Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

LEARNING-ORIENTED ASSESSMENT TO ASSESS QUR'AN READING AND WRITING SKILLS: COMPREHENSIVELY AND CONTINUOUSLY Lubis, Ardiansyah; Kusaeri, Kusaeri; Suparto, Suparto; Zaitun, Zaitun; Yuliharti, Yuliharti; Ginda, Ginda; Indra, Adam Malik
JURNAL EDUSCIENCE Vol 12, No 5 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v12i5.7468

Abstract

Purpose – This study aims to examine the Learning-Oriented Assessment (LOA) model and its implementation to comprehensively and sustainably assess Qur'an reading and writing skills, as well as to identify the factors that support or inhibit its implementation.Methodology – This study employed the systematic literature review (SLR) method to analyze 24 articles published between 2020 and 2025 that focus on learning-oriented assessments for evaluating comprehensive and sustainable Al-Qur'an reading and writing skills. A thematic analysis was conducted to identify the main themes that emerged from the articles.Findings – The findings show that LOA is a participatory, reflective and process-oriented assessment approach, with five main models, namely 2D-LoA, EAT Framework, CSA-CT, Ecological LOA and ELOA, and five implementation patterns: self-assessment and peer-assessment, formative feedback and feedforward, authentic tasks and reflective projects, digital technology integration and collaboration in determining assessment criteria. Supporting factors include teacher competence and reflective orientation, active student participation, authentic and process-oriented task design, technological support, and an inclusive classroom climate and assessment culture. Meanwhile, barriers identified include the dominance of summative assessment and test culture, low assessment literacy among teachers, time constraints and administrative burdens, student resistance to new assessment practices, limited infrastructure and access to technology, and lack of institutional and policy support.Contribution–This research contributes significantly to the development of an assessment model that goes beyond traditional summative evaluation, with an approach that prioritizes continuous feedback and active student engagement in the learning process
Relevansi Konsep Metode Pembelajaran Ibnu Sina pada Pembelajaran PAI di Era Modern Sari, Herlini Puspika; Yuliharti, Yuliharti; Zaitun, Zaitun
AL-FIKRA Vol 22, No 2 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v22i2.25806

Abstract

Penelitian ini membahas bidang pendidikan yakni tentang konsep metode pembelajaran Ibnu Sina dan relevansinya pada pembelajaran PAI di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaaan dengan metode pengumpulan data melalui literatur-literatur dan bacaan yang terkait dengan pembahasan beserta metode analisis data dengan analisis isi. Metode analisis yang dipakai untuk pengkajian tulisan ini ialah kualitatif melalui teknik analisis mendalami yang kemudian karya atau hasilnya disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil dari pengkajian ini adalah konsep pendidikan Ibnu Sina memiliki beberapa metode pembelajaran, antara lain metode talqin, demonstrasi, pembiasaan serta keteladanan, diskusi, magang, penugasan, tarhib dan targhib. Pemikiran tentang konsep metode pembelajaran dari Filsuf ini sesuai terhadap pendidikan Islam terkhusus dalam ranah metode pembelajaran PAI di era modern ini, yang mana pada dasarnya dengan metode yang baik terdebut maka tujuan dari pendidikan Islam dapat lebih mudah dicapai.
Instrumen Dan Media Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Novia, Yeyen; Subhan, Mhd; Yuliharti, Yuliharti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23637

Abstract

Setiap kegiatan bimbingan dan konseling selalu didasari oleh data atau fakta. Penggunaan instrumen dalam layanan bimbingan dan konseling berfungsi untuk memberikan informasi yang akurat dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Hal ini sangat berguna bagi guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi berbagai permasalahan dalam bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (Library research) dengan pendekatan kualitatif. Penggunaan data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapat berbagai sumber seperti jurnal, karya ilmiah, laporan, buku dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Kepentingan adanya instrumen dalam layanan bimbingan dan konseling dapat digunakan oleh konselor dalam mengumpulkan data tentang peserta didiknya atau konseli. Instrumen dapat berupa kelompok tes dan kelompok non tes. Kelompok tes adalah instrumen yang berupa alat pengumpulan data psikologis atau biasa disebut dengan psiko-tes. Instrumen selanjutnya adalah kelompok non tes yang digunakan dalam pengumpulan data tentang sikap, perilaku dan spontanitas individu. Selain itu adalah data dari lingkungan seperti keluarga, sekolah dan masyarakat. Pada instrumen non tes ini dapat berupa angket, sosiometri dan panduan wawancara. Media komunikasi yang dimaksud dalam layanan bimbingan dan konseling adalah berupa komputer, peralatan audio dan visual seperti VCD atau DVD. Komputer sangat berperan dalam pengumpulan data pelayanan bimbingan dan konseling. Hal ini dikarenakan penggunaan media berupa komputer dapat meningkatkan hasil kinerja agar lebih optimal.
The Use of Learning Media in Islamic Religious Education Learning to Grow Students' Interest in Learning Yuliharti, Yuliharti
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.294

Abstract

AbstractIslamic Religious Education known as PAI is one of the compulsory subjects taught in schools. However, PAI is less desirable and is considered boring by most students. To achieve the goals of Islamic religious education, in the learning process, teachers can use learning media to make it easier to teach the subject matter, and students more easily understand the lesson, therefore this study has the aim of how the use of learning media in Islamic religious education subjects can increase interest in learning student. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis of research results. From the research, it was found that teachers who have competence, if they can choose the right methods and media in PAI learning with their characteristics, will be able to present learning in a solid formula. Learning will be fun for students to internalize religious values in PAI learning materials. Indirectly it can also motivate students to develop themselves and find beautiful pearls in Islamic religious education materials to shape their morals and character.Keywords: Learning Media, Islamic Religious Education, Religious Values. AbstrakPendidikan Agama Islam yang dikenal dengan PAI merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang diajarkan di sekolah. Namun, PAI kurang diminati dan dianggap membosankan oleh sebagian besar siswa. Untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam, dalam proses pembelajaran guru dapat menggunakan media pembelajaran agar lebih mudah dalam mengajarkan materi pelajaran, dan siswa lebih mudah memahami pelajaran, oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan bagaimana pemanfaatan media pembelajaran. dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif hasil penelitian. Dari penelitian ditemukan bahwa guru yang memiliki kompetensi, jika dapat memilih metode dan media yang tepat dalam pembelajaran PAI dengan karakteristiknya, akan mampu menyajikan pembelajaran dalam formula yang solid. Pembelajaran akan menyenangkan bagi siswa untuk menginternalisasikan nilai-nilai agama dalam materi pembelajaran PAI. Secara tidak langsung juga dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan diri dan menemukan mutiara yang indah dalam materi pendidikan agama Islam untuk membentuk akhlak dan akhlaknya.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Nilai-nilai Keagamaan.
Pola Pendidikan Nabi Muhammad Saw dalam Hadist Setiawati, Ika; Yuliharti, Yuliharti
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 3, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Pacsasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v3i3.28687

Abstract

Pola pendidikan Islam Rasulullah SAW  sejalan dengan tahapan-tahapan dakwah yang disampaikan kepada kaum Quraisy melalui tiga tahapan, yaitu pendidikan secara rahasia dan perorangan, pendidikan secara terbuka dan terang-terangan serta pendidikan yang dilakukan secara meluas. Pendidikan fase Mekkah dan Madinah memiliki persamaan dan perbedaan, fase Mekkah ada dua lembaga pendidikan yakni rumah Arqam dan Kuttab, sedangkan Madinah lembaga pendidikan rumah para sahabat dan masjid yang multifungsi. Tujuan dari kajian ini adalah membahas tentang pola pendidikan Nabi Muhammad SAW dalam Hadist. Kajian ini merupakan studi pustaka dengan data yang diperoleh melalui dokumen buku dan artikel yang relevan. Data yang telah diambil kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Melalui Pendekatan Konsep Dan Teori Kurikulum Pendidikan Agama Islam Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru Agustin, Siti Maulidiya; Murhayati, Sri; Yuliharti, Yuliharti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3981

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk mengetahui tentang Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Melalui Pendekatan Konsep dan Teori Kurikulum Pendidikan Agama Islam Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Melalui Pendekatan Konsep dan Teori Kurikulum Pendidikan Agama Islam Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru dilakukan secara 3 tahap yaitu Pertama tahap perencanaan kurikulum yaitu Guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Menyusun perangkat pembelajaran, Kedua tahap pelaksanaan kurikulum, adapun dalam pelaksanaannya Konsep yang diterapkan oleh Guru Sejarah Kebudayaan Islam yaitu kurikulum sebagai pengalaman belajar, Kurikulum sebagai nilai Kurikulum sebagai rekonstruksi pengetahuan. Sedangkan teori yang diterapkan yaitu: Teori kurikulum transformatif, Teori Konstruktivisme, dan Teori Pendidikan Holistik. Penelitian ini menekankan pada Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Cinta terhadap ilmu dan peradaban Islam, dan Cinta kepada sesama manusia, Cinta kepada Lingkungan, dan Cinta kepada Bangsa dan Negara. Ketiga tahap evaluasi kurikulum, adapun evaluasi kurikulum yang dilaksanaakan yaitu Supervisi proses pembelajaran, Pelatihan dan pendampingan guru, Pengembangan modul dan media pembelajaran, dan Penerapan kolaboratif dengan pendekatan saintifik dan berbasis proyek.
Analisis Implementasi Kurikulum Terintegrasi Pada Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Pesantren Di Riau Faqihuddin, Ahmad; Murhayati, Sri; Yuliharti, Yuliharti; Abrar, M. Dliyaul
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1914

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi kurikulum terintegrasi pada Sekolah Menengah Kejuruan berbasis pesantren di Provinsi Riau, yang mengombinasikan kurikulum nasional kejuruan dengan kurikulum kepesantrenan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi kurikulum didukung oleh kepemimpinan sekolah yang visioner, kultur religius pesantren, serta kolaborasi efektif antarguru. Adapun kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan tenaga pendidik berkompetensi ganda, tantangan sinkronisasi jadwal pembelajaran, dan keterbatasan sarana prasarana. Dampak implementasi kurikulum terintegrasi tercermin pada peningkatan kompetensi vokasional siswa dengan kenaikan rata-rata sebesar 12 persen, penguatan karakter religius, serta peningkatan kesiapan kerja di dunia industri. Temuan ini menegaskan urgensi pengembangan model kurikulum terintegrasi dalam pendidikan vokasional Islam sebagai upaya melahirkan lulusan yang unggul secara teknis sekaligus berkarakter Islami.
The Dynamics of Implementing E-Evaluation in Islamic Boarding Schools: A Solution-Oriented Study Suanto, Irwan; Murhayati, Sri; Yuliharti, Yuliharti
Interdisciplinary Social Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Interdisciplinary Social Studies
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v5i2.1050

Abstract

Digital transformation in education has encouraged Islamic boarding schools (Pesantren) to adopt e-evaluation systems for learning assessment. However, implementing e-evaluation in Pesantren involves distinctive pedagogical, cultural, and ethical dynamics. This article examines the dynamics of e-evaluation implementation in Pesantren and proposes a contextual, value-based conceptual model for e-evaluation. The study employs a library research approach, reviewing academic books, national and international journal articles, and relevant documents on learning assessment, e-learning, and Pesantren education. Data were analyzed using content analysis to identify challenges, opportunities, and prevailing trends related to e-evaluation in Pesantren. The findings indicate that the main challenge lies in the mismatch between cognitively oriented digital assessment paradigms and the holistic educational goals of Pesantren. This article proposes an integrative conceptual model of Pesantren e-evaluation grounded in pedagogical, cultural, and ethical principles. The model positions e-evaluation as a supportive instrument for holistic assessment that reinforces educators’ roles and Islamic educational values. This study is expected to provide a conceptual reference for developing adaptive and sustainable e-evaluation systems in Pesantren during the digital era. It contributes theoretically to understanding digital transformation in traditional religious educational contexts and offers practical implications for Pesantren administrators seeking to implement adaptive evaluation systems. The research limitations include its conceptual nature, which requires empirical validation, and its focus on Indonesian Pesantren contexts, which may limit generalizability to other Islamic educational settings.
Analysis of New Order Government Policies and Their Implications for Islamic Education in the Republic of Indonesia Yuliana, Evi; Yuliharti, Yuliharti; Hasyim, Hariza
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 23 No. 1 (2026): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ajaip.2026.vol23(1).25510

Abstract

This study seeks to examine the educational policies of the New Order regime, particularly in Islamic religious education, and their impact on the advancement of Islamic education in Indonesia. The approach used is qualitative, using a library research method. Data sources are derived from secondary literature, including books, academic journals, and related scientific publications. Data were collected through a systematic search of documents analyzed descriptively and qualitatively through the following stages: source selection, theme categorization, content analysis, and conclusion drawing. The findings of this study indicate that the New Order's educational strategy prioritized the continuous and in-depth instillation of the ideals of Pancasila throughout society, primarily through education and training. The P4 improvement program and standardized curriculum facilitated the advancement of Islamic educational institutions, such as Islamic madrasas and universities, by integrating the national and religious curricula. This study concludes that the New Order era marked the beginning of the modernization and advancement of Islamic education within the national education system. This period saw a growing awareness of the challenges facing Islamic religious education, prompting the Ministry of Religious Affairs to formulate new policies that implemented various forms of Islamic education, including classical Indonesian Islamic boarding schools (pesantren), Islamic religious institutions (Diniyah), private Islamic schools, public Islamic elementary schools (SDIslamic elementary schools), and state Islamic religious institutions (LPIs). Consequently, the New Order period emerged as a significant chapter in the historical evolution of the modernization of Islamic education in Indonesia.
Implementation of Teacher Certification and Teacher Professional Education (PPG) and Challenges in Developing the Quality of Islamic Education Sabrina, Ainah; Yuliharti, Yuliharti; Hasyim, Hariza
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 23 No. 1 (2026): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ajaip.2026.vol23(1).27128

Abstract

To ensure the quality of education, the Indonesian government has taken various measures through a range of programs, both educational and non-educational. However, the strategies implemented have not been fully integrated, so special programs are considered necessary to strengthen teacher professionalism. This study aims to analyze regulations, government policies, and literature related to teacher certification and PPG to explain their role in improving teachers' professional competence, especially in developing the quality of Islamic education. This study applies a qualitative literature review approach in examining various laws and regulations as well as relevant academic literature. It analyzes regulations, academic literature, and government policies related to teacher certification and PPG. The results of the study explain that the certification and PPG programs have an important role in increasing the professional competencies that teachers should have. This can be done through strengthening the curriculum, competent human resources, teaching and learning facilities and infrastructure, and field experience. The implementation of PPG has proven to be able to produce competent, certified, and competitive teachers, thereby contributing significantly to the development of education quality, especially Islamic education in Indonesia.