026.36-47

Abstract

Peningkatan produksi batubara di PT Cipta Kridatama site Dizamatra Powerindo memerlukan penambahan area Run of Mine (ROM) untuk menampung kelebihan produksi. ROM 4 sebagai area timbunan baru belum memiliki data teknis terkait daya dukung tanah, tinggi maksimum timbunan, dan kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi geoteknik ROM 4 melalui uji berat volume batubara dan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk menentukan tinggi timbunan yang optimal. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan empat metode Limit Equilibrium Method (LEM): Bishop, Janbu, Morgenstern-Price, dan Spencer. Hasil penelitian menunjukkan desain optimal timbunan ROM 4 memiliki tinggi maksimum 17 meter, sudut lereng 36°, dan kapasitas 511.594,44 ton. Nilai faktor keamanan (FK) pada kondisi statis >1,3 dan dinamis >1,1. Metode Janbu menghasilkan nilai FK terkecil dibandingkan metode lainnya. Nilai FK setelah pembebanan menurun dibanding sebelum pembebanan akibat pengaruh beban tambahan terhadap kestabilan lereng. Secara keseluruhan, lereng ROM 4 dinyatakan aman dan sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 1827/K/30/MEM/2018.
Analisis Subsidence dan Kestabilan Lereng Disposal pada Area Sump Batutegi di Site North Tutupan, PT Adaro Indonesia Suparno, Fanteri Aji Dharma; Maulana, Muhammad Thoriq; Haeruddin, Haeruddin
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.60-68

Abstract

PT Adaro Indonesia merupakan sebuah perusahaan tambang batubara dengan target produksi yang besar dan terus meningkat. Pertumbuhan produksi ini menghasilkan peningkatan volume tanah penutup yang harus dibongkar dan ditimbun. Namun, masalah yang dihadapi adalah keberadaan lumpur dalam jumlah besar di lapisan dasar disposal, yang dapat menyebabkan penurunan muka tanah pada area disposal tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis subsidence yang terjadi pada disposal di area Sump Batutegi dan pengaruhnya terhadap faktor keamanan disposal. Analisis dilakukan dengan Metode Kesetimbangan Batas berupa Metode Bishop dan Janbu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsidence rata-rata sekitar 2,34 cm, dengan faktor keamanan sebelum subsidence berkisar antara 1,78984 hingga 1,81830, bergantung pada metode yang digunakan. Setelah subsidence, faktor keamanan mengalami penurunan tetapi tidak signifikan. Dari ketiga metode, pengaruh subsidence terhadap faktor keamanan pada disposal berkisar antara 35,52% hingga 38,38%. Selain itu, trendline menunjukkan bahwa semakin besar subsidence, maka faktor keamanan akan semakin kecil.
Landslide Inventory and Relationship to Geological Conditions (Case Study: Trenggalek Regency, East Java Mulyani, Kurnia Dewi; Manurung, Joel Maruba; Rini, Utari Retno Sulistyo; Manek, Emanuel Grace; Suparno, Fanteri Aji Dharma
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16249

Abstract

Inventarisasi kejadian longsoran penting dilakukan sebagai upaya mitigasi kejadian longsoran dimasa depan. Lokasi yang sering terjadi longsoran mempunyai kerentanan untuk terjadi bencana longsoran. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kejadian longsoran terdahulu dan menganalisis hubungan antara lokasi longsoran dan kondisi geologi serta kemiringan lereng. Inventarisasi longsoran menggunakan foto-foto kejadian longsoran yang terdapat keterangan koordinat lokasi. Peta kemiringan lereng menggunakan penggabungan 7 data demnas. Peta geologi menggunakan penggabungan peta geologi lembar Madiun, Pacitan dan Tulungagung. Hasil analisis menunjukkan jumlah kejadian longsoran pada Kabupaten Trenggalek antara tahun 2024 dan Juni 2025 sebanyak 51 longsoran tersebar di Kecamatan Munjungan, Panggul, Tugu, Bendungan, Dongko, Suruh, Watulimo, Pule, Gandusari, dan Kampak. Jenis longsoran di lokasi penelitian adalah longsoran rotasional dan aliran debris dengan material longsoran berupa campuran tanah dan batuan yang merupakan hasil pelapukan tinggi dari batuan dasar yang sebagian besar berumur tersier. Longsoran paling banyak terjadi pada Formasi Mandalika dengan jumlah 36 kejadian. Lokasi longsoran sebanyak 34 longsoran berada pada lereng berbukit tersayat tajam/terjal dengan kemiringan 21% - 55%. 10 lokasi longsoran berada pada lereng berbukit bergelombang, 4 lokasi longsoran berada pada lereng bergelombang, dan 2 longsoran berada pada lereng miring landai. Kata-kata kunci: debris, inventarisasi, Mandalika, longsoran, Trenggalek  ABSTRACTInventory landslide is essential to mitigate future landslide events. Locations that are prone to landslides are vulnerable to landslide disasters. This study aims to map previous landslide events and analyze the relationship between landslide locations, geological conditions, and slope gradients. The landslide inventory uses photographs of landslide events with location coordinates. The slope gradient map uses a combination of 7 national survey datasets. The geological map uses a combination of Madiun, Pacitan, and Tulungagung geological maps. The analysis results show that the number of landslide events in Trenggalek Regency between 2024 and June 2025 was 51 landslides spread across the districts of Munjungan, Panggul, Tugu, Bendungan, Dongko, Suruh, Watulimo, Pule, Gandusari, and Kampak. The landslides at the study site are rotational landslides and debris flows, with landslide material consisting of soil and rocks resulting from highly weathered bedrock, most of which is tertiary in age. The most landslides occurred in the Mandalika Formation, with 36 incidents. Thirty-four of the landslides were on steep, hilly slopes with gradients ranging from 21% to 55%. Ten of the landslides were on undulating hilly slopes, four on undulating slopes, and two on gently sloping slopes. Keywords: debris, inventory, Mandalika, landslide, Trenggalek
Pemanfaatan Teknologi Drone dalam Menganalisis Kemiringan Lereng Sebagai Upaya Mitigasi Longsor di Desa Suco Kabupaten Jember Novianto, Dian Wahyu Khaulan; Haeruddin, Haeruddin; Suparno, Fanteri Aji Dharma
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v5i2.53469

Abstract

Salah satu pemanfaatan teknologi drone adalah dalam mitigasi bencana longsor. Foto udara yang dihasilkan oleh drone tidak hanya berupa ortofoto, tetapi juga mencakup data Digital Elevation Model (DEM). DEM sendiri merupakan representasi digital dari ketinggian permukaan suatu area dalam bentuk tiga dimensi. Untuk menghasilkan informasi tentang tingkat kemiringan lereng, diperlukan data elevasi yang berasal dari DEM atau Digital Terrain Model (DTM). Kualitas DEM ditentukan oleh presisi, reliabilitas, dan akurasi data yang dihasilkan. Presisi dapat dicapai melalui metode fotogrametri, di mana kualitas data sangat bergantung pada sumber data seperti foto drone. DEM yang detail dan akurat akan meningkatkan kemampuan dalam pemodelan yang presisi. Perbedaan utama antara DEM presisi dan DEM non-presisi terletak pada tingkat detailnya. DEM presisi mampu merepresentasikan bentuk permukaan yang menyerupai kondisi nyata dengan nilai elevasi yang konsisten. Sebaliknya, DEM non-presisi, menurut South Australian Government Data Directory, tidak memiliki standar akurasi yang jelas dan sering kali dihasilkan dari proses aerotriangulasi dengan kualitas data rendah, sehingga resolusi dan presisinya rendah. Dalam penelitian ini, data DEM yang dihasilkan dari foto drone menggunakan UAV diolah menjadi DEM presisi untuk membuat peta kemiringan lereng yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pengolahan DEM dilakukan secara otomatis menggunakan algoritma penyaringan dari DSM (Digital Surface Model) ke DTM (Digital Terrain Model), serta secara manual melalui proses pengeditan DEM. Analisis kemiringan lereng dilakukan pada permukaan DEM untuk menentukan kelas-kelas kemiringan. Berdasarkan hasil penelitian, peta kemiringan lereng yang dihasilkan dari DEM presisi menggunakan foto drone telah memenuhi standar ketelitian geometri peta dasar BIG No.15 Tahun 2014. Peta ini sesuai untuk skala 1:2500 pada kelas 2, dengan perbedaan elevasi antara peta dan kondisi lapangan kurang dari 1 meter. Peta kemiringan lereng tersebut dapat digunakan sebagai parameter dalam analisis risiko longsor untuk mendukung upaya mitigasi bencana.
Pengaruh Aktifitas Alat Berat dan Peledakan Terhadap Stabilitas Lereng Timbunan Tambang Batubara Suparno, Fanteri Aji Dharma; Aminah, Siti; Haeruddin, Haeruddin; Rini, Utari Retno Sulistyo; Mulyani, Kurnia Dewi; Manek, Emanuel Grace; Assyarbini, Muhammad Akbar
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 31, Nomor 2 (2025)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v31i2.69177

Abstract

Open-pit mining generates voids backfilled with overburden, forming artificial slopes susceptible to landslides. Improper slope design and external factors such as heavy equipment loads, blasting vibrations, and groundwater may trigger instability. This study examines the stability of a disposal slope adjacent to the blasting zone at PT X Coal Mine in East Kalimantan, Indonesia. The research uses secondary data from PT X. including geotechnical parameters and operational details, Slope stability was evaluated via the Limit Equilibrium Method (Bishop and Morgenstern-Price) and Finite Element Method (FEM). Initial analyses revealed critical safety factors (FoS) of 0.853 (Bishop, Morgenstern-Price) and 0.520 (FEM), indicating high instability under combined dynamic and hydrogeological stresses. A slope redesign was proposed, improving FoS to 3.932 (dry) and 3.523 (wet) via Limit Equilibrium, and 1.570 (dry) and 1.370 (wet) via FEM. These value;s comply with the safety threshold (FoS ≥ 1.1) specified in KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, ensuring operational safety. The study underscores the necessity of integrating geotechnical and operational constraints in slope design to mitigate landslide risks in open-pit mining.
Pengaruh Ukuran Butir terhadap Kadar Nikel Menggunakan Metode Fraksinasi dan Analisis Geokimia di Bukit Wrangler PT ANTAM UBPN Kolaka Siti Aminah; Reza Dyna Daniar; Haeruddin Haeruddin; Fanteri Aji Dharma Suparno
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i4.917

Abstract

PT ANTAM UBPN Kolaka memiliki beberapa bukit dengan karakteristik mineral yang beragam, salah satunya adalah Bukit Wrangler. Ukuran butir tanah bervariasi di daerah ini, memengaruhi distribusi dan deposit nikel. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan unsur terkait fraksi ukuran butir nikel pada zona saprolit, hubungan antara ukuran butir dan kadar nikel, serta klasifikasi ukuran butir berdasarkan Cut-off Grade (COG). Metode penelitian meliputi fraksinasi ukuran butir (-20 mm, 20 mm, 40 mm, 80 mm, 100 mm) yang dianalisis dengan metode geokimia XRF (X-Ray Fluorescence) untuk mengetahui kadar bijih nikel. Kandungan rata-rata Ni adalah 1,93% dan Fe adalah 13,75%, tertinggi terdapat pada fraksi ukuran 80 mm. Rasio Fe/Ni optimal ditemukan pada fraksi ukuran 100mm dengan kandungan rata-rata 5,78%. Penelitian padasampel di zona saprolit menunjukkan adanya hubunganberbanding lurus antara kandungan Fe dan Ni, nilai R2 = 2,46% dan MgO dengan kandungan Ni, nilai R2=1,05%, serta hubungan terbalik antara kadar SiO2 dengan kadar Ni, nilai R2 = 35,54% dan Al2 O3 dengan kadar Ni nilai R2 = 0,65%. Dari 42 sampel yang dianalisis berdasarkan COG perusahaan, 17 sampel dengan kadar Ni 1,5% - 1,79% dan Fe < 25% memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, sedangkan 25 sampel lainnya diproses lebih lanjut untuk menghasilkan feronikel. Kata Kunci: Analisis geokimia, Fraksinasi, Kadar nikel,Ukuran butir, Bukit Wrangler Abstract ANTAM UBPN Kolaka has several hills with diverse mineral characteristics, including Wrangler Hill. Soil grain size varies in this area, affecting nickel distribution and deposition. The research aims to analyze the elemental content related to the nickel grain size fraction in the saprolite zone, the relationship between grain size and nickel content, and the classification of grain size based on Cut-off Grade (COG). The research methods included grain size fractionation (-20 mm, 20 mm, 40 mm, 80 mm, 100 mm) analyzed by XRF (X-Ray Fluorescence) geochemical technique to determine the content of nickel ore. The analysis showed elements such as Ni, Fe, SiO2 , Mg, and Al2 O3 . The average content of Ni is 1.93% and Fe is 13.75%, the highest value was found in the 80 mm size fraction. The optimal Fe/Ni ratio was found in the 100 mm size fraction with an average content of 5.78%. The study in the saprolite zone showed a directly proportional relationship between Fe and Ni content, R2 value = 2.46% and MgO with Ni content, R2 value = 1.05%, as well as an inverse relationship between SiO2 content with Ni content, R2 value = 35.54% and Al2 O3 with Ni content, R2 value = 0.65%. Of the 42 samples analyzed based on the company’s COG, 17 samples with Ni content of 1.5% - 1.79% and Fe < 25% meet the needs of the domestic market, while the other 25 samples are further processed to produce ferronickel. Keywords: Geochemical analysis, Fractionation, Nickel content, Grain size, Wrangler Hill
Disposal Transition and Drainage Design at Pit 2AA SLS Site: A Case Study at PT Sentosa Laju Sejahtera, Loa Janan Suparno, Fanteri Aji Dharma; Ariadi, Arda Bara; Irawan, Januar Fery; Aminah, Siti; Haeruddin; Rini, Utari Retno Sulistyo; Mulyani, Kurnia Dewi; Manek, Emanuel Grace
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 02 (2026): Article In Press-JGEET Vol 11 No 02 : June (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the design of the disposal area transition and drainage system in Pit 2AA of PT Sentosa Laju Sejahtera to overcome the limited space of the stockpile due to the use of the backfilling method. The main issues include effective drainage design, selection of alternative disposal sites, and embankment slope stability analysis. The planned rainfall was calculated using the Gumbel distribution with rainfall data for the last 10 years (2014-2023), while the runoff water discharge was calculated using the Rational method, resulting in a discharge of 7.8 m³/second. The open channel was designed with two trenches, Trenches A and B, with capacities of 9.59 m³/sec and 7.92 m³/sec, respectively. The disposal design was placed outside the Life of Mine boundary, using the gradual finger disposal method with three levels from elevation 93 to 105 meters. The slope geometry consists of a tier height of 4 meters, a tier width of 15 meters, a single slope angle of 30°, and an overall slope of 13°. The total disposal capacity reached 441,310 BCM. Slope stability analysis was conducted using the Janbu Simplified method, showing that the factor of safety (FK) value is in the range of 1.308-2.404, meeting the minimum FK ≥ 1.3 according to the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 1827 K/30/MEM/2018. The results show that the drainage and disposal designs are technically feasible and support the sustainability of mine operations.