Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PM2,5 and Hypertension Desi Putri Utami; Al Asyary; Zakianis Zakianis
JUMP Health (Journal of Ultimate Public Health) Vol. 4 No. 1 (2020): May 2020
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jump-health.v4.i1.p277-282

Abstract

Hypertension is usually contributed by such factors including age, sex, heredity, education, smoking, obesity, physical activity and a history of other diseases such as kidney disease. In addition to these risk factors, hypertension can also be caused by particulate sources of air pollution. Air pollution has an impact on health including respiratory disorders, heart disease, cancer of various organs, reproductive disorders and hypertension. Some types of air pollutant most often found are Carbon Monoxide, Nitrogen Oxide, Sulfur Oxide, and dust particles such as Particulate Matter ≤ 2.5 μm (PM2.5).
SANITASI DAN AIR MINUM DI DAERAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI PROVINSI BENGKULU (ANALISIS DATA POTENSI DESA 2018) Tri Noviyanti Nurzanah; zakianis zakianis; Bambang Wispriyono; Athena Anwar
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 3 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.422 KB) | DOI: 10.22435/jek.v3i18.2471

Abstract

ABSTRACT Bengkulu Province is the fourth-lowest province in Indonesia for sanitation facilities and drinking water availability. The difference in socioeconomic conditions and very low access to sanitation in Bengkulu Province poses a major challenge to ensuring water and sanitation services for all, so as to attempt to control a large number of infectious diseases. The purpose of this study was to determine the description of sanitation and drinking water between urban and rural areas in Bengkulu Province. Data analyzed were Village Potential data (PODES) in 2018 and the sample were 148 villages. Research results show that sanitation facilities and the availability of clean water in urban areas are better than in rural areas. In rural areas the majority of sewage is unsanitary or without latrines/open defecation, garbage disposal is carried out by dumping it into the pit of natural soil or being burnt, the sewage is still open, the water source is still a dug well as a source of clean water. In conclusion, there are still gaps in terms of access to sanitation in rural areas and urban safe drinking water. An evaluation is needed to increase community access to sanitation in rural areas and drinking water in cities. Keywords: Saniation, drinking water, urban areas, rural areas ABSTRAK Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi dengan sarana sanitasi dan ketersediaan air minum ke empat terendah di Indonesia. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dan akses sanitasi yang sangat rendah di Provinsi Bengkulu menimbulkan tantangan besar untuk memastikan layanan air dan sanitasi bagi semua, sehingga membantu mengendalikan sejumlah besar penyakit menular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sanitasi dan air minum antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Provinsi Bengkulu. Data yang dianalisis adalah data Potensi Desa (PODES) tahun 2018 dengan unit analisis desa. Jumlah sampel sebesar 148 desa di daerah perkotaan dan perdesaan di Provinsi Bengkulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa sarana sanitasi dan ketersediaan air bersih di wilayah perkotaan lebih baik daripada di wilayah perdesaan. Di wilayah perdesaan mayoritas pembuangan tinja tidak saniter atau tanpa jamban/buang air besar sembarangan, pembuangan sampah dilakukan sdengan membuang ke dalam lubang tanah atau dibakar, saluran pembuangan air limbah masih terbuka, dan sumber air adalah sumur gali sebagai sumber air bersih. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam hal akses sanitasi dan air minum antara di perdesaan dan perkotaan. Perlu adanya evaluasi peningkatan akses masyarakat terhadap sanitasi di pedesaan dan air minum di perkotaan. Kata kunci: Sanitasi, air minum, perkotaan, pedesaan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIKA Lia Meiliyana; Rita Damayanti; Zakianis Zakianis
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2020): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.594 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v14i1.102

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi permasalahan global, karena tingkat insiden mengalami peningkatan 30 kali lipat selama 50 tahun terakhir. Partisipasi masyarakat amat dibutuhkan dalam keberlangsungan upaya pengendalian demam berdarah. Kesadaran diri kunci utama dalam berpartisipasi dipengaruhi faktor-faktor seperti pengetahuan, sikap dan perilaku. Penelitian ini menggunakan sistematika review untuk melihat upaya pencegahan demam berdarah berdasarkan partisipasi masyarakat. Strategi pencarian menggunakan 3 electronic database, EBSCO, Proquest dan Google Scholar dan mengikuti Protokol PRISMA (Preffered Reporting Items for Systematic Review and Meta Analyses), didapatkan sebanyak 17 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil tinjauan terdapat 4 variabel utama yang digunakan yaitu Sosiodemografi, Knowledge, Attitude dan Practice. Variabel sosiodemografi (umur dan pendidikan) mempunyai nilai signifikan pada 42,8% artikel, variabel pengetahuan cara pendegahan demam berdarah signifikan pada 23,1% artikel, variabel sikap terhadap tempat perindukan nyamuk dan upaya pengendalian vektor sebesar 53,8% artikel, dan variabel perilaku yang mempunyai signifikansi dengan prosentase tertinggi adalah perilaku yang dihubungkan dengan indeks entomologi sebesar 53,8% artikel. Tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap positif terhadap upaya pencegahan demam berdarah belum tentu memberikan hasil signifikan terhadap perilaku. Dengan demikian peningkatan kesadaran tentang risiko, motivasi dan komunikasi diperlukan untuk mengubah perilaku
Strategi Pengelolaan Limbah Medis Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19 Resa Mailina; Zakianis Zakianis
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i2.676

Abstract

Introduction; COVID-19 has an impact on various fields including the environment and waste management. Prevention of COVID-19 by using masks has another impact, namely the emergence of piles of household medical waste. Aim; to determine the management of household medical waste both in Indonesia and abroad. Method; a literature review of articles that discuss waste management in Indonesia and abroad. Result; management of medical waste at the household level in Indonesia has been regulated in Circular Letter Number SE.3/MENLHK/PSLB.3/3.2021 concerning Management of Hazardous Waste and Waste from Handling Coronavirus Disease-19. However, the implementation has not been maximized due to the lack of waste management facilities at the household level. Overseas medical waste management in some countries uses household-level segregation where medical waste is separated and processed using incinerators. Conclusion; the problems that arise are basically the same both in Indonesia and abroad are related to public awareness and unequal facilities. Recommendation; Household waste management facilities are expected to be improved along with the provision of education and knowledge to increase public awareness.
Exploring the Food Waste Produced by Youth: a Case Study in DKI Jakarta Christania Paruntu; Zakianis Zakianis
Journal of Social Research Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i3.739

Abstract

Young people are a vulnerable group in disposing of food waste due to the spontaneity of this group. This study aims to explore food waste generated by young people with case studies in DKI Jakarta starting from planning and shopping for food, cooking food, storing and evaluating food, the types of food waste that usually arise up to the stage of processing food waste. This type of research is exploratory qualitative. Research data collection method is semi-structured in-depth interviews with the determination of informants using purposive sampling method. Based on the results of in-depth interviews, the average informant tends to have the potential to generate food waste at every stage starting from planning and shopping for food, cooking of food and storage and grading of food. The types of food waste that usually arise are avoidable waste such as rice, edible fruit peels and edges of bread as well as unavoidable food waste such as fish bones and fruit skins that cannot be consumed. The majority of informants still throw away leftover food waste without prior sorting because there are no supporting facilities for waste sorting. In conclusion, there are still many young people who throw away food waste because they do not plan meals regularly and cook food in more portions, the food waste is on average not sorted and not processed before being disposed of. edible fruit peels and bread crusts as well as unavoidable food waste such as fish bones and fruit skins that cannot be consumed. The majority of informants still throw away leftover food waste without prior sorting because there are no supporting facilities for waste sorting. In conclusion, there are still many young people who throw away food waste because they do not plan meals regularly and cook food in more portions, the food waste is on average not sorted and not processed before being disposed of. edible fruit peels and bread crusts as well as unavoidable food waste such as fish bones and fruit skins that cannot be consumed. The majority of informants still throw away leftover food waste without prior sorting because there are no supporting facilities for waste sorting. In conclusion, there are still many young people who throw away food waste because they do not plan meals regularly and cook food in more portions, the food waste is on average not sorted and not processed before being disposed of.
HUBUNGAN ANTARA NILAI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DENGAN INSIDENSI MALARIA: TINJAUAN SISTEMATIK DAN META-ANALISIS Ronaldo Naidin; Zakianis Zakianis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15031

Abstract

Malaria merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh plasmodium. Pada tahun 2020 terdapat 59,5 kasus dari 1000 populasi berisiko. Mortalitas secara global menunjukan sebanyak 15,3 kematian akibat malaria dari 100.000 populasi berisiko. Kerusakan lingkungan dapat mengakitbatkan beberapa efek, salah satunya adalah perubahan dinamika dari vektor penyakit infeksi, salah satunya adalah nyamuk vektor dari malaria. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) merupakan nilai untuk menghitung rapatan vegetasi pada suatu daerah, yang digunakan untuk memprediksi kejadian malaria. Tujuan dari tinjauan sistematis dan meta-analisis ini adalah untuk mengetahui korelasi antara NDVI dengan insiden dari malaria di dunia. Pencarian studi dilakukan di tiga basis data daring, yaitu Pubmed, Scopus, dan Embase hingga Agustus 2022. Luaran yang dicari adalah koefisien korelasi antara nilai NDVI dengan jumlah kasus malaria di suatu daerah. Dari pencarian tersebut, didapatkan 8 studi yang diinklusi untuk dianalisis lebih lanjut, dimana 4 studi bisa dilakukan meta-analisis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa nilai NDVI berkorelasi kuat terhadap insidensi malaria (r = 0.823, 95%CI = 0.253 to 0.969). Hal ini menunjukkan nilai NDVI berbanding terbalik dengan kasus malaria, yang mungkin terjadi akibat konversi lahan sehingga menimbulkan banyaknya genangan air yang ideal bagi siklus perkembangbiakan nyamuk.
Tingkat Partisipasi Rumah Tangga dalam Pengelolaan Sampah Anorganik di Kawasan Bintaro Jaya Wilayah Kelurahan Pondok Pucung Diamantha, Insyira Ranti; Zakianis, Zakianis; Hartono, Budi; Ningrum, Yulia Fitria
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Community participation in the implementation of waste management can be done at the household level, including sorting out waste and collecting recyclable waste in recycling programs. Bintaro Jaya area has various inorganic waste recycling programs that households can participate in, such as garbage bank programs, garbage dropboxes, and garbage donations to recycling centres or garbage collectors for recycling. The three programs have differences such as the ease of access and the type of waste collected in the program. Aim. The purpose of this study is to analyze the household participation level on inorganic waste recycling programs in Bintaro Jaya area Pondok Pucung urban village region and to find out the factors related. Method. This study used a cross-sectional study design. The analysis unit is a household with a minimum sample based on a two-proportion hypothesis test calculation of 147. Statistical analysis used is chi-square and logistic regression tests. Result. The results of this study indicate that the participation rate of households is 54.5%. The factors related to household participation are the availability of segregated waste bins (p-value < 0.001), and information through socialization (p-value <0.001).
Strategi Pengelolaan Limbah Medis Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19 Resa Mailina; Zakianis Zakianis
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i2.676

Abstract

Introduction; COVID-19 has an impact on various fields including the environment and waste management. Prevention of COVID-19 by using masks has another impact, namely the emergence of piles of household medical waste. Aim; to determine the management of household medical waste both in Indonesia and abroad. Method; a literature review of articles that discuss waste management in Indonesia and abroad. Result; management of medical waste at the household level in Indonesia has been regulated in Circular Letter Number SE.3/MENLHK/PSLB.3/3.2021 concerning Management of Hazardous Waste and Waste from Handling Coronavirus Disease-19. However, the implementation has not been maximized due to the lack of waste management facilities at the household level. Overseas medical waste management in some countries uses household-level segregation where medical waste is separated and processed using incinerators. Conclusion; the problems that arise are basically the same both in Indonesia and abroad are related to public awareness and unequal facilities. Recommendation; Household waste management facilities are expected to be improved along with the provision of education and knowledge to increase public awareness.
Analisis Biaya Manfaat dan Dampak Kesehatan Lingkungan TPS3R: Studi Kasus Mutiara Bogor Raya Apri Yulda; Zakianis Zakianis; Ririn Arminsih
Buletin Keslingmas Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i3.11755

Abstract

Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) merupakan salah satu solusi dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, namun implementasinya sering kali menghadapi berbagai kendala. Salah satu hambatannya adalah minimnya minat masyarakat dan pengembang kawasan untuk berpartisipasi karena biaya yang dianggap tinggi dan kurangnya pemahaman akan manfaatnya, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai manfaat bersih (net value) serta kelayakan ekonomi (BCR) dari pengelolaan sampah di TPS3R dibandingkan dengan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan studi kasus di TPS3R Mutiara Bogor Raya dan TPS di Katulampa. Metode analisis yang digunakan adalah Cost Benefit Analysis (CBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pengoperasian TPS3R adalah Rp549.980.813, dengan total manfaat sebesar Rp728.616.000, menghasilkan net value sebesar Rp178.635.187 dan BCR1 (1,32), menunjukkan kelayakan ekonomi serta manfaat lingkungan, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan kualitas udara. Sementara itu, TPS memiliki total biaya Rp285.208.500, dengan total manfaat sebesar Rp179.040.000, menghasilkan net value negatif sebesar Rp-106.168.500 dan BCR (0,62), yang menunjukkan ketidaklayakan ekonomi dan dampak negatif terhadap kesehatan lingkungan akibat metode "kumpul angkut buang" yang tidak ramah lingkungan. Kesimpulannya, TPS3R lebih menguntungkan secara ekonomi dan lebih mendukung kesehatan lingkungan dibandingkan dengan TPS.
HUBUNGAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN DIARE DI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2020-2022 (STUDI EKOLOGI) Lestari, Selfi Octaviani; Zakianis, Zakianis; Sapta, Wibowo Ady
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43538

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, terutama di negara-negara berkembang. Diare ditandai dengan buang air besar encer sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari, sering kali disertai dengan kram perut. Insiden diare di kawasan Asia Tenggara cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah Afrika. Untuk mengatasi hal ini, berbagai negara telah menerapkan program Community Led Total Sanitation yang bertujuan menurunkan angka kejadian diare melalui pendekatan perubahan perilaku. Di Indonesia sendiri, upaya serupa dilakukan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang terdiri dari 5 pilar, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT), dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara penerapan 5 pilar STBM dengan kejadian diare di Kota Metro, Provinsi Lampung, pada tahun 2020–2022. Studi ini menggunakan desain ekologi dengan cakupan 22 kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima pilar STBM, hanya dua pilar yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare, yaitu PSRT (p=0,012, B=0,557) dan PLCRT (p=0,017, B=-0,529).