Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KEKUATAN PERCABANGAN PIPA T JOINT Dh/Db = 1 TANPA PLAT PENGUAT DENGAN VARIASI SUDUT AKIBAT BEBAN MOMEN YANG BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Alghifari, Azzaky; Yudo, Hartono; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.607 KB)

Abstract

Pipa T Joint merupakan komponen berbentuk sambungan, dipakai untuk menggabungkan beberapa jalur pipa kearah satu pipa atau sebaliknya dari satu pipa ke beberapa pipa pembagi. Kekuatan struktur pada pipa T joint sangat penting dalam industri. Salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa T joint adalah buckling atau tekuk. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacammacam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Pada penelitian ini sudut dari pipa T joint di variasikan menjadi 90°, 60°, 45° dengan menggunakan momen bending pada kondisi yang berbedabeda. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hinga dengan mempertimbangkan sifat material pada pipa, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap sudut percabangan pipa. . Untuk analisa elasto-plastis, momen buckling berkisar 1.94 x 106 Nm. Semakin kecil sudut percabangan suatu pipa maka semakin kecil pula deformasi yang terjadi pada pipa tersebut. Tetapi, dengan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin kecil dan yang akhirnya akan konstan.
STUDI ANALISA KONTRUKSI DECK KAPAL ACCOMMODATION WORK BARGE PADA FR 0-12 AKIBAT PENAMBAHAN CRANE BERBASIS FEM Pujikuncoro, Farobi Tetuko; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.12 KB)

Abstract

Accommodation Work Barge digunakan sebagai tempat akomodasi bagi perkerja offshore dan umumnya memiliki fasilitas bongkar muat sendiri seperti crane, namun dikarenakan kebutuhan yang sangat tinggi sehingga AWB tersebut harus dilakukan penambahan pedestal crane untuk menggantikan crawler crane yang biasa dipakai.Sehingga kapal tersebut memiliki nilai efisiensi yang bertambah. Dalam kaitannya dengan penambahan crane tersebut, maka perlu diadakan analisa pengaruh penambahan pedestal crane terhadap kekuatan deck  yang dibebani oleh crane dengan variasi sudut elevasi dan pembebanan. Hal ini pula yang mendasari penulis melakukan analisa kekuatan terhadap deck yang mengalami pembebanan crane. Untuk membantu penulis dalam menganalisa kekuatan kontruksi akibat penambahan pedestal crane pada AWB, penulis menggunakan alat bantu software yang berbasis metode elemen hingga. Hasil analisa menggunakan software Msc. Patran dan Msc. Nastran menunjukkan hasil tegangan maksimum  sebesar 69,9 Mpa di maindeck pertemuan antara bracket depan dan longitudinal bulkhead. Berdasarkan pengecekan terhadap tegangan izin struktur, hasil analisa menunjukkan bahwa sistem tersebut dinyatakan kuat menahan beban maksimum operasional crane.
Analisa kekuatan pipa hollow berbentuk segitiga yang diberi beban momen bending Prasetya, Angga Adi; Yudo, Hartono; Amirudin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi dengan pipa hollow segitiga membutuhkan dua kekuatan, yaitu kekuatan dari desain konstruksinya dan kekuatan material pipa itu sendiri. Salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa segitiga adalah buckling atau tekuk.. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Penelitian ini akan membahas tentang perubahan Cross-Sectional Oval Deformation (CSOD) pipa segitiga divariasikan menjadi 36 macam dengan model principle a=b=c ;a= 50, 100 ; a/t = 50, 100, 200; l/a = 25, 50, 100 menggunakan momen bending dengan yield stress 215 MPa dan elastic modulus 200 GPa. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga dengan menggunakan software MSC Patran sebagai pembuatan model dan analisa buckling menggunakan software MSC Marc Mentat. Hasil penelitian menunjukkan nilai Cross-Sectional Oval Deformation (CSOD) pipa segitiga arah bending keatas sebesar 0.0101 mm dengan moment buckling sebesar 1.75 x 101 dan nilai CSOD pipa segitiga arah bending kebawah sebesar 0.0078 mm dengan moment buckling sebesar 1.34 x 101. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai CSOD dan moment buckling pada pipa segitiga arah bending keatas lebih besar dari pada pipa segitiga arah bending kebawah, dan semakin besar nilai a dan L/a maka nilai CSOD dan moment buckling yang terjadi juga semakin besar.
ANALISA TEKNIS KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT DAUN NANAS DENGAN CORE SERBUK GERGAJI KAYU SENGON LAUT DITINJAU DARI KEKUATAN TEKUK DAN IMPAK Hidayat, Alfikri; Yudo, Hartono; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.283 KB)

Abstract

Penggunaan bahan komposit pada dunia pekapalan belakangan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, salah satunya penggunaan bahan limbah alami yang jarang dimanfaatkan. Namun masih kurangnya penelitian terhadap bahan komposit yang menggunakan limbah alami, oleh krena itu diperlukan pengembangan penelitian terhadap kelayakan bahan komposit limbah alami. Pada penelitian ini penulis menggunakan bahan limbah alami berupa serat daun nanas yang digunakan sebagai skin pada komposit sandwich dan serbuk gergaji kayu sengon laut yang digunakan sebagai core pada komposit sandwich. Dan penulis ingin mmengetahui kekuatan dari komposit sandwich dan masing-masing lapisan dari komposit sandwich yaitu skin dan core dengan beberapa pengujian yaitu tekuk dan impak.            Hasil dari pengujian tekuk menunjukan bahwa bahan komposit sandwich yaitu sebesar 27,7262 N/mm2, dan tegangan lentur untuk skin berpenguat serat daun nanas adalah 32,8341 N/mm2   dan tegangan lentur untuk core serbuk gergaji kayu sengon laut adalah 43,2603 N/mm2  . Dari hasil pengujian tersebut didapatkan bahwa penggunaan bahan komposit sandwich berserta skin dan corenya belum mampu untuk memenuhi standar yang diberikan oleh Biro Klasifikasi Indonesia yaitu sebesar 150 N/mm2. Hasil dari pengujian imppak juga menunjukan bahwa komposit sandwich ini belum bisa memenuhi standar yang diberikan oleh JIS. Hasil yang didapat dari pengujian impak untuk komposit sandwich adalah sebesar 0,465 Joule/mm2,untuk skin berpenguat serat daun nanas harga impak yang didapat adalah sebesar 0,655 Joule/mm2, dan untuk harga impak core serbuk gergaji kayu sengon laut adalah sebesar 0,658 Joule/mm2. Tetapi penggunaan komposit sandwich berpenguat serat daun nanas dengan core serbuk gergaji kayu sengon laut ini bisa diaplikasikan untuk komponen kapal lainnya seperti meja, jendela, pintu, lemari, dll.
Analisa Kekuatan Sandwich Plate System pada Konstruksi Geladak Kendaraan Kapal Ferry Ro-Ro 500 GT Akibat Perubahan Muatan Wahid, Rakhmat Aizzat; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2094.295 KB)

Abstract

Kekuatan konstruksi kapal merupakan faktor utama dalam perancangan konstruksi kapal, terutama pada bagian geladak kendaraan. Kemajuan zaman pada saat ini menciptakan banyak inovasi dalam bidang kekuatan konstruksi kapal, terutama dalam pengembangan material untuk konstruksi struktur kapal. Salah satunya adalah hadirnya sebuah inovasi penggunaan material Sandwich Plate System yang merupakan material inovatif pengganti material berbahan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan yang memenuhi Safety Factor yang telah ditetapkan regulasi BKI (Indonesia), serta mendapatkan nilai perubahan berat konstruksi di bagian struktur geladak kendaraan Kapal Ferry Ro – Ro 500 GT. Permodelan dan analisa menggunakan software berbasis finite element analysis untuk mengetahui besaran respons struktur berupa nilai tegangan. Hasil analisa pada penelitian ini  memenuhi batas maksimum tegangan rules BKI (tegangan max < 117 Mpa). tegangan tertinggi Loading Condition 1 terjadi pada saat sagging dengan konstruksi cardeck  menggunakan sandwich plate system sebesar 64,4 N/mm2 dan  nilai deformasi 1,99 mm, tegangan pada Loading Condition 2 terjadi pada saat hogging dengan konstruksi cardeck menggunakan sandwich plate system sebesar 63,7 N/mm2 dan nilai deformasi 1,94 mm. Reduksi berat yang terjadi sebesar 9,7 Ton dengan nilai presentase 5,1 persen. Sehingga berat konstruksi pada cardeck yang menggunakan sandwich plate system lebih ringan.
ANALISA KEKUATAN STRUKTUR WINCH TERHADAP TENSION FORCE TALI WARP PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL PP II 29 GT DI KABUPATEN BATANG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Pratama, Yolanda Adhi; Yudo, Hartono; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.034 KB)

Abstract

Net Drum adalah bagian dari struktur winch yang merupakan komponen penting dalam proses penangkapan ikan pada kapal ikan. Net drum berfungsi untuk menggulung tali warp dalam proses penangkapan pada kapal ikan. Penelitian ini menganalisa kekuatan net drum yang berfungsi sebagai struktur penahan tali warp yang mempunyai beban muatan ikan saat proses penangkapan ikan yaitu muatan ikan penuh ketika di atas dan di bawah air dan setengah muatan ikan ketika di atas dan di bawah air sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada net drum tersebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM). Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tegangan dari kedua kondisi pembebanan pada permodelan tersebut. Untuk muatan penuh yang sesuai perhitungan, untuk di atas air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 1,73 x 106 Pa dengan deformasi sebesar 0,000425 cm. Untuk muatan penuh yang sesuai perhitungan, untuk di bawah air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 8,65 x 105 Pa dengan deformasi sebesar 0,000342 cm. Untuk setengah muatan yang sesuai perhitungan, untuk di atas air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 1,27 x 106 Pa dengan deformasi sebesar 0,000352 cm. Serta untuk setengah muatan yang sesuai perhitungan, untuk di atas air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 8,39 x 105 Pa dengan deformasi sebesar 0,000344 cm.
Analisa Tegangan Sistem Perpipaan Filling Shed Pada Terminal LPG Opsico-Pertamina Semarang Berdasarkan Jarak Support Akibat Beban Lingkungan Dengan Metode Elemen Hingga Muhammad, Bakhtiar; Yudo, Hartono; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.798 KB)

Abstract

Perancangan sistem perpipaan yang baik dan aman sangat dibutuhkan untuk menjamin kelangsungan dari proses serta menjamin keamanan. Support pada pipa berfungsi untuk menumpu pipa tersebut dari permukaan tanah yang tidak rata, sehingga dapat membuat posisi pipa tetap stabil dan tidak naik-turun karena perbedaan ketinggian akibat adanya penurunan permukaan tanah. Penelitian ini menganalisa tegangan pipa akibat besarnya jarak antar support serta akibat pembebanan oleh Berat Pipa dan Berat Fluida, Tekanan kerja pada pipa, dan Temperatur kerja pada pipa sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan tesebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM).  Dalam proses analisa menggunakan software Intergraph CAESAR II, kami mendapatkan hasil tegangan dari kondisi Sustained Load (Berat pipa dan Berat Fluida + Tekanan kerja pada pipa) bahwa tidak ada segmen node yang melebihi batasan allowable stress yang diijinkan yaitu sebesar 137892 kPa. Tegangan terbesar terdapat pada bagian elbow pipa yaitu node 2118, 3075, 3078, 4078, 5078, 6078, 7078 sebesar 115308.4 kPa. Sedangkan pada kondisi Expansion Load (Temperatur kerja pada pipa) tidak ada segmen node yang melebihi batasan allowable stress yang diijinkan yaitu sebesar 327729 kPa. Tegangan terbesar terdapat pada bagian elbow pipa yaitu node 2118, 3075, 3078, 4078, 5078, 6078, 7078 sebesar 22701.6 kPa. Untuk proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan total hasil tegangan pada pipa yang memiliki jarak support terbesar yaitu 6050 mm pada node 140-150, sebesar 6620 kPa. Sedangkan pada software Intergraph CAESAR II pada node 140-150 memiliki tegangan sebesar 6641.7 kPa untuk kondisi Sustained Load .
ANALISA TUBRUKAN PADA LAMBUNG KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE (AWB) 5640 DWT DENGAN JETTY MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Agustian, Riki; Mulyatno, Imam Pujo; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.212 KB)

Abstract

Impact adalah benturan antara dua benda dalam waktu yang singkat dengan gaya yang besar. Penelitian tubrukan lambung kapal Accomodation Work Barge (AWB) 5640 DWT dengan jetty menggunakan metode elemen hingga dengan software Ansys-LS DYNA.Pada penelitian ini digunakan 2 variasi yaitu tubrukan dimana jetty tidak dilengkapi fender dan jetty dilengkapi fender. Nilai ketebalan pelat yang digunakan yaitu 10 mm, dengan variasi kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot. Nilai pembebanan yang digunakan menggunakan energi kinetik masing-masing 1,14 MJ, 4,57 MJ, dan 10,22 MJ. Hasil analisa menunjukkan kerusakan pada badan kapal akan bertambah dengan bertambahnya kecepatan. Penambahan fender pada jetty dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal. Nilai gaya kontak maksimum sebelum diberikan fender dari kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot. masing-masing 144,09 MN, 277,15 MN, dan 405 MN, setelah diberikan fender nilai gaya kontak maksimum menjadi 123 MN, 216 MN, dan 338 MN. Nilai Energi Kinetik  untuk Jetty yang tidak dilengkapi fender  kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot. masing – masing  EK0 = 1,054 MJ dan EK1= 0,498 MJ, EK0 = 3,387 MJ dan EK1= 2,359 MJ, EK0 = 9,710 MJ dan EK1= 6,876 sedangkan untuk jetty yang dilengkapi fender nilai maksimum gayanya masing masing  EK0 = 1,059 MJ dan EK1= 0,692 MJ, EK0 = 4,576 MJ dan EK1= 3,413 MJ, EK0 = 10,238 MJ dan EK1= 7,356.  Sehingga dengan ditambahkannya fender dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal saat tubrukan.
Analisa Kekuatan Struktur Stern Ramp Door KM.Gambolo dengan Variasi Beban Menggunakan Metode Elemen Hingga Hidayat, Nur Fajar; Mulyatno, Imam Pujo; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.604 KB)

Abstract

KM. GAMBOLO adalah kapal type (Ro  – Ro Passanger Ship) milik Direktorat Jendral Perhubungan Darat  yang memiliki rute pelayaran dari Padang-Mentawai sejauh 110 mil. Kapal ini mampu mengangkut penumpang dan kendaraan yang relatif banyak. Untuk memudahkan proses membongkar dan memuat kendaraan dari dermaga penyeberangan ke kapal, maka KM. GAMBOLO dilengkapi dengan akses keluar masuk kendaraan maupun penumpang berupa pintu rampa (ramp door). Penelitian tentang kekuatan konstruksi stern ramp door perlu diperhatikan karena jika terjadi perubahan muatan dari truk sedang diganti truk besar(tronton) struktur stern ramp door akan menerima beban yang lebih besar dari truk besar (tronton), karena awalnya stern ramp door direncanakan untuk dilewati truk sedang dan sedan. Titik tumpu pembebananyang digunakan berdasarkan dari peraturan dari Departemen Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat tahun 2008. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui karakteristik dan letak tegangan terbesar pada konstruksi stern ramp door berdasarkan beberapa variasi pembebanan yaitu saat stern ramp door mengalami kemiringan 15o dan tidak mengalami kemiringan. Hasil analisa menggunakan program berbasis Metode Elemen Hingga didapatkan hasil stress terbesar sedan sebesar 15,4 N/ mm², truk sedang 43,3 N/ mm², Truk tronton 112N/ mm². Tegangan yang dihasilkan masih dalam kondisi aman, berdasarkan rules BKI yaitu 150 N/mm². Untuk sedan sf sebesar 9,74 truk sedang sf sebesar 3,46 dan truk tronton sf sebesar 1,34, sehingga jika terjadi penggantian muatan dari truk sedang ke truk tronton konstruksi ramp door K.M GAMBOLO masih dalam kondisi aman.
ANALISA KEKUATAN GELADAK KAPAL IKAN KATAMARAN 5 GT BAHAN FIBERGLASS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA) Handhika, Imam; Mulyatno, Imam Pujo; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.523 KB)

Abstract

Kapal ikan katamaran 5 GT bahan fiberglass yang sangat mudah dalam perawatannya ini masih sangat jarang digunakan di indonesia . Namun jika ditinjau dari sisi lain seperti permasalahan kekuatan geladak kanal katamaran masih perlu dianalisa lebih lanjut untuk meyakinkan kepada para nelayan bahwasanya kapal ikan jenis fiberglass memanglah kuat.. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan analisa kekuatan geladak kanal untuk kapal ikan katamaran dengan menggunakan metode elemen hingga dengan menggunakan MSC. Patran 12.2 dengan variasi analisa torsional, melintang,sagging dan hogging. Dari hasil perhitungan manual dan analisa menggunakan MSC. Nastran menunjukan bahwa pada analisa torsional yang dipengaruhi oleh kondisi air tenang dimana pengaruh hidrostatik pada lambung kapal yang tercelup air sebesar 6,027 N terjadi tegangan sebesar  1,37E+02 N/m2 dan terdapat pada bagian tengah kapal, pada analisa melintang kapal pengaruh hidrostatis sama dengan torsional menunjukan besarnya tegangan terjadi pada geladak kanal kapal sebagai geladak penghubung dua lambung kapal dengan besar tegangan 3,69E+07 N/m2, sedangkan pada analisa sagging dan hogging besarnya tegangan dipengaruhi oleh gelombang trochoid sebesar 0,544 m, sehingga tegangan maksimal pada sagging terjadi pada midship kapal dengan tegangannya sebesar 6,78E+05 N/m2 dan pada analisa hogging besarnya tegangan terjadi pada midhsip kapal dan lebih mengarah pada geladak ruang muat satu sebesar 6,45E+05 N/m2. Dengan tegangan izin BKI sebesar 8,0E+07 N/m2 dan tegangan bahan sebsar 9,87E+07 N/m2, maka kondisi kapal pada muatan penuh pada seluruh kondisi dalam keadaan aman.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abdurrachman Fiqri Achmad F.R. Prabowo Achmad Nurochman Ade Purnawan Adietya, Berlian Arswendo Afriandi Ginting, Afriandi Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Zakki Akbar, Ilham Fathony Alexander Martua Napitupulu Alfikri Hidayat, Alfikri Alifviar, Muhamad Riza Amhar Wahyudi Harahap, Amhar Wahyudi Aminuddin, Rahmat Ridlo Amirudin, Wilma Andi Haris Muhammad Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Andromeda, Trias Angga Pradipta Anggita Firda Renatasari Anggoro Prabu Dewanto Arfan Abdul Ghofur Ari Wibawa Budi Santosa Ary Ramadhan Asmara, I Putu Sindhu Astarry Nugroho Azzaky Alghifari, Azzaky Berlian Arswendo Adietya Bintang Nurcahyo Candra, Ronaldo David Chandra Dennis Oscha Cholik Dewa Anjar Nyawa Dhawala, Pakavy Aqshall Dwi Putra Naya, Radityo Habil Egar Haneshananta Sihombing Egar Haneshananta Sihombing Eko Sasmito Hadi Fabya, Daryl Fahrudin, Hasim Try Faiq Fachri Assaify Fakhrian, Muhamad Zaki Farobi Tetuko Pujikuncoro, Farobi Tetuko Fauzan Zakki, Ahmad Febby Ari Saputro Frastiana Ramadhan Basri Good Rindo Guna Satriananta, Mahendra Hadi, Eko Sasmito Hanung Bayu Setiawan Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Harry Pratama, Muhammad Herman Josef Emerald Hidayat, Nur Fajar Huda, Muhammad Hafid I Made Andrean Nanda Setiawan Ighel Bryantama Putra Ihsan Aldi Prasetyo Ilham Abror Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Cahyadi Imam Handhika, Imam Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Irianto, Prasetya Tomi Irvan Putera Samudera Jatmiko, Arif Budi Jaya Permana Karen Octa Angelica Khaeru Roziqin Kiryanto Kiryanto Luukfandi Lukfandi M Yaqut Zaki Aji M. Haris Fikri Sulthoni M. Harris Nubly M. Nafis Setiawan Maharani, Heslina Fifani Mahardika Adi Dewantara Mahendra Guna Satriananta Mahendra Guna Satriananta Maulana Dicky Almanda Mawahib, M Zaenal Mizyal Laudany, Mohammad Rabith Mochamad Arif Rachman Mohammad Budi Hermawan Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Muhamad Hizrian Hutama Muhammad Akbar Ferbian Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jordi Muhammad Rifqy Muhammad Wahyu Prihantoro Muhammad, Bakhtiar Nadhila Shabrina Riyanto Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nuriman, Fadli Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Pangestu, Naufal Pani Prima Tambunan Parlindungan Manik Prasetya, Angga Adi Prasetyo, Catur Fatwa Prasetyo, Emut Andi Pratama, Rezky Naufal Pujiyanto pujiyanto Putra Nur Hidayat, Wahyu Rabbi Radhiya, Rabbi Rachmat Hidayat Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Relinton B Manalu Reyanld Daniel Nicholas Manurung Rezky Naufal Pratama Richad Yunanto Riki Agustian, Riki Rinanggara, Yozar Rindo, Good Riyanto, Nadhila Shabrina Rizki Aziz Radyantama Rizki Rizcola Rohmat Bagus Sucipto Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sarjito Jokosiworo Septaji Indrasahputra Seto Yuwantoro Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Slamet Haryo Samudro Sukanto Jatmiko Surya Ari Wardana Tanellia Soraya N Tri Admono Ucok Maruli Silalahi Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Vicky Bhaskara Sardi Wahid, Rakhmat Aizzat Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wilma Amiruddin Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yudha Adhitiya Wardhana Yudya Saddita Rokhim Yuli Prastyo