Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH METODE EXPERIENTIAL LEARNING DAN METODE EGP (EMOSIONAL, GERAK CEPAT, DAN PEREVISIAN) TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS VIII SMPN 16 KOTA TANGERANG SELATAN Wulandari, Adelia; Ediwarman; Ilmi Solihat
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Many students still face difficulties in writing short stories, especially in terms of developing ideas, plot, language, and imagination. This emphasizes the importance of implementing learning methods that support the creative writing process. The purpose of this study was to determine the effect of the experiential learning method, the effect of the EGP method (Emotional, Fast Action, and Revision), and the differences in the effects of both on the short story writing skills of class VIII students of SMPN 16 South Tangerang City. This research with a quantitative approach uses an experimental method with a Quasi Experimental Nonequivalent Control Group Design. The research sample was conducted using the Purposive Sampling technique, namely class VIII C as the experimental class and VIII D as the control class. Data were obtained from the results of the pretest and posttest of short story writing skills and through statistical calculations with the help of SPSS version 25. The results of the t-test showed that the significance of the experiential learning method and the EGP method were both 0.000 <0.05 so that Ha was accepted and Ho was rejected. There was an increase in the average pretest and posttest results in the experiential learning method of 16.17 points while in the EGP method it was 10.63 points. This shows that the experiential learning method is superior to the EGP method (Emotional, Fast Action, and Revision) in improving the short story writing skills of class VIII students of SMPN 16 South Tangerang City. Keywords: Write Short Stories, Experiential Learning Method, EGP Method (Emotional, Fast Movement, and Revision)
Gerakan Literasi Sekolah sebagai Pembentukan Karakter Siswa SMPN 20 Kota Serang Purna, Tebi Hariyadi; Widyasari, Dini; Wulandari, Adelia; K, Muhammad Reihan A.F.; Pratiwi, Sekar Nur; Rizqi, Nadia; Zahra, Nabila Latipa; Umaeroh, Umah; Febriansyah, Bagus; Bustomi, Yurista; Ramadhani, Nurul Khofifah; Septianti, Fathima Eka; Ramadhanti, Shiva; Legiani, Wika Hardika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan literasi sekolah adalah langkah strategis dalam dunia pendidikan untuk dapat membentuk karakter siswa melalui minat baca. Dengan berbagai tantangan literasi tetaplah harus menjadi langkah yang harus dilaksanakan dalam upaya membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek penelitian di SMPN 20 Kota Serang. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan proses observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran dan wawasan mengenai penerapan gerakan literasi sekolah yang dilaksanakan di SMPN 20 Kota Serang. Hal ini dikarenakan karakter adalah hal penting yang harus dimiliki setiap siswa sehingga dapat menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di era saat ini serta menjadi tulang punggung dalam perjuangan dan pembangunan bagi kemajuan bangsa.
Menilik makna ritual ruwatan air menurut pandangan ilmu etnobiologi dan perspektif Islam di Desa Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Wulandari, Adelia; Bahri, Saiful
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.43785

Abstract

Ruwatan air adalah salah satu upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat di desa Penanggal yang terletak di lereng timur Gunung Semeru dengan tujuan wujud syukur masyarakat desa setempat terhadap sumber air yang melimpah. Meskipun upacara adat ini merujuk kepada satu komponen hayati yaitu air, dalam upacara ini juga melibatkan komponen hayati lainnya yaitu tumbuhan. Tumbuhan berupa hasil alam dari pertanian warga Desa Penanggal seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian lainnya yang dijadikan sebagai gunungan hasil bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji atau meninjau makna ritual ruwatan air di Desa Penanggal ditinjau dari pandangan ilmu etnobiologi dan menurut perspektif Islam. Jenis penelitian yaitu deksriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dalam pengumpulan datanya serta didukung dengan referensi dari jurnal untuk menguatkan hasil temuan yang diperoleh dari kegiatan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwatan air berkaitan dengan ilmu etnobiologi yakni dalam hubungan yang dinamis antara manusia, biota, dan alam. Begitu juga dengan perspektif Islam, tradisi ini juga memiliki amalan yang baik khususnya di Bulan Muharram yakni dengan bersedekah.
Efficiency of Jeruju (Acanthus illicifolius) as a Bioindicator of Copper Pollution in Surabaya Mangrove Waters Wulandari, Adelia; Agustina, Eva; Hadi, Irfan; Tyastirin, Esti; Irawanto, Roni
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2025: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental pollution, especially heavy metal contamination, has become a major threat to aquatic ecosystems. This study aimed to investigate the efficiency of Jeruju (Acanthus illicifolius) as a bioindicator and phytoremediator of copper (Cu) pollution in mangrove waters of Surabaya. Sampling was conducted in three locations: Gunung Anyar Tambak, Surabaya Mangrove Botanical Garden, and Wonorejo Mangrove. Each location consisted of two sampling points: dock and estuary. Water and Jeruju leaf samples (upper, middle, and lower parts) were analyzed for Cu concentration using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Environmental parameters were also measured. The results showed that Cu concentration in water samples was very low and only detected at Gunung Anyar dock (0.001 ppm). However, Cu accumulation in Jeruju leaves varied, with the highest concentration (3.16 ppm) found in lower leaves at Gunung Anyar dock. The correlation between water quality parameters, particularly pH and TDS, and Cu concentration indicated that Jeruju can effectively accumulate Cu and serve as a potential phytoremediator and bioindicator in polluted Mangrove ecosystems.