Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONDILOMA AKUMINATA DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Djunizar Djamaludin; Yuyun Tyas; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.568 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1361

Abstract

ABSTRACT :  MUSCULOSKELETAL DISORDERS IN THE WORKPLACE AMONG NURSES AT ZAINAL ABIDIN PAGARALAM HOSPITAL WAY KANAN Background: Lower back pain is one of the occupational diseases that often occur to nurses in hospitals, especially in the inpatient unit; Due to the nature of the work which is very heavy, with bending and twisting movements of the body, especially around the lower spine. Results from Pre survey on 10 nurses in the adult ward at Zainal Abidin Pagaralam’s Hospital Way Kanan, 6 nurses (60%) had complains low back pain and needs to do physiotherapy, and 4 nurses reported the limited hospital facilities.Purpose : Knowing that correlation between musculoskeletal disorders and the workplace among nurses at Zainal Abidin Pagaralam Hospital Way Kanan Province Of Lampung 2018.Methods : This type of research is quantitative, with cross sectional design. The total sample is all nurses that is 72 respondents. The instrument of this study is a questionnaire with statistical test using Chi square test.Results: Finding  45 (62.5%) of respondents said a good working environment, whereas 27 (37.5%) of respondents expressed unfavorable working environment. 41 (56.9%) of respondents complained Musculosceletal Disorder moderate, and 31 (43.1%) of respondents complained Musculosceletal heavy Disorder, with a p-value 0.000 and the value of OR 10 818.Conclusion : There is correlation between musculoskeletal disorders and the workplace among nurses at Zainal Abidin Pagaralam Hospital Way Kanan Province Of Lampung 2018. It is suggested that the hospital management can reduce complaints Musculosceletal Disorder by maintaining a good working environment.Keywords                    : Workplace, musculoskeletal disorders, nursesPendahuluan : Nyeri punggung bawah merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang sering terjadi pada perawat di rumah sakit, terutama di ruang rawat inap; karena sifat pekerjaannya yang banyak mengangkat beban pasien dewasa yang berat, dengan gerakan membungkuk dan memutar tubuh, khususnya sekitar tulang punggung bawah. Hasil Prasurvey dari 10 perawat  di ruang rawat inap dewasa RSUD Zainal Abidin Pagaralam Way Kanan,  6 (60%) perawat pernah mengalami keluhan nyeri punggung bawah hingga melakukan fisioterapi,  dan 4 (40%) perawat melaporkan banyaknya keterbatasan fasilitas rumah sakit.Tujuan: Diketahui Hubungan lingkungan kerja dengan kejadian musculoskeletal disoders pada perawat di RSUD Zainal Abidin Pagaralam Way Kanan Tahun 2018.Metode : Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan design cross sectional.  Jumlah sampel adalah seluruh perawat yaitu 72 responden. Instrument penelitian ini kuisioner dengan uji statistic menggunakan uji Chi square.Hasil : Didapatkan 45 (62.5%) responden menyatakan lingkungan kerja baik, sedangkan 27 (37.5%) responden menyatakan lingkungan kerja kurang baik. 41 (56.9%) responden mengeluh Musculosceletal Disorder sedang, dan 31 responden (43.1%) mengeluh Musculosceletal Disorder berat, dengan nilai p-value 0.000 dan  nilai OR 10.818.Simpulan : Ada hubungan lingkungan kerja dengan kejadian muskuloskeletal disorders pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagaralam Way Kanan Tahun 2018. Disarankan kepada manajemen rumah sakit dapat mengurangi keluhan Musculosceletal Disorder dengan cara mempertahankan lingkungan kerja yang baik.
Penyuluhan kesehatan tentang menarche menggunakan metode ceramah pada siswi kelas VI Eka Trismiyana; Italia Italia; Irma Rani Zofitri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.236 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.1814

Abstract

Knowledge regarding menstruation among elementary school girlsBackground: The adolescent stage  is indicated by puberty signs and continued with sexual maturity. Puberty is a drastic change on the physical maturity including body and hormone changes signed by breast development, widen and enlarge hips, the growth of hair on armpits and vaginal area, and the sexual maturity signed by the first menstruation or menarche.Purpose: To identify the effect of health counseling toward on knowledge regarding menstruation among elementary school girlsMethod: A quantitative research by design quasi experiment with One Group Pretest-Posttest. The population was of  36 students girls in Grade V  at Rejosari Elementary Public School 02 of Kotabumi of Lampung Utara Regency in 2019. It was taken by total technique, analyzed statistical by T test dependent.Results: The statistical test was conducted with T Test resulting p- value 0.044 where p value < 0.05 that indicated there was an effect of health counseling toward on knowledge regarding menstruation among elementary school girlsConclusion: This program to be continue in to other elementary school   through community service join with public health centre local. Promoting and providing by distributing leaflet, poster or banner informing about menarche.Keywords: Knowledge; Menstruation; Elementary school girlsPendahuluan: Masa remaja ditandai sebagai masa dimana seseorang menunjukkan tanda-tanda pubertas dan berlanjut hingga dicapainya kematangan seksual. Pubertas adalah perubahan yang cepat pada kematangan fisik yang meliputi perubahan tubuh dan hormonalditandai oleh pertumbuhan payudara, pinggul melebar dan membesar, tumbuhnya rambut-rambut halus didaerah ketiak dan kemaluan serta dimulainya kematangan seksual yang ditandai dengan menstruasi pertama atau menarche. Tujuan: Diketahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan tentang menarche pada siswi kelas VI SDN.02 Rejosari Kota Bumi Kab. Lampung Utara Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian metode Quasi Eksperimental dengan pendekatan One group Pretes-Postes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas V SDN.02 Rejosari Kota Bumi Kab. Lampung Utara Tahun 2019 sebanyak 36 siswi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling.Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan kesehatan  9,11 sesudah  14,78 dengan standar deviasi 2,493 dan 2,166 dengan selisih nilai 12,621. Berdasarkan  Uji T di dapatkan p-value 0,044,  bahwa terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan tentang menarche pada siswi kelas VSimpulan: Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu informasi kesehatan bagi tenaga kesehatan agar dapat memberikan penjelasan kepada seluruh masyarakat tentang menarche, sehingga sudut pandang atau stigma tentang menarche tidak buruk. Serta puskesmas rutin melaksanakan promosi kesehatan ke masyarakat melalui meda cetak seperti leaflet, poster dan banner yang berhubungan dengan menarche.
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA DALAM KECAMATAN WAYLIMA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2013 Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5835.587 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v6i1.194

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah di atas normal. valensi hipertensi di Indonesia mencapai 972 juta jiwa atau 31 (Depkes, 2008). Sedangkan prevalensi Brtensi di Provinsi Lampung pada tahun 2009 sebanyak 49.960 jiwa dan di Puskesmas Bernung sebanyak jiwa. Klien hipertensi rentan mengaþmi ansietas yaitu mulai klien didiagnosa hipertensi serta prognosis yakit hipertensi itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan ladap tingkat ansietas klien hipertensi di Puskesmas Bernung. Metode penelitian ini adalah quasi experiment, desain pre-post test design with control group. Sampel elitian secara purposive sampling berjumlah 64 responden, terdiri 32 responden kelompok intervensi dan 32 )onden kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale. Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan yang bermakna tingkat ansietas sesudah intervensi (p le < 0,005), Kelompok intervensi lebih tinggi penurunan tingkat ansietas dibanding kelompok kontrol yang k mendapat terapi yaitu selisih 2,44 poim Rekomendasi : pendidikan kesehatan menjadi standar intervensi n hipertensi pada program pengobatan dan keswamas di puskesmas
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 3 – 4 BULAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Putu Kurniawan; Umi Romayati; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.354 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i3.159

Abstract

Penyakit diare di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, hal ini disebabkankarena masih tingginya angka kesakitan diare yang menimbulkan banyak kematian terutama pada bayi dan balita. Penyakitdiare di Puskesmas Kemiling Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung pada tahun 2013 tercatat sebanyak 1.134kejadian diare (Dinkes Kota Bandar Lampung, 2013). Faktor yang menjadi pendorong terjadinya diare yaitu faktor perilaku,faktor penjamu dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan perilaku ibu dengan kejadian diare pada bayiusia 6-12 bulan di Puskesmas Kemiling Kecamatan Kemiling Kota Bandar lampung tahun 2014.Desain penelitian Analitik dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik sampling total sampling, peneliti mengambilsampel dari seluruh populasi yang ada dalam penelitian ini, yaitu semua kunjungan ibu dan bayi usia 6-12 bulan diPuskesmas Kemiling Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung pada bulan april tahun 2014 sebanyak 64 orang. Analisadata menggunakan uji chi square.Hasil penelitian ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian diare pada bayi (p-value = 0,008, OR =6,429). Ada hubungan penggunaan botol susu dengan kejadian diare pada bayi (p-value = 0,001, OR = 6,889). Adahubungan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare pada bayi di Puskesmas Kemiling Kecamatan Kemiling KotaBandar Lampung (p-value = 0,022, OR = 3,889). Saran Perlu dilakukan penyuluhan kepada masyarakat yang ada dipuskesmas kemiling terutama perilaku ibu akan pentingnya pemberian ASI Eksklusif untuk bayi, membersihkan botol sususebelum dan sesudah digunakan dengan menggunakan air mengalir dan direbus didalam panci kurang lebih lima menit,dan melakukan cuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum makan, setelah BAB, sebelum kontak dengan bayi,sebelum memberikan dan menyuapi makanan kepada bayi.
Faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7 – 12 bulan Eka Trismiyana; Nizomi Satria Winata
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.264 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1534

Abstract

Factors associated with exclusive breast-feeding at Pesawaran, Lampung-IndonesiaBackground: Exclusive breastfeeding in Indonesia, especially Lampung Province According to Lampung Health Profile, it is 57.70%, this figure is still far from the provincial target of 80%. For the lowest district of exclusive breast-feeding, there are 49,76% of the total breastfeeding and 32,85% for the Kedondong Pesawaran community health center. From the results of the survey conducted by researchers, the results of 10 mothers 80% of them did not know the benefits of breast-feeding, out of 10 working mothers 70% of them did not give exclusive breast-feeding because they worked as farm laborers, and from 10 mothers 70% of them did not get support from family to give exclusive breastfeeding.Purpose: Knowing the factors associated with exclusive breast-feeding at Pesawaran, Lampung-IndonesiaMethods: The type of quantitative research, the cross sectional approach of the population was  mother who has a baby 7-12 months with a sample number of 225 mothers. Sampling using purposive random sampling and this study uses the questionnaire and analysis of the Chai Square test data.Result: Frequency distribution of respondents ' knowledge is not good 145 respondents (64), good knowledge of the milk is 80 respondents (36) and (p value 0.000 and value Or 14.462). The job distribution of the respondent works or continues to perform day-to-day activities of 177 respondents (78), does not do the job or as Housewives 48 respondents (22) and (p value 0.000 and value Or 6.344). Frequency distribution of family support respondents received support from the 160 respondents family (71), gaining support from the family of 65 respondents (29) and (p value 0.000 and value Or 4.571).Conclusion: The existence of the relationship between knowledge, employment, and the support of the family on the giving of the exclusive breast-feeding Puskesmas Kedodong Regency pesment year 2019. Advised for the Intitusi health services in particular district Puskesmas should more need to improve the knowledge, employment and support of mother's family about the breast-feeding through health workers either in the case or local village midwives with Using other methods such as direct counseling with Nottingham that relate to exclusive breast-feeding, given its important exclusive breast-feeding that is needed by infants 0-6 monthsKeywords: Knowledge; employment; family support; exclusive breast-feedingPendahuluan : Cangkupan ASI eksklusif di Indonesia Khususnya Provinsi Lampung Menurut Profil kesehatan Lampung adalah sebesar 57,70% angka ini masih jauh dari target provinsi sebesar 80%. Untuk kabupaten terendah cangkupan ASI nya Adalah Pesawaran dengan 49,76% dan untuk daerah puskesmas kedondong pesawaran sebesar 32,85%. Dari hasil prasurvey yang dilakukan oleh peneliti didapat hasil dari 10 orang ibu 80% diantaranya tidak mengetahui mamfaat ASI, dari 10 orang ibu bekerja 70% diantaranya tidak memberikan ASI eksklusif karena bekerja sebagai buruh tani, dan dari 10 orang ibu 70% diantaranya tidak mendapat dukungan dari keluarga untuk memberikan ASI eksklusif.Tujuan: Diketahui hubungan faktor pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga dengan  pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7 – 12 bulan desa Kedondong Kabupaten Pesawaran.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, pendekatan cross sectional populASInya seluruh ibu yang memiliki bayi 7-12 bulan dengan jumlah sampel 225 ibu. Penelitian ini mengunakan sampling purpotional random sampling dan penelitian ini mengunakan kuisioner dan analisis data uji Chai Square.Hasil : Distribusi frekuensi pengatahuan responden pengetahuan tidak baik 145 responden (64), pengetahuan baik tentang ASI yaitu 80 responden (36) dan (p value 0.000 dan nilai Or 14,462). Distribusi ferkuensi pekerjaan responden bekerja atau tetap melakukan aktivitas sehari hari 177 responden (78), tidak melakukan pekerjaan atau sebagai ibu rumah tangga 48 responden (22) dan (p value 0.000 dan nilai Or 6,344). Distribusi frekuensi dukungan keluarga responden mendapat dukungan dari keluarga 160 responden (71), mendapatkan dukungan dari keluarga 65 responden (29) dan (p value 0.000 dan nilai OR 4,571).Simpulan: Adanya hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif diwilayah kerja Puskesmas Kedodong Kabupaten Pesawaran Tahun 2019. disarankan untuk Intitusi pelayanan kesehatan khususnya puskesmas kecamatan harusnya lebih perlu meningkatkan pengetahuan, pekerjaan dan dukungan keluarga ibu tentang ASI melalui petugas kesehatan baik yang ada dipuskes atau bidan desa setempat dengan mengunakan metode lain seperti penyuluhan langsung dengan wokshop yang bekaitan dengan ASI eksklusif , mengingat penting nya ASI eksklusif yang sangat dibutuhkan oleh bayi 0-6 bulan.
HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN, KONSUMSI JAJAN SEHAT DAN PENGGUNAAN JAMBAN SEHAT DENGAN KEJADIAN HEPATITIS A PADA SISWA DI MADRASAH ALIYAH RAUDHATUL HUDA AL ISLAMI KABUPATEN PESAWARAN Lidya Aryanti; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.749 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i2.222

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang terbukti meningkatkan HIV / AIDS. Dengan semakin cerdasnya angka-angka HIV / AIDS melalui hubungan seksual salah satu upaya deteksi dini untuk mengetahui status seseorang sudah menyentuh HIV melalui kegiatan Voluntary Counseling and Test (VCT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan IMS tentang penyakit IMS dan klinik VCT dengan menggunakan VCT di Puskesmas Rawat Inap Simpur Kota Bandar Lampung Tahun 2016.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya semua penderita IMS yang datang berobat ke Puskesmas Rawat Inap Simpur Kota Bandar Lampung tahun 2016 yang dihadapi 683 orang. Sampel penelitian untuk 57 orang yang datang pada bulan Desember 2015 sampai Januari 2016. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square.Hasil: Dalam penelitian diperoleh pengetahuan tentang IMS tentang penyakit IMS dan Klinik VCT dalam kategori baik sebesar 61,4%, pemanfaatan klinik VCT sebesar 70,2%. Hasil Uji Chi square diperoleh p-value = 0,971> 0,05 disensus tidak ada hubungan pengetahuan pasien IMS tentang penyakit IMS dan klinik VCT dengan VCT di Puskesmas Rawat Inap Simpur Kota Bandar Lampung Tahun 2016. Saran penelitian ini agar Puskesmas Rawat Inap Simpur dapat meningkatkan sosialisasi VCT pada kelompok-kelompok beresiko tinggi tertular HIV / AIDS baik melalui penyuluhan maupun mobile VCT.
HUBUNGAN LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN PRILAKU SEKS REMAJA PADA SISWA KELAS X - XI DI SMA N 1 TERUSAN NUNYAI BANDAR AGUNG KEC. TERUSAN NUNYAI LAMPUNG TENGAH Shinta Arini Ayu; Riska Wandini; Eka Trismiyana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.376

Abstract

Remaja merupakan asset yang sangat penting bagi pembangunan. Namun dalamera globalisasi saat ini, remaja dihadapkan pada derasnya arus informasi tentangberbagai hal termasuk diantaranya informasi gaya hidup prilaku seksual dan prilakulainnya, yang tentu saja berdampak negatif bagi remaja. Prilaku seksual yang tidaksehat dan beresiko dapat terjadi karena orang tua yang tidak termotivasi untukmemberikan informasi mengenai seksualitas, kurangnya pendidikan agama sejak dini,penyimpangan prilaku seksual karena pengaruh teman dan derasnya arus media massa.Penyimpangan prilaku seksual tersebut juga merupakan indikasi adanya perubahanpenting dalam tatanan masyarakat.Tujuan: Tujan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungansosial dengan perilaku seks remaja pada siswa kelas X - XI di SMA Negeri 1 TerusanNunyai Bandar Agung Kec. Terusan Nunyai Kab. Lampung Tengah.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desainCross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X - XI di SMA Negeri 1Terusan Nunyai Lampung Tengah yang berjumlah 324 siswa, penggambilan sampeldengan menggunakan tehnik systematic random sampling sehinga diperoleh 65 orangsiswa. Analisa bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square.Hasil: hasil penelitian diperoleh p value 0,020 yang berarti p < α = 0,05disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara lingkungan sosial denganperilaku seksual remaja.Kesimpulan: Diharapkan bagi remaja baik laki-laki maupun perempuan untukmenghindari prilaku seksual beresiko karena nantinya akan merugikan diri sendiri,hendaknya lebih banyak melakukan aktivitas atau kegiatan yang lebih bermanfaat,misalnya berolahraga, mengikuti kursus, aktif dalam organisasi, kegiatan kesenian,ataupun melakukan hobi yang dapat menghindarkan diri dari aktivitas- aktivitas negatif.Kata Kunci : Lingkungan Sosial, Prilaku Seks, Remaja
Penyuluhan Pemeriksaan Diabetes Melitus Di Gang Mawar Kemiling,Bandar lampung Lita Puspita; M. Deni Indrawan; Murni Oktania; Eka Trismiyana; Eka Yudha Chrisanto; Rilyani Rilyani; Rahma Ellya
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3335

Abstract

Jumlah penderita DM di dunia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. World Health Organization / WHO, memperkirakan sebanyak 422 juta orang dewasa hidup dengan DM. International Diabetic Foundation (IDF), menyatakan bahwa terdapat 382 juta orang di dunia yang hidup dengan DM, dari 382 juta orang tersebut, diperkirakan 175 juta diantaranya belum terdiagnosis, sehingga dimungkinkan berkembang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan. Pada tahun 2035 jumlah tersebut diperkirakan akan naik menjadi 592 juta orang. Adapun tujuan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kadar gula darah terhadap diabetes militus di masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan. Hasil yang didapatkan menunjukan sebagian besar warga (80%) belum memahami dan mengerti tentang pemeriksaan diabetes mellitus. Kata Kunci : diabetes mellitus, kesehatan, penyuluhan  ABSTRACT The number of DM sufferers in the world from year to year has increased. World Health Organization / WHO, estimates as many as 422 million adults living with DM. The International Diabetic Foundation (IDF), states that there are 382 million people in the world living with DM, of these 382 million people, it is estimated that 175 million of them have not been diagnosed, so it is possible to progressively develop into complications without knowing it and without prevention. By 2035 this number is expected to increase to 592 million people.The purpose of this activity is to increase knowledge of blood sugar levels against diabetes mellitus in the community. This activity is carried out by extension methods. The results obtained showed that most of the residents (80%) did not understand and understand about diabetes mellitus testing. Keywords: diabetes mellitus, health, counseling
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN TERKAIT INSOMNIA DAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) GUNA MENURUNKAN TANDA DAN GEJALA INSOMNIA PADA LANJUT USIA DI LAYANAN SOSIAL LANJUT USIA TRESNA WERDHA NATAR PROPINSI LAMPUNG Umi Romayati Keswara; Aryanti Wardiyah; Wahid Tri Wahyudi; Eka Trismiyana
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2376

Abstract

Peningkatan jumlah lansia mempengaruhi aspek kehidupan lansia melalui perubahan-perubahan fisik, biologis, psikologis dan sosial atau munculnya penyakit degeneratif akibat proses penuaan tersebut. Berbagai masalah yang muncul akibat meningkatnya populasi lansia memerlukan tindakan penanganan yang bersifat komprehensif dari berbagai pihak. Salah satu masalah yang sering muncul pada lansia adalah gangguan pemenuhan kebutuhan tidur. Lansia lebih sering mengalami gangguan tidur dikarenakan semakin tambah umur seseorang maka akan mengalami penurunan fungsi organ yang berpengaruh pada kondisi mental dan psikososial, seperti kurang percaya diri, cemas, stress dan depresi.Salah satu bentuk dari terapi perilaku terhadap penurunan insomnia adalah dengan tehnik relaksasi. Relaksasi otot progresif sampai saat ini menjadi metode relaksasi termurah, tidak memerlukan imajinasi, tidak ada efek samping, mudah untuk dilakukan serta dapat membuat tubuh dan pikiran tenang, rileks dan mudah untuk tidur.Tujuan kegiatan setelah diberikan penyuluhan diharapkan lansia mengenal dan memahami insomnia dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) serta mampu mengatasi permasalah insomnia yang dialami dengan kegiatan Progressive Muscle Relaxation (PMR). Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Selasa Tanggal 15 Oktober 2019. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah disertai dengan simulasi dan demonstrasi gerakan PMR dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi serta pembagian leaflet kepada peserta. Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan lansia tentang insomnia meningkat dan lansia mampu melakukan gerakan PMR dengan Baik. Dengan demikian pemberian penyuluhan dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan khususnya yang berkaitan insomnia dan PMR.
Pemberian Terapi Klenengan Gending Jawa Pada Penderita Stroke Di Desa Bandar Agung Bandar Sribawono Lampung Timur Sri Haryani; Umi Romayati Keswara; Dessy Hermawan; Aryanti Wardiyah; Eka Trismiyana; Wahid Tri Wahyudi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.2797

Abstract

Abstrak  Dampak psikologis penderita stroke adalah perubahan mental. Setelah stroke memang dapat terjadi gangguan pada daya pikir, kesadaran, konsentrasi, kemampuan belajar, dan fungsi intelektual lainnya. Semua hal tersebut dengan sendirinya memengaruhi kondisi psikologis penderita. Tujuan  Asuhan  Keperawatan Komprehensif Pada Klien Stroke  Dengan Terapi Komplementer Klenengan Gending Jawa Di Desa Bandar Agung Bandar Sribawono Lampung Timur Tahun 2020. Metode yang di lakukan dengan Pemberikan terapi musik mendengarkan musik kleningan gending jawa klasik memiliki tempo lambat antara 60-100 bpm (beats per menite), frekuensi 8-13 per menit, harmoni yang lambat, warna nada yang konsisten dan pitch yang rendah dengan tape recorder atau CD Player selama 10 – 15 menit sebanyak 2 kali pada waktu longgar atau istirahat. Kegiatan ini dilakukan selama 6 (enam) hari berturut – turut. Hasil asuhan keperawatan tenaga kesehatan memberikan efek yang dapat mengurangi kecemasan pada lansia dengan hipertensi  dengan kedatangan tenaga kesehatan sangat membantu dalam penurunan kecemasan karena pasien merasa diperhatikan atau merasa lebih nyaman dan senang. Evaluasi pada Keluarga  dengan masalah stroke teratasi dengan terapi Klenengan Gending Jawa dengan hasil efektif pada kedua pasien hanya saja kadar penurunan kecemasan dan waktu penurunan berbeda diantara kedua pasien dikarenakan intensitas nyeri antara kedua pasien, dan kadar tekanan darah kedua pasien yang berbeda, motivasi yang berbeda. Kata kunci : Stroke, Hipertensi, Terapi Musik Abstract The psychological impact of stroke sufferers is mental changes. After a stroke can indeed occur disturbances in the power of thought, awareness, concentration, learning ability, and other intellectual functions. All of these things naturally affect the psychological condition of the patient. The Purpose of Comprehensive Nursing Care for Stroke Clients with Complementary Therapy of Javanese Gending in Bandar Agung Village, Bandar Sribawono, East Lampung in 2020. The method used by providing music therapy listening to classical Javanese gending music has a slow tempo between 60-100 bpm (beats per menite ), frequency 8-13 per minute, slow harmony, consistent tone and low pitch with a tape recorder or CD player for 10-15 minutes 2 times during loose or rest periods. This activity is carried out for 6 (six) consecutive days. The results of health care nursing provide effects that can reduce anxiety in the elderly with hypertension with the arrival of health workers is very helpful in reducing anxiety because patients feel cared for or feel more comfortable and happy. Evaluation of families with stroke problems is resolved with Javanese Klenengan Gending therapy with effective results in both patients only the level of anxiety reduction and the time of decrease differ between the two patients due to the intensity of pain between the two patients, and the blood pressure levels of the two patients are different, different motivations.  Keywords: Stroke, Hypertension, Music Therapy
Co-Authors A&#039;raaf Almaera Febrian Adinda Wulan Adha Adinda Wulan Adha admin Agni Laili Perdani Agus Sutiadi Alek Iskandar Andi Bunga Silvia Andi Bunga Silvia Andoko Andoko Arista Lestari Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Bahren Nortajulu Bayu Ahya Dinata Budiarti Budiarti Budiarti Budiarti Chrisanto, Eka Yudha Derista Hartati Derista Hartati Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati, Dewi Dian Angen Saputra Dian Angen Saputra Dina Sari Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Nopriyanto Dwiky Dermawan Santari Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Endah Susilawati Eva Listiyo Putri Febri Yogi Munanda Gunawan Irianto Herizon Herizon Hermawan, Dessy Imanda Satria Imanda Satria Irma Rani Zofitri Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Italia Keswara, Umi Romayati Leni Yulinda Agung Lidya Aryanti Linawati Novikasari Linggariyana Linggariyana Lita Puspita M. Arifki Zainaro M. Deni Indrawan M. Ricko Gunawan Marlina Agustina Marlina Agustina Mei Kurnia Pitaloka Muhammad Roby Murni Oktania Mutiara Ayu Daniati Nizomi Satria Winata Noby Amukti Sujito Nocivera Indriany Novi Maria Nurhayati Nurhayati Partur Khorip Partur Khorip Prima Dian Furqoni Putu Kurniawan Rahma Ellya Rahma Ellya Raihan Saputra Raihan Saputra Refsi Erpiyana Refsi Erpiyana Ria Mustika Rilyani Rilyani Riska Wandini, Riska Rudi M. Irawan Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Solbari Solbari Sri Haryani Sutikno Sutikno Suwarto Suwarto Teguh Pribadi Umi Romayati Umi Romayati Umsani Umsani Wahid Tri Wahyudi Yulendasari, Rika Yuniati Yuniati Yuniati Yuniati Yuyun Tyas