Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemetaan Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul dalam Upaya Mewujudkan Desa Pijot Yang Tanggap Bencana Siti Maryam Ulfa Ulfa; Dipo Ario Kusuma; Arni Emiza Febrianti; Rosiatul Ismi; Siti Nuriah; Nurul Zainiyah; Rina Nuranjanisa; Soraya Rosanti; Ni Komang Eva Yuniasih; Tiara Hesti Amanda; Mila Andara; Lalu Sumardi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.983 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1319

Abstract

Disaster is an event or series of events which caused human suffering, loss of property, damage to the environment, facilities and infrastructure and can cause disruption to the life and livelihood of the community. Pijot Village is one of the areas located on the coast of the island of Lombok with a height of 500 meters above sea level and a rainfall rate of 491 mm, it makes this area often affected by disasters. This is certainly something that should be wary of, considering that disasters can happen at any time, so there is a need for disaster mitigation, namely visualization/mapping of disaster evacuation routes. The expected goal of this service activity is the existence of an evacuation route, which is devoted to tidal floods, earthquakes and tsunamis, and it is hoped that the evacuation route will be the best means that can facilitate the community in evacuating themselves when a disaster occurs.
Sosialisasi Penerapan Pembelajaran Berbasis TPACK pada Guru PPKn Madrasah Tsanawiyah se Kota Mataram Mohammad Ismail; Edy Herianto; Lalu Sumardi; Basariah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.372 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2338

Abstract

The purpose of this service is to improve the competence of teachers in partner schools regarding the concept of TPACK-based learning. In addition, teachers have the competence to design and implement TPACK-based learning so that they can achieve learning objectives holistically. The solution offered in this service is to carry out a series of socialization activities and training on the application of TPACK-based learning. This socialization activity will be attended by 20 PPKn teachers in Madrasah Tsanawiyah in Mataram City as participants. The results of the socialization showed that participants related to understanding about TPACK increased to 62.5% answered that they had understood about TPACK. Participants' perceptions of the use of technology in Civics learning increased to 100% which stated that Civics learning must use technology. The use of TPACK in learning increased to 70%, because previously participants did not understand what TPACK was and its application in learning. This is directly proportional to the selection of materials that are adapted to the use of learning technology in the classroom which also increases to 65%. Likewise, the evaluation by utilizing technology also increased to 80%. Based on this, the implementation of the service is said to be successful.
SOSIALISASI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDEFRENSIASI BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA PADA GURU MGMP PPKn KOTA MATARAM Mohammad Ismail; Mohammad Mustari; Lalu Sumardi; Basariah; Jumrawati
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5986

Abstract

Pengabdian Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan kondisi saat ini yang sedang melanda berbagai tempat khususnya di Kota Mataram. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam memperoleh ilmu dari pendidik. Dalam proses pembelajaran tentunya yang dituntut tidak hanya kemampuan pengetahuan peserta didik, akan tetapi kemampuan sikap dan keterampilan juga harus dapat terpenuhi meskipun melalui pembelajaran daringsebagaimana tujuan dari pembelajaran saat tatap muka langsung. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi para guru di sekolah mitra tentang pembelajaran berdiprensiasi sesuai kurikulum merdeka. Selain itu, guru memiliki konsep pembelajaran yang dapat mencapai tujuan pembelajaran secaraa holistik sehingga hak siswa dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 20 guru PPKn di Kota Mataram sebagai peserta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan guru MGMP PPKn SMP Negeri se Kota Mataram. Sebelum kegiatan sebagian besar guru belum begitu memahami terkait pembelajaran berdiferensiasi. Setelah kegiatan, semua memiliki pemahaman baik mengenai hal tersebut dan berkomitmen untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi ke depannya.
TRADISI SORONG SERAH DALAM MEMBENTUK CIVIC CULTURE PADA MASYARAKAT TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Rahmi Novianti; M. Zubair; Sawaludin; Lalu Sumardi
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 1 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v6i1.17929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi sorong serah dan bagaimana tradisi sorong serah dalam membentuk civic culture pada masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu proses pelaksanaan tradisi sorong serah terdiri dari tahap persiapan, tahap persiapan bahan atau barang hantaran, tahap pelaksanaan dan tahap pnutupan. Terdapat beberapa cara pada tradisi sorong serah dalam membentuk civic culture diantaranya yaitu melalui 1) penguatan solidaritas sosial, 2) membangun masyarakat yang dapat terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi, 3) menanamkan nilai – nilai kewarganegaraan dan 4) melakukan pelestarian tradisi oleh masyarakat dan pemerintah. Adapun nilai – nilai yang terkandung dalam tradisi sorong serah sebagai civic culture diantaranya yaitu : nilai demokratis, nilai religi (keagamaan), nilai kebersamaan, nilai gotong royong, dan nilai toleransi. Dalam melestarikan tradisi sorong serah ini dibutuhkan peran masyarakat dan pemerintah, diantaranya peran masyarakat yaitu tradisi sorong serah harus selalu digunakan sebagai salah satu rangkaian perkawinan adat suku Samawa dan memperkenalkan tradisi ini ke anak cucu mereka. Peran pemerintah membentuk Lembaga Adat Tanah Samawa.
UPAYA SEKOLAH DALAM MEMBINA KARAKTER BERKEBHINEKAAN GLOBAL MELALUI PROGRAM PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP NEGERI 6 MATARAM Andri Haryanti; Lalu Sumardi; Edy Kurniawansyah; Muh.Zubair
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i10.9888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Upaya sekolah dalam membina karakter berkebhinekaan global melalui program profil pelajar pancasila di SMPN 6 Mataram, (2) Faktor pendukung dan penghambat dalam membina karakter berkebhinekaan global melalui program profil pelajar pancasila di SMPN 6 Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. SMP Negeri 6 Mataram mengimplementasikan berbagai kegiatan, diantaranya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Ekstrakurikuler Gendang Beleq, dan program pertukaran pelajar. Kegiatan tersebut membantu siswa untuk memahami dan menghargai keragaman budaya serta, membina toleransi. SMP Negeri 6 Mataram mampu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kegiatan, seperti ekstrakurikuler, pembelajaran berbasis projek, pertukaran pelajar, literasi budaya, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan apsesiasi terhadap keberagaman budaya, tetapi juga mampu membangun sikap toleransi, kerjasama serta, keterampilan berpikir kritis dan kreativitas pada siswa.
Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Melanjutkan Pendidikan Anak Pada Masyarakat Marginal Di Dusun Lenser Desa Kuta Kabupaten Lombok Tengah Yuliatin, Rani; Lalu Sumardi; Sawaludin; M. Ismail
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i2.1003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya minat melanjutkan pendidikan anak pada masyarakat marginal di Dusun Lenser, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor utama yang menyebabkan rendahnya minat melanjutkan pendidikan, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi dan minat anak untuk bersekolah serta kesulitan dalam memahami pelajaran. Sementara itu, faktor eksternal terdiri atas tingkat pendidikan orang tua yang rendah, kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sekolah yang kurang mendukung, jarak dan fasilitas yang kurang memadai. Upaya yang telah dilakukan pemerintah desa dalam mengatasi permasalahan ini adalah melalui sosialisasi tentang pentingnya pendidikan dan merangkul serta membina anak-anak putus sekolah untuk mengasah kemampuan anak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemangku kebijakan dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah marginal.
Upaya Guru PPKn dalam Menanamkan Sikap Peduli Sosial Siswa MTs Raudlatul Ulum Batu Jangkih Ayuni Astira; Lalu Sumardi; Edy Kurniawansyah; Sawaludin
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 2 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v6i2.19325

Abstract

Tujuan penelitian : 1) Mengetahui upaya guru PPKn dalam menanamkan sikap peduli sosial siswa di MTs Raudlatul Ulum Batu Jangkih. 2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru PPKn dalam menanamkan sikap peduli sosial siswa di MTs Raudlatul Ulum Batu Jangkih. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptiif, jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa guru PPKn di MTs Raudlatul Ulum Batu Jangkih melakukan upaya dalam menanamkan sikap peduli sosial dengan mendidik siswa di dalam kelas maupun di luar kelas  yaitu dengan memberi keteladanan, pembiasaan, memberi teguran serta mendidik siswa melalui kegiatan-kegiatan sosial yang ada di sekolah maupun di masyarakat. Kesimpulannya, bahwa upaya yang dilakukan oleh Guru PPKn sudah baik, terbukti dari sikap maupun perilaku positif yang ditunjukkan oleh siswa pada saat menjalaankan kegiatan-kegiatan tersebut. Faktor pendukung dan penghambat berasal dari dalam (internal) dan luar (eksternal). Kedua hal tersebut mempengaruhi usahanya dalam menanamkan sikap peduli sosial siswa.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM PEMBENTUKAN CIVIC SKILLS (Studi di SMP Negeri 4 Selong) Surachman, Dyah Fortuna; Lalu Sumardi; Sawaludin
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 3 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v6i3.20638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kegiatan P5 yang dilaksanakan oleh SMPN 4 Selong dan bagaimana kegiatan P5 tersebut dapat membentuk keterampilan kewarganegaraan (Civic Skills) peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kegiatan P5 yang dilaksanakan oleh SMPN 4 Selong pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 memiliki tema Suara Demokrasi dan topik Pemilihan Ketua OSIS, dengan bentuk kegiatan antara lain: 1) pengenalan konsep demokrasi melalui diskusi, presentasi, simulasi, permainan, observasi, dan survey lapangan; 2) penyusunan alur pemilihan pengurus OSIS melalui diskusi dan musyawarah mufakat; 3) debat dan kampanye kandidat OSIS; dan 4) aksi pemilihan ketua OSIS; 2) Kegiatan P5 Suara Demokrasi di SMPN 4 Selong dapat mengembangkan seluruh keterampilan civic skills peserta didik melalui proses berikut: a) Kompetensi mengidentifikasi, terbentuk melalui kegiatan telaah materi studi kasus, permainan dengar pendapat, diskusi mengenai nilai-nilai dalam komunitas demokratis, observasi keberagaman dan survey penerapan demokrasi di sekolah; b) Kompetensi menggambarkan, terbentuk melalui kegiatan simulasi yakni bermain peran tentang kasus stereotip; c) Kompetensi menjelaskan, terbentuk melalui kegiatan presentasi dan kampanye oleh kandidat/paslon ketua OSIS; d) Kompetensi menganalisis, terbentuk melalui kegiatan diskusi mengenai dampak keberagaman, sikap stereotip dan prasangka, serta pengembangan alur pemilihan pengurus OSIS; e) Kompetensi mengambil pendapat; f) Kompetensi mengevaluasi pendapat; dan g) Kompetensi mempertahankan pendapat, terbentuk melalui kegiatan diskusi kelompok, diskusi kelas, dan debat antar kandidat OSIS; h) Kompetensi berinteraksi, terbentuk melalui kegiatan diskusi dan kolaborasi antar anggota kelompok serta diskusi kelas; i) Kompetensi memantau/memonitor, berkembang melalui pantauan peserta didik selama proses debat dan kampanye dan penggalian informasi peserta didik terhadap seluruh kandidat saat masa tenang; dan j) Kompetensi mempengaruhi proses politik, terbentuk melalui kegiatan pemilihan umum ketua OSIS dan keikutsertaan peserta didik dengan menjadi saksi dalam perhitungan suara.  
Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Melanjutkan Pendidikan Anak Pada Masyarakat Marginal Di Dusun Lenser Desa Kuta Kabupaten Lombok Tengah Yuliatin, Rani; Lalu Sumardi; Sawaludin; M. Ismail
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i2.1003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya minat melanjutkan pendidikan anak pada masyarakat marginal di Dusun Lenser, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor utama yang menyebabkan rendahnya minat melanjutkan pendidikan, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi dan minat anak untuk bersekolah serta kesulitan dalam memahami pelajaran. Sementara itu, faktor eksternal terdiri atas tingkat pendidikan orang tua yang rendah, kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sekolah yang kurang mendukung, jarak dan fasilitas yang kurang memadai. Upaya yang telah dilakukan pemerintah desa dalam mengatasi permasalahan ini adalah melalui sosialisasi tentang pentingnya pendidikan dan merangkul serta membina anak-anak putus sekolah untuk mengasah kemampuan anak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemangku kebijakan dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah marginal.
Women’s Access to Higher Education in Indigenous Communities Yuliatin, Yuliatin; Lalu Sumardi; Mabrur Haslan; Muhammad Zubair
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol. 17 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v17i2.19561

Abstract

The research conducted aims to analyze women’s access in indigenous communities to obtain the right to higher education and various factors that influence it. The research subjects were women in the Sade Traditional Village who continued their education to university, and also those who had graduated from high school or equivalent but did not continue to university. The research informants were the parents of the research subjects and traditional leaders in the Sade Traditional Village. Data were collected using interviews, observation, and documentation techniques. Data analysis employed Miles & Huberman’s interactive data analysis, which involves four main steps: data collection, data reduction, presentation, and drawing conclusions or verification. The results of the study show that: (1) women in the indigenous community in the Sade Traditional Village actually have access to fulfilling the right to higher education, as long as they fulfill the provisions/basic principles that are considered good by the local community, namely: (a) maintaining the noble values placed on women, (b) having a commitment to complete education well, (c) ensuring that they can work sustainably in an affordable place without having to live separately from their family, especially their husband, (d) choosing a major/study program that can be directly felt by the local community, (2) there are various factors that influence women’s access in the Sade Traditional Village in obtaining the right to higher education, namely: (1) customary rules, (2) community perceptions about higher education for women, (3) an attitude of resignation to fate, (4) an attitude of not easily believing in new things, (5) self-motivation, (6) accessibility of higher education, (7) parent’s education level, and (8) parent’s economy.