Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Hipertensi dan Pemeriksaan Kolestrol Gratis di Kelurahan Gedong Air Kecamatan Tanjung Karang Barat Bandar Lampung Eka Trismiyana; Umi Romayati Keswara; Dwiky Dermawan Santari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.4998

Abstract

ABSTRAK Persebaran penyakit hipertensi di Negara Indonesia sebanyak 9,4 %, dilihat dari kesejahteraan Tenaga kerja,meminum obat sebanyak 9,5 %. Sejalan dengan itu, sedangkan 0,1 persen yang mengkonsumsi obat sendiri. peserta yang memiliki denyut nadi khas untuk meminum obat hipertensi sebenyak 0,7 %. sehingga pervasive hipertensi di Indonesia adalah Dua Puluh Enam persen. Motivasi di balik tindakan setelah mengikuti penyuluhan adalah agar para anggota diandalkan untuk memikirkan tentang hipertensi. Aksi ini selesai pada Rabu, 13 Desember.2017. Teknik yang akan dipergunakan dalam penyutradaraan adalah melewati pembicaraan dan menanya atau menjawab. Penilaian latihan dilaksanakan secara langsung, terutama  mengarahkan pertanyaan dan jawaban dengan aturan untuk mendapatkan hipertensi,gejala atau indikasi itu ada yang memeriksa sekaligus kesehatanya secara gratis.cara ini, diingatkan agar anggota dapat mencegah dan mengobati hipertensi dengan informasi yang diperoleh setelah pengarahan. Kata Kunci: Hipertensi, Advising, Masyarakat.  ABSTRACT The pervasiveness of hypertension in Indonesia is 9.4 %, analyzed by wellbeing laborers or taking medicine by 9.5 percent. Along these lines, there are 0.1 % who take their own medication. Respondents who have typical pulse yet are taking hypertension medicine are 0.7 %. So the pervasiveness of hypertension in Indonesia is 26.5 %. The motivation behind the action in the wake of going to the advising is that members are relied upon to think about hypertension. This action was completed on Wednesday, December 13, 2017. The technique that will be utilized in this directing is through talks and questions and replies. Assessment of exercises is done straightforwardly, specifically by leading inquiries and answers with rules for getting hypertension, reasons for hypertension, signs and indications other than that there is additionally a free wellbeing check. In this way, it is proposed that members can forestall and treat hypertension with the information that has been gotten in the wake of directing.  Keywords: Hypertension, Advising, Society.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU POST PARTUM DI RSIA PURI BETIK HATI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2018 Eka Trismiyana; Rahma Elliya
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i2.1223

Abstract

Pendahuluan : Dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan pemberian ASI di Indonesia saat ini memprihatinkan, presentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3%. Dengan target cakupan 85% taget. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI masih relative rendah. Hasil observasi yang dilakukan terhadap 5 orang ibu bersalin di RSIA Puribetik Hati, didapat 3 ibu dengan pengetahuan tentang perawatan payudara  kurang baik, hal tersebut ditunjukan dengan terdapatnya mastitis/ pembengkakan payudara, payudara teraba panas dan merah, dan 2 ibu dengan pengetahuan baik, ibu melakukan kompres air hangat, pada daerah yang sedikit mengalami bengkak,Tujuan: Diketahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan payudara pada ibu postpartum di RSIA Puri Betik Hati Provinsi Lampung Tahun 2018. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretes-postes design, jumlah populasi dan sampel sebanyak 17 responden, teknik sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian akan dilakukan di RSIA Puri Betik Hati Tahun 2018, dengan instrument penelitian kuisioner dan uji statistic menggunakan ujit-tes.Hasil : Didapatkan rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan yaitu Mean 11.18 Std. Dev 1.912  S. Eror 0.464 (9-15), setelah penyuluhan Mean 18.29 Std. Dev 1.213 S. Eror 0.294 (16-20). Hasil uji statistik ­t-tes didapat nilai p-value 0.000.Kesimpulan Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan payudara pada ibu pos partum di RSIA Puri Betik Hati Provinsi Lampung Tahun 2018. Disarankan kepada manajemen rumah sakit dapat menambah informasi mengenai perawatan payudara pada pasien sehingga diharapkan dapatkan meningkatkan ASI dengan frekuensi yang baik pada ibu post partum sehingga bayi dapat mendapatkan ASI yang cukup. Kata Kunci          : Penyuluhan, pengetahuan ibu, perawatan payudara
Penyuluhan kesehatan berbasis kearifan lokal tentang pemberian vaksin Measles Rubella (MR) pada anak di Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur Eka Trismiyana; Riska Wandini; Suwarto Suwarto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1558

Abstract

Health promotion based on local wisdom against  the Measles Rubella (MR) vaccine to children Background: The target of achieving MR vaccine was 95.12%, with the highest achievement in Sumberejo Health Center reached 118.01% and the lowest in Bumi Emas Health Center was 73.86% and Pugung Raharjo Health Center was 95.80% which still lack achievement bythe Minimum Achievement Standard (SPM).Purpose: To know effectiveness health promotion based on local wisdom against the Measles Rubella (MR) vaccine to childrenMethod: This research was quantitative with a quasi-experimental design. The study held in January - March 2019 at the UPTD Pugung Raharjo Health Center, Sekampung Udik District, East Lampung Regency. The population in this study was mothers who had children aged 1-15 years. The study sample was 20 participants. The object in this study was anxiety before and after health education. Data collection was using a questionnaire. Data analysis used the independent t-test.Results: In the group after being given health promotion had a decrease in anxiety levels for mothers who did not provide Measles-Rubella vaccine with a difference 7.600 point with statistical results obtained t-test > t table, 20.013> 1.725, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05).Conclusion: There was health education and anxiety in parents whose children never received measles rubella vaccine. Suggestion to increasing maternal and community awareness of the importance of MR vaccine and reading leaflets that have been given by officers, for institutions providing information should be carried out a routine home visit technique more effective by using flipcharts and leaflets and putting up posters about the benefits of vaccine MR.Keywords: Health promotion; Local wisdom; Measles Rubella (MR); Vaccine; ChildrenPendahuluan: Target pencapaian vacinasi MR sebesar 95,12%, dengan pencapaian tertinggi di Puskesmas Sumberejo dimana mencapai 118,01% danterendah di Puskesmas Bumi Emas sebesar 73,86% dan Puskesmas Pugung Raharjo sebesar 95,80% yang masih kurang capaiannya sesuai Standar Pencapaian Minimal (SPM).Tujuan: Diketahui kecemasan ibu dan vacinasi measles rubella (MR).Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian quasi eksperimen. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Maret 2019. Tempat penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 1-15 tahun, sampel penelitian sebanyak 20 partisipan. Objek dalam penelitian ini adalah kecemasan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji t independen.Hasil: Pada kelompok sesudah diberikan penyuluhan kesehatan memiliki penurunan tingkat kecemasan terhadap ibu yang tidak memberikan vacinasi MR dengan selisih 7.600 poin, hasil uji statistik didapatkan t-test > t tabel, 20.013> 1.725, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05)Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap kecemasan ibu yang tidak memberikan vacinasi MR. Saran untuk meningkatkan kesadaran ibu serta masyarakat terhadap pentingnya vacinasi MR, dengan mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh petugas dan membaca leaflet yang disediakan oleh petugas. Pemberian informasi sebaiknya dilakukan dengan teknik kunjungan rumah secara rutin karena lebih efektif menggunakan lembar balik untuk penyuluhan serta menyebar leaflet atau menempel poster yang berisikan tentang manfaat vacinasi MR. 
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MADU DAN PROPOLIS TERHADAP KONDISI KESEHATAN PADA BALITA DI POSYANDU MAWAR VII KELURAHAN SIDODADI, KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.383 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.257

Abstract

Pendahuluan: Prilaku seksual yang dilakukan oleh para remaja kita saat ini sudah sampai pada batas yangsangat mengkhawatirkan. Peningkatan yang terjadi tidak hanya dalam hal angka kejadian, melainkan juga padakualitas penyimpangan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhankesehatan tentang prilaku seks pranikah terhadap tingkat pengetahuan remaja kelas XI di SMA Persada BandarLampung Tahun 2015.Metode: Jenis penelitian adalah metode penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian adalah quasy eksperimendengan menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas XI SMA Persada Bandar Lampung. Besar sampel penelitian adalah 87 dari (Total Population),dengan menggunakan Uji t.Hasil: Pada penelitian didapat pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan kesehatan tentang prilakuseks pranikah remaja. mempunyai nilai rata-rata pengetahuan 51,48. Sedangkan pengetahuan respondensesudah diberikan penyuluhan mempunyai nilai rata-rata pengetahuan 79,89. Jadi selisih rata-rata 30,12. Hasiluji statistik didapat p-value = 0,000 < α = 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian penyuluhan kesehatantentang seks pranikah terhadap tingkat pengetahuan remaja. Saran bagi remaja agar dapat meningkatkanpengetahuan kesehatan tentang prilaku seks pranikah dengan mencari informasi yang baik dan akurat sertadapat memilih teman yang baik agar tidak terpengaruh terhadap perilaku seks pranikah.
HUBUNGAN KEGIATAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN – 3 M) DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTY DI DESA BUGIS WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG TAHUN 2014 Solbari Solbari; Umi Romayati Keswara; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.474 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i3.228

Abstract

Salah satu cara untuk mencegah DBD adalah dengan pemantauan jentik nyamuk, keberadaan jentik merupakakan indikator daerah tersebut terpapar pada faktor predisposisi rentan terjadinya DBD. Tingginya kasus DBD di Desa Bugis berkaitan dengan rendahnya ABJ, cakupan ABJ tahun 2012 sebesar 76,2 % dan menurun di tahun 2013 menjadi sebesar 72,7% dibawah target yang ditetapkan yaitu sebesar 95%. Rendahnya ABJ diikuti rendahnya cakupan PSN – 3M, tahun 2012 sebesar 65,2 % dan menurun ditahun 2013 menjadi 54,8 % dibawah target yang ditetapkan yaitu sebesar 90%. Tujuan penelitian diketahui  hubungan kegiatan Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN - 3 M) dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti di Desa Bugis Wilayah Kerja Puskesmas Menggala Kabupaten Tulang Bawang  tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif, desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala keluarga yang berada di  yang berada di Desa Bugis sebanyak 573 Kepala keluarga, besar sampel  sebesar 236 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ada hubungan kegiatan PSN – 3M dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti (p value = 0,003 < 0,05). Diharapkan bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas Menggala Kabupaten Tulang Bawang untuk lebih meningkatkan sosialisasi informasi secara intensif kepada KK tentang pentingnya melakukan kegiatan  PSN – 3M guna mencegah terjadinya DBD dengan melakukan penyuluhan menggunakan bahasa yang mudah difahami dan membagikan leaflet dan berosur
Penyuluhan tentang kesiapsiagaan bencana banjir terhadap pengetahuan dan sikap pada masyarakat Febri Yogi Munanda; Eka Trismiyana; Rahma Elliya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i1.6471

Abstract

Background: The number of natural disaster events in Lampung Province in 2020 has occurred as many as 35 times, spread in several regions, namely west Lampung as many as 10 times natural disaster events, Tanggamus 2 times, East Lampung 9 times, Pesawaran 1 time, and Bandar Lampung City as many as 15 times. As for Tanggamus, 668 houses were damaged lightly to severely due to floods and landslides in Semaka Sub-District, Tanggamus Regency, Lampung in 2019.Purpose : Find out about training on flood disaster preparedness regarding knowledge and attitudes in the pekon kunyayan Tanggamus community.Method: Type of quantitative research, pre-experimental research design with one group pretes-postes design approach, population and sample is community district tanggamus, purposive sample sample technique.. Analysis of univariate and bivariate data using t-tests.Results : Average public knowledge before and after being given counseling on flood disaster preparedness with a mean mean of 5.87 and increased on average to 8.73. Public attitudes before and after were given counseling on flood disaster preparedness with a mean of 26.13 and increased on average to 46.00.Conclusion: The results of bivariate data analysis using the t-test test obtained a p-value value of 0,000 < 0.05 then it can be drawn the conclusion that there is an influence of counseling on the preparedness of flood disasters on the knowledge and attitudes of the community. The advice is expected for the community not to dispose of garbage or do negative things that can cause flood disasters.           Keywords: Flood disaster; Preparedness; Knowledge; AttitudePendahuluan: Jumlah kejadian bencana alam di Provinsi Lampung pada tahun 2020 telah terjadi sebanyak 35 kali, yang tersebar dalam beberapa wilayah, yaitu Lampung barat sebanyak 10 kali kejadian bencana alam, Tanggamus 2 kali, Lampung Timur 9 kali, Pesawaran 1 kali, dan Kota Bandar Lampung sebanyak 15 kali. Sedangkan untuk Kabupaten Tanggamus sebanyak 668 rumah rusak ringan hingga berat akibat banjir dan longsor di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung tahun 2019.Tujuan : Untuk mengetahui pelatihan  tentang kesiapsiagaan bencana banjir terhadap pengetahuan dan sikappada masyarakat di pekon kunyayan tanggamus.Metode : Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pretes-postes design, populasi dan sampel adalah masyarakat kabupaten tanggamus, teknik sampel purposive sampel. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan t-test.Hasil : Rata-rata pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah  diberi penyuluhan tentang kesiapsiagaan bencana banjir dengan mean 5,87 dan mengalami peningkatan rata-rata menjadi 8,73. Sikap masyarakat sebelum dan sesudah  diberi penyuluhan tentang kesiapsiagaan bencana banjir dengan mean 26,13 dan mengalami peningkatan rata-rata menjadi 46,00.Simpulan : Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-tes didapat nilai p-value 0,000 < 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan tentang kesiapsiagaan bencana banjir terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat. Saran Diharapkan bagi masyarakat untuk tidak membuang sampah ataupun melakukan hal negatif yang dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir.
PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Rilyani Rilyani; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.721 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i3.243

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Tahun 2015 kejadian stunting di Kota Bandar Lampung sebesar 15,5% dengan kecamatan yang memiliki nilai stunting tinggi yaitu Kecamatan Panjang. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2016. Jenis penelitian kuantitatif, desainsurvey analitik dengan rancangan cros-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang mengalami stunting di Puskesmas Panjang Bandar Lampung dengan jumlah 144 anak. Sampel diambil dengan teknik propotional random samplingdengan jumlah 106 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisa yang digunakan adalah analisa bivariat dengan uji statistik yang digunakan Chi Square. Hasil uji statistik menunjukan bahwa faktor kejadian stunting pada balita adalah sosial ekonomi yang rendah < UMR Rp 1.870.000,- (p value< α, 0,000 < 0,05 ; OR =8,111) dan tinggi badan ibu < 150 cm (p value< α, 0,000 < 0,05 ; OR = 7,696), sedangkan pendidikan ibu dan pemberian imunisasi bukan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan data dan informasi dari penelitian ini dapat menjadi masukanbagi para orang tua agar lebih memperhatikan gizi anak.
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, Lampung Eka Trismiyana; Leni Yulinda Agung
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.1601

Abstract

Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, LampungBackground: Typhoid fever is still a public health problem with as many as 22 million cases per year in the world and causes 216,000–600,000 deaths. Typhoid fever in Indonesia increases from year to year with an average illness of 500/100,000 populations and a mortality rate of 0.6–5%. The incidence of typhoid fever in Lampung Province in 2018 was 37,708 people, an increase compared to 2017 which was 32,896 patients. Data from the Central Lampung Health authority in 2018, typhoid fever in Public health centre reached 3,415 people. While the highest prevalence of 37 public health centre in Central Lampung was in Bandar Jaya Health Center as many as 133 people. One of the things that can trigger this disease is food and hand hygiene factors.Purpose: Knowing of poor food hygiene and hand hygiene as risk factors for typhoid fever in Bandar Jaya, LampungMethod: A quantitative study with a design by case control. The research subjects were patients who had a fever at Bandar Jaya Health Centre in Central Lampung, with 80 respondents divided by 2 groups; 40 respondents (cases) and 40 respondents as control. Data analysis in this study used the chi-square test.Results: Most of the respondents never washed their hands before eating, as much as 72.5% and taking food from outside (unhygienic) 72.5%. There have not a relationship between unhygienic food and hand hygiene as a risk factor for typhoid fever in Bandar Jaya, Lampung (p-value = 0.639, OR = 1.23 14,286); hand hygiene and typhoid fever (p-value = 0.809, OR = 1.24).Conclusion: There have not a relationship between unhygienic food and hand hygiene as a risk factor for typhoid fever. It needs to further improve health promotion about good eating habits and good hand hygiene in the community.Keywords: Poor food hygiene; Hand hygiene; Risk factors; Typhoid feverPendahuluan: Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan jumlah kasus sebanyak 22 juta per tahun di dunia dan menyebabkan 216.000–600.000 kematian. Demam tifoid di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun dengan rata-rata kesakitan 500/100.000 penduduk dan angka kematian antara 0,6–5%. Angka kejadian demam tifoid di Provinsi Lampung tahun 2018 adalah 37.708 orang, meningkat dibandingkan pada tahun 2017 yaitu sebanyak 32.896 pasien. Data Dinas Kesehatan Lampung Tengah tahun 2018, demam tifoid di Puskesmas mencapai 3.415 orang. Sedangkan prevalensi tertinggi dari 37 Puskesmas di Lampung Tengah terdapat di Puskesmas Bandar Jaya sebanyak 133 orang. Salah satu hal yang dapat memicu timbulnya penyakit ini adalah dari makanan dan hand hygiene yang kurang baik.Tujuan: Diketahui hubungan kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, LampungMetode: Penelitian kuantitatif dengan desain case control. Subjek penelitian adalah pasien demam di Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah sebanyak 80 responden yang terbagi dalam 2 kelompok; 40 responden (kasus) dan 40 responden sebagai kontrol. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square.Hasil: Sebagian besar responden tidak pernah mencuci tangan sebelum makan, sebanyak 72,5% dan jajan makanan dari luar (tidak higienis) 72,5%. Tidak ada hubungan antara makanan tidak higienis dengan kebersihan tangan sebagai faktor risiko terjadinya demam tifoid di Bandar Jaya Lampung (p-value = 0.639, OR = 1.23); kebersihan tangan dan demam tifoid (p-value = 0.809, OR = 1.24).Simpulan: Tidak ada hubungan antara makanan yang tidak higienis dan kebersihan tangan sebagai faktor risiko terjadinya demam tifoid. Perlu lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang kebiasaan makan yang baik dan kebersihan tangan yang baik di masyarakat. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (Studi Kasus Di Kabupaten Lampung Timur ) Teguh Pribadi; Eka Trismiyana; Novi Maria
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.316 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.179

Abstract

Pendahuluan: Persepsi masyarakat mengenai tuberkulosis paru dianggap sebagai suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan memalukan. Dukungan sosial pada penderita tuberkulosis akan memberikan dukungan psikologis yang dapat meningkatkan status mental sehingga dapat meningkatkan status kesehatan penderita tuberkulosis yang merupakan salah satu faktor penting dalam pengobatan tuberkulosis paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dengan stigmatisasi terhadap penderita tuberculosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2017.Metode: Jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan sampel 190 orang yaitu masyarakat yang berada disekitar rumah penderita tuberkulosis paru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrument penelitian yaitu instrument test Pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberkulosis paru dengan 10 pertanyaan dan lembar ceklis stigmatisasi terhadap penderita tuberkulosis paru dengan 14 pertanyaan.Hasil: Dalam penelitian diperoleh sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 97 orang (51,05%). Sebagian besar responden memilki stigmatisasi negatif yaitu sebanyak 106 orang (55,79%). Hasil uji Chi square diperoleh p-value = 0,000 < 0,05Diskusi: Disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan stigmatisasi terhadap penderita tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan tahun 2017. Pengetahuan masyarakat dengan pengetahuan baik memiliki peluang untuk stigma positif terhadap penderita tuberkulosis paru.Saran: Pentingnya perawat yang bekerja di Puskesmas Karang Anyar untuk mengintensifkan lagi penyuluhan khususnya tentang penyakit tuberkulosis paru dan perlu dibuat strategi informasi kesehatan tentang tuberkulosis paru di Puskesmas Karang Anyar seperti penyebaran leaflet tuberkulosis paru, poster, penyiaran di media massa, dan lain-lain.
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSUD Dr. H. ABDOEL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Alek Iskandar; Gunawan Irianto; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7996.643 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i1.239

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia, diperkirakan 95 % kasus TB dan 98 kasus kematian akibat TB di dunia terjadi di negara-negara berkembang. Angka penemuan suspek TB Paru dan angka penemuan kasus TB Paru BTA Positif merupakan tolak ukur yang menentukan Reberhasilan program penanggulangan TB Paru. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan metode pendekatan case control dengan rasio 1:1. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi kasus adalah semua responden yang memiliki gejala klinis penyakit TB dan tidak berobat ke Puskesmas Ulak Rengas sedangkan populasi kontrol adalah semua pasien TB BTA positif dan berobat ke Puskesmas Ulak Rengas pada tahun 2012. Teknik yang digunakan pada pengambilan sampel kasus adalah total sampling yaitu 'Pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh populasi yang ada. Sedangkan teknik pengambilan sampel kontrol adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan alat ukur kuisioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini diperoleh sebagian responden TB datang ke puskesmas yaitu 50. Sebagian besar responden berpengetahuan baik yaitu 54,8. Sebagian besar responden TB tidak terjangkau akses ke fasilitas kesehatan yaitu 53,2. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kasus TB nilai p-value 0.061. terdapat hubungan antara akses ke fasilitas kesehatan dengan kasus TB nilaip-value 0.011