Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Work Life Balance Terhadap Kinerja Pegawai dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening pada Lembaga Amil Zakat BSI Maslahat Humaidi Iskandar; Nor Lailla
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 2 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.10266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Work Life Balance terhadap Kinerja Pegawai dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening pada LAZNAS BSI Maslahat. Variabel independen yang digunakan adalah Work Life Balance, sedangkan yang menjadi variabel dependen yaitu Kinerja Pegawai dan variabel intervening adalah Komitmen Organisasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 109 responden dari Pegawai LAZNAS BSI Maslahat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat asosiatif dengan menggunakan data primer. Model Analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan SmartPLS 4.1.1.4. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi. Namun, Komitmen Organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai dengan nilai. Selain itu, Komitmen Organisasi tidak mampu memediasi pengaruh Work Life Balance terhadap Kinerja Pegawai.
Pengaruh Content Marketing, Live Steraming Dan Co-Branding Terhadap Keputusan Pembelian Pada E-Commerce Shopee (Studi Pada Produk Fashion Erigo) Brian Ramadhan; Nor Lailla
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 1 No. 2 (2024): IJEMA - Februari 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dari Content Marketing, Live Steraming dan Co-Branding terhadap Keputusan Pembelian pada E-commerce Shopee studi pada produk Fashion Erigo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-probability sampling, dengan jumlah sampel yang di uji sebanyak 180 responden yang pernah membeli produk Fashion Erigo di E-commerce Shopee pada wilayah Jabodetabek menggunakan Partial Least Square (SmartPLS versi 4.0.9.8). Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) variabel Content Marketing memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai P-Value sebesar 0,000 < 0,05, (2) variabel Live Steraming memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai P-Value sebesar 0,001 < 0,05, (3) variabel Co-Branding memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan P-Value sebesar 0,002 < 0,05 , (4) variabel independen Content Marketing, Live Steraming dan Co-Branding terhadap variabel dependen Keputusan Pembelian bersama-sama berpengaruh positif dilihat dengan masing-masing nilai F-Square yaitu Content Marketing terhadap Keputusan pembelian 0,195 , Live Steraming terhadap keputusan pembelian 0,133 dan Co-Branding terhadap Keputusan Pembelian 0,100.
The Effect Of Hedonic Shopping Motivation And Flash Sale Program In Tiktok Live Shopping On The Impulsive Buying Behavior Of Generation Z Syifa Az Zahra; Nor Lailla
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 2 (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i2.11008

Abstract

The purpose of this study is to (1) To determine the effect of Hedonic Shopping Motivation on Impulsive Buying. (2) To determine the effect of Flash Sale on Impulsive Buying. (3) To determine the effect of Flash Sale on Hedonic Shopping Motivation. This study uses a descriptive quantitative method and the population in this study is the community in DKI Jakarta who use the TikTok application. The sample used uses the Non Probability formula with a total sample of 300. The data is processed using the Partial Least Square (PLS) method. From the results of the analysis, it was found that Impulsive Buying was 56.6% influenced by Hedonic Shopping Motivation and Flash Sale.
The role of grit and self-efficacy in teacher engagement and burnout Nor Lailla; Don Gusti Rao; Luqman Hakim; Wawan Sadtyo Nugroho
Annals of Human Resource Management Research Vol. 5 No. 4 (2025): December
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/ahrmr.v5i4.3177

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to examine the influence of grit and self-efficacy on work engagement, to identify the relationship between grit and self-efficacy, and to determine how work engagement affects burnout. Research Methodology: This uses a quantitative approach with a type of study. Population in the study: This is a vocational school teacher in seven schools in Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, and South Tangerang. The sample was determined using non-probability sampling techniques, especially convenience sampling. The number of respondents is as many as 107. Data collection techniques use Google Forms. Data analysis techniques using SmartPLS. Results: The results show a positive influence of grit on work engagement, a positive influence of self-efficacy on work engagement, a positive relationship between grit and self-efficacy, and a negative influence of work engagement on burnout. Conclusions: This study concludes that grit and self-efficacy positively influence work engagement, with teachers displaying greater emotional, cognitive, and physical involvement in their work. Grit also enhances self-efficacy, which strengthens engagement, ultimately reducing burnout. These findings emphasize the importance of fostering perseverance and confidence to improve workplace health and productivity in education. Limitations: This study discusses the variables of grit, self-efficacy, work engagement, and burnout. However, there are still many other factors that influence teacher engagement and work burnout, such as principal leadership, organizational support for work-life balance, or other external factors. Contribution: This research suggests that grit and self-efficacy have an important role in work engagement and reducing burnout in teachers, as well as being the basis for developing teacher welfare, especially in Indonesia.
Optimalisasi Layanan Online Food Delivery Sebagai Pendukung Usaha Siomay Yayan Gg. H. Ridi A Gofur Ahmad; Nor Lailla; Djoko Hananto; Agil Mustofa
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3149

Abstract

Siomay merupakan salah satu kuliner khas Indonesia. Lokasi usaha berada di wilayah Jakarta Selatan. Kegiatan usaha ini masih terbatas pada penjualan melalui konsumen langsung ke lokasi usaha, sehingga belum menggunakan platform digital. Sehingga belum menjangkau pemasaran secara luas. Tujuan pengabdian masyarakat ini mendampingi pemilik usaha dalam proses digitalisasi melalui pembuatan dan pemanfaatan. Metode pelaksanaan meliputi observasi, pembuatan akun dan qris. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukan adanya perolehan pemahaman pelaku usaha mengenai cara mengelola aplikasi untuk meningkatkan penjualan. Dengan demikian, hasil kegiatan pendampingan ini berhasil mendukung modernisasi usaha kuliner siomay agar tetap relevan di era digital
The Influence of Organizational Culture and Work Discipline on Productivity through Motivation Muhammad Syahrum Alfan; Nor Lailla
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 5 (2025): JIMKES Edisi September 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i5.3841

Abstract

This study aims to analyze the direct and indirect effects of organizational culture and work discipline on employee productivity at PT Cahaya Engineering Sukses, with motivation as an intervening variable. Although the company has a strong organizational culture and relatively high work discipline, employee productivity remains below expectations, prompting an investigation into underlying factors such as social interaction, intrinsic motivation, and employee development. A quantitative correlational method was applied, with data collected from 92 respondents through structured questionnaires using a five-point Likert scale. The analysis utilized Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4. The findings reveal that both organizational culture and work discipline have significant and positive effects on productivity, with work discipline identified as the most influential factor. Motivation also plays a mediating role in linking organizational culture and work discipline to productivity. These results highlight that initiatives to strengthen culture and discipline should be supported by motivation-enhancing strategies to maximize performance. The study offers practical insights for integrated human resource development to boost organizational productivity effectively.
PERAN ETIKA LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIATOR DALAM HUBUNGAN ANTARA GREEN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT DAN KOMPETENSI HIJAU PADA ANGKATAN KERJA MUDA DI INDONESIA Muhammad Rafi Thoriq; Nor Lailla
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/zt15j339

Abstract

Transisi menuju ekonomi hijau menuntut ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi hijau yang memadai, khususnya pada kelompok angkatan kerja muda yang akan mendominasi pasar tenaga kerja Indonesia dalam beberapa dekade mendatang. Namun demikian, mekanisme bagaimana praktik Green Human Resource Management (GHRM) berkontribusi terhadap pembentukan kompetensi hijau individu masih belum banyak dikaji, terutama melalui pendekatan etika lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GHRM terhadap kompetensi hijau dengan peran mediasi etika lingkungan pada angkatan kerja muda Indonesia yang mencakup generasi Z dan milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 251 responden yang termasuk dalam kategori angkatan kerja aktif berusia 15–45 tahun dari berbagai sektor pekerjaan. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa GHRM berpengaruh positif terhadap etika lingkungan dan kompetensi hijau. Selain itu, etika lingkungan terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara GHRM dan kompetensi hijau. Temuan ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai etika lingkungan sebagai mekanisme kunci dalam penerjemahan praktik GHRM menjadi kompetensi hijau individu. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur GHRM serta implikasi praktis bagi organisasi dan pembuat kebijakan ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja hijau di Indonesia.
Pengaruh Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi dan Keterlibatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan Bogor Zepto Reyfaldo; Nor Lailla
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v5i3.7850

Abstract

This study aims to analyze the effect of work environment, organizational culture, and work engagement on employee performance at the Human Resource Development Center for Transportation Officials (PPSDM) in Bogor, both partially and simultaneously. A quantitative descriptive-associative approach was used, with a saturated sampling technique applied to the entire population of 50 employees. Primary data were collected via questionnaires and analyzed using multiple linear regression in SPSS, preceded by validity, reliability, and classical assumption tests. The results show that work environment (β = -0.213; sig. 0.122), organizational culture (β = 0.326; sig. 0.066), and work engagement (β = 0.103; sig. 0.362) each had no significant partial effect on employee performance; simultaneously, the three variables also had no significant effect (F = 1.949 < F table 2.807; sig. 0.135), with an R² of 0.113 (11.3% of variance explained). These findings suggest that in a formal public-sector bureaucratic setting, employee performance is more strongly shaped by structural and administrative factors than by the organizational-behavior variables tested. Future research is recommended to incorporate additional variables such as leadership, motivation, compensation, and work discipline, with a larger sample size.
Pengaruh Kompetensi, Keterlibatan Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Perilaku Kerja Inovatif pada Pegawai Kantor Kelurahan di Wilayah Cilincing Jakarta Utara Andre Saputra; Nor Lailla
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12124

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah studi kuantitatif asosiatif yang bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi, keterlibatan kerja, dan lingkungan kerja terhadap perilaku kerja inovatif pegawai di tujuh kantor kelurahan Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Studi ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan inovasi pelayanan publik antar-kelurahan pada era digital. Menggunakan teknik sampling jenuh, seluruh anggota populasi pegawai dijadikan responden. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert, kemudian diolah menggunakan analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil pengujian secara simultan (uji F) membuktikan bahwa kompetensi, keterlibatan kerja, dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pegawai kelurahan. Namun, hasil pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan temuan yang berbeda. Hanya variabel keterlibatan kerja yang terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam mendorong perilaku kerja inovatif. Sementara itu, variabel kompetensi dan lingkungan kerja secara parsial menunjukkan pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa tingginya keterlibatan aktif pegawai menjadi kunci utama untuk menumbuhkan gagasan kreatif yang unggul dalam birokrasi pemerintahan. Di sisi lain, kompetensi individu serta fasilitas fisik lingkungan kerja yang ada saat ini baru sebatas dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran tugas pelayanan rutin sesuai standar operasional yang baku, tanpa merangsang munculnya inovasi secara mandiri.
Job Autonomy, Organizational Culture, and Employee Creativity as Predictors of Innovative Work Behavior: The Mediating Role of Knowledge Sharing at Bank Indonesia Yulianatasia Simanjuntak; Lailla, Nor
JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Vol 22 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Motivasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jmm.v22i2.9200

Abstract

This study examines the determinants of Innovation Work Behavior (IWB) among 150 employees of Bank Indonesia's Compliance Management and Reporting Department (DPKL), using PLS-SEM with Knowledge Sharing as a mediator. Employee Creativity and Knowledge Sharing significantly predict IWB, while Organizational Culture affects IWB indirectly through Knowledge Sharing. Job Autonomy shows no significant effect on either Knowledge Sharing or IWB, reflecting the constraints of a highly regulated environment. The model explains 80.2% of IWB variance. This study contributes by testing an integrated antecedent-mediator model in an underexplored central-bank compliance setting. Keywords: Job Autonomy; Organizational Culture; Employee Creativity; Knowledge Sharing; Innovation Work Behavior; PLS-SEM