Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Kekuatan Tarik dan Tekuk Pada Sambungan Pipa Baja dengan Menggunakan Kanpe Clear NF Sebagai Pengganti Las Ilham Chaerul Rizqi Siregar; Hartono Yudo; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.385 KB)

Abstract

Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) merupakan suatu bahan yang menyerupai lapisan tipis dari polimer yang terdiri dari serat karbon, serat, dan epoxy. Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) penguatan luar dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan geser, lentur, dan tekan. Pada prinsipnya konsep ini digunakan menjadi bahan alternatif pemeliharaan pipa terhadap korosi, meningkatkan kekakuan dan mencegah kebocoran pada sambungan pipa tanpa membuat cacat. Proses ini dapat mengurangi kerusakan tanpa harus membuat cacat permukaan. Dalam penelitian ini terdapat 3 variasi sambungan yaitu, las, resin, dan campuran. Untuk bahan resin nya digunakan Kanpe Clear NF  dan Catalyst Hardener dengan komposisi 2 : 1 (oleh berat). Hasil pengujian didapatkan kuat tarik rata - rata untuk variasi las sebesar 301,8 N/mm2, untuk variasi resin didapatkan nilai sebesar 29,0 N/mm2, dan untuk yang campuran sebesar 304,9 N/mm2 mengalami kenaikan kekuatan 5% dari variasi las biasa, untuk hasil rata - rata pengujian tekuk variasi las didapatkan sebesar 49,6 N/mm2, untuk variasi resin di dapatkan hasil 24,0 N/mm2, dan yang terakhir untuk variasi campuran rata – rata nya sebesar 52,9 N/mm2 mengalami kenaikan kekuatan 5% dari variasi las biasa.   
Analisa Kekuatan Pondasi Bollard Pada Tongkang Santan 195 Dengan Metode Elemen Hingga Irvan Putera Samudera; Hartono Yudo; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.653 KB)

Abstract

Tongkang merupakan salah satu media yang biasa digunakan untuk pengujian kemampuan kapal tunda (Bollard Pull Test). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai analisa kekuatan terjadi pada konstruksi pondasi bollard tongkang, mengetahui variasi pada bollard tongkang untuk meminimalisir kerusakan saat tegangan maksimum dan jenis desain bolard tongkang yang paling optimal. Hasil analisa bollard yang dilakukan ketika ditarik rah 0 derajat nilai tegangan maksimum dengan variasi 2 bracket sebesar 8,25 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 8,3 x 102 N/mm2 dan 4 bracket sebesar 8,2 x 102 N/mm2. Diarah 30 derajat dengan variasi 2 bracket sebesar 3,06 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 3,04 x 102 N/mm2dan 4 bracket 3,06 x 102 N/mm2. Diarah 45 derajat sebesar dengan variasi 2 bracket sebesar 5,86 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 6,34 x 102 N/mm2dan 4 bracket sebesar 5,8 x 102 N/mm2. Diarah 60 derajat dengan variasi 2 bracket sebesar 3,06 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 8,93 x 102 N/mm2, dan 4 bracket sebesar 3,06 x 102 N/mm2. Diarah 90 derajat dengan variasi 2 bracket sebesar 3,02 x 102 N/mm2, 3 bracket sebesar 3,04 x 102 N/mm2dan 4 bracket sebesar 8,2 x 102 N/mm2.
Studi Analisis Kekuatan Poros Propeller Kapal KMP. Pertiwi Nusantara Akibat Dikenai Torsi Dari Propeller Mahendra Guna Satriananta; Hartono Yudo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.645 KB)

Abstract

Bahan poros propeller yang baik akan mempengaruhi kekuatan dan umur material poros propeller. Salah satu cara pemilihan poros propeller kapal adalah pemilihan material poros propeller maupun memberikan variasi baru pada poros propeller untuk mengetahui kekuatan dan nilai ekonomis poros propeller. Poros propeller berbahan Stainless Steel merupakan jenis bahan poros propeller yang paling banyak digunakan pada kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai safety factor dan kekuatan puntir dari variasi poros propeller kapal KMP. Pertiwi Nusantara. Variasi yang dilakukan adalah pengurangan dan penambahan diameter poros propeller dan bahan Manganese Bronze poros propeller sebagai bahan  pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Safety Factor poros propeller bahan Stainless Steel bernilai 5.2 dan Safety Factor bahan Manganese Bronze bernilai 5.6. Sedangkan kekuatan puntir poros propeller bahan Stainless Steel 33,45 dan kekuatan puntir bahan Manganese Bronze 37,20 N/.
Analisa Kekuatan Kontruksi Memanjang pada Kapal Ikan Mini Purse Seine Tradisional Dengan Kapal Sesuai Aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Mohammad Budi Hermawan; Hartono Yudo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.413 KB)

Abstract

Sebagian besar kapal kayu di Indonesia dibangun oleh galangan kapal tradional yang masih dikerjakan secara tradisional atau konvensional dengan patokan warisan turun menurun artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh kekuatan kontruksi memanjang dan nilai moment kapal ikan tradisional mini purse seine  15 GT dengan kesesuaian aturan BKI . Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah meliputi survey langsung dengan nelayan dan galangan kapal ikan daerah Cilacap sehinga mendapatkan data rencana umum,dan profil contruction,. Data yg didapat akan diolah di software Rhinoceros untuk membuat model kapal yang akan dianalisa pada  Maxsuf  dan Ms. Excel. Ketentuan yang dipakai untuk standar kekuatan dengan menggunakan Peraturan Kontruksi Kayu Indonesia. Besaran standar kekuatan sebesar 15 mpa. Hasil dari penelitian analisa nilai moment yang diperoleh pada saat kondisi air tenang = 26,837 ton.m, hogging = 31,613 ton.m, sagging = 14,426 ton.m dan nilai tegangan kapal sebelum disesuaikan dengan aturan BKI pada saat air tenang = 15,7 mpa, hogging = 18,8 mpa, sagging =  8,6 Mpa dan nilai tegangan kapal yang disesuaikan dengan aturan BKI pada saat air tenang = 12,43 Mpa, hogging = 14,6 Mpa, sagging = 6,67 Mpa. Nilai tegangan pada kapal survey tidak memenuhi standar kekuatan PKKI yang bernilai maksimum 15 Mpa, sedangkan kapal yang disesuaikan aturan BKI masih memenuhi standar PKKI.
Analisa Pengaruh Jumlah dan Geometri Fin pada Rudder Terhadap Kemampuan Manuvering Kapal (Studi Kasus Kriso Container Ship) Ighel Bryantama Putra; Parlindungan Manik; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam mendesain kapal di Indonesia masih saja ada permasalahan yang harus di selesaikan, Salah satunya adalah mengoptimalkan hambatan pada rudder di kapal dengan cara mendapatkan nilai manuver yang bagus dan menambahkan fin pada rudder kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa performa yang dihasilkan akibat penambahan fin pada rudder dengan menggunakan pendekatan software ANSYS Fluent 18.1 untuk mencari nilai gaya angkat pada rudder dan perhitungan manual dengan metode slender body strip untuk mendapatkan nilai dari manuver dengan variasi sudut kemudi 15º, 25º, 30º. Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa peningkatan gaya angkat kemudi terbesar terjadi pada sudut rudder 30º dengan menggunakan 3 fin di posisi tengah yaitu sebesar 5027,82 KN dibandingkan dengan rudder tanpa menggunakan fin sebesar 3284,05 KN. Data nilai manuver diperoleh dari kemudi dengan menggunakan fin, dimana mengalami penurunan nilai radius putaran dengan rudder menggunakan fin dan rudder tanpa menggunakan fin disemua sudut yang dianalisa pada sudut rudder 15º, 25º, 30º dengan menggunakan 2 fin di posisi tengah yaitu berturut-turut sebesar 34,3%, 19.6%, 23,6%. Kemudian untuk rudder yang menggunakan 3 fin di posisi tengah yaitu sebesar 15,5%, 10,9%, 26,3%. Jadi dengan hasil ini, waktu untuk kapal dalam melakukan manuver menjadi lebih cepat.
Analisa Kekuatan Coupling pada Kapal Inspeksi Perikanan SKIPI Kelas ORCA menggunakan Metode Elemen Hingga M. Harris Nubly; Hartono Yudo; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.056 KB)

Abstract

Kopling adalah salah satu elemen permesinan yang merupakan hal penting sebagai komponen penggerak kapal. Kopling sendiri berfungsi sebagai penerus daya (torsi) dari mesin induk atau kotak gir ke poros baling-baling. Kopling kaku (flens) merupakan salah satu jenis kopling yang paling sederhana dan paling banyak digunakan dipermesinan kapal. Kelemahan dari kopling kaku yaitu tidak mengizinkan sedikitpun ketidaklurusan antara kopling dan ujung poros, serta tidak dapat mengurangi tumbukan transmisi. [[i]] Puntiran yang dikeluarkan oleh mesin utama dapat meyebabkan kegagalan atau kerusakan pada kopling, terutama pada pasak dan baut. Kerusakan pada kopling merupakan masalah besar karena mesin induk tidak dapat lagi meneruskan daya (torsi) ke baling-baling sehingga kapal tidak dapat berlayar. Oleh karena itu dibutuhkan analisis kekuatan untuk mengetahui pemilihan material yang baik pada kopling dan komponen-komponen nya. Menurut hasil analisis, tegangan maksimum yang didapat ketika mesin dalam keadaan MCR yaitu sebesar 1796.84 N/mm2 yang terletak pada elemen alur pasak. Sementara tegangan yang didapat ketika mesin dalam keadaan NCR 75% sebesar 538.7 N/mm2. Oleh karena itu material pada poros yang merupakan bagian alur pasak disarankan menggunakan Stainless Steel UNS 41600 yang mempunyai kekuatan luluh sebesar 1050 N/mm2.  
Analisis Dan Simulasi Kerusakan Haluan Kapal MT. Kuang 6500 DWT Akibat Tubrukan Dengan Dermaga Wharf Menggunakan Metode Element Hingga Faiq Fachri Assaify; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 3 (2022): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubrukan merupakan pertemuan antara dua benda dalam sesuatu peristiwa,dimana dalam tubrukan kapal dapat menimbulkan terbentuknya deformasi sampai robeknya lambung kapal. Penelitian tubrukan lambung MT. KUANG 6500 DWT dengan wharf menggunakan metode elemen hingga dengan software Abaqus 6.14. Penelitian ini menggunakan 3 variasi sudut dan 3 variasi kecepatan. Nilai ketebalan pelat yang digunakan yaitu 10 mm, dengan variasi kecepatan 10 knot, 5 knot dan 2 knot sedangkan variasi sudut 30, 60, dan 90. Besar energi kinetik yang dihasilkan dalam masing-masing kecepatan secara berturut - turut 1.2791×E8 J, 3.1979×E7 J ,dan 5.1167×E6 J sedangkan hasil Analisa unutuk nilai von misses maksimum pada kecepatan 10 knot adalah 3.96×E8 J,3.65×E8 J, dan 3.43×E8 J sedangkan pada kecepatan 5 knot  3,36×E8 J, 3,28×E8 J dan 3,27×E8 J dan pada kecepatan 2 knot 3,21×E8 J, 3,14×E8 J, dan 3,10×E8 J. Hasil analisa menunjukkan kerusakan pada badan kapal akan bertambah dengan bertambahnya kecepatan dan arah sudut 90 menjadi sudut termaksimal.Sehingga dengan ditambahkannya kecepatan dan keadaan tubrukan kearah sudut 90 akan semakin memberikan kerusakan pada badan kapal saat tubrukan.
Analisa Pengaruh Parameter Jarak Partikel, Angka CFL, dan Koefisien Artificial Viscosity Terhadap Akurasi Pemodelan Gelombang dengan SPH Ilham Abror; Andi Trimulyono; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika fluida komputasi telah banyak digunakan dalam proses pembuatan kapal. Banyak metode untuk menganalisis fluida secara komputasi. Salah satunya dengan menggunakan metode SPH yang kerap digunakan dalam dunia kemaritiman untuk menganalisa tentang fluida. Dalam SPH medium tangki yang digunakan biasanya berukuran medium dengan jumlah gelombang 3 – 4. Sehingga beberapa variabel tidak cocok untuk digunakan dalam kasus gelombang panjang yang jumlah gelombangnya melebihi 4 dan tengki yang yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter yang cocok untuk long distance propagatioan. Penelitian ini akan membahas kesensitifan parameter dp, CFL, dan koefisien artificial viscosity. Untuk nilai dp yang cocok digunaka adalah rentang 3-6mm, CFL dengang rentang nilai 0.2 dan koefisien artificial viscosity 0.001. Sehingg dapat disimpulkan bahwa nilai dp, CFL, dan koefisien artificial viscosity sangat berpengaruh pada simulasi numerik gelombang long distance propagation.
Analisa Respon Tegangan Lokal Rantai Jangkar pada Kapal Perintis 1200 GT di Perairan Kepulauan Seribu Arfan Abdul Ghofur; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 3 (2022): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia dibutuhkan armada kapal yang memiliki performa dan safety yang mumpuni untuk menghadapi lautan dalam berbagai kondisi. Salah satu system pendukung tersebut adalah sistem mooring yang memiliki komponen utama jangkar berserta rantainya, yang mana rantai berfungsi sebagai peralatan penghubung antara kapal dengan jangkar. Dengan adanya jangkar dan rantai kapal ini, ketika kapal berlabuh ataupun sandar kapal tidak akan berpindah tempat karena hembusan angin, arus ataupun gelombang, tetapi pada kenyataannya, masih terdapatnya beberapa kasus putusnya rantai jangkar kapal akibat diterjang gelombang laut. Hal tersebut menjadikan latar belakangan penelitian mengenai kekuatan struktur rantai jangkar, dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan dari struktur rantai jangkar akibat adanya beban lingkungan pada perairan Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Pada penelitian ini berdasarkan beban lingkungan yang aplikasikan terhadap rantai jangkar, daerah kritis terjadi pada daerah antar sambungan dengan tegangan maksimal 488,49 MPa pada komponen swivel pada sudut interlink rantai 0 ̊. Nilai deformasi terbesar 1,022 pada komponen enlargelink di sudut interlink rantai jangkar 4 ̊. Tegangan yang terjadi pada masing-masing variasi pembebanan masih dibawah nilai yield strength pada material yang digunakan  yaitu 680 MPa dengan nilai safety factor terkecil 1,39.  
Analisis Pengaruh Posisi Side hull terhadap Karakteristik Rolling Motion dengan Metode Trochoidal Curve pada Kapal Trimaran Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
TEKNIK Vol. 44, No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.55135

Abstract

Modifying a fishing boat into a trimaran will expand the ship's deck. In this modification process, the position of the side hull will influence the rolling motion characteristics of the ship. The objective of this study is to see the probability of synchronism. Synchronism is a situation that can cause a large forced oscillation. Two ship models are analyzed, the ship model 1 (12 x 10) and the ship model 2 (10 x 12). The analysis was carried out based on hydrostatic calculations using Delftship and energy changes with the Trochoidal Curve theory approach. The analysis results show that all models have a high probability of synchronization conditions. The position of the side hull does not significantly affect the model for fixed displacement. Ship model 1 has a period (T) of 2.4 s, and ship model 2 has a  period (T) of 2 s. This value is relatively low compared to the value of the rolling period of the monohull, where the period (T) is  6 s and the minimum limit for fishing vessels (T) is 5.5 s. This change produces a significant rolling motion transverse.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abdurrachman Fiqri Achmad F.R. Prabowo Achmad Nurochman Ade Purnawan Adietya, Berlian Arswendo Afriandi Ginting, Afriandi Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Zakki Akbar, Ilham Fathony Alexander Martua Napitupulu Alfikri Hidayat, Alfikri Alifviar, Muhamad Riza Amhar Wahyudi Harahap, Amhar Wahyudi Aminuddin, Rahmat Ridlo Amirudin, Wilma Andi Haris Muhammad Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Andromeda, Trias Angga Pradipta Anggita Firda Renatasari Anggoro Prabu Dewanto Arfan Abdul Ghofur Ari Wibawa Budi Santosa Ary Ramadhan Asmara, I Putu Sindhu Astarry Nugroho Azzaky Alghifari, Azzaky Berlian Arswendo Adietya Bintang Nurcahyo Candra, Ronaldo David Chandra Dennis Oscha Cholik Dewa Anjar Nyawa Dhawala, Pakavy Aqshall Dwi Putra Naya, Radityo Habil Egar Haneshananta Sihombing Egar Haneshananta Sihombing Eko Sasmito Hadi Fabya, Daryl Fahrudin, Hasim Try Faiq Fachri Assaify Fakhrian, Muhamad Zaki Farobi Tetuko Pujikuncoro, Farobi Tetuko Fauzan Zakki, Ahmad Febby Ari Saputro Frastiana Ramadhan Basri Good Rindo Guna Satriananta, Mahendra Hadi, Eko Sasmito Hanung Bayu Setiawan Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Harry Pratama, Muhammad Herman Josef Emerald Hidayat, Nur Fajar Huda, Muhammad Hafid I Made Andrean Nanda Setiawan Ighel Bryantama Putra Ihsan Aldi Prasetyo Ilham Abror Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Cahyadi Imam Handhika, Imam Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Irianto, Prasetya Tomi Irvan Putera Samudera Jatmiko, Arif Budi Jaya Permana Karen Octa Angelica Khaeru Roziqin Kiryanto Kiryanto Luukfandi Lukfandi M Yaqut Zaki Aji M. Haris Fikri Sulthoni M. Harris Nubly M. Nafis Setiawan Maharani, Heslina Fifani Mahardika Adi Dewantara Mahendra Guna Satriananta Mahendra Guna Satriananta Maulana Dicky Almanda Mawahib, M Zaenal Mizyal Laudany, Mohammad Rabith Mochamad Arif Rachman Mohammad Budi Hermawan Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Muhamad Hizrian Hutama Muhammad Akbar Ferbian Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jordi Muhammad Rifqy Muhammad Wahyu Prihantoro Muhammad, Bakhtiar Nadhila Shabrina Riyanto Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nuriman, Fadli Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Pangestu, Naufal Pani Prima Tambunan Parlindungan Manik Prasetya, Angga Adi Prasetyo, Catur Fatwa Prasetyo, Emut Andi Pratama, Rezky Naufal Pujiyanto pujiyanto Putra Nur Hidayat, Wahyu Rabbi Radhiya, Rabbi Rachmat Hidayat Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Relinton B Manalu Reyanld Daniel Nicholas Manurung Rezky Naufal Pratama Richad Yunanto Riki Agustian, Riki Rinanggara, Yozar Rindo, Good Riyanto, Nadhila Shabrina Rizki Aziz Radyantama Rizki Rizcola Rohmat Bagus Sucipto Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sarjito Jokosiworo Septaji Indrasahputra Seto Yuwantoro Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Slamet Haryo Samudro Sukanto Jatmiko Surya Ari Wardana Tanellia Soraya N Tri Admono Ucok Maruli Silalahi Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Vicky Bhaskara Sardi Wahid, Rakhmat Aizzat Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wilma Amiruddin Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yudha Adhitiya Wardhana Yudya Saddita Rokhim Yuli Prastyo