Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perancangan dan Implementasi Standard Operating Procedure (SOP) Pasca Panen Pada Budidaya Tanaman Krisan (Dendranthema grandiflora) di Perkebunan Nongkojajar - Pasuruan Dianti, Evi Wahyu; Lutfi, Musthofa; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.791 KB)

Abstract

Bunga krisan merupakan salah satu jenis tanaman hias dan penghasil bunga potong. Bunga krisan memiliki berbagai variasi bentuk dan warnanya. Berdasakan jumlah kuntum,  bunga krisan dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe Standar dan tipe Spray. Tipe Standar adalah bunga yang memiliki satu buah kuntum bunga dalam tiap tangkai, seperti Krisan Shamrock, dark red pompom, regal mist, dll. Sedangkan Tipe Spray adalah bunga yang memiliki banyak kuntum dalam satu tangkai dan memiliki diameter bunga sekitar 2-3 cm, seperti Krisan Puma, Salmon, Granada, dll. Standard Operating Procedure (SOP) merupakan tahapan yang harus dilalui dalam suatu proses kerja untuk mempertahankan tingkat penampilan atau kondisi tertentu sehingga suatu pekerjaan bisa diselesaikan secara aman dan efektif. Standard Operating Procedure (SOP) dibutuhkan untuk menghasilkan panen yang optimal. Dan tujuan dari Standard Operating Procedure (SOP) adalah untuk menjaga keutuhan bunga agar kualitas bunga tetap bagus dan memberikan nilai ekonomis yang tinggi. Hasil perancangan Standard Operating Procedure (SOP)  di Nongkojajar adalah pertama proses pemanenan, kedua proses pemotongan tangkai bunga, ketiga proses pembungkusan, keempat proses perendaman, kelima proses penerimaan hasil panen, keenam proses pengemasan, dan ketujuh proses penyimpanan. Implementasi Standard Operating Procedure (SOP) di Nongkojajar adalah 35% telah dilakukanKata kunci : Budidaya, Tipe Standar, Tipe Spray, krisan, SOP
Efektivitas Pita Tanam Organik sebagai Mulsa pada Tanaman Padi (Oryza sativa) Izaniyah, Alfin; Lutfi, Musthofa; Yulianingsih, Rini; Djojowasito, Gunomo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.419 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja pita tanam organik (PTO) sebagai mulsa pada berbagai variasi tebal dan lebar PTO. Percobaaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 3 (tiga) kali ulangan dan dibandingkan dengan kontrol.  Faktor I adalah lebar PTO (L) yang terdiri dari 5 taraf, masing-masing adalah, L1: 4 cm, L2 : 5 cm, L3: 6 cm, L4 : 7 cm dan L5 : 8 cm. Sedangkan faktor II adalah tebal PTO (T) yang terdiri dari 2 ketebalan yaitu T1: 0.5 mm dan T2 : 1.0 mm. Hasil percobaan membuktikan bahwa lebar PTO berpengaruh terhadap evaporasi air tanah. Lebar pita tanam organik 8 cm dengan tebal 1 mm menghasilkan evaporasi paling rendah yaitu 3,467 mm hari-1. Lebar pita tanam organik berpengaruh terhadap pertumbuhan gulma dan efisiensi penggunaan air. Lebar pita tanam organik 8 cm dapat menghambat pertumbuhan gulma dan meningkatkan efisiensi penggunaan air. Sedangkan tebal pita tanam organik berpengaruh terhadap kadar air dan suhu. PTO dengan ketebalan 1 mm dapat meningkatkan kadar air dan menurunkan suhu. Kata Kunci : Pita Tanam Organik, Mulsa, Tanaman Padi
Voltage and Frequecy Effect to Characteristic and Amount of Microorganism of Starfruit Extract (Averrhoa carambola L) Using Pulsed Electric Field (PEF) Sumarlan, Sumardi Hadi; Liani, Riska Dwi April; Yulianingsih, Rini; Indriani, Dina Wahyu
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.074 KB)

Abstract

Fruit extract is one of the food commodities with high demand. Good processing will increase consumption level and sell price. There are two methods for food processing, thermal processing and nonthermal processing. Nonthermal processing method using Pulsed Electric Field (PEF) is one of the alternative way which can be used to decrease amount of microbs and keep fruit extract’s nutritions. Bangkok Red Starfruits varieties which has good taste and smooth texture has be come a good raw material in starfruit extract manufacture. Voltage variations in this research are 20 kV, 30 kV and 40 kV, with frequency variations which are 10, 20, 30 and 40 kHz. Testing results of this research using PEF showed that initial amount of microbe are 1300 CFU/mL can decrease effectively. Minimal decrease happened at voltage 40 kV and 30 kHz of frequency reached 130 CFU/mL. Maximal decrease happened at 40 kV of voltage reached 85.19%. with amount of microbs 1.925 x 103 CFU/mL. Lethal rates per second is 21.3 CFU/mL at 40 kV of voltage. Characteristic result testing has not significant diferences, there are range of pH at 3.09-3.24, Density 1.047-1.076 gram/cm3 , Total Suspended Solid at 14.5-15.6 %Brix, Viscosity at 7-9 Cp, Vitamin C contained at 11.66-16.97 mg/100 mL, and range of color, there are brightness level at 27.8-29.3, red level at 6.7-7.3 , and yellow level 6.8-7.9 .Keywords: Bangkok Red Starfruit, Pulsed Electric, Microbe Amounth. 
PERPINDAHAN MASSA SELAMA PROSES VACUUM IMPREGNATION BUAH PEPAYA DALAM LARUTAN SUKROSA Yulianingsih, Rini; Sugiarto, Yusron; Putranto, Angky Wahyu
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.374 KB)

Abstract

Vacuum Impregnation (VI) adalah teknik untuk memasukkan suatu larutan ke dalam media berpori melalui mekanisme hidrodinamik yang ditimbulkan oleh perubahan tekanan. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mempelajari karakteristik perpindahan massa pada proses VI pada tekanan yang berbeda pada buah pepaya. Buah pepaya yang telah dipotong berbentuk kubus dengan ukuran 60 x 30 x 10 mm, ditempatkan dalam larutan sukrosa 30%, dan di impregnasi pada tekanan 50, 40, dan 30 mBar, serta tekanan atmosfer sebagai kontrol, selama 5, 10, 15, dan 20 menit. Data penelitian menunjukkan bahwa perlakuan VI pada buah pepaya dalam larutan sukrosa, memberikan nilai koefisien perpindahan gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan dehidrasi osmosis, yaitu berkisar antara 10.4–37.11/m2h pada VI dan 7.85–15.319/m2h pada dehidrasi osmosis, sedangkan untuk perpindahan massa air nilai koefisien pindah massa berkisar 12.264–15.267/m2 pada dehidrasi osmosis dan 0.612–12.317/m2 pada perlakuan impregnasi 40 dan 50 mBar, sedangkan pada perlakuan tekanan 30 mBar terjadi penambahan kandungan air dengan koefisien pindah massa air -1.732 -9.8/m2.
The Effect of Extraction Duration and Concentration of Ethanol Solvent to the Extraction of Cocoa Beans (Theobroma cacao L) Antioxidant Diantika, Fitrah; Sutan, Sandra Malin; Yulianingsih, Rini
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 15, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.063 KB)

Abstract

Antioxidant is a substance that can inhibit or slow down the oxidation process and is able to counteract the negative effects of oxidants in the body that are beneficial to health. Antioxidants can be found in vegetables, fruits, tea and chocolate. Antioxidants can be obtained by extraction. The purpose of this study was to assess the effect of long extraction and ethanol concentration on the extraction yield results, antioxidant activity and calculate the mass balance process. The materials used are cocoa (Theobroma cacao L). Research compiled using Randomized Block Design (RBD) with two factors: the long process of extraction by maceration namely (8,12,16,20 and 24 hours) and ethanol concentration of 70% and 80%. The results showed that the best treatment was obtained from the 20-hour long extraction and ethanol concentration of 80% for the antioxidant activity IC50 of 82 ppm and a yield of 8.63%.Keywords: Antioxidants, Extraction, Ethanol, Cocoa, Old Extraction.
The Effect of Temperature Cooking of Sugar Juice and Stirring Speed on The Quality of Brown Sugar Cane Dewi, Shinta Rosalia; Izza, Ni'matul; Agustiningrum, Dyah Ayu; Indriani, Dina Wahyu; Sugiarto, Yusron; Maharani, Dewi Maya; Yulianingsih, Rini
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 15, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.184 KB)

Abstract

Research of the effect of cooking temperature and stirring speed on the quality of brown sugar cane were processed by vacuum vertical evaporator have been done. Brown sugar cane produced from purified green cane juice. The purification was done with addition of Ca(OH)2. Pure juice cooked with cooking temperature of 60, 70, and 80 oC, and the stirring speed of 200 and 250 rpm. Brown sugar cane was analyzed for color, moisture content, ash content, sucrose, and organoleptic test (hedonic quality test for color, flavor, and texture of hardness). The results showed that the higher of cooking temperature, the better the quality of color, flavor, and hardness brown sugar cane produced. While the higher stirring speed, lower moisture content of brown sugar, so the hardness of brown sugar was better. Besides effect of cooking temperature and stirring speed, quality of brown sugar cane was affected by the quality of cane juice and juice purification process. Good quality of cane juice will produce high yield, low moisture content, high sucrose, and good color, flavor, and hardness. The best result was obtained on brown sugar cane produced by cooking temperature of 70 oC and stirring speed of 250 rpm, which was obtained yield of 8.23%, sucrose of 75.37%, hardness of 4.52 kg/cm2, bright and high color intensity of brown sugar cane.Keywords: cane sugar, vacuum evaporator, brown sugar, stirring, cooking temperature
Uji Performansi Prototype Belt Conveyor Pengangkut Tebu di Perusahaan Gula Kebon Agung – Malang Rachmawati, Meutia Nuraini; Sumarlan, Sumardi Hadi; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.44 KB)

Abstract

Tebu merupakan bahan pokok dalam pembuatan gula yang digunakan sebagai salah satu bahan utama pengolahan makanan maupun minuman dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi penduduk Indonesia, sehingga banyak dari pabrik industri tebu yang telah dimulai sejak ratusan tahun yang lalu. Pada beberapa pabrik, pengangkutan tebu dari lahan ke tepi lahan masih dikerjakan secara manual dengan mempekerjakan buruh angkut. Salah satu alternatif peralatan pengangkut adalah dengan menggunakan belt conveyor, sehingga pengangkutan tebu dengan menggunakan tenaga buruh angkut dapat dikurangi dengan adanya belt conveyor. Hasil pengujian kecepatan prototype belt conveyor dengan membawa satu ikat tebu sebesar 1.52 m/s. Tegangan minimum belt untuk mencegah slip 494.48 Newton dan tegangan minimum belt untuk membatasi kelonggaran 106.24 Newton. Kapasitas prototype belt conveyor 12360.51 kg/jam, serta waktu pengangkutan tebu sebanyak kapasitas truk sebesar 1.24 jam, dibandingkan dengan waktu pengangkutan sebanyak kapasitas truk menggunakan satu orang buruh angkut yaitu 7.21 jam.
Pemurnian Biogas Dengan Sistem Pengembunan Dan Penyaringan Menggunakan Beberapa Bahan Media Prayugi, Ginanjar Eko; Sumarlan, Sumardi Hadi; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.55 KB)

Abstract

Kandungan CO2 pada biogas masih cukup besar. Hal ini menyebabkan efisiensi panas yang dihasilkan masih rendah sehingga kualitas nyala api biogas masih belum optimal. Oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian dari kandungan CO2 dalam biogas, sehingga dalam permurnian ini diharapkan kadar gas metana dalam biogas dapat meningkat, dan kandungan gas lain seperti, CO2 dan uap air dapat berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan kandungan CO2 dan efektivitas penyerapan CO2 sebelum dimurnikan dan setelah dimurnikan dengan beberapa bahan media pemurni. Hasil analisa menunjukkan terjadinya penurunan kandungan CO2 pada biogas. Pada pemurnian dengan air kandungan CO2 turun sebesar 7,02 %. Untuk perlakuan dengan NaOH kandungan CO2 turun sebesar 4,79 %. Untuk kandungan CO2 pada kapur tohor turun menjadi 0 %. Pada Silika gel kandungan CO2 turun sebesar 4,63 %. Sedangkan kandungan CO2 pada Arang Aktif turun sebesar 10,503 %. Efektivitas penyerapan CO2 oleh kapur sangat efektif dalam mengurangi kadar CO2 yang terkandung dalam biogas dibandingkan bahan media lainnya. Sedangkan kandungan CH4 pada perlakuan kapur tohor yang paling besar. Hal ini dikarenakan kapur tohor dapat mengikat kadar CO2 yang terkandung dalam biogas lebih tinggi dibandingkan bahan media lainnya. Pada proses pengembunan, air yang diembunkan paling banyak terdapat pada perlakuan air + es (130C) sebesar 10,18 ml, disusul dengan perlakuan dengan air (21,50C) sebesar 5,79 ml dan perlakuan tanpa air (25,50C) sebesar 5,00 ml untuk tiap m3 biogas yang dialirkan. Hal ini dikarenakan semakin kecil suhu, hasil pengembunan yang diperoleh semakin besar.   Kata Kunci : CO2, Kapur Tohor, NaOH
Analisa Pengaruh Massa dan Air Terhadap Proses Pemblenderan Pada Uji Kelayakan Pembuatan Saus Buah Paprika (Capsicum annuum) Aprilyan, Dony; Lutfi, Musthofa; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.022 KB)

Abstract

Paprika (Capsicum annuum) berasal dari Meksiko, Peru dan Bolivia. Semenjak paprika dapat ditanam di Indonesia, paprika menjadi salah satu komoditi yang banyak dimanfaatkan dalam pengolahan pasca panennya, salah satunya menjadi bahan makanan dalam suatu olahan masakan. Namun keberagaman pangan berbahan dasar paprika masih jarang ditemukan, oleh sebab itu diperlukan penelitian mengenai pengolahan buah paprika lebih lanjut agar tercipta pengolahan produk dari buah paprika yang lebih beragam yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas salah satunya adalah dengan pembuatan saus. Namun dalam pembuatan saus ada beberapa standar atau kriteria dasar yang dipenuhi agar produk tersebut dikatakan layak untuk dikonsumsi, sehingga diperlukan analisa kelayakan saus yang meliputi viskositas, total padatan terlarut, dan uji warna. Penelitian ini menggunakan metode rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan yaitu massa yang digunakan (M) yang  terdiri  atas  3  level  (1 kg, 2 kg 3 kg)  dan  penambahan air yang digunakan (A) yang  terdiri  atas  2  level  (480 ml dan 960 ml). Pada penelitian ini menunjukkan bahwa variasi massa dan air memberikan pengaruh terhadap analisa kelayakan saus yang meliputi viskositas, total padatan terlarut serta uji warna pada saus yang dihasilkan. Penelitian ini menghasilkan viskositas sebesar 3,45 N.mˉ².s, total padatan terlarut sebesar 13,5 Brix, dan pengujian warna menghasilkan warna normal. Kata kunci: Saus Paprika, Massa, Air, Pemblenderan, Analisa Kelayakan
Pengaruh Pemberian Auksin Sintetik Asam Naftalena Asetat Terhadap Pertumbuhan Mikroalga (Nannochloropsis oculata) Bahua, Hismarto; Hendrawan, Yusuf; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.975 KB)

Abstract

Mikroalga (Nannochloropsis oculata) adalah salah satu mikroorganisme bersel satu yang termasuk dalam kelas Eustigmatophyceae yang dikenal sebagai marine chlorella dan umumnya dibudidayakan di pembenihan ikan sebagai pakan rotifer. Nannochloropsis oculata. Mempunyai peranan penting dalam suatu kegiatan pembenihan karena kandungan nutrisinya yang tinggi Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian auksin sintetik asam naftalena asetat terhadap laju pertumbuhan mikroalga (Nannochloropsis oculata). Masing – masing perlakuan yaitu A0 (tanpa penambahan auksin asam naftalena asetat), A2 (auksin asam naftalena asetat 2 ppm), A4 (auksin sintetik asam naftalena asetat 4 ppm), A6 (auksin sintetik asam naftalena asetat 6 ppm), A8 (auksin sintetik asam naftalena asetat 8 ppm). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan populasi Nannochloropsis oculata mencapai kenaikan puncak hari ke- 6 pada A6 (1.1096 x 106 sel/ml), A8 (1.0043 x 106 sel/ml), A0 (0.8713 x 106 sel/ml), A2 (0.8868 x 106 sel/ml) dan A4 (0.9049 x 106 sel/ml). Dari masing – masing perlakuan dosis pemberian auksin sintetik asam naftalena asetat, A0 menghasilkan rata – rata laju pertumbuhan maksimal (µmaks) Nannochloropsis oculata sebesar (0.203827 sel/ml/hari); A2 sebesar (0.227957 sel/ml/hari); perlakuan A4 sebesar (0.240584 sel/ml/hari); Perlakuan A6 sebesar (0.269752 sel/ml/hari); dan perlakuan A8 sebesar (0.249212 sel/ml/hari). Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian dosis auksin sintetik asam naftalena asetat yang berbeda akan memberikan laju pertumbuhan maksimum (µmaks) populasi Nannochloropsis oculata yang berbeda pula. Kata kunci : Nannochloropsis oculata, asam naftalena asetat, laju pertumbuhan