Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PRILAKU TIANG BOR KELOMPOK UNTUK BERBAGAI KONFIGURASI Aniek Prihatiningsih; Andryan Suhendra; Jasson Buntara; Jevin Wijaya; Andreas Gerald
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/2xr07406

Abstract

Prilaku dan deformasi kelompok fondasi tiang dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks yang saling berinteraksi, yang masing-masing berperan dalam menentukan kinerja fondasi secara keseluruhan. Salah satu faktor yang akan mempengaruhi kinerja ini adalah konfigurasi atau formasi tiang dalam kelompok fondasi tersebut. Faktor-faktor seperti jarak antar tiang, orientasi, kedalaman tiang dan posisi tiang dapat mempengaruhi seberapa efektif kelompok tiang menyalurkan beban ke lapisan tanah, serta bagaimana deformasi atau pergeseran terjadi selama pembebanan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang pengaruh konfigurasi tiang pada kelompok fondasi menjadi penting untuk merancang fondasi yang aman, efisien, dan dapat mengoptimalkan daya dukung sesuai dengan karakteristik tanah tempat fondasi itu diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prilaku dari kelompok tiang bor untuk berbagai konfigurasi seperti besar deformasi, gaya-gaya yang bekerja pada tiang terhadap lima variasi konfigurasi, yang terdiri dari jumlah tiang antara tiga hingga enam tiang. Acuan konfigurasi yang dianalisis adalah berdasarkan dengan luas penampang total kelompok tiang bor yang sama untuk setiap konfigurasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis melalui penggunaan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga untuk menganalisis setiap konfigurasi. Hasil analisis menunjukkan konfigurasi 3 dengan lima tiang bor menghasilkan displacement vertikal yang paling rendah, namun gaya dan momen paling kecil yang harus dipikul oleh tiang adalah pada konfigurasi 4 dengan enam tiang bor.
Analysis of Sand Grain Characteristics and Permeability Using Hazen Formula and Laboratory Test Aniek Prihatiningsih; Wati Asriningsih Pranoto; Amelia Yuwono
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa Dan Inovasi Volume 7 Number 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v7i2.8871

Abstract

Permeability is a critical parameter in geotechnical and hydrological studies, representing a soil's capacity to transmit water through its pore spaces. The Hazen formula, an empirical method based on the D10 value from sieve analysis, is widely used to estimate the permeability coefficient. However, its accuracy is strongly influenced by grain shape and size distribution, which vary significantly across different geological settings such as volcanic, fluvial, and coastal environments. This study evaluates the applicability of the Hazen formula for sands derived from these three environments. The novelty of this research lies in its integrated approach, combining visual morphological analysis using sand grain imagery, particle size distribution tests, permeability estimation via the Hazen formula, and validation through constant head laboratory tests. Nine sand samples were analyzed: four from mountainous regions, two from rivers, and three from coastal areas. The findings reveal that sands with angular grains and wide gradation ranges exhibit considerable discrepancies between estimated and measured permeability values. Conversely, sands with rounded and well-sorted grains produce more consistent results. These outcomes suggest that the Hazen formula remains reliable for clean, uniformly graded sands with rounded to sub-rounded particles. This study highlights the need to consider grain morphology when applying empirical permeability estimation methods.
ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN BAMBOO CRIB WALL Nirmala, Angelina Christi Agung; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.35910

Abstract

Slope stability is a critical aspect of geotechnical engineering, particularly on steep terrains prone to landslides. This study analyzes the effectiveness of Bamboo Crib Walls as an eco-friendly and economical reinforcement alternative by comparing single-trap and multi-trap (terraced) designs. Stability analysis was conducted using the Limit Equilibrium Method on a 14-meter high slope with a 60° inclination in Tambakmerang Village, Wonogiri. Simulation results showed the existing slope has a Safety Factor (SF) of 1.366. While categorized as relatively stable, it fails to meet the SNI 8460:2017 standard for permanent slopes with high uncertainty, which requires an SF ≥ 2.0. The single-trap design (H = 4 m, B = 3 m) increased the SF to 1.571, yet remained below the minimum national requirement. In contrast, the terraced design (2-trap) with identical dimensions achieved optimal stability with an SF of 2.823, significantly exceeding the safety standard. This study concludes that the terraced Bamboo Crib Wall is the most effective solution, as the terracing system provides superior load distribution and retention compared to the single-trap model in resisting driving forces on steep slopes. Abstrak Stabilitas lereng merupakan aspek krusial dalam rekayasa geoteknik, terutama pada topografi curam yang rentan terhadap kelongsoran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Bamboo Crib Wall sebagai alternatif perkuatan ramah lingkungan dan ekonomis dengan membandingkan desain tunggal (single-trap) dan bertingkat (multi-trap). Analisis stabilitas dilakukan menggunakan Metode Kesetimbangan Batas pada lereng setinggi 14 meter dengan sudut kemiringan 60° di Desa Tambakmerang, Wonogiri. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lereng eksisting memiliki Faktor Keamanan (FK) sebesar 1,366. Kondisi ini dikategorikan relatif stabil namun belum memenuhi standar SNI 8460:2017 untuk lereng permanen dengan tingkat ketidakpastian tinggi yang mensyaratkan FK ≥ 2,0. Penerapan Bamboo Crib Wall desain single-trap (H = 4 m, B = 3 m) meningkatkan FK menjadi 1,571, tetapi masih di bawah persyaratan minimum standar nasional. Sementara itu, variasi desain bertingkat (2-trap) menghasilkan stabilitas paling optimal dengan nilai FK sebesar 2,823, yang telah jauh melampaui batas aman minimum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modifikasi Bamboo Crib Wall model bertingkat adalah solusi paling efektif karena sistem terasering memberikan distribusi beban dan retensi yang lebih baik dibandingkan model tunggal dalam menahan gaya penggerak pada lereng curam.
ANALISIS PRILAKU TIANG BOR KELOMPOK UNTUK BERBAGAI KONFIGURASI Aniek Prihatiningsih; Andryan Suhendra; Jasson Buntara; Jevin Wijaya; Andreas Gerald
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/2xr07406

Abstract

Prilaku dan deformasi kelompok fondasi tiang dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks yang saling berinteraksi, yang masing-masing berperan dalam menentukan kinerja fondasi secara keseluruhan. Salah satu faktor yang akan mempengaruhi kinerja ini adalah konfigurasi atau formasi tiang dalam kelompok fondasi tersebut. Faktor-faktor seperti jarak antar tiang, orientasi, kedalaman tiang dan posisi tiang dapat mempengaruhi seberapa efektif kelompok tiang menyalurkan beban ke lapisan tanah, serta bagaimana deformasi atau pergeseran terjadi selama pembebanan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang pengaruh konfigurasi tiang pada kelompok fondasi menjadi penting untuk merancang fondasi yang aman, efisien, dan dapat mengoptimalkan daya dukung sesuai dengan karakteristik tanah tempat fondasi itu diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prilaku dari kelompok tiang bor untuk berbagai konfigurasi seperti besar deformasi, gaya-gaya yang bekerja pada tiang terhadap lima variasi konfigurasi, yang terdiri dari jumlah tiang antara tiga hingga enam tiang. Acuan konfigurasi yang dianalisis adalah berdasarkan dengan luas penampang total kelompok tiang bor yang sama untuk setiap konfigurasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis melalui penggunaan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga untuk menganalisis setiap konfigurasi. Hasil analisis menunjukkan konfigurasi 3 dengan lima tiang bor menghasilkan displacement vertikal yang paling rendah, namun gaya dan momen paling kecil yang harus dipikul oleh tiang adalah pada konfigurasi 4 dengan enam tiang bor.
ANALISIS KINERJA EXPANDED POLYSTYRENE (EPS) GEOFOAM SEBAGAI MATERIAL TIMBUNAN Andrawan Andrawan; Aniek Prihatiningsih; James W; Albert Johan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.32614

Abstract

Expanded Polystyrene (EPS) Geofoam is a geosynthetic material that has a light weight but remains strong. This advantage makes it a popular alternative choice in many countries. This research focuses on the utilization of EPS geofoam to improve slope stability, with analysis conducted using Plaxis 2D software. The case study was taken from a slope in West Java that is prone to ground movement. The data analyzed included slope subgrade characteristics, EPS geofoam, and soil backfill as a parameter for comparison of EPS geofoam effectiveness. Slope protection was performed using a retaining wall structure, and analysis was performed on the backfill material consisting of soil and EPS geofoam. The analysis showed that EPS geofoam can improve slope stability as a result of higher factor of safety values compared to the use of soil fill. In addition, the use of EPS geofoam can also reduce the need for additional reinforcement in the retaining wall structure. These findings indicate that the use of EPS geofoam as backfill material can reduce the risk of landslides and speed up the construction time for slope protection. Abstrak Expanded Polystyrene (EPS) Geofoam adalah material geosintetik yang memiliki berat ringan namun tetap kuat. Keunggulan ini menjadikannya pilihan alternatif yang populer di berbagai negara. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan EPS geofoam untuk meningkatkan stabilitas lereng, dengan analisis yang dilakukan menggunakan  software Plaxis 2D. Studi kasus diambil dari lereng di Jawa Barat yang rentan terhadap pergerakan tanah. Data yang dianalisis mencakup karakteristik tanah dasar lereng, EPS geofoam, dan timbunan tanah sebagai parameter perbandingan efektivitas EPS geofoam. Proteksi lereng dilakukan dengan menggunakan struktur dinding penahan tanah, dan analisis dilakukan terhadap material penimbun yang terdiri dari tanah dan EPS geofoam. Hasil analisis menunjukkan bahwa EPS geofoam dapat meningkatkan stabilitas lereng hasil dari nilai faktor keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan timbunan tanah. Selain itu, penggunaan EPS geofoam juga dapat mengurangi kebutuhan perkuatan tambahan pada struktur dinding penahan tanah. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan EPS geofoam sebagai material timbunan dapat mengurangi risiko longsoran dan mempercepat waktu konstruksi untuk perlindungan lereng.
STUDI PENGARUH PERKUATAN TANAH MENGGUNAKAN GEOGRID PADA STABILITAS LERENG Pradipa Agung Laksono; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33252

Abstract

Slope stability analysis is a critical aspect of geotechnical engineering to prevent catastrophic failures, especially in areas with weak soil or high loading conditions. This study investigates the effectiveness of geogrid reinforcement in enhancing slope stability. Geogrids, known for their tensile strength and soil interaction, provide lateral restraint and distribute loads effectively. Using numerical modeling, this research evaluates the factor of safety (FoS) and deformation characteristics of slopes reinforced with varying configurations of geogrids. The analysis incorporates parameters such as the number of geogrid layers, their placement depth, and tensile stiffness. Results indicate that geogrid reinforcement significantly improves the stability of slopes, with the FoS increasing by up to 35% in optimal configurations. Additionally, the study highlights the reduction in horizontal and vertical displacements, ensuring long-term performance. This research provides practical insights for designing reinforced slopes in challenging terrains, particularly for infrastructure development. The findings underscore the necessity of integrating geosynthetics into slope design to enhance safety, reduce risks, and optimize construction costs. Future studies could explore the interaction between geogrids and various soil types under dynamic loading. Abstrak Analisis stabilitas lereng merupakan aspek penting dalam rekayasa geoteknik untuk mencegah kegagalan yang berpotensi merusak, terutama di area dengan kondisi tanah lemah atau beban tinggi. Penelitian ini mengkaji efektivitas penggunaan geogrid dalam meningkatkan stabilitas lereng. Geogrid, yang dikenal karena kekuatan tariknya dan interaksinya dengan tanah, memberikan penahan lateral dan mendistribusikan beban secara efektif. Dengan menggunakan pemodelan numerik, penelitian ini mengevaluasi faktor keamanan (FoS) dan karakteristik deformasi lereng yang diperkuat dengan konfigurasi geogrid yang bervariasi. Analisis mencakup parameter seperti jumlah lapisan geogrid, kedalaman penempatan, dan kekakuan tariknya. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan geogrid secara signifikan meningkatkan stabilitas lereng, dengan FoS meningkat hingga 35% dalam konfigurasi optimal. Selain itu, penelitian ini menyoroti pengurangan perpindahan horizontal dan vertikal, sehingga memastikan kinerja jangka panjang. Penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk perancangan lereng yang diperkuat pada medan yang menantang, khususnya untuk pembangunan infrastruktur. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi geosintetik dalam desain lereng untuk meningkatkan keamanan, mengurangi risiko, dan mengoptimalkan biaya konstruksi. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi interaksi antara geogrid dan berbagai jenis tanah di bawah beban dinamis.
IDENTIFIKASI DISPERSIVITAS TANAH TERHADAP VARIASI KADAR AIR DAN PEMADATAN MELALUI UJI PINHOLE Ali Iskandar; Aniek Prihatiningsih; Joan Nathasya Tuhumury
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i2.34220

Abstract

This study evaluates the dispersive characteristics of fine-grained soils from Serpong and Cikarang using the pinhole test based on ASTM D4647. Soil specimens were compacted at three moisture conditions: OMC – 5%, OMC, and OMC + 5%. Dispersivity was classified based on flow clarity, flow rate, and final hole diameter. All samples were categorized as non-dispersive 2 (ND2), indicating resistance to internal erosion despite moisture variation. Variations in flow rate and final hole diameter suggest that moisture content influences the hydraulic response of the soil, although not significantly enough to alter its classification. Minor inconsistencies in final hole diameter were observed under certain conditions, possibly due to heterogeneity in soil properties or variability during specimen preparation. These findings emphasize the importance of supporting visual assessments with additional measurements. Further research using quantitative methods, such as the double hydrometer test, is recommended to better evaluate the dispersive potential of fine particles in non-dispersive soils. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sifat dispersi tanah dengan menggunakan uji pinhole yang berdasarkan ASTM D 4647. Sampel diambil dari dua lokasi, yaitu Serpong dan Cikarang. Pengujian dilakukan dengan memadatkan sampel pada 3 kadar air berbeda, yaitu OMC-5%, OMC, dan OMC+5%. Klasifikasi dilakukan berdasarkan hasil kejernihan air, debit aliran, dan diameter akhir lubang pada sampel. Hasil menunjukkan seluruh sampel tergolong Non-Dispersive 2 (ND2), menandakan ketahanan terhadap dispersi internal meskipun terdapat variasai kadar air. Variasi debit dan diameter lubang menunjukkan bahwa kadar air memengaruhi respons aliran, namun tidak cukup besar untuk mengubah klasifikasi dispersi. Terdapat perbedaan pada diameter lubang di beberapa kondisi yang mengarah pada kemungkinan adanya heterogenitas tanah atau variasi saat pemadatan. Hasil ini menegaskan pentingnya mendukung pengamatan visual dengan data tambahan. Oleh karena itu disimpulkan bahwa hasil penelitian ini memerlukan penelitian lanjutan. Penelitian lanjutan yang disarankan adalah uji hidrometer ganda yang mana menggunakan metode kuantitatif. Hasil uji hidrometer ganda diharapkan dapat memberikan data pendukung untuk menilai kecenderungan dispersi partikel halus secara lebih akurat.
ANALISIS PENGARUH REKAYASA GRADASI CAMPURAN PASIR TERHADAP KARAKTERISTIK PERMEABILITAS DAN DAYA DUKUNG MATERIAL GRANULAR Marcellino Adam; Alfred Jonathan Susilo; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37401

Abstract

Permeability and bearing capacity are key parameters in geotechnical engineering that are strongly influenced by grain gradation, particle morphology, and the arrangement of granular materials. This study aims to investigate the effect of engineered sand gradation on the permeability and bearing capacity characteristics of granular materials through theoretical and experimental approaches. The materials consisted of Bali Sand, Cibeet Sand, and Serayu Sand, which were combined using mixture theory to produce different gradation configurations. Material characterization included specific gravity testing, sieve analysis, particle morphology observation, and laboratory permeability testing. The measured permeability coefficients were subsequently compared with theoretical predictions obtained from the Hazen and Chapuis equations. Furthermore, the relationship between permeability and bearing capacity was evaluated through empirical correlations with the California Bearing Ratio (CBR) and estimated N-SPT values, followed by verification using direct shear testing based on the internal friction angle. The results demonstrate that engineered gradation producing denser particle arrangements through a void filling mechanism effectively reduces permeability while improving the mechanical performance of granular materials. These findings indicate that engineered sand gradation is a promising approach for enhancing granular material performance in geotechnical applications and contributes to the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 9 by promoting more efficient and sustainable construction materials. Abstrak Permeabilitas dan daya dukung merupakan parameter penting dalam rekayasa geoteknik yang dipengaruhi oleh gradasi, morfologi butiran, dan susunan material granular. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rekayasa gradasi campuran pasir terhadap karakteristik permeabilitas dan daya dukung material granular melalui pendekatan teoritis dan eksperimental. Material yang digunakan terdiri atas Pasir Bali, Pasir Cibeet, dan Pasir Serayu yang dikombinasikan menggunakan mixture theory untuk memperoleh variasi gradasi yang berbeda. Karakterisasi material dilakukan melalui pengujian specific gravity, sieve analysis, pengamatan morfologi butiran, dan uji permeabilitas laboratorium. Nilai koefisien permeabilitas hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan teoritis menggunakan persamaan Hazen dan Chapuis. Selanjutnya, hubungan antara permeabilitas dan daya dukung dianalisis melalui korelasi empiris terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) dan estimasi N-SPT, kemudian diverifikasi menggunakan pengujian direct shear berdasarkan nilai sudut geser dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa gradasi yang menghasilkan susunan butiran lebih rapat melalui mekanisme void filling mampu menurunkan permeabilitas sekaligus meningkatkan karakteristik mekanik material. Temuan ini menunjukkan bahwa rekayasa gradasi campuran pasir merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kinerja material granular untuk aplikasi geoteknik serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 9 melalui pengembangan material konstruksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
ANALISIS PENGARUH GRADASI CAMPURAN PASIR–KERIKIL TERHADAP KOEFISIEN PERMEABILITAS DAN SUDUT GESER DALAM Chandra Radian Yudhayanto; Alfred Jonathan Susilo; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37411

Abstract

Soil gradation characteristics influence water flow and the mechanical behavior of granular materials. In coarse-grained soils, particle size distribution affects pore structure, thereby influencing the coefficient of permeability and the internal friction angle (φ). This study aims to analyze the effect of sand–gravel mixture gradation on the coefficient of permeability and its relationship with the internal friction angle. Laboratory testing included sieve analysis, specific gravity, constant head permeability, and direct shear tests on various sand–gravel mixture proportions. The gradation parameters analyzed were D10, D30, D60, the coefficient of uniformity (Cu), and the coefficient of curvature (Cc). The results show that variations in mixture gradation significantly affect both permeability and the internal friction angle. Mixtures with a higher proportion of coarse particles exhibited higher permeability and greater internal friction angles than mixtures containing more fine particles. The findings also indicate a relationship between gradation characteristics, permeability, and the internal friction angle, providing valuable information for evaluating the hydraulic and mechanical behavior of granular materials. This study supports Sustainable Development Goal (SDG) 9, Industry, Innovation and Infrastructure, by providing scientific insights for sustainable geotechnical infrastructure development. Abstrak Karakteristik gradasi tanah berpengaruh terhadap kemampuan tanah dalam meloloskan air dan tingkat kepadatannya. Pada material berbutir kasar, distribusi ukuran butir menentukan susunan pori yang terbentuk sehingga memengaruhi nilai koefisien permeabilitas dan parameter geoteknik lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik gradasi campuran pasir-kerikil terhadap nilai koefisien permeabilitas serta mengkaji hubungannya dengan nilai sudut geser dalam (φ). Penelitian dilakukan melalui pengujian analisis saringan untuk memperoleh distribusi ukuran butir, pengujian specific gravity untuk menentukan sifat fisik material, dan pengujian constant head permeability untuk memperoleh nilai koefisien permeabilitas pada beberapa variasi campuran pasir dan kerikil. Parameter gradasi yang dianalisis meliputi D10, D30, D60, koefisien keseragaman (Cu), dan koefisien kelengkungan (Cc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan komposisi campuran menghasilkan variasi karakteristik gradasi yang memengaruhi nilai koefisien permeabilitas. Campuran dengan proporsi butiran kasar yang lebih tinggi cenderung memiliki permeabilitas yang lebih besar dibandingkan campuran yang didominasi butiran halus. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik gradasi, nilai permeabilitas, dan nilai sudut geser dalam (φ) yang dapat digunakan sebagai dasar evaluasi material granular pada pekerjaan geoteknik. Penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goal 9, melalui pengembangan pemahaman mengenai karakteristik dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur geoteknik yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.
Co-Authors Albert Johan Aldo Febrian Alfred Jonathan Susilo Alfred Jonathan Susilo Anasthasia Irawati Ng Andrawan Andrawan Andreas Gerald Andrew Horas Andreyan Prasetio Andryan Suhendra Angelina, Sherlin Arvin Arvin Bachtiar, William Pratama Bunyamin Andreatama Calvin Wijaya Chandra Radian Yudhayanto David Manoel Mangunpraja David Thomson Denniss Abiezer Divani, Louis Jordan Dovi Adiwijaya Elendra Elendra Frederiko, Frederiko Gea, Stephen Deprianto Gian, Brian Gregorius Sandjaja Sentosa Gregorius Sandjaja Sentosa Habib, Muhammad Saleh Hans Tantra Ignatius Ega Renaldi Indra Bhaswara Purnomosidy Iskandar Ali James W Jasson Buntara Jevin Wijaya Joan Nathasya Tuhumury Jonathan Jonathan Jonathan Wansons Khohara Jose, David Josephine Aristiti Setyarini Josephine Aristiti Setyarini Josia Mariano Nicky Abel Julio Suryajaya Kefas Januar Kevin Septiadi Kilian Rohan Lenita, Helga Marcellino Adam Marcello Dicky Wijaya Melinda, Ervina Ni Luh Putu Shinta Eka Setyarini Nicky Fernando Nirmala, Angelina Christi Agung Ongga, Fernando Putra Pradipa Agung Laksono R.S. Angkat, Hokbyan Renaldo Arisugan Rendy Rendy Revin, Revin Ricky Putra Satya Bodhinanda Savior Leon Oentoro Sentosa, Gregorius Sandjaja Sentosa, Gregorius Sandjaja Sianturi, Liana Fentani Natalia Stanislaus Stanislaus Stephen Edmon Wiyana Suhartono, Edward Sumarli, Inda susilo, Alfred Jonathan Susilo, Alfred Jonathan Tarigan, Kezia Demelia Khovi Br Tascia Adde Marcellia Teja Laksmana Valencia Renata Veronica Chandra Wati Asriningsih Pranoto Wesley Kohar Wijaya, Hendy Zai, Elbert Conroy