Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI MR (MEASLES RUBELA) DI PUSKESMAS SIMPUR BANDAR LAMPUNG Linawati Novikasari; M. Arifki Zainaro; Aryanti Wardiyah; Eka Trismiyana
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2077

Abstract

ABSTRAKSetiap tahun lebih dari 1,4 juta anak di dunia meninggal karena berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Infeksi MR (Meales Rubela) campak dan rubela disebabkan oleh virus golongan Paramyxovirus. Penularan dapat terjadi melalui udara yang telah terkontaminasi oleh droplet (ludah) orang yang telah terinfeksi. Infeksi MR (Meales Rubela) campak dan rubela dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kebutaan, ensefalitis, diare parah, infeksi telinga dan radang paru-paru.  Tujuan setelah penyuluhan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan  tentang pentingnya imunisasi MR (Measles Rubela) di Puskesmas Simpur Bandar Lampung. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan lembar balik. Terdapat peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dan ibu-ibu yang memiiki bayi di Puskesmas Simpur Bandar Lampung. Dengan demikian, pemberian penyuluhan tentang pentingnya imunisasi MR di Puskesmas Simpur Bandar Lampung sangat efektif. Kata Kunci: Imunisasi, campak rubela, Penyuluhan  ABSTRACTEvery year more than 1.4 million children in the world die of various diseases that can be prevented by immunization. Measles and rubella diseases are caused by Paramyxovirus-type virus. Transmission can occur through air that has been contaminated by the droplet (saliva) of the infected person. Measles and rubella disease can lead to serious complications, including blindness, encephalitis, severe diarrhea, ear infections and pneumonia.  Objectives after the counseling, is expected to increase knowledge about the importance of immunization MR in the Puskesmas Simpur Bandar Lampung. The activities are carried out in the form of counseling using leaflets and sheets. There is an increase in the knowledge of pregnant women and mothers who emigated babies at Simpur Bandar Lampung Puskesmas. Thus, giving counseling on the importance of immunisation in Simpur Bandar Lampung Puskesmas is very effective. Keywords: Immunisation, measles, counseling
Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Dengan Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Madu Di Kelurahan Sukabumi Bandar LampungBersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Dengan Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Madu Di Kelurahan Sukabumi Bandar Lampung Nocivera Indriany; Eka Trismiyana
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.2846

Abstract

ABSTRAK  Infeksi pernafasan merupakan penyakit akut yang paling banyak terjadi pada anak-anak, Penyakit  ISPA sering  terjadi  pada  anak  Balita,  karena  sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Kejadian batuk pilek pada balita di Indonesia diperkirakan 3 sampai 6 kali pertahun, yang berarti seorang balita. Tujuan deskripsi hasil asuhan keperawatan komprehensif pada keluarga Tn.S dan Tn.I dengan masalah keperawatan bersihan jalan  nafas tidak efektif dengan menggunakan larutan jeruk nipis dan madu di kelurahan Sukabumi Bandar Lampung. Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis ½ sendok teh dicampur dengan Madu atau Madu ½ sendok teh, diberikan tiga kali sehari. Air perasan jeruk nipis dicampur dengan Madu manis juga menjadi pilihan masyarakat dalam meredakan batuk dan melegakan tenggorokan. Pilihan ini juga telah tercantum di dalam MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) dalam mengajari ibu cara mengobati infeksi lokal di rumah. Caranya adalah dengan memotong satu buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas/cangkir. Tambahkan Madu manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali sendok teh per hari. Cara lain, Madu manis bisa digantikan dengan Madu murni. Keluarga  dengan masalah ISPA teratasi dengan Jaruk nipis dan madu dengan hasil efektif pada kedua pasien hanya saja kadar penurunan penumpukan secret, penurunan batuk dan waktu tidur lebih baik. Kata kunci : ISPA , Kecap, madu    ABSTRACTRespiratory infection is an acute disease that most commonly occurs in children, ARI often occurs in children under five, because the child's immune system is still low. The average cold cough in toddlers in Indonesia is estimated to be 3 to 6 times per year, which means a toddler. Purpose description of the results of comprehensive nursing care in the family of Mr.S and Mr.I with nursing problems cleansing the airway not effective by using lime and honey solution in Sukabumi Village, Bandar Lampung in 2020. It is recommended to provide cough medicines that are safe to use traditional ½ teaspoon mixed with Honey or Honey ½ teaspoon, given three times a day. Orange juice mixed with sweet honey is also a choice of people in relieving coughs and soothing the throat. This option has also been verified in MTBS (Integrated Management of Sick Toddler) in teaching mothers how to treat local infections at home. The trick is to cut one lime, squeeze the water, put it in a glass/cup. Add sweet honey, stir. Drinking dose for children, 3 times a teaspoon per day. Alternatively, sweet honey can be replaced with pure honey. Families with ARI problems resolved with lime and honey with effective results in both patients except secret buildup levels, decreased coughing and better sleep time.Keywords: ISPA, sauce, honey
PENYULUHAN PENTINGNYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT HIPERTENSI GUNUNG TERANG RT. 03 LK I WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING BANDAR LAMPUNG Eka Yudha Chrisanto; Eka Trismiyana; Rika Yulendasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i2.36

Abstract

ABSTRAKKasus ternjadinya penyakit hipertensi mengalami kenaikan setiap tahunya, kenaikanya pun meningkat sekitar 972 juta orang atau 26,7% terutama dinegara berkembang. Kasus ini akan diperkirakan  meningkat menjadi 29,2 % atau 1,15 milyar kasus pada tahun 2025. Tujuan kegiatan ini diharapkan warga dapat mengerti tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan hipertensi. Kegiatan ini telah dilaksankan pada hari Sabtu tanggal 30 Desember 2017. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kepada Bapak dan ibu-ibu serta para lansia tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan hipertensi di Gunung Terang Rt. 03 Lk I  Bandar Lampung Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling  Bandar Lampung dengan metode penyuluhan menggunakan leaflet. Terdapat pengaruh signifikan pada pengetahuan Bapak, ibu serta lansia sebelum dan sesudah penyuluhan pencegahan dan pengobatan hipertensi. Dengan demikian, pemberian edukasi dapat memberikan peningkatan pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan dan pengobatan hipertensi.Kata kunci: Hipertensi, tingkat pengetahuan, penyuluhan 
PENYULUHAN TENTANG HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BERNUNG PESAWARAN Eka Trismiyana; Rahma Ellya; Setiawati Setiawati; Endah Susilawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i1.22

Abstract

ABSTRACT The prevalence of hypertension in Indonesia was 9.4 percent, diagnosed with health personnel or taking medication at 9.5 percent. So, there were 0.1 percent who take their own medication. Respondents who had normal blood pressure but were taking hypertension drugs were 0.7 percent. So the prevalence of hypertension in Indonesia is 26.5 percent. The purpose of this activity was increasing knowledge of participants abaout hypertension. The education was done at Wednesday, December 13, 2017. Education was done by discussing.  Direct evaluation using question and answer about hypertension, causes of hypertension, signs and symptoms and also a free health check up. Therefore, education about hypertension ie needed to prevention Keywords: Hypertension, Counseling, Society.
Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Vaksin Covid-19 dengan Keikutsertaan Imunisasi Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Gantiwarno Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung Tahun 2022 Djunizar Djamaludin; Derista Hartati; Eka Trismiyana
Jurnal Ilmu Medis Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jimi.v2i1.1393

Abstract

Purpose: The purpose of this study was to examine relationship between public perception of the Covid-19 vaccine and the participation of the Covid-19 vaccine. Method: A Case control design with purposive sampling was employed and 60 participants were recruited from Ganti Warno Public Health Center in Pekalongan District, East Lampung, Lampung Province. There were 30 participants’ people who did not follow the Covid-19 vaccination and 30 people took the Covid-vaccination. A perception questionnaire was carried out and data analysis used Chi Square test. Results: Negative perception of the case group (80.0%) while the control group (13.3%) and the positive perception of the case group (20.0%) while the control group (86.7%). A significant relationship was found between public perception of the Covid-19 vaccine and the participation of the Covid-19 vaccine (p value: 0.000, OR: 26.000). Limitations: The researcher did not examine other variables such as the characteristics of the respondents, such as the last education and employment status. For further research, it is expected to examine these variables so that more complete data can be obtained. Contribution: The results of this study are expected to be useful for Public Health Center as input for improving and improving the implementation of public perceptions about the Covid-19 vaccine with the participation of the Covid-19 vaccination immunization.
Pengetahuan tentang pencegahan covid-19 dan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan pada penderita diabetes melitus Eva Listiyo Putri; Rika Yulendasari; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 7 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i7.8155

Abstract

Background:  Covid-19 is a new beta-coronavirus that has a single-stranded positive sense RNA genome with a diameter of 65-125 nm. The spread of the corona virus can occur through droplets, transmission of aerosols released from the nose or mouth of an infected person when talking, coughing, or sneezing. Covid-19 is more likely to infect older people and people who have underlying chronic diseases such as diabetes. The current handling of COVID-19 is done by changing people's behavior to comply with the Covid-19 prevention protocol.Purpose:  Knowing the relationship between knowledge about Covid-19 prevention and protocol compliance among patients people with diabetes mellitusMethod: Quantitative with analytic cross-sectional design. The population was patients with diabetes mellitus, the sample size was 73 people, the sampling technique used was purposive sampling. Analysis using chi square test.Results: Finding that 67.1% of people with diabetes mellitus had good knowledge and 57.5% were obedient in carrying out the covid-19 prevention protocol. The results of the analysis obtained p-value 0.030 (p<0.05).Conclusion: There is a relationship between knowledge and adherence to diabetes mellitus patients in carrying out the Covid-19 prevention protocol. Patients with diabetes mellitus should be able to apply the Covid-19 prevention protocol in accordance with the standards set by the government so that the risk of being exposed to the Covid-19 virus can be avoided.Keywords: Knowledge; Compliance; Covid-19; Health protocolPendahuluan: Covid-19 merupakan beta-corona virus baru yang memiliki genom RNA sense positif beruntai tunggal dengan diameter 65-125 nm. Penyebaran virus corona dapat terjadi melalui percikan droplet, transmisi aerosol yang dikeluarkan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi saat berbicara, batuk, atau bersin. Covid-19 lebih mudah menginfeksi orang yang berusia lanjut dan orang yang memiliki penyakit kronis yang mendasari seperti diabetes. Penanganan covid-19 saat ini dilakukan dengan mengubah perilaku masyarakat agar mematuhi protocol pencegahan covid-19.Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan Covid-19 dengan kepatuhan protokol pada pasien penderita diabetes melitus.Metode: Penelitian kuantitatif, dengan desain analitik rancangan cross sectional. Populasinya penderita diabetes mellitus dengan besar sampel yang diambil sebanyak 73 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis menggunakan uji chi square.Hasil: Didapatkan bahwa bahwa 67,1% penderita diabetes mellitus memiliki pengetahuan baik dan 57,5%  patuh  dalam  menjalankan  protocol  pencegahan  covid-19.  Hasil  analisis  didapatkan  p-value  0,030 (p<0,05).Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap kepatuhan penderita diabetes mellitus dalam menjalankan  protocol  pencegahan  covid-19.  Bagi  penderita  penderita  diabetes  mellitus  hendaknya  dapat menerapkan protocol  pencegahan covid-19 sesuai  dengan standar  yang  telah  ditetapkan oleh  pemerintah sehingga resiko terpapar virus covid-19 dapat dihindari.
Asuhan Keperawatan dengan Teknik Rendam Kaki untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Sri Pendowo Lampung Timur Linggariyana Linggariyana; Eka Trismiyana; Prima Dian Furqoni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8126

Abstract

ABSTRACT The prevalence of hypertension according to the World Health Organization (WHO) records, in 2011 was 1 billion people in the world. Two-thirds of them are in low-medium-income developing countries, one of which is Indonesia. WHO also estimates that the prevalence of hypertension will continue to increase , and it is predicted that by 2025 as many as 29% of adults worldwide suffer from hypertension. Conducting studies, data analysis, diagnosis, intervention, implementation of nursing care evaluation with foot soak techniques to reduce blood pressure in people with hypertension in 2022. Student oral case analysis (SOCA) design uses case study design in the form of application by approaching according to descriptive methods, this method is to collect data first, analyze data and then draw data conclusions. The units that are the case are further analyzed and given a therapeutic action. It is known that there is a change in blood pressure on the first day and day six because the client is able to do and apply a warm water foot bath with baiak. The client also took the drug from the Amlodipine health center 5mg per day. Amlopdipine is a drug to lower high blood pressure. During observation Mrs. T did not take care of her diet. It is known that there is a change in blood pressure on the first day and day six is caused by the client being able to do and apply a warm water foot bath with a baiak. Keywords: Hypertension, Decrease In Blood Pressure, Foot Baths With Warm Water, Comprehensive Nursing Care  ABSTRAK Pevalensi hipertensi menurut catatn World Health Organization (WHO), tahun 2011 sebesar 1 milyar orang di dunia. Dua per-tiga diantaranya berada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah-sedang salah satunya negara Indonesia. WHO juga memperkirakan Prevalensi hipertensi akan terus meningkat , dan diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29% orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi. Melakukan pengakajian, analisa data, mendiagnosa, intervensi, implementasi evaluasi asuhan keperawatan dengan teknik rendam kaki untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi tahun 2022. Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Diketahui adanya perubahan tekanan darah hari pertama dan hari ke enam ini di sebabkan klien mampu melakukan dan menerapkan rendam kaki air hangat dengan baiak. Klien juga mengkonsumsi obat dari puskesmas Amlodipine 5mg perhari. Amlopdipine merupakan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Selama observasi Ny. T kurang menjaga pola makannya. Diketahui adanya perubahan tekanan darah hari pertama dan hari ke enam ini di sebabkan klien mampu melakukan dan menerapkan rendam kaki air hangat dengan baiak. Kata Kunci: Hipertensi, Penurunan Tekanan Darah, Rendam Kaki Dengan Air Hangat, Asuhan Keperawatan Komprehensif
Asuhan Keperawatan terhadap Perubahan Perilaku Penderita Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia melalui Terapi Musik di Klinik Aulia Rahma Kota Bandar Lampung Umsani Umsani; Eka Trismiyana; M. Ricko Gunawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8368

Abstract

ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang termasuk berat. Menurut World Health Organization (WHO, 2016) bahwa skizofrenia diderita lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia Menurut WHO (World Health Organization) tahun 2017 masalah gangguan jiwa di dunia ini sudah menjadi masalah yang semakin serius. WHO memperkirakan ada sekitar 450 juta orang di dunia ini ditemukan mengalami ganguan jiwa. Berdasarkan data statistik, angka pasien gangguan jiwa memang sangat menghawartikan. Berdasarkan hasil pengkajian di Klinik Aulia Rahma Kota Bandar Lampung dengan melihat data rekam medik klien yang dirawat didapat jumlah penderita dengan diagnosa halusinasi pendengaran sebanyak 29 orang. Untuk mengetahui asuhan keperawatan terhadap perubahan perilaku penderita halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia melalui terapi musik di Klinik Aulia Rahma Kota Bandar Lampung Tahun 2022. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada asuhan keperawatan terhadap perubahan perilaku penderita halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia melalui terapi musik di Klinik Aulia Rahma Kota Bandar Lampung Tahun 2022. Hasil pengkajian pada Tn. S, Tn. Y, Tn. A didapatkan keluhan utama pasien mengatakan mendengar bisikan-bisikan gaib. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan pemberian terapi musik klasik selama 3 hari dengan durasi 30 menit selama 1 kali perlakuan. Kajian implementasi selama 3 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan perubahan perilaku dan berkurangnya tanda gejala halusinasi. Hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan semua masalah dapat teratasi. Meningkatkan kemampuan dan kualitas dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien khususnya dengan masalah gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditetapkan dilanjutkan dengan SOAP pada klien khususnya dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengara. Kata Kunci: Halusinasi Pendengaran, Pasien Skizofrenia,Terapi Musik    ABSTRACT Schizophrenia is a severe mental disorder. According to the World Health Organization (WHO, 2016) that schizophrenia affects more than 21 million people worldwide. According to the WHO (World Health Organization) in 2017, the problem of mental disorders in the world has become an increasingly serious problem. WHO estimates that around 450 million people in the world are found to have mental disorders. Based on statistical data, the number of patients with mental disorders is very worrying. Based on the results of the study at the Aulia Rahma Clinic, Bandar Lampung City by looking at the medical record data of the clients who were treated, it was found that the number of patients with a diagnosis of auditory hallucinations was 29 people. To find out nursing care for behavioral changes in patients with auditory hallucinations in schizophrenic patients through music therapy at the Aulia Rahma Clinic, Bandar Lampung City in 2022. The approach to writing a final project report focuses on nursing care for behavioral changes in patients with auditory hallucinations in schizophrenia patients through music therapy at the Aulia Rahma Clinic, Bandar Lampung City in 2022. The results of the study on Mr. S, Mr. Y, Mr. A, the patient's chief complaint was that he heard magical whispers. The nursing diagnosis obtained was sensory perception disorder: auditory hallucinations. The intervention was carried out for 3 days by giving classical music therapy for 3 days with a duration of 30 minutes for 1 treatment. The implementation study for 3 days showed that some of the problems were resolved, which were marked by changes in behavior and reduced signs of hallucinations. The results of the evaluation carried out for three days showed that all problems could be resolved. Improve ability and quality in providing nursing care to clients, especially those with sensory perception disorders: auditory hallucinations. Perform nursing care in accordance with the established SOP (Standard Operating Procedure) followed by SOAP on clients, especially those with sensory perception disorders: auditory hallucinations. Keywords: Auditory Hallucinations, Schizophrenic Patients, Music Therapy  
Peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga Dewi Lutfianawati; Rilyani Rilyani; Eka Trismiyana; Sutikno Sutikno; Muhammad Roby; Mutiara Ayu Daniati; Ria Mustika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.066 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.257

Abstract

Background: The prevalence of children's nutritional problems is still high, not only the lack of nutritional problems resulting in children stunting and underweight, and more nutrients that cause obesity and diabetes. One of the causes of nutritional problems is ignorance about healthy menu and lack of awareness of nutrient Purpose: This activity aims to improve the knowledge of mothers on balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition. Education is held in Panjang Selatan. The subjects that followed the activities amounted to 25 mothers -housewives. Methods: This activity consists of 3 stages including  preparation stage, implementation stage and interview stage. Data is obtained from pretest results and post tests and discussions. Results: From this activity is an increase in the knowledge of the mother about balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition, there is an increase from 12 percent to 76 percent. Conclusion: With this activity there was a significant increase in knowledge for housewives in Panjang selatan village about balanced nutrition.   Pendahuluan: Prevalensi masalah gizi anak masih tinggi, tidak hanya masalah gizi kurang yang mengakibatkan anak –anak stunting dan berat badan di bawah normal, dan gizi lebih yang menyebabkan obesitas dan diabetes. Salah satu penyebab permasalahan gizi yaitu ketidaktahuan mengenai menu sehat dan kurangnya kesadaran akan kadar gizi (Keluarga sadar gizi). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga. PKM dilaksanakan di Desa Panjang Selatan. Subjek yang mengikuti kegiatan berjumlah 25 ibu –ibu rumah tangga. Metode: Metode dari kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap wawancara. Data diperoleh dari hasil pretest dan post tes dan diskusi. Hasil: Dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga, terjadi peningkatan dari 12 persen menjadi 76 persen. Simpulan: Dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan untuk ibu-ibu rumah tangga di Desa Panjang Selatan mengenai gizi seimbang.
Penerapan Anjuran Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Karang Anyar Bahren Nortajulu; M. Arifki Zainaro; Eka Trismiyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9974

Abstract

ABSTRAK Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Dari prevalensi hipertensi sebesar 34,1%  diketahui bahwa sebesar  8,8% terdiagnosis hipertensi dan 13,3% orang yang terdiagnosis hipertensi tidak minum obat serta 32,3% tidak rutin minum obat. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya Hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan. Untuk mengetahui penerapan anjuran dietary approaches to stop hypertension (DASH) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Anyar. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada penerapan anjuran dietary approaches to stop hypertension (DASH) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Anyar. Hasil pengkajian pada Ny. D, Tn. G, Ny. A didapatkan tekanan darah tinggi. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah manajemen kesehatan  tidak  efektif  berhubungan  dengan ketidakefektifan  pola  perawatan  kesehatan keluarga yang ditandai dengan ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit, menciptakan lingkungan yang kondusif, dan memanfaatkan saranan pelayanan kesehatan belum optimal. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan pemberian intervensi diet DASH dengan konsumsi makan pada pagi, siang, dan sore. Kajian implementasi selama 3 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan menurunnya tekanan darah pada klien kelolaan. Terdapat efektifitas penerapan anjuran dietary approaches to stop hypertension (DASH) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Anyar.Di harapkan hasil penelitian ini dapat memberikan info tentang konsumsi buah dan diet rendah garam serta natrium untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Kata Kunci: Dietary Approaches To Stop Hypertension (DASH), Tekanan Darah, Hipertensi  ABSTRACT Hypertension occurs in the age group of 31-44 years (31.6%), age 45-54 years (45.3%), age 55-64 years (55.2%). From the prevalence of hypertension of 34.1%, it was known that 8.8% were diagnosed with hypertension and 13.3% of people diagnosed with hypertension did not take medication and 32.3% did not take medication regularly. This shows that most people with hypertension do not know that they are hypertension so they do not get treatment. To find out the application of dietary approaches to stop hypertension (DASH) recommendations for reducing blood pressure in hypertensive patients at Karang Anyar Health Center in 2022.The approach in writing the final project report focuses on the application of dietary approaches to stop hypertension (DASH) recommendations for reducing blood pressure in hypertensive patients at Karang Anyar Health Center.The results of the study on Ny. D, Mr. G, Mrs. A has high blood pressure. The nursing diagnosis obtained is ineffective health management related to ineffective family health care patterns which are characterized by the inability to care for sick family members, create a conducive environment, and utilize health service facilities that are not optimal. The intervention was carried out for 3 days by giving the DASH diet intervention with food consumption in the morning, afternoon, and evening. The implementation study for 3 days showed that some of the problems were resolved, which was marked by a decrease in blood pressure in managed clients. There is an effective implementation of dietary approaches to stop hypertension (DASH) recommendations for reducing blood pressure in hypertensive patients at Karang Anyar Health.It is hoped that the results of this study can provide information about fruit consumption and a low-salt and sodium diet to keep blood pressure stable. Keywords: Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), Blood Pressure, Hypertension