Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Profesional Guru Melalui Penelitian Tindakan Kelas Guru SMA 2 Gunung Talang Kabupaten Solok Rahayu, Sri; Harisnawati, Harisnawati; Sriwahyuni, Yanti; Hidayah, Ahmad; Saputra, Hanafi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.618

Abstract

Kualitas pendidikan nasional masih memprihatinkan dibandingkan negara- negara Asia bahkanAsia Tenggara. Oleh karena itu perbaikan sistem pendidikan nasional sangat diperlukan agar kualitas pendidikan meningkat Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan meningkatkan profesionalitas guru. Tujuan meningkatkan  kemampuan guru melakukan penelitian tindakan kelas sehingga dapat  mempengaruhi proses pembelajaran yang berkualitas dan juga berpengaruh dalam kenaikan pangkat guru terkendala tidak adanya artikel untuk dipublikasi. Langkah kegiatan yaitu  sosialisasi kepada guru terkait penelitian Tindakan Kelas (PTK), uru Merancang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Guru Membuat artikel dari hasil penelitian Tindakan Kelas dan di Submit ke Jurnal.  Kegiatan yag dilakukan ini telah menambah wawasan guru terkait penelitian Tindakan Kelas dan guru telah dapat merancang penelitian tindakan kelas dan guru telah dapat mengakses beberapa jurnal dari berbagai sumber dan cara mensubmit artikel di Jurnal.
Praktik Pendisiplinan Tubuh dan Resistensi Masyarakat Pelaku Usaha Wisata Bahari Pada Masa Pandemi Covid-19 di Pulau Derawan, Kabupaten Berau Kalimantan Timur Hidayah, Ahmad
SOCIUS Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v8i2.341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan praktik pendisiplinan tubuh (biopolitik) terhadap masyarakat pelaku usaha wisata bahari, serta resistensi yang dilakukan oleh masyarakat pelaku usaha wisata bahari di Pulau Derawan ketika pandemi Covid-19. Pegumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teori biopolitik dari Michael Foucault dan teori resistensi dari James C. Scott untuk menganalisis temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten Berau dan Pemerintah Kampung Pulau Derawan mendisiplinkan tubuh para pekerja dan pelaku usaha wisata bahari di Pulau Derawan dengan cara membuat regulasi penutupan sementara objek wisata Pulau Derawan. Selanjutnya tindakan perlawanan (resistensi) dilakukan oleh pelaku usaha wisata bahari di Pulau Derawan karena keterlambatan respon pihak Pemerintah Kampung Pulau Derawan mengenai pembukaan kembali destinasi wisata pada era normal baru. Bentuk resistensi pelaku usaha wisata bahari di Pulau Derawan adalah menyampaikan aspirasi/ teguran terhadap Pemerintah Kampung Pulau Derawan sebagai pengambil kebijakan serta mensiasati regulasi protokol kesehatan bagi wisatawan untuk memasuki Pulau Derawan. Resistensi yang dilakukan ini adalah bentuk perlawanan pelaku usaha wisata terhadap regulasi pemerintah, sekaligus cara mereka bertahan dalam menanggapi kesulitan yang mereka hadapi pada masa pandemi Covid 19.
Strategi Pengembangan Merchandise Gresik United dengan Analisis SWOT: Membangun Pertumbuhan Merek Berkelanjutan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal Ibrizah, Ziya; Nurrohman, Rosyid; Hidayah, Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1094

Abstract

Penjualan merchandise merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi klub sepak bola, termasuk Gresik United. Artikel ini menganalisis strategi pengembangan merchandise Gresik United melalui pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk meningkatkan nilai merek dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan menggunakan analisis SWOT, artikel ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal klub serta peluang dan ancaman eksternal yang memengaruhi penjualan merchandise. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kualitas produk, inovasi desain, optimasi pemasaran digital, serta diversifikasi produk dapat memperkuat posisi Gresik United di pasar merchandise. Pendekatan pemasaran yang lebih terarah melalui kerja sama dengan influencer dan pengembangan saluran distribusi digital, seperti platform e-commerce, dapat memperluas jangkauan pasar secara efektif dan berkelanjutan. Selain itu, dengan menjalin kerjasama dengan pemasok lokal, Gresik United dapat meningkatkan kontribusinya terhadap ekonomi lokal. Prediksi dampak implementasi strategi ini menunjukkan adanya potensi peningkatan pendapatan hingga 30% dalam dua tahun, yang dapat mencapai tambahan pendapatan sekitar Rp150.000.000 per tahun. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi klub sepak bola lainnya dalam memanfaatkan merchandise sebagai alat pengembangan merek dan pemberdayaan ekonomi lokal, serta sebagai kontribusi positif terhadap penguatan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Cyber Harassment: Fenomena Hate Comment Di Era Pandemi Covid-19 Pada Akun Tik-Tok @Y***Q Hidayah, Ahmad; Marcelawati, Yeni; Saputra, Hanafi
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 5 No 1 (2021): Mei, 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v5i1.3419

Abstract

The era of the covid-19 pandemic, the popularity of social media shows an increasingly significant trend, especially in Indonesia. This fact is directly proportional to the emergence of various kinds of social media that offer various interesting features, one of which is the Tik-Tok application. Along with its development, many internet citizens (netizens) have used the comment feature on the content presented in the Tik-Tok application. However, this feature is used as a vehicle for self-existence through comments that are vulnerable to being included in the cyber-harassment category. This article tries to elaborate on the case of cyber harassment in the Tik Tok application in the form of hate comments on the @y***q account that occurred during the covid-19 pandemic era. Based on the theoretical framework of Social Identity, it can be explained how the phenomenon of cyber harassment is present as a consequence of technological developments which ultimately leads to Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Tik-Tok as social media is not friendly in presenting a gendered space that is used by women to express themselves through video content wrapped in the existence of self-identity, opposing discrimination, and denying the perpetuation of the definition of beautiful women based on other people's constructions (netizens).
Peran strategis kelompok sadar wisata dalam pengembangan Wisata Embung Banyu Langit di Desa Suka Maju Al-Qadhri, Farhan Mustaqim; Hidayah, Ahmad; Ningsih, Novita Surya; Abdullah, Zulkifli
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 2 (2025): August 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i2.19949

Abstract

This study aims to examine the role of the Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) in the development of Embung Banyu Langit tourism in Suka Maju Village, Kongbeng District, East Kutai. This research used qualitative method with data collection techniques including in-dept interviews, participatory observation, and document analysis. Data analysis is conducted descriptively and qualitatively to illustrate the role of POKDARWIS in managing, promoting and empowering the local community to ensure the sustainable development of Embung Banyu Langit tourism. The result show that POKDARWIS of Suka Maju Village plays a significant role as a facilitator, motivator, initiator and manager in tourism development. Supporting factors include the village’s tourism attraction, government support, and active community participation. Based on these findings, this study recomendeds increased support from the government and stakeholders to strengthen the capacity and role of POKDARWIS in Suka Maju Village to achieve sustainable and inclusive tourism development.
Community Participation in The Development of The Silokek Geopark, Silokek Village, Sijunjung Regency Rexsi, Rexsi; Hidayah, Ahmad
Jurnal Mamangan Vol 13, No 2 (2024): Special Issue: Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikt
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v13i2.10365

Abstract

This study examines community participation in the development of Geopark Silokek in Nagari Silokek, Sijunjung District, Sijunjung Regency. The research is motivated by the great potential of Geopark Silokek as an internationally valuable geological-based tourism site and as an opportunity to improve the welfare of local communities. A qualitative approach was employed with data collected through observation, interviews, and document analysis. Research informants consisted of community leaders, the village head, Geopark Silokek management, and local residents directly involved in the development of the area. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that community participation is manifested in three main forms: participation in ideas (contributing suggestions), participation in labor (collective work and field activities), and participation in resources (financial and material support). However, according to Arnstein’s A Ladder of Citizen Participation, the level of participation remains at the tokenism stage, particularly informing and consultation, which indicates that community involvement has not yet significantly influenced strategic decision-making. This study recommends enhancing community capacity and establishing formal institutions that promote higher levels of participation, namely partnership and citizen control, in order to ensure the sustainability of Geopark Silokek while maximizing its economic, social, and environmental benefits for the local community.
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN UMKM GRESIK UNITED UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DAN SUSTAINABLE COMPETITIVE ADVANTAGE Ibrizah, Ziya; Nurrohman, Rosyid; Hidayah, Ahmad; Prajuliyanto, Agung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1718-1728

Abstract

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di sektor produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, rendahnya kualitas produk, serta kurangnya pengetahuan dalam branding dan pemasaran digital. Gresik United, sebagai salah satu komunitas UMKM di Kabupaten Gresik, berfokus pada pengembangan usaha kecil di bidang merchandise. Berdasarkan analisis SWOT, UMKM merchandise Gresik United menghadapi tantangan dalam hal desain produk, kualitas, serta pemasaran yang kurang optimal. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemberdayaan UMKM Merchandise Gresik United dengan pendekatan berbasis pelatihan, workshop, dan pendampingan, yang difokuskan pada peningkatan brand awareness dan penguatan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi survei awal, pelatihan branding dan pemasaran digital, workshop pengembangan keunggulan kompetitif, serta pendampingan implementasi strategi. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM Merchandise Gresik United meningkatkan daya saing mereka di pasar lokal dan nasional, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.
Faktor Bertahannya Angkutan Kota di Era Transportasi Online (Studi pada Sopir Angkot Rute Pasar Raya - Gunung Panggilun - Siteba) Muhammad Ichsan; Sri Rahmadani; Ahmad Hidayah
Jurnal Perspektif Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v8i2.852

Abstract

Disrupsi teknologi transportasi menyebabkan terjadi permasalahan baru bagi para Sopir Angkutan Kota. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor yang membuat sopir angkutan kota trayek Pasar Raya – Gunung Pangilun – Siteba tetap bertahan di era transportasi online. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strukturasi karya Anthony Giddens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan menggunakan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Informan pada penelitian ini adalah Supir Angkot rute/trayek Pasar Raya - Gunung Pangilun - Siteba, Pihak Instansi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Padang serta Pengguna Jasa Angkot rute/trayek Pasar Raya-Siteba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan transportasi online menyebabkan menurunnya jumlah armada Angkot yang beroperasi serta menurunnya pendapatan rata-rata para Sopir Angkot. Selanjutnya, faktor yang menjadikan keberadaan Angkot masih bertahan yaitu: a) loyalitas konsumen dan perekonomian konsumen; b) keterbatasan keterampilan. Selanjutnya, fenomena bertahannya Angkot di era transportasi online merupakan wujud keterkaitan antara agen, struktur, dan dampaknya terhadap sistem transportasi di Kota Padang.
SAILING STORIES Juwita, Rina; Zamruddin, Mardliya Pratiwi; Rohmah, Ainun Nimatu; Noor, Mohammad Fauzan; Hidayah, Ahmad
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i1.9984

Abstract

The study aims to explore the public relations (PR) practices employed to push forward maritime cultural tourism along the coast of East Kalimantan, specifically Berau Regency and the Derawan Islands. Given the modern digital age, there is the need to infuse local stories to support strategic public relations practices toward building destination identities and maximizing visitor’s enjoyment. This study applies the qualitative case study method using thorough interviews, participant observation, and analysis of promotional documents circulated by tourism authorities, businesses, and local residents. The findings highlight the use of public relations practices focusing on maritime stories -spread through social media portals, documentary screening, and community programs- having significantly promoted both destination exposure and attractivess. However, there are challenges related to narrative consistency, meaningful local outreach engagement, and enhancing stakeholder collaboration.
REPRODUCING HONOR: CHILD MARRIAGE WITHIN SYMBOLIC AND COMMUNAL POWER RELATIONS IN EAST KALIMANTAN Murlianti, Sri; Hidayah, Ahmad; Hakim, Aji Eka Qamara Yulianti Dewi; Mahendra, Irza; Malik, Rayhan Sayyidan; Ali, Abdul Halim
JURNAL ILMU SOSIAL Vol 24, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jis.24.2.2025.391-408

Abstract

Child marriage remains a persistent social practice within Indonesian society, including in East Kalimantan, a region marked by strong extractive economic structures, pronounced spatial inequalities, and rapid social transformations as a buffer zone for the new national capital (IKN). This article examines child marriage practices across 13 districts and municipalities in East Kalimantan through Pierre Bourdieu’s theory of social practice, emphasizing the interplay between habitus, symbolic capital, and social fields in shaping social action. The study employs a descriptive-qualitative method, based on in-depth interviews with 89 individuals engaged in Child marriage. Findings reveal that Child marriage is legitimized by communal moral pressures, customary norms, and the logic of family honor, further reinforced by the state through marriage dispensation practices in religious courts. The agency of adolescent girls in decision-making is severely constrained by patriarchal social structures, structural poverty, and limited access to education and reproductive health services. Within a social space characterized by unequal distribution of cultural and symbolic capital, Child marriage emerges as a strategy of honor reproduction deemed socially legitimate. The article argues that child marriage is not merely an individual problem but a product of symbolic power relations and local social structures. Reform of marriage dispensation regulations, community-based sexuality education, and value interventions through grassroots institutions are urgently needed to disrupt the cycle of intergenerational inequality.