Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penyusunan Skala Work Engagement Pada Pegawai di Indonesia I Gde Dhika Widarnandana
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 3 No. 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v3i1.1079

Abstract

Abstrak. Pegawai merupakan suatu aset yang penting dalam organisasi, karena dengan adanya pegawai suatu organisasi mampu untuk bertahan dalam ketatnya era persaingan globalisasi saat ini. Dalam menghadapi hal tersebut sehingga dibutuhkan pegawai yang memiliki kinerja yang optimal. Work Engagement dijelaskan sebagai suatu perasaan positif dan seutuhnya terhadap pekerjaan yang dilakukan (Sepalla dkk, 2008). Adapun tujuan penelitian ini untuk menyusun alat ukur Psikologi dengan mengeksplorasi dimensi dari Work Engagement yang dijelaskan oleh Schaufeli & Bakker (2004). Metode pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu kualitatif dengan skala pertanyaan terbuka kepada 67 orang PNS di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan kuantitatif dengan skala tertutup kepada 106 PNS dan Karyawan di daerah Bali dan Jawa, selanjutnya dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skala Work Engagement terdiri dari 3 dimensi penyusun yaitu Vigor, Dedication dan Absortion serta terdapat 19 item yang valid dengan reliabilitas 0,856.Kata kunci: Work Engagement, Pegawai, Skala PsikologiAbstract. Employees are important assets in an organization. The presence of employee enable the organization to survive in the competitive global era. In this situation, employees are required to have optimal performance. Work engagement define as a positive and complete feeling towards the work (Sepalla et al, 2008). The purpose of this study is to compile a psychological measurement tool by exploring the dimensions of work engagement described by Schaufeli & Bakker (2004). The Collecting data method in this study using two form; the first being qualitative with open ended question scale towards 67 civil servants in Yogyakarta (DIY); the second is quantitative scale with questionnaire towards 106 civil servant and employee in Bali and Java. Following the validity and reliability testing of the measurement instrument. The result showed that the Work Engagement scale consist of 3 dimensions, vigor, dedication and absorption. Further, there were 19 valid items with reliability of 0.856.Keywords: Work Engagement, Employee, Psychological Scale
PENGARUH LAYANAN INFORMASI MENGENAI KARIR TERHADAP PENURUNAN KERAGU-RAGUAN PEMBUATAN PUTUSAN KARIR SISWA SMA A.A.I Sacharissa Davita Kintan; Diah Widiawati Retnoningtyas; I Gde Dhika Widarnandana
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v5i2.1641

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian informasi karir terhadap penurunan keragu-raguan pembuatan putusan karir pada siswa kelas 10 dan 11 di SMA Negeri X di kota Denpasar. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan metode non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri X di Denpasar yang mengalami tingkat keraguraguan yang tinggi dan sedang dalam pembuatan putusan karir dengan jumlah siswa sebanyak 90, dengan sampel penelitian sebesar 74 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Career Decision Scale (CDS) yang berfungsi untuk mengukur keragu-raguan dalam pembuatan putusan karir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian layanan informasi mengenai karir berpengaruh terhadap penurunan karagu-raguan dalam pembuatan putusan karir.Kata kunci : karir; pembuatan putusan karir; siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)Abstract. The Influence of Careers Information Services Provision Towards the Decreasing of The Career Decisions Hesitancy in 10th and 11th Grade Students at Senior High School X Denpasar. This study aimed to find out whether there is an effect of providing career information towards the decreasing of the career decisions hesitancy in 10th and 11th Grade Students at Senior High School in Denpasar. Experimental research applied as the type of the research combine with the non-equivalent control group method. The population in this study were 90 high school students in Denpasar who experienced high and moderate levels of hesitancy in career decision making, with a sample of 74 students used purposive sampling technique. Career Decision Scale (CDS) applied as the measuring instrument which serves to measure hesitancy in career decision making. The results of this study indicate that the provision of careers information services influenced the decreased of hesitancy in career decision making.Keywords: careers; career decision making; Students at Senior High School
Studi Deskriptif: Analisa Aspek Adversity Quotient Mahasiswa yang Mengikuti Perkuliahan Hybrid di Universitas Dhyana Pura Ni Putu Sokawati; I Gede Dhika Widarnandana; Tio Rosalina
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i2.2620

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran adversity quotient mahasiswa yang mengikuti perkuliahan hybrid di Universitas Dhyana Pura. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 337 orang mahasiswa aktif Universitas Dhyana Pura yang mengikuti perkuliahan hybrid, dengan rentang usia 18 sampai dengan 25 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala adversity quotient yang disusun oleh peneliti menggunakan teori adversity quotient dengan jumlah item sebanyak 32. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dengan 32 item secara online. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa aspek yang tertinggi adalah aspek endurance, dengan jumlah mahasiswa yang memiliki aspek endurance yang tinggi sebanyak 73 orang. Tingginya skor pada aspek endurance menunjukan bahwa partisipan menganggap bahwa kendala dan penyebab kesulitan yang dihadapi saat perkuliahan hybrid hanya bersifat sementara dan akan segera berlalu. Hasil kategorisasi aspek-aspek adversity quotient menunjukan bahwa partisipan memiliki aspek control, origin, ownership, reach dan endurance yang tergolong dalam kategori sedang pada semua aspeknya.
PEMBERIAN BIMBINGAN KARIR PADA REMAJA BR.KEKERAN I Putu Ferdi Marditya Dinata; Ni Putu Cahya Garcia Putri Karang; Wiriana; I Gde Dhika Widarnandana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasanamunmasih belum sepenuhnya mencapai kedewasaan. Banyak para remaja kebingungandalam memilih karir yang berdampak pada pemilihan jurusan yang akan diambil oleh pararemaja hal ini disebabkan karena remaja kurang paham tentang minat dan bakat pribadi,tekanan dari orang tua , ketidakpastian mengenai peluang karir di masa depan dan kurangnyapengetahuan remaja mengenai karir. Rata-rata 80% dari 100% remaja di banjar kekeran yangbelum menentukan karir di masa depan. Remaja di banjar kekeran masih kebingungan dalampemilihan karir yang akan berdampak pada perencanaan jenjang karir mereka. Untukmenanggulangi hal ini kami memberikan materi karir dan test holland yang bertujuan untukmemberikan pemahaman tentang karir dan para remaja dapat mengukur minat karirnya. Kamimenggunakan tiga metode yaitu metode survey, ceramah dan peneliti juga memberikankuisioner RIASEC yang terdiri dari (Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising,Conventional) dan peneliti juga menyebar pre-test dan post-test untuk mengetahuiperbandingan setelah dan sesudah di berikan materi. Rata-rata post-test (85.71) lebih tinggidaripada rata-rata pre-test (64.29), menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari pretestke post-test. Konsep diri perlu ada pada masa remaja akhir karena dengan keyakinanbahwa semua pencapaian ditentukan oleh usaha, keterampilan dan kemampuan, maka anakpada masa remaja akhir akan berusaha meningkatkan kemampuan dan keterampilan untukmenggali karir individu.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MENGENAI PSYCHOLOGYFIRSTAID TERHADAP REMAJA AKHIR DI BANJAR KEKERAN, DESAPENATAHAN, TABANAN Putu Raditya Siwa Abhirama Putra; Putu Dea Anggy Pratiwi; Wiriana; I Gde Dhika Widarnandana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase remaja akhir merupakan fase penting dalam pertumbuhan kehidupan seorangindividu, karena pada fase ini individu akan mulai memiliki minat karir, relasi, eksplorasiidentitas, dan ego seringkali lebih menonjol di remaja akhir dibandingkan di masa remajaawal. Hal tersebut menimbulkan tekanan tersendiri bagi remaja kebanyakan, seperti tekananyang dirasakan atas performa akademis, keinginan untuk diterima. Pelatihan ini dilakukansebanyak 2 sesi, sesi pertama peneliti melakukan pelatihan ini dengan metode pemberianmateri. Selama sesi ini, kami menjelaskan mengenai pengertian Psychology First Aid (PFA), bagaimana cara yang baik untuk menolong seseorang yang berada pada masa kritis danbagaimana sikap yang baik untuk menolong orang. Setelah sesi pemaparan materi, pelatihantersebut dilanjutkan dengan sesi role play. Rata-rata pre-test adalah 53.12, dengan variasiyang cukup besar (ditunjukkan oleh standar deviasi yang tinggi). Rata-rata post-test adalah92.19, yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dari pre-test ke post-test. Distribusipost-test memiliki standar deviasi yang lebih rendah dibandingkan dengan pre-test, menunjukkan bahwa data lebih terkonsentrasi di sekitar rata-rata. Melalui pelatihanini, terdapat peningkatan pemahaman mengenai psychology first aid pada remaja di BanjarKekeran. Ini dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang telah disebarkan. Terdapatpeningkatan yang signifikan dari pre-test ke post-test, yang dapat diindikasikan oleh ratarata yang lebih tinggi pada post-test dan distribusi data yang lebih terkonsentrasi.
PENINGKATAN KREATIVITAS REMAJA BANJAR KEKERAN DENGAN METODE LEARNING BY DOING Putu Wahyu Adi Purwita; Ni Made Aprillia Pradhnya Sari; Wiriana; I Gde Dhika Widarnandana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia remaja adalah usia pertumbuhan untuk fisiknya,cara bersosial, daya pikiruntuk tingkat pengetahuan dan lain-lain. Remaja juga sedang mengalamiperkembangan pesat dalam aspek intelektual. Kegiatan ini diawali dengan pengisiansurvey dan Pre-Test untuk mengetahui minat remaja banjar kekeran, kegiataninidilaksanakan 2 kali pertemuan dengan durasi 480 menit. Metode yang digunakanadalah Learning By Doing / praktek yang menekankan pada keaktifan remaja agardapat mengalami sendiri informasi tentang materi pelajaran yang disampaikan sehinggaremaja bisa melihat dan praktik secara langsung. Kegiatan diakhiri dengan pengisianPost-test, terdapat 23 pengamatan untuk setiap variabel, dengan rata-rata hasil dari(76.09) lebih tinggi dari pada rata-rata pre-test (60.87), hal ini menunjukan bahwaadanya peningkatan dari sebelum pemberian materi dengan setelah diberikannyamateri. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan data ini memberi indikasi bahwaadapeningkatan kinerja atau peningkatan setelah terlaksananya kegiatan programkerjaMeningkatkan Kreativitas. Melalui metode Learning By Doing / praktek ini terdapatpeningkatan dalam proses, individu dan lingkungan yang dilakukan para RemajaKekeran. Terdapat peningkatan yang signifikan dari hasil pre-test ke post-test, yangdapat diindikasikan oleh rata - rata yang lebih tinggi pada post-test. Sehinggadiharapkan, dengan berhasilnya metode Learning By Doing / praktek ini dapatmembantu para remaja kekeran meningkatkan kreativitas individunya.
PENGEMBANGAN SELF ACCEPTANCE DAN SELF ESTEEM PADA REMAJA BANJAR KEKERAN MELALUI AKTIVITAS SHARING SESSION I Made Bayu Satria Wijaya; Ida Ayu Mas Saharani Pramuditya; Wiriana; I Gde Dhika Widarnandana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menujumasadewasa. Dalam prosesnya, self acceptance dan self esteem menjadi salahsatufaktor yang penting untuk mendukung remaja menghadapi masa peralihanini. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman terhadapremaja Banjar Kekeran akan pentingnya mengenal diri dan menghargai diri mereka. Kegiatan ini menggunakan tiga aktivitas. Pada aktivitas pertama menggunakanmetode ceramah, aktivitas kedua menggunakan metode diskusi kelompok, danpada aktivitas ketiga yang digunakan dalam mengevaluasi hasil kegiatanmenggunakan survei melalui google form, survei ini berisi soal - soal dalambentukpre-test dan post-test terhadap pemahaman partisipan mengenai materi yangdisampaikan. Peneliti dapat mengamati perbedaan antara dua variabel: Pre-testdan post-test. Jumlah Pengamatan (Count): Terdapat 14 pengamatan untuk setiapvariabel. Rata-rata (Mean): Rata-rata dari (76.79) lebih tinggi daripada rata-ratapre-test (53.57) dengan P-value: 0.028. Secara keseluruhan, dapat disimpulkanbahwa skor pada post-test cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pre-test, hal ini menunjukkan adanya peningkatan variabel post-test yang diukur setelahterlaksananya suatu kegiatan atau intervensi tertentu. Intervensi atau kegiatanyang dilakukan telah berhasil meningkatkan variabel yang diamati dari remajaBanjar Kekeran. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari peningkatan rata-rata, peningkatan konsistensi skor, dan pergeseran distribusi nilai ke arah yanglebihtinggi pada post-test.
PEMBERIAN PSIKOEDUKASI MENGENAI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP REMAJA DI BANJAR KEKERAN,DESAPENATAHAN, TABANAN, BALI Ade Tika Diana Handayani; Ni Komang Pidriyanti; Ni luh PutuDeaRisma Dewi; Wiriana; I Gde Dhika Widarnandana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa yang penuh dengan perkembangan diri. Fase remajamerupakan suatu tahapan perkembangan yang merupakan transisi dari masa kanak-kanakmenuju masa dewasa dimana terjadi perubahan besar secara fisik, intelektual dan emosionalpada seseorang yang menyebabkan kesedihan dan kebimbangan pada yang bersangkutan, serta menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Inilah yang nantinya menimbulkan efekpada remaja yaitu kekerasan. Kekerasan adalah perilaku yang secara sengaja ditujukanuntuk menyakiti dan dapat menyebabkan luka pada orang lain. Untuk mengurangi jumlahaduan mengenai kekerasan, peneliti berencana memberikan psikoedukasi terhadap remajadi Banjar Kekeran. Metode yang digunakan penulis dalam pemberian psikoedukasi mengenaikekerasan yang terjadi pada remaja di Banjar Kekeran, Penatahan, Tabanan yaitu denganmenggunakan metode diskusi. Metode ini dilakukan dengan cara melakukan sesi tanyajawab setelah pemaparan materi. Dari hasil statistik deskriptif yang diberikan informasitentang distribusi dari dua variabel, yaitu pre-test dan post-test. Rata-rata "pre-test" adalah47.50, dengan variasi yang cukup besar (ditunjukkan oleh standar deviasi yang tinggi). Rata-rata "post-test" adalah 85.00, yang menunjukkan peningkatan yang signifikandari "pre-test" ke "post-test". Ada peningkatan yang signifikan dari pre-test ke post-test, yangdapat diindikasikan oleh rata-rata yang lebih tinggi pada post-test.
PENGARUH OUTBOUND TERHADAP EFIKASI DIRI PADA MAHASISWA Widarnandana, I Gde Dhika; Simarmata, Nicholas
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.871 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p04

Abstract

Students in their lectures faced on academic and non academic challenge. In academic challenge, such as orientation period, lecture, assignment, mid test, final test, community service and thesis. From non academic challenge, student who join in organization student should be smart to divide their time in campus. Facing the academic and non academic challenge, student must to have toughness in him self to be able face and resolve their lecture as well, student must to have self efficacy. Self efficacy is a judgment one’s ability to organize and execute tasks aims to produce an achievement. Self efficacy can be enchanced through training program, one’s of outdoor training program can be called Outbound. Outbound defined by learning process by interacting through experienced, Outbound is simulation of game in outdoors and have goal to get experience has meaning. This is quantitave research with analysis Paired Sample T-Test. Data collection by use experiment method, pre-experiment design. Researcher deploy self efficacy pre-test scale and self efficacy post-test scale as many as 20 item, data collection techniques use multistage random sampling. Respondent in this research is student in Udayana University, as many as 30 respondent. Result from this research found probability 0,000 (p)<0,05. This means there Outbound influence in self efficacy student. In addition from analysis regresion amount of success variable can be predicts an increase of self efficacy post-test variabel. Based on that data can be concluded Outbound give influence to increase student self efficacy.   Keyword : Outbound, Self Efficacy, Student, Experiment
Penyusunan Tes Psikologi Form A Online untuk Surat Izin Mengemudi (SIM) Septiarly, Yashinta Levy; Widarnandana, I Gde Dhika; Ariani, Nyoman Wiraadi Tria; Putra, I Dewa Gede Udayana; Maharani, Komang Sinta; Putra, I Putu Brian Obie
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i01.p07

Abstract

Driving behavior is one of the routine activities carried out by individuals on a daily basis, both with two wheeled and four wheeled vehicles. A driver who drives his vehicle can see driving activity is a complex activity. So to be able to drive safely, responsibly and have good driving ethics and behavior, one must also have certain psychological aspects to support soft skills consisting of cognitive, affective and personality. Based on this, the researcher tried to arrange a Form A Psychological Test to obtain a Driver’s License. Psychological Test Form A is administered both online and offline. The construction of the test was carried out based on three aspects of the National Police Chief Regulation No. 5 Year 2021. The items of the psychological test form A have gone through field testing with 41 participants who already have a driving license (SIM) and were selected based on the results of the content validity evaluation with expert judgment, the level of diffilcuty and discriminatory power of the item, and the reliability of each sub aspect. Psychological test form A consist of three aspect and nine sub aspects with a total of 57 items, which has a reliability coefficient of each moving between 0.639 to 0.936.
Co-Authors A.A.I Sacharissa Davita Kintan Ade Tika Diana Handayani Ayu, Maria Ni Komang Dewi, Gst. Ag. Indah Manik Cantika Dewi, Ni Nyoman Ari Indra Diah Widiawati Retnoningtias Diah Widiawati Retnoningtyas Fidhya Dwiputra I Dewa Gede Udayana Putra I Gusti Ayu Putu Prisintya Devi I Ketut Diki Pradana I Made Bayu Satria Wijaya I Made Feby Anggara I Nyoman Tri Arya Wiguna I Putu Brian Obie Putra I Putu Ferdi Marditya Dinata I Rai Hardika Ida Ayu Mas Saharani Pramuditya Ida Bagus Mantra Kadek Indah Yanti Komang Sinta Maharani Leda, Maria Yuventa Ninda Listiyani Dewi Hartika M.Psi.,, Lidtiyani Dewi Hartika, Maharani, Komang Sinta Mantra IB Meliani, Ni Kadek Ni Kadek Meliani Ni Ketut Wiradnyani Ni Komang Pidriyanti Ni luh PutuDeaRisma Dewi Ni Luh Wahyu Santika Sari Ni Made Aprillia Pradhnya Sari Ni Putu Cahya Garcia Putri Karang Ni Putu Dilla Pramestya Asih Ni Putu Eny Sulistyadewi Ni Putu Mira Kartika Sari Ni Putu Nova Agustiari Ni Putu Sokawati Nicholas Simarmata Nicholas Simarmata Nurdina, Dinda Ferani Nyoman Wiraadi Tria Ariani Nyoman Wiraadi Tria Ariani Nyoman Wiraadi Tria Ariani Perwira, Luqman Tifa Putra, I Dewa Gede Udayana Putra, I Putu Brian Obie Putu Chris Susanto Putu Dea Anggy Pratiwi Putu Raditya Siwa Abhirama Putra Putu Wahyu Adi Purwita Putu Wida Gunawan Raharjani, Ayu Septiarly, Yashinta Levy Sintia Kumala Dewi Tio Rosalina Tria Ariani, Nyoman Wiraadi Widiarti, Ni Made Ayu Diah Wijaya, Felisya Agustina Putri Wijaya, I Putu Yoga Ari Wiriana Wiriana Yashinta Levy Septiarly