Halimatusyadiah Halimatusyadiah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH METODE PEMETAAN KONSEP TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA KEPERAWATAN Pramajati, Hikmat; Sukaesih, N Siti; Purnama, Ahmad; Nuryani, Reni; Lindayani, Emy; Halimatusyadiah, Halimatusyadiah; Sopiah, Popi; Sutresna, Iyos; Setyawati, Anita
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i2.459

Abstract

Dosen keperawatan dituntut agar dapat mengevaluasi dan meningkatkan pemikiran kritis mahasiswa dalam menyusun asuhan keperawatan. Beberapa studi mengungkapkan bahwa metode pemetaan konsep dapat memberikan pengaruh positif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh metode pemetaan konsep terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental. Penelitian ini melibatkan 43 mahasiswa tingkat dua di Sekolah Keperawatan. Kemampuan berpikir kritis diukur dengan Instrumen the Seventeen Dimensions of Critical Thinking and Written Examination dan lembar ujian tertulis. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji-t, uji Wilcoxon, uji Repeated ANOVA, dan uji Friedman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata skor berpikir kritis dan ujian tertulis setelah intervensi (masing-masing p=0,00). Metode pemetaan konsep membantu mahasiswa mengembangkan pemikiran kritis dengan melihat hubungan antarkonsep, mengatur dan mengelompokkan informasi dengan cara yang bermakna, berpikir jernih dan rasional, serta membuat penilaian berbasis pengetahuan. Diharapkan dosen keperawatan dapat memfasilitasi mahasiswa untuk berlatih menggunakan pemetaan konsep dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: berpikir kritis; mahasiswa keperawatan; pemetaan konsepAbstract  Nursing educators must possess the ability to assess and enhance students' critical thinking skills in the formulation of nursing care plans. Numerous research indicate that the concept mapping technique might positively impact the learning process. This study seeks to determine the impact of the concept mapping method on the critical thinking abilities of nursing students. This research employed a quantitative design utilising a quasi-experimental methodology. This research encompassed 43 second-year students at the School of Nursing. Critical thinking skills were assessed with the Seventeen Dimensions of Critical Thinking and Written Examination Instrument, along with written exam sheets. The acquired data were analysed utilising the t-test, Wilcoxon test, Repeated ANOVA test, and Friedman test. The study's results indicated a significant difference in the mean scores of critical thinking and written examinations post-intervention (each p = 0.00). The concept mapping method enhances students' critical thinking by elucidating relationships between concepts, systematically organising and categorising material, fostering clear and rational thought, and facilitating knowledge-based decision-making. Nursing professors are expected to enable students to employ concept mapping in their learning process. Keywords: conceptual mapping; critical thinking; nursing students
The Importance of Management Family-Centered Care Model in Stroke Recovery : A Comprehensive Examination Ayu, Windri Dewi; Halimatusyadiah, Halimatusyadiah; Jaelani, Ahmad
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan (April 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v12i1.783

Abstract

Stroke is a substantial health issue that affects numerous individuals and their families. Stroke survivors and their carers sometimes face difficulties when transitioning from the hospital to their home. Implementing a family-centered care approach throughout rehabilitation is crucial for properly addressing the needs of both parties. Although advantageous, this strategy may give more importance to the worries of family members rather than those of the stroke survivors themselves. The objective of this study was to assess the efficacy of a family-centered care approach in stroke rehabilitation by an analysis of existing research literature and the examination of outcomes. This integrated literature study employs a methodology that investigates databases like Scopus, PubMed, Researchgate, and Google Scholar across several nations such as the United States, Canada, Australia, England, South Korea, the Netherlands, Japan, and others. The results indicated that implementing a family-centered care approach in stroke therapy yielded significant enhancements in the Both groups' physical and mental well-being. The existing body of research suggests that the involvement of family members in the provision of care and support for individuals who have experienced a stroke leads to enhanced outcomes in relation to physical functioning, psychological well-being, and overall quality of life. In stroke rehabilitation, the implementation of a family-centered care approach ultimately leads to favorable outcomes for both stroke patients and their caregivers. Future research should place emphasis on the discovery of specific strategies for effective implementation and the evaluation of the long-term effects of these approaches on persons who have suffered a stroke and their family members.
PENGARUH METODE PEMETAAN KONSEP TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA KEPERAWATAN Hikmat Pramajati; N Siti Sukaesih; Ahmad Purnama; Reni Nuryani; Emy Lindayani; Halimatusyadiah; Popi Sopiah; Iyos Sutresna; Anita Setyawati
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dosen keperawatan dituntut agar dapat mengevaluasi dan meningkatkan pemikiran kritis mahasiswa dalam menyusun asuhan keperawatan. Beberapa studi mengungkapkan bahwa metode pemetaan konsep dapat memberikan pengaruh positif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh metode pemetaan konsep terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental. Penelitian ini melibatkan 43 mahasiswa tingkat dua di Sekolah Keperawatan. Kemampuan berpikir kritis diukur dengan Instrumen the Seventeen Dimensions of Critical Thinking and Written Examination dan lembar ujian tertulis. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji-t, uji Wilcoxon, uji Repeated ANOVA, dan uji Friedman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata skor berpikir kritis dan ujian tertulis setelah intervensi (masing-masing p=0,00). Metode pemetaan konsep membantu mahasiswa mengembangkan pemikiran kritis dengan melihat hubungan antarkonsep, mengatur dan mengelompokkan informasi dengan cara yang bermakna, berpikir jernih dan rasional, serta membuat penilaian berbasis pengetahuan. Diharapkan dosen keperawatan dapat memfasilitasi mahasiswa untuk berlatih menggunakan pemetaan konsep dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: berpikir kritis; mahasiswa keperawatan; pemetaan konsep AbstractNursing educators must possess the ability to assess and enhance students' critical thinking skills in the formulation of nursing care plans. Numerous research indicate that the concept mapping technique might positively impact the learning process. This study seeks to determine the impact of the concept mapping method on the critical thinking abilities of nursing students. This research employed a quantitative design utilising a quasi-experimental methodology. This research encompassed 43 second-year students at the School of Nursing. Critical thinking skills were assessed with the Seventeen Dimensions of Critical Thinking and Written Examination Instrument, along with written exam sheets. The acquired data were analysed utilising the t-test, Wilcoxon test, Repeated ANOVA test, and Friedman test. The study's results indicated a significant difference in the mean scores of critical thinking and written examinations post-intervention (each p = 0.00). The concept mapping method enhances students' critical thinking by elucidating relationships between concepts, systematically organising and categorising material, fostering clear and rational thought, and facilitating knowledge-based decision-making. Nursing professors are expected to enable students to employ concept mapping in their learning process. Keywords: conceptual mapping; critical thinking; nursing students
Penerapan Kompres Hangat dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Gastritis Iis Rostika; Emy Salmiyah; halimatusyadiah halimatusyadiah; Ratna Wulan Hardian
Health Idea Vol 2, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2207

Abstract

Gastritis adalah penyakit  peradangan pada mukosa lambung yang disebabkan oleh iritasi dan infeksi pada lambung serta pola makanan yang tidak teratur. Salah satu gejala yang sering terjadi pada penderita gastritis adalah nyeri, keluhan nyeri menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan teknik Farmakologi dan non-farmakologi salah satuya dengan menggunakan Kompres Hangat. Tujuan : Penerapan Kompres Hangat dapat membantu pasien gastritis dalam menurunkan skala nyeri, mengurangi kecemasan dan memberikan rasa nyaman. Metode : metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah Studi Kasus. Alat ukur yang digunakan penulis adalah pengkajian, wawancara, observasi, untuk mengukur skala nyeri Numeric Rating Scale dan Standar Oerasional Prosedur. Hasil: Hasil Studi Kasus menunjukan setelah pemberian Kompres Hangat 2x sehari selama 3 hari dalam waktu 15 menit skala nyeri menurun, yaitu sebelum dilakukan kompres hangat skala nyeri 6 dan setelah dilakukan kompres hangat skala nyeri menjadi 3. Simpulan dan Saran : pemberian kompres hangat ini dapat diberikan kepada pasien dengan penderita gastritis, tidak hanya mengurangi nyeri pada pasien tetapi dapat memberikan rasa nyaman setelah diberikan kompres hangat.
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM AKTIVITAS FISIK MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK PARTISIPATIF: Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Komunitas di Manila, Filipina Windri Dewi Ayu; Halimatusyadiah Halimatusyadiah; Winifredo Licop
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1144

Abstract

Latar belakang: Aktivitas fisik merupakan determinan penting dalam pencegahan berbagai penyakit tidak menular, namun partisipasi keluarga dalam aktivitas fisik masih rendah akibat meningkatnya gaya hidup sedentari dan keterbatasan literasi kesehatan. Keluarga sebagai unit sosial terdekat memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup aktif. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pemberdayaan berbasis keluarga yang terstruktur untuk meningkatkan kesiapan dalam mengelola aktivitas fisik. Tujuan: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan proses manajemen pemberdayaan keluarga dalam aktivitas fisik melalui pendekatan edukatif dan praktik partisipatif. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Manila, Metro Manila, Filipina sebagai bagian dari kolaborasi internasional dengan Philippine Women’s University. Program dirancang menggunakan kerangka manajemen kegiatan yang meliputi tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta berjumlah 43 orang yang terdiri dari remaja dan orang dewasa. Kegiatan berlangsung selama 60 menit yang mencakup edukasi interaktif mengenai pentingnya aktivitas fisik, praktik aktivitas fisik bersama, serta dancing partisipatif dalam suasana menyenangkan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta mengikuti rangkaian program hingga selesai dengan tingkat partisipasi 100%. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya aktivitas fisik serta komitmen awal untuk melakukan aktivitas fisik bersama keluarga. Kesimpulan: Program ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan keluarga melalui edukasi dan praktik partisipatif berpotensi meningkatkan kesiapan keluarga dalam mengelola aktivitas fisik secara mandiri. Pendekatan berbasis komunitas yang terstruktur dapat menjadi strategi promotif yang relevan dalam mendorong pembentukan gaya hidup aktif di lingkungan keluarga.
Associations of Physical Activity and Sleep Quality With Premenstrual Syndrome Severity Among Female Adolescents in Cimahi, Indonesia Dedeh Sri Rahayu; Murniati; Halimatusyadiah; Hilda Nurul Afidah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.509

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) is common among female adolescents and can interfere with learning, emotional well-being, and daily activities. Physical activity and sleep quality are modifiable lifestyle factors that may be associated with PMS severity. This study aimed to determine the associations between physical activity, sleep quality, and PMS severity among eleventh-grade female students at MAN Kota Cimahi in 2025. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted in March 2025. From a population of 205 students, 67 respondents were selected using proportional simple random sampling. Physical activity, sleep quality, and PMS were assessed using the IPAQ-SF, PSQI, and SPAF, respectively. Data were analyzed using Gamma correlation. Most respondents had low physical activity (82.1%), poor sleep quality (79.1%), and moderate PMS (65.7%). Physical activity was strongly and inversely associated with PMS severity (γ = -0.787; p = 0.003), whereas poor sleep quality was strongly and positively associated with PMS severity (γ = 0.738; p = 0.004). Physical activity and sleep quality were significantly associated with PMS severity. Higher physical activity was associated with lower PMS severity, whereas poorer sleep quality was associated with greater PMS severity. These findings support school-based nursing education that promotes regular physical activity, healthy sleep habits, menstrual symptom monitoring, and timely referral for adolescents with disruptive symptoms.