Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Terapi Dzikir untuk Mengurangi Cemas pada Lansia di Desa Penumangan Tulang Bawang Barat Derista Hartati; Umi Romayati; Eka Trismiyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10458

Abstract

ABSTRACT Most of the elderly experience anxiety as they get older. Elderly in the initial period, is the period of the highest anxiety. Society often ignores anxiety in the elderly, this is considered normal, not something that must be dealt with. Remembrance and prayer aim to gain inner peace or draw closer (taqarrub) to Allah and to obtain safety and avoid the torment of Allah. Dhikr can make the heart peaceful, so that it can overcome the anxiety experienced. Application of dhikr therapy to reduce anxiety in the elderly in Penumangan Tulang Bawang Barat Village in 2023. This research method is descriptive in the form of a case study. The subjects used in this case study were 2 people with the same nursing problem, namely anxiety. The data to be collected in this study is anxiety in the elderly. The intervention was in the form of Dhikr which was performed 5 times for 10 minutes. There was a decrease in the level of anxiety after dhikr therapy. The decrease in the anxiety scale is still not optimal, only experiencing a decrease in score on client 1, namely 12 scores from 40 to 28, while on client 2 there is a decrease of 8 scores from 30 to 22. Meanwhile, the goal of increasing coping has been achieved. Clients are expected to carry out dhikr activities so that there are relaxation facilities for clients so that clients have activities and there are no more complaints of anxiety that the client is currently suffering from. Keywords: Anxiety, Elderly, Dhikr Therapy.  ABSTRAK Sebagian besar lansia mengalami kecemasan seiring dengan bertambahnya usia. Lansia pada periode awal, adalah masa-masa kecemasan yang paling tinggi. Masyarakat sering kali mengabaikan kecemasan pada lansia, hal tersebut dianggap normal bukan sesuatu yang harus ditangani. Zikir dan berdoa bertujuan untuk memperoleh ketentraman batin atau mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dan agar memperoleh keselamatan serta terhindar dari siksa Allah. Zikir dapat membuat hati menjadi tenteram, sehingga dapat mengatasi kecemasan yang dialami. Penerapan terapi dzikir untuk mengurangi cemas pada lansia di Desa Penumangan Tulang Bawang Barat Tahun 2023. Metode penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek yang digunakan dalam studi kasus ini adalah 2 orang dengan masalah keperawatan yang sama yaitu cemas. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kecemasan pada lansia. Intervensi berupa Dzikir yang dilakukan 5 kali selama 10 menit. Terjadi penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan terapi dzikir. Penurunan skala kecemasan masih belum maksimal hanya mengalami penurunan skor pada klien 1 yaitu 12 skor dari 40 ke 28, sedangkan pada klien 2 mengalami penurunan 8 skor dari 30 ke 22. Sedangkan tujuan peningkatan koping sudah tercapai. Bagi klien diharapkan melakukan kegiatan dzikir sehingga terdapat sarana relaksasi bagi klien sehingga klien memiliki kegiatan dan tidak terjadi lagi keluhan kecemasan yang saat ini klien derita. Kata Kunci: Kecemasan, Lansia, Terapi Dzikir
Optimalisasi Pelaksanaan Discharge Planning Diruang Bedah Rs Pertaminan Bintang Amin Bandar Lampung Bayu Ahya Dinata; Kusumaningsih, Dewi; Eka Trismiyana; Dwi Nopriyanto
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien dilakukan secara berkesinambungan dimulai saat pasien masuk rumah sakit sampai dengan pasien pulang. Rentang kesinambungan dalam asuhan keperawatan selalu dibutuhkan pasien di manapun pasien berada. Diperlukan adanya suatu perencanaan pasien pulang (discharge planning), yang bertujuan untuk meningkatkan status  kesehatan pasien secara signifikan dan menurunkan biaya-biaya yang diperlukan untuk rehabilitasi lanjut. Proses pelaksanaan discharge planning diruang bedah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung masih belum optimal, mengakibatkan pelaksanaan discharge planning tidak dilakukan saat awal pasien  masuk rumah sakit, sehingga banyak pasien yang dipulangkan tanpa diberikan pendidikan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Tujuan kegiatan penguatan ini untuk melakukan optimalisasi discharge planning di ruang bedah RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Metode  pelaksanaan dengan menggunakan pendekatan studi kasus dengan memberikan  pengetahuan kepada perawat ruangan tentang pelaksanaan discharge planning serta melakukan  observasi pelaksanaan discharge planning menggunakan  format panduan discharge planning dan dokumentasi keperawatan sebelum dan sesudah dilakukan penguatan. Setelah dilakukan optimalisasi pelaksanaan discharge planning terdapat peningktan pelaksanaan dalam discharge planning yang dilakukan oleh pertawat ruang bedah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Kata Kunci: Optimalisasi, Pelaksanaan Discharge Planning
Edukasi Pencegahan Peningkatan Darah pada Pasien Hipertensi Menggunakan Tanaman Obat di Wilayah Dusun 3 Batu Menyan Baru Desa Sukajaya Lempasing Kabupaten Pesawaran Eka Trismiyana; Marlina Agustina; Andi Bunga Silvia; Dian Angen Saputra; Adinda Wulan Adha; Refsi Erpiyana; Raihan Saputra; Imanda Satria; Partur Khorip; Yuniati Yuniati; Budiarti Budiarti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4115

Abstract

Hypertension is a disease that causes high morbidity. Based on the results of the 2018 Basic Health Survey (Riskusdas), the prevalence of hypertension in the Indonesian population aged 18 years and over reached 34.1%. This number has increased compared to the 2013 Riskesdas report. Treatment with antihypertensive drugs is traditionally associated with high costs, and the side effects of these drugs can also cause other diseases if they are not appropriate and treatment is not adhered to. Currently, there are types of medicinal plants that are used to treat various diseases. The aim of this activity is to increase respondents' knowledge regarding preventing increased blood pressure in hypertension sufferers by using medicinal plants. It was found that respondents were very enthusiastic about listening to the material presented by the presenters. Medicinal plants are an alternative way to control blood pressure. Many medicinal plants are effective in lowering blood pressure, one of which is bay leaves.