Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Juridical Analysis of Deeds of Peace Made in the Presence of a Notary in Resolving Civil Disputes Outside of Court Zaenudin, Ahmad; Djunaedi, Djunaedi
Jurnal Konstatering Vol 2, No 3 (2023): July 2023
Publisher : Master of Notarial Law, Faculty of Law, Sultan Agung Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In resolving civil disputes, courts are often seen as the only way to achieve justice. However, in some cases, parties involved in a dispute can reach an amicable agreement outside of court through a mediation or negotiation process. One of the tools used to record this peace agreement is a peace deed made before a Notary. The reality that occurs in dispute resolution carried out by the courts is that it is considered slower and ineffective and is still felt to be detrimental by many parties. There are so many inherent weaknesses that it is considered necessary to have methods or institutions for resolving disputes outside of court even though the case has been tried in court. In this case the research focuses significantly and examines and discusses in order to be able to analyze so that one can find out about the Role and Responsibilities of Notaries in Settlement of Disputes Peacefully. In this case the responsibility of a Notary is not responsible for the contents of the deed made before him, but the Notary is only responsible for the formal form of an authentic deed as stipulated by law. This legal research also aims to determine the role of a notary in settlement with conciliation outside the court, the responsibility of a notary in resolving disputes against a deed of reconciliation made before a notary and to analyze research on the strength of law against a deed of reconciliation made before a notary. This type of research is sociological juridical research with an interview study approach, direct observation of several notaries who are experts in their field, as well as looking at the applicable laws and regulations (statute approach) which discuss the position of notary, and a case approach. The legal materials used in this legal research are primary legal materials with the data collection techniques used are interview studies and direct observation in the field.
Peningkatan Partisipasi Masayarakat pada Studi Pemetaan Partisipatif dalam Pembuatan Jalur Evakuasi Bencana Tsunami di Desa Wisata Pagar Jaya Wibowo, Rahmat Catur; Karyanto, Karyanto; Zaenudin, Ahmad; Sarkowi, Muh
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.172

Abstract

Desa wisata Pagar Jaya memiliki beberapa obyek geowisata yang sangat menarik untuk dikunjungi seperti: Dinding Dasit, Pantai T. Indah, Pantai T. Hantu, dan Batu Wayang. Semua obyek geowisata tersebut berada di area pesisir dan sangat rentan terhadap ancaman bencana tsunami. Nilai penting dari proses partisipatif dalam kajian risiko bencana adalah mewadahi masyarakat dalam mengambil keputusan dan merumuskan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana. Tujuan dari pengabdian ini adalah: memetakan kondisi eksisting obyek geowisata Dinding Dasit, Teluk Indah, Teluk Hantu, dan Batu Wayang berbasis geospasial, mengedukasi masyarakat akan prinsip-prinsip mitigasi bencana tsunami, dan mengintegrasikan data geospasial dan nonspasial dari kelompok masyarakat dalam pembuatan jalur evakuasi bencana tsunami di Desa Wisata Pagar Jaya. Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Pagar Jaya merupakan subjek utama dalam proses pemetaan partisipatif. Proses pemetaan melalui tahap Focus Group Discussion dan in-depth interview berkaitan dengan risiko bencana dan jalur evakuasi. Sistem Informasi Geografis kemudian mentransformasikan hasil pemetaan partsipatif dalam bentuk digital. Hasil dari penelitian ini adalah peta partisipatif jalur evakuasi untuk bencana tsunami di Desa Pagar Jaya yang secara geografis berada di pesisir selatan Pulau Sumatera.
Identifikasi Awal Pergerakan Sesar Peterjajar Dengan Metode Pengamatan Survei GPS Tahun 2022 Dan Tahun 2023 Dwi Kusuma, Rinaldo; Fajriyanto; Rahmadi, Eko; Zaenudin, Ahmad
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Bakauheni terletak di ujung Pulau Sumatra di Provinsi Lampung. Daerah ini terdapat sesar minor yang bernama sesar Peterjajar. Hasil studi geologi dan geofisika, sesar ini tergolong sesar dengan pergerakan sinistral dan komponen vertikal naik, atau disebut oblique fault. Oleh karena itu, perlu penelitian lanjut melalui metode survei GPS untuk melihat pergerakan awal dari Sesar Peterjajar. Tujuan penelitian ini untuk melihat seberapa besar deformasi yang di aktibatkan oleh aktivitas sesar Peterjajar serta kaitannya dengan mekanisme pergerakan sesar. Pada penelitian ini menggunakan metode pengamatan survei GPS Geodetik selama dua tahun pengamatan dengan waktu pengamatan selama 20 jam sampai dengan 24 jam, dengan interval 15 detik dan mask angel 15° serta jumlah titik pengamatan yang digunakan berjumlah enam titik pengamatan yang tersebar di zona Sesar Peterjajar. Titik ikat yang digunakan adalah titik International GNSS Service (IGS) yang tersebar diseluruh wilayah penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah deformasi dari masing-masing titik pengamatan GPS selama dua tahun, yaitu tahun 2022 dan tahun 2023. Kecepatan pergeseran horizontal paling sedikit terjadi pada titik pengamatan GB09 sebesar 1,909 mm/tahun dan paling besar terjadi pada titik pengamatan GB08 sebesar 23,830 mm/tahun. Kemudian, pergeseran vertikal paling sedikit terjadi pada titik pengamatan GB09 sebesar -4,28 mm/tahun dan paling besar terjadi pada titik GB07 sebesar 73,30 mm/tahun. Berdasarkan hasil dari masing-masing titik pengamatan GPS metode geodetik, sesar ini memiliki deformasi dengan arah pergerakan mengiri atau sinistral dan komponen vertikal relatif turun. Akan tetapi, setelah hasil kecepatan pergeseran di uji statistik, titik pengamatan tidak mengalami pergeseran yang signifkan dilakukan uji T-student, titik pengamatan tidak mengalami pergeseran yang signifikan.   Kata kunci: Deformasi, GAMIT/GLOBK, Sesar Peterjajar, Survei GPS
Implementasi Kebijakan E-Procurement dalam Mewujudkan Transparansi Pengadaan Barang/Jasa pada Pemerintah Kabupaten Magelang Zaenudin, Ahmad; Setyowati, Yuli
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Special Issue
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.709

Abstract

Pengadaan barang/jasa termasuk sektor yang rentan terhadap praktik korupsi dan menjadi perhatian utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemerintah mendorong penguatan transparansi publik melalui pengembangan e-government, antara lain melalui penggunaan sistem pengadaan secara elektronik (e-procurement). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan e-procurement dalam mewujudkan transparansi pengadaan barang/jasa pada Pemerintah Kabupaten Magelang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis kebijakan didasarkan pada model implementasi Van Meter dan Van Horn yang meliputi: standar dan sasaran; sumber daya; komunikasi antar organisasi pelaksana; karakteristik lembaga pelaksana; kondisi ekonomi, sosial dan politik; dan disposisi atau sikap pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan e-procurement pada Pemerintah Kabupaten Magelang telah berjalan cukup efektif dalam meningkatkan transparansi. Faktor pendukung utama meliputi kejelasan regulasi, komitmen pimpinan, sinergi pihak terkait, serta pemanfaatan media digital yang memperluas akses informasi publik. Namun demikian, hambatan masih ditemui pada keterbatasan kapasitas sumber daya manusia pengelola pengadaan, belum optimalnya dukungan sarana dan prasarana, serta kendala teknis pada sistem terpusat. Untuk itu, diperlukan beberapa upaya guna mengoptimalkan implementasi kebijakan e-procurement, antara lain memenuhi jumlah kebutuhan sumber daya manusia pengelola pengadaan, mengoptimalkan dukungan sarana dan prasarana serta memperkuat tata kelola dan arsitektur sistem pengadaan.
From Project to Operations: Human Resource Strategies as Key Success Factors for Jakarta-Bandung High-Speed Railway Zaenudin, Ahmad; Pribadi, Ocky Soelistyo; Handayani, Sri
Journal of International Accounting, Taxation and Information Systems Vol. 2 No. 4 (2025): November
Publisher : CV. Proaksara Global Transeduka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70865/jiatis.v2i4.139

Abstract

The development of Indonesia’s first high-speed railway between Jakarta and Bandung marks a major transition from infrastructure delivery to full operational readiness, requiring not only physical assets but also competent human resources and an effective technology transfer process. This study examines human resource strategies for the Jakarta–Bandung High-Speed Railway, with a focus on workforce requirement planning, workforce fulfillment, and the localisation of operation and maintenance functions. A qualitative descriptive case study approach was employed, drawing on semi-structured interviews, field observations, and document analysis involving PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), Chinese railway experts, the national railway regulator, and Indonesian railway training institutions. The findings indicate that workforce preparation is implemented through three interrelated strategies. First, a structured workforce requirement planning process integrates service plans, demand forecasting, and asset-based workload analysis, resulting in a projected requirement of 1,483 personnel to support 68 daily train services. Second, workforce fulfillment is conducted in phases through recruitment and secondment schemes, with 513 personnel prepared by mid-2023, leaving 970 positions to be filled. Third, localisation and technology transfer are guided by a roadmap implemented through consortium-based arrangements, staged training programs, and the gradual replacement of 812 Chinese experts in critical operational roles. The study underscores the importance of coherent human resource planning and regulation-aligned localisation strategies in ensuring safe, efficient, and sustainable high-speed rail operations in Indonesia.
RELASI LUAS GUNUNG ANAK KRAKATAU BERDASARKAN CITRA LANDSAT 8 DENGAN REKAMAN GETARAN AMPLITUDO TAHUN 2018-2019 Ahmad Zaenudin; Mochamad Firman Ghazali; Farida Febrian Fazanisa; Alhada Farduwin
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v5i1.104

Abstract

Gunung Anak Krakatau mengalami dinamika aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi yang ekstrem pada periode 2018–2019, yang berpuncak pada peristiwa flank collapse berskala masif pada 22 Desember 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola korelasi fisis antara fluktuasi intensitas getaran seismik (amplitudo) dengan perubahan luas wilayah daratan pada fase sebelum dan sesudah erupsi katastrofik. Metode yang digunakan adalah analisis geospasial multi-temporal berbasis penginderaan jauh menggunakan citra satelit Landsat 8 yang diintegrasikan dengan data amplitudo harian. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi selaras pada fase pra-erupsi berupa ekspansi area yang diiringi tingginya amplitudo akibat erupsi strombolian persisten, serta anomali korelasi negatif ekstrem pada keruntuhan sektoral. Secara keseluruhan, korelasi temporal secara langsung antara fluktuasi amplitudo dan perluasan wilayah tergolong lemah dengan nilai koefisien determinasi () sebesar 0,2761, yang mengindikasikan bahwa variasi luas wilayah hanya dipengaruhi oleh amplitudo getaran sebesar 27,61%. Perubahan luas daratan, khususnya pada fase pertumbuhan kembali, tidak terjadi secara instan mengikuti ritme getaran, melainkan memiliki jeda waktu karena merupakan produk akhir dari proses geologi masif seperti akumulasi endapan tefra dan progradasi aliran lava. Disimpulkan bahwa pemantauan fisis menggunakan citra Landsat 8 memiliki keterbatasan resolusi dan penetrasi awan, sehingga evaluasi morfologi gunung api yang lebih presisi membutuhkan integrasi penginderaan jauh beresolusi tinggi.