Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

LEARNING-ORIENTED ASSESSMENT TO ASSESS QUR'AN READING AND WRITING SKILLS: COMPREHENSIVELY AND CONTINUOUSLY Lubis, Ardiansyah; Kusaeri, Kusaeri; Suparto, Suparto; Zaitun, Zaitun; Yuliharti, Yuliharti; Ginda, Ginda; Indra, Adam Malik
JURNAL EDUSCIENCE Vol 12, No 5 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v12i5.7468

Abstract

Purpose – This study aims to examine the Learning-Oriented Assessment (LOA) model and its implementation to comprehensively and sustainably assess Qur'an reading and writing skills, as well as to identify the factors that support or inhibit its implementation.Methodology – This study employed the systematic literature review (SLR) method to analyze 24 articles published between 2020 and 2025 that focus on learning-oriented assessments for evaluating comprehensive and sustainable Al-Qur'an reading and writing skills. A thematic analysis was conducted to identify the main themes that emerged from the articles.Findings – The findings show that LOA is a participatory, reflective and process-oriented assessment approach, with five main models, namely 2D-LoA, EAT Framework, CSA-CT, Ecological LOA and ELOA, and five implementation patterns: self-assessment and peer-assessment, formative feedback and feedforward, authentic tasks and reflective projects, digital technology integration and collaboration in determining assessment criteria. Supporting factors include teacher competence and reflective orientation, active student participation, authentic and process-oriented task design, technological support, and an inclusive classroom climate and assessment culture. Meanwhile, barriers identified include the dominance of summative assessment and test culture, low assessment literacy among teachers, time constraints and administrative burdens, student resistance to new assessment practices, limited infrastructure and access to technology, and lack of institutional and policy support.Contribution–This research contributes significantly to the development of an assessment model that goes beyond traditional summative evaluation, with an approach that prioritizes continuous feedback and active student engagement in the learning process
Relevansi Konsep Metode Pembelajaran Ibnu Sina pada Pembelajaran PAI di Era Modern Sari, Herlini Puspika; Yuliharti, Yuliharti; Zaitun, Zaitun
AL-FIKRA Vol 22, No 2 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v22i2.25806

Abstract

Penelitian ini membahas bidang pendidikan yakni tentang konsep metode pembelajaran Ibnu Sina dan relevansinya pada pembelajaran PAI di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaaan dengan metode pengumpulan data melalui literatur-literatur dan bacaan yang terkait dengan pembahasan beserta metode analisis data dengan analisis isi. Metode analisis yang dipakai untuk pengkajian tulisan ini ialah kualitatif melalui teknik analisis mendalami yang kemudian karya atau hasilnya disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil dari pengkajian ini adalah konsep pendidikan Ibnu Sina memiliki beberapa metode pembelajaran, antara lain metode talqin, demonstrasi, pembiasaan serta keteladanan, diskusi, magang, penugasan, tarhib dan targhib. Pemikiran tentang konsep metode pembelajaran dari Filsuf ini sesuai terhadap pendidikan Islam terkhusus dalam ranah metode pembelajaran PAI di era modern ini, yang mana pada dasarnya dengan metode yang baik terdebut maka tujuan dari pendidikan Islam dapat lebih mudah dicapai.
Instrumen Dan Media Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Novia, Yeyen; Subhan, Mhd; Yuliharti, Yuliharti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23637

Abstract

Setiap kegiatan bimbingan dan konseling selalu didasari oleh data atau fakta. Penggunaan instrumen dalam layanan bimbingan dan konseling berfungsi untuk memberikan informasi yang akurat dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Hal ini sangat berguna bagi guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi berbagai permasalahan dalam bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (Library research) dengan pendekatan kualitatif. Penggunaan data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapat berbagai sumber seperti jurnal, karya ilmiah, laporan, buku dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Kepentingan adanya instrumen dalam layanan bimbingan dan konseling dapat digunakan oleh konselor dalam mengumpulkan data tentang peserta didiknya atau konseli. Instrumen dapat berupa kelompok tes dan kelompok non tes. Kelompok tes adalah instrumen yang berupa alat pengumpulan data psikologis atau biasa disebut dengan psiko-tes. Instrumen selanjutnya adalah kelompok non tes yang digunakan dalam pengumpulan data tentang sikap, perilaku dan spontanitas individu. Selain itu adalah data dari lingkungan seperti keluarga, sekolah dan masyarakat. Pada instrumen non tes ini dapat berupa angket, sosiometri dan panduan wawancara. Media komunikasi yang dimaksud dalam layanan bimbingan dan konseling adalah berupa komputer, peralatan audio dan visual seperti VCD atau DVD. Komputer sangat berperan dalam pengumpulan data pelayanan bimbingan dan konseling. Hal ini dikarenakan penggunaan media berupa komputer dapat meningkatkan hasil kinerja agar lebih optimal.
The Use of Learning Media in Islamic Religious Education Learning to Grow Students' Interest in Learning Yuliharti, Yuliharti
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.294

Abstract

AbstractIslamic Religious Education known as PAI is one of the compulsory subjects taught in schools. However, PAI is less desirable and is considered boring by most students. To achieve the goals of Islamic religious education, in the learning process, teachers can use learning media to make it easier to teach the subject matter, and students more easily understand the lesson, therefore this study has the aim of how the use of learning media in Islamic religious education subjects can increase interest in learning student. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis of research results. From the research, it was found that teachers who have competence, if they can choose the right methods and media in PAI learning with their characteristics, will be able to present learning in a solid formula. Learning will be fun for students to internalize religious values in PAI learning materials. Indirectly it can also motivate students to develop themselves and find beautiful pearls in Islamic religious education materials to shape their morals and character.Keywords: Learning Media, Islamic Religious Education, Religious Values. AbstrakPendidikan Agama Islam yang dikenal dengan PAI merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang diajarkan di sekolah. Namun, PAI kurang diminati dan dianggap membosankan oleh sebagian besar siswa. Untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam, dalam proses pembelajaran guru dapat menggunakan media pembelajaran agar lebih mudah dalam mengajarkan materi pelajaran, dan siswa lebih mudah memahami pelajaran, oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan bagaimana pemanfaatan media pembelajaran. dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif hasil penelitian. Dari penelitian ditemukan bahwa guru yang memiliki kompetensi, jika dapat memilih metode dan media yang tepat dalam pembelajaran PAI dengan karakteristiknya, akan mampu menyajikan pembelajaran dalam formula yang solid. Pembelajaran akan menyenangkan bagi siswa untuk menginternalisasikan nilai-nilai agama dalam materi pembelajaran PAI. Secara tidak langsung juga dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan diri dan menemukan mutiara yang indah dalam materi pendidikan agama Islam untuk membentuk akhlak dan akhlaknya.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Nilai-nilai Keagamaan.
Pola Pendidikan Nabi Muhammad Saw dalam Hadist Setiawati, Ika; Yuliharti, Yuliharti
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 3, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Pacsasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v3i3.28687

Abstract

Pola pendidikan Islam Rasulullah SAW  sejalan dengan tahapan-tahapan dakwah yang disampaikan kepada kaum Quraisy melalui tiga tahapan, yaitu pendidikan secara rahasia dan perorangan, pendidikan secara terbuka dan terang-terangan serta pendidikan yang dilakukan secara meluas. Pendidikan fase Mekkah dan Madinah memiliki persamaan dan perbedaan, fase Mekkah ada dua lembaga pendidikan yakni rumah Arqam dan Kuttab, sedangkan Madinah lembaga pendidikan rumah para sahabat dan masjid yang multifungsi. Tujuan dari kajian ini adalah membahas tentang pola pendidikan Nabi Muhammad SAW dalam Hadist. Kajian ini merupakan studi pustaka dengan data yang diperoleh melalui dokumen buku dan artikel yang relevan. Data yang telah diambil kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Mental health in the hadith spotlight: enlightenment for a healthy soul Yuliharti, Yuliharti; Agustiar, Agustiar; Hasbi, M. Ridwan; Syafi'ah, Syafi'ah; Usman, Usman; Zatrahadi, M. Fahli
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244648

Abstract

This research aims to explore the concept of mental health from a hadith perspective, which is an important part of Islamic teachings. Using literature research methods, this study analyses various hadiths that are relevant to understanding the principles of mental health taught by the Prophet Muhammad. We thoroughly studied a total of 12 articles and 3 books related to this topic. The research results show that mental health in the hadith includes principles such as feelings of security, independence, responsibility, and physical and spiritual balance. These hadiths illuminate the significance of preserving mental health in the pursuit of life, emphasizing the need for appreciation and care. This study contributes to the development of a spiritual understanding of mental health, as well as offering guidance for Muslims in maintaining mental well-being based on hadith teachings.