Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PELATIHAN KETERAMPILAN PEMANFAATAN SISTEM KONVERSI ENERGI ANGIN SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF MELALUI TEKNOLOGI TURBIN ANGIN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PETERNAK ITIK DI DESA MUARA HALAYUNG Mujiburrahman Mujiburrahman; Muhammad Marsudi; Yassyir Maulana; Saifullah Arief
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 1 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.235 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i1.3370

Abstract

Selama ini permasalahan yang di hadapi peternak itik hanya mengandalkan suplai listrik dari PLN dan Genset untuk penerangan yang di rasa mahal. Berdasarkan hasil survey pemetaan potensi energi angin di desa muara halayung rata-rata kecepatan angin yang di hasilkan berkisar antara 1 sampai dengan 6 m/s yang di rasa sangat potensial apabila di manfaatkan melalui teknologi turbin angin. Tetapi mungkin yang menjadi persoalan lain pengetahuan maupun pemahaman Masyarakat Desa Muara Halayung tentang sistem pemanfaatan energi angin masih sangat minim. Metode pelaksanaan kegiatan pengapdian kepada masyarakat ini di lakukan secara langsung memberikan edukasi pemahaman pengetahuan sistem pemanfataan energi angin kepada para Peternak itik di Desa Muara Halayung dengan melakukan sosialisasi pemaparan materi, memberikan pelatihan pembuatan teknologi pengkonversian turbin angin, dan cara pengaplikasian teknologi turbin angin sebagai energi alternatif pembangkit listrik yang mandiri. Berdasarkan hasil sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan adanya sosialisasi ini masyarakat muara halayung lebih memahami pentingnya sumberdaya angin yang di manfaatakan sebagai energi listrik, dengan adanya PKM yang di adakan di desa muara halayung sangat mengedukasi membuat masyarakat khususnya peternak Itik memiliki pengetahuan sistem konversi turbin angin. Selanjutnya hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat desa muara halayung khususnya para Peternak itik, tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga keterampilan membuat sistem konversi energi listrik. Sedangkan hasil pelatihan pengaplikasian turbin, masyarakat desa muara halayung khususnya peternak Itik mampu memahami secara prinsip, baik itu secara mekanikal maupun elektrikal bagaimana teknologi pendayagunaan energi angin, karena mereka memahami prinsip kerja alat dan sistem konversi energi angin.
PEMBEKALAN KETERAMPILAN LAS DI PONDOK PESANTREN AL IKHSAN II, BENTOK, BATI-BATI Muhammad Firman; Muhammad Saukani; Saifullah Arief; Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.699 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5404

Abstract

Pondok Pesantren Al-Ikhsan II adalah Pondok Pesantren yang memiliki program pembelajaran Tahfidzh Al-Quran dan Program Alim serta program umum kurikulum kementerian agama. Tidak seperti pondok pesantren pada umumnya, di pondok pesantren ini, santri tidak diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan dengan kurikulum kementerian agama, semua keputusan diserahkan kepada santri dan orang tuanya. Sebagai upaya penikatan life skill santri, pihak pondok telah memiliki peralatan las listrik dan alat potong yang cukup lengkap, namun belum ada tenaga terampil untuk menggunakan dan melatih para santri, maka program ini belum terlaksana. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat inilah, permasalahan peningkatan life skill dalam bidang pengelasan akan diberikan. Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan berupa penyampaian materi K3, Teknik pengelasan dan pemotongan. Selanjutnya pendampingan praktik pengelasan dan pemotongan dilakukan hingga santri mampu menghasilkan produk. Hasil program ini akan dipublikasikan pada jurnal MEDITEG Politeknik Negeri Tanah Laut atau Jurnal Pengabdian Masyarakat AL IKHLAS Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGELASAN BAGI MASYRAKAT DI DESA MUARA HALAYUNG KECAMATAN BERUNTUNG BARU KABUPATEN BANJAR Muhammad Firman; Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan; Muhammad Irfansyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.947 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.3892

Abstract

Masyarakat Muara Halayung 50% mata pencahariannya adalah sebagai petani denganproduksi pertanian Desa Muara Halayung adalah padi sawah dengan luas 754 Ha,yang menghasilkan padi per hektarnya 3,5 Ton. Untuk pertanian masa panen sekitarempat bulan antara bulan agustus sampai november, sedangkan masa tanam antarabulan januari sampai maret, jadi masyarakat muara halayung yang khususnya petanisekitar lima bulan bekerja diluar kampung mereka, oleh karena itu pemerintahan desadengan melalui Bamdes berkeinginan meningkatkan keterampilan pengelasan bagimasyarakat, sehingga diharapkan dengan keterampilan yang diberikan dapatmeningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan desa serta mengurangimasyarakat untuk mencari pekerjaan ditempat lain, pada saat tidak musim panen danmusim tanam. Mengelas adalah salah satu cara menyambung dua buah bagian logamsecara permanen dengan menggunakan tenaga panas untuk mencairkan bahan dasaryang akan disambung dengan elektroda atau kawat las sebagai pengisinya. Setelahdingin dan membeku maka akan terbentuklah ikatan yang kuat dan permanen. Darianalisis situasi di atas maka dirumuskan permasalahannya sebagai berikut: Belum adamasyarakat yang benar-benar mengerti tentang proses pengelasan yang baik dan benar.Minimnya pengetahuan masyarakat tentang proses pengelasan. Masih kurangnyaketerampilan masyarakat tentang perbengkelan pengelasan. Sedangkan solusi terhadappermasalahan tersebut dengan sentuhan Ipteks, yaitu : Mitra dapat meningkatkanketerampilan dengan cara pelatihan pengelasan secara intensif sampai mereka benarbenarmemahami baik secara teori maupun praktek dengan hasil pengelasan yang baik.Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah dicanangkan yaitu:dengan melakukan tutorial yaitu dengan memberikan teori sekalian mempraktekkannyalangsung dilapangan sehingga diharapkan transfer ilmu yang Tim pengabdian berikandapat diserap dengan cepat oleh mitra. Mitra nantinya diberikan job buat diselesaikansehingga pada saat selesainya kegiatan pengabdian ini mitra sudah dapat melaksanakanpengelasan yang baik dan menghasilkan produk yang dapat meningkatkanpendapatannya. Pelatihan pengelasan dilaksanakan secara bertahap dimana setiaptahapnya 4 jam, namun apabila masih diperlukan maka akan dilakukan penambahanwaktu pelaksanaannya. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancer danmendapat respon yang sangat baik dari para pemuda dan perangkat desa yangditunjukkan dengan antusiasnya mereka bertanya serta juga mencoba mempraktekkansecara langsung bagaimana cara mengelas yang benar dan menghasilkan hasilpengelasan yang baik. Antusias dari peserta pelatihan juga ditunjukkan dengan tidakberkurangnya peserta pada hari-hari berikutnya walau pun harinya agak hujan, merekasudah siap dari jam 08.00 pagi. Kegiatan pengelasan yang dilakukan adalah membuattempat duduk, memperbaiki media bermain anak-anak dan membuat rak buat tempatmenyusun peralatan dan bahan pengelasan.
DESAIN ULANG INSTALASI PERPIPAAN PADA MESJID NOOR BANJARMASIN Muhammad Firman; Muhammad Irfansyah; Budi Hartadi; Heri Irawan; Mujiburrahman Mujiburrahman
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 3, No 1 (2017): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.142 KB) | DOI: 10.31602/jpai.v3i1.925

Abstract

Service aims to assist the pilgrims so that not too long queue when the purification ritual, so that problems that had been faced by the mosque Noor about the uneven distribution of water during ablution can be resolved by means of installing a piping system so that the water supply everyone on water tank or reservoir can be filled and evenly all these divisions reservoir, so that when the full-full of pilgrims could be served all and not so many pilgrims who cannot attend the prayer in congregation. The main target of this activity is the management of the mosque and the mosque, because they always get complaints and direct censure of pilgrims due to uneven supply of water during ablution, so they need to know how to properly install piping system.The method used to achieve the objectives that have been implemented are: to perform the installation of the channel that goes into reservoirs and channels out of the reservoir so that the distribution of water for ablution can be evenly and flowed perfectly.From the results of this activity all the reservoir can get a direct supply from the pump or other sources, the supply of water for ablution can run smoothly is that during these 14 taps of 43 taps for ablution place of men who do not get water supply now is 100% get water or completely get water supply, in the place of ablution women there are six taps that do not get water from 17 taps installed there now entirely get water supply, as well as the bathroom which amounted to 14 taps, as well as urinal male 8 taps obtain equitable water supply. Djuhur prayers and implementation are now only approximately 1 shap or 40 worshipers who pray it too late due to the late arrival of pilgrims.
Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air Mikrohidro di Sungai Pintab dan Sungai Amandit Kalimantan Selatan Rendi Rendi; Jainal Arifin; Mujiburrahman Mujiburrahman; Ice Trianiza
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jeemm.v4i2.733

Abstract

A survey of the potential for electricity generation from water energy was carried out on two rivers in South Kalimantan. These rivers are the Batang Banyu River or the Pintab River in Balangan Regency and the Amandit River in Kandangan Regency. The purpose of this study is to calculate the potential for electrical energy. The method used is to collect primary data in water velocity, cross-sectional river area, river discharge, and river height. Measurements were carried out three times at different times, namely in January, April, and July 2020. The difference in this month is due to the presence of the rainy season and the dry season. The method used in measuring river potential is measuring the river's flow rate. It is calculated by the potential energy equation, after obtaining the river's hydraulic potential, then calculating the generating power. Based on the calculations that have been made on the Batang Banyu River or the Pintab River in Balangan Regency and the Amandit River in Kandangan Regency, the potential for micro-hydropower plants is quite large, namely 419.7 kW and 619 kW, respectively. Suppose the river is installed with a turbine with an efficiency of 0.74, a generator efficiency of 0.85, and the mechanical transmission efficiency of 0.98, then the river respectively can generate electricity 258.71 kW and 360.9 kW.Survei potensi pembangkit listrik dari energi air dilakukan pada dua sungai di Kalimantan Selatan. Sungai tersebut adalah Sungai Batang Banyu atau Sungai Pintab di Kabupaten Balangan dan Sungai Amandit di Kabupaten Kandangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung potensi energi listrik. Metode yang digunakan yaitu mengumpulkan data primer berupa kecepatan air, luas penampang sungai, debit sungai, dan ketinggian sungai. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali dengan waktu yang berbeda yaitu pada bulan Januari, April, dan Juli 2020. Perbedaan bulan ini dengan pertimbangan adanya musim hujan dan musim kemarau. Metode yang digunakan dalam pengukuran potensi sungai adalah mengukur debit aliran sungai, kemudian dihitung dengan persamaan energi potensial. Setelah diperoleh potensi hidrolik sungai, kemudian menghitung daya pembangkit. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan pada sungai Batang Banyu atau Sungai Pintab di Kabupaten Balangan dan Sungai Amandit di Kabupaten Kandangan, diperoleh potensi pembangkit listrik tenaga air mikrohidro cukup besar yaitu berturut-turut adalah 419,7 kW dan 619 kW. Apabila di sungai tersebut dipasang sebuah turbin yang memiliki efesiensi 0,74, efesiensi generator 0,85, dan efesiensi transmisi mekanik 0,98, maka sungai tersebut dapat membangkitkan listrik berturut-turut sebesar 258,71 kW dan 360,9 kW.
Diversifikasi Produk Melalui Peningkatan Keterampilan Pembuatan Telur Asin Dari Telur Itik Dengan Varian Rasa Di Desa Manarap Baru Kalimantan Selatan Defin Shahrial Putra; Kumara Efrianti; Mujiburrahman -
Jurnal Publika Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 02 (2019): Jurnal Publika Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.563 KB) | DOI: 10.30873/jppm.v1i02.1969

Abstract

Duck eggs are known to have a more fishy odor than chicken eggs, so they are used to make fewer types of food. Though the nutritional content is quite good, duck eggs contain energy, protein, fat, carbohydrates which are higher than chicken eggs. Besides duck eggs also contain many vitamins including vitamin B-6, vitamin B-12, vitamin A, vitamin E, thiamin, riboflavin, niacin, folate. By processing duck eggs into salted eggs, the shelf life becomes longer, can add flavor. In addition, duck eggs have larger pores making it suitable to be salted eggs because the salt penetration process will take place better.This activity was motivated by the number of housewives in the village of Manarap Baru, South Kalimantan, precisely in Komp. Bumi Wahyu Utama IV. The purpose of this activity is to improve skills in making salted eggs plus flavor variants in the target group of housewives in the new village of Manarap. The activity was carried out for 8 months with several meetings, the number of participants was 16 housewives. The method used is training accompanied by lectures, demonstrations and practice. The results of this improvement in skills are to provide knowledge to housewives in the process of processing salted eggs using purebred chicken eggs and by adding flavor variants. Keywords: Diversification, Skills, Salted Eggs, Taste Variety.
KAJIAN EKSPRIMENTAL AIRFOIL SAVONIUS TIPE L ROTOR GANDA DENGAN KISI PENGARAH TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN ANGIN ATAP RUMAH Mujiburrahman ,; Heri Irawan
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 8, ISSUE 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v8i1.8811

Abstract

Pengarah merupakan bagian yang sangat penting dalam pengarahkan dan memfokuskan aliran angin agar daya dorong angin mampu di maksimalkan dengan baik. Khususnya turbin angin atap rumah yang di mana arah angin hanya datang dari dua arah tentunya hal ini menjadi sebuah kerugian bagi sebuah pembangkit listrik tenaga angin oleh karenanya di perlukan sebuah rekayasa aliran melalui mekanisme pengarah aliran. Karena pada dasarnya turbin atap rumah memiliki sistem pengarah yang sistematis dengan adanya rotor ganda  tetapi hal itu tidak cukup membantu dalam memaksimalkan angin mendorong sudu, sehingga di perlukan sebuah pengarah ganda yang di lengkapi dengan kisi-kisi pengarah untuk memusatkan aliran angin dengan tepat  mendorong sudu turbin. Ini tentunya berbeda dari beberapa penelitian sebelumnya karena cara ini dapat meminimalisir kerugian aliran akibat arah angin yang berubah ubah setiap waktu. Metode yang di gunakan pada penelitian ini melakukan eksprimen alat yang di fokuskan pada tambahan kisi pengarah aliran angin. Hasil pengujian Turbin atap rumah pada kecepatan angin 3,3 m/s turbin dengan kisi pengarah menghasilkan unjuk kerja turbin lebih baik di bandingkan dengan tanpa kisi pengarah dimana putaran yang di hasilkan sebesar 51,12 rpm. daya generator sebesar 3,74 W. dan efesiensi turbin sebesar 0,425 %. Hasil pengujian Turbin atap rumah pada kecepatan angin 5,1 m/s turbin dengan kisi pengarah menghasilkan unjuk kerja turbin lebih baik di bandingkan dengan tanpa kisi pengarah dimana putaran yang di hasilkan sebesar 97,53 rpm. daya generator sebesar 16,57 W. dan efesiensi turbin sebesar 0,510 %. Hasil pengujian Turbin atap rumah pada kecepatan angin 5,1 m/s turbin dengan kisi pengarah menghasilkan unjuk kerja turbin lebih baik di bandingkan dengan tanpa kisi pengarah dimana putaran yang di hasilkan sebesar 144,4 rpm. daya generator sebesar 52,74 W. dan efesiensi turbin sebesar 0,577 %.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT FRESS ARANG BRIKET SEKAM PADI DI DESA TATAH BELAYUNG Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan; Muhammad Suprapto; Saifullah Arief
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 3 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i3.8810

Abstract

Desa Tatah Belayung masyarakatnya rata-rata berpropesi sebagai petani tentunya dari hasil panen padi menghasilkan banyak limbah gabah biasanya masyarakat disana membungan limbah sekam padi sebagian lagi dijual ke pengepul. Padahal jika limbah sekam kulit padi diolah dan dijadikan sebagai prodak bahan bakar seperti briket, tentunya akan menghasilkan penghasilan tambahan selain dari beras. Sekam padi sering diartikan sebagai bahan buangan atau limbah penggilingan padi, keberadaannya cendrung meningkat yang mengalami proses penghancuran secara alami dan lambat, sehingga dapat mengganggu lingkungan juga kesehatan manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuat program pelatihan teknik pengolahan limbah sekam padi menjadi briket dan pembuatan alat press briket. Program ini melibatkan diskusi langsung dengan mitra untuk menentukan prioritas masalah dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat limbah sekam padi sebagai bahan bakar. Pelatihan yang diberikan memungkinkan masyarakat memahami proses pembuatan briket sekam padi dan pembuatan alat press briket.  Metode pelaksanaan kegiatan pengapdian kepada masyarakat ini di lakukan secara langsung melakukan diskusi awal dengan mitra untuk menentukan skala prioritas pemecahan masalah dan memperlacar kegiatan berikutnya. Mengadakan sosialisasi pentingnya manfaat sekam padi untuk memenuhi kebutuhan konsumen/pasar. Memberi pelatihan mengolah sekam padi menjadi briket arang untuk bahan bakar. Memberi pelatihan membuat alat press untuk mengolah sekam padi menjadi briket arang untuk bahan bakar. Kesimpulan dari hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa program pelatihan teknik pengolahan limbah sekam padi menjadi briket dan pembuatan alat press briket berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Tatah Belayung. Dalam program ini, dilakukan diskusi langsung dengan mitra untuk menentukan prioritas masalah dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat limbah sekam padi sebagai bahan bakar. Melalui pelatihan ini, masyarakat belajar cara membuat briket dari limbah sekam padi dan pembuatan alat press briket, serta mengerti bagaimana mengomposisikan limbah sekam padi dengan tepung kanji yang baik. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan dengan mengurangi dampak limbah sekam padi, program ini juga membantu meningkatkan potensi ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan limbah sekam padi sebagai sumber penghasilan tambahan. Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan keterampilan dianggap sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat. Kesimpulannya, hasil pelatihan ini sangat positif dan berdampak baik bagi masyarakat Desa Tatah Belayung.
Pengembangan Turbin Angin Bubungan Atap Dengan Variasi Desain Bilah Sudu dan Sudut Kemiringan Sudu Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan; Muhammad Suprapto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14302

Abstract

Turbin angin bubungan atap dirancang untuk memanfaatkan energi angin yang melintasi kemiringan atap bangunan untuk menghasilkan daya listrik yang kecil hingga sedang. Namun demikian, yang menjadi urgensi penelitian yaitu, turbin ini memiliki keterbatasan seperti, efisiensi dan keandalan kinerja masih kurang optimal, akibat desain yang kurang sesuai dengan karakteristik angin pada bubungan atap. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperbaiki efisiensi, keandalan, dan efektivitas desain turbin angin bubungan atap yang optimal di aplikasikan pada berbagai kondisi lingkungan, khususnya kecepatan angin bubungan atap yang tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kinerja turbin angin bubungan atap dengan membuat ekspriment tiga jenis desain prototipe turbin yang di uji pada wind tunnel untuk melihat efektivitas keandalan kinerja turbin angin bubungan atap paling optimal. Hasil pengujian kinerja turbin pada kecepatan angin terendah 3,48 m/s, sudu lengkung U sudut kemiringan sudu 150 mampu menampilkan efektivitas kinerja lebih optimal dimana putaran turbin sebesar 76,33 rpm, daya generator 69,76 Watt, dan efesiensi sebesar 11,26 %. di bandingkan sudu lengkung segitiga sudut kemiringan sudu 150 yang hanya mampu menampilkan efektivitas kinerja putaran 71,16 rpm, daya generator 61,69 Watt, dan efesiensi 9,65 %. Sedangkan sudu lengkung L sudut kemiringan sudu 150 menampilkan efektivitas kinerja paling rendah di mana putaran yang di hasilkan sebesar 59,13 rpm, daya generator 60,54 Watt, dan efesiensi sebesar 9,77 %. tetapi lebih baik jika di bandingkan dengan sudut kemiringan sudu 00, dan 300. Hal ini di perkuat hasil pengujian pada kecepatan angin tertinggi 6,21 m/s, sudu lengkung U dengan sudut kemiringan sudu 150 memiliki efektivitas keandalan kinerja lebih optimal di bandingkan sudu lengkung segitiga dan lengkung L dengan nilai putaran sebesar 249,28 rpm, daya generator 157,56 Watt, dan efesiensi sebesar 4,47%. Jika di bandingkan dengan hasil pengujian sudut kemiringan sudu 00, dan 300.
PELATIHAN PEMBUATAN AQUAPONIK DALAM UPAYA MEMBANTU MASYARAKAT MEMAHAMI DAN MEMANFAATKAN SISTEM PERTANIAN TERPADU Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan; Muhammad Suprapto; Riadhul Muttaqin; Muhammad Irfansyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12603

Abstract

Kemajuan teknologi di era milenial ini mendorong petani maupun warga untuk mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan serta memiliki nilai efisiensi, kehigienisan, dan efektivitas tinggi. Sistem Pertanian secara akuaponik dengan penambahan perangkat sistem siplai aliran terintegrasi adalah salah satu teknologi pertanian tepat guna dan merupakan solusi yang tepat memanfaatkan pekarangan rumah yang terbatas dengan perpaduan budidaya tanaman dan ikan menggunakan sistem terpadu. Dalam kondisi sosial masyarakat warga komp griya anisah blok d Handil Bakti, Kec. Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Terdapat 26 KK mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah sangat beragam, mulai dari karyawan swasta, pekerja bangunan,  buruh angkut, ibu rumah tangga, dan  kebanyakan pekerja lepas. Di saat tidak bekerja kebanyakan warga berkebun sayur sayuran, beternak, dan budidaya ikan sebagian sampingan memamfaatkan lahan sempit, akan tetapi karena keterbatasan pengetahuan membuat sistem ini jarang kita jumpai di pekarangan warga. Padahal pemanfaatan sistem akuaponik sangat tepat diterapkan pada wilayah perkotaan khususnya warga komp. Griya annisah blok d. Kabupaten Batola/Handil Bakti, banyak perumahan dengan lahan yang terbatas dan pola konsumtif air yang tinggi. Dengan perangkat solar sell sebagai penghasil energi listrik untuk mengoperasikan pompa dapat membuat sistem ini lebih efesien. Adapun tujuan pkm ini memberikan sosialisasi, pelatihan, dan mendemonstrasikan perangkat sistem akuaponik kepada warga. Hasilnya, warga lebih memahami pentingnya sistem akuaponik  perpaduan budidaya ikan dan sayuran yang saling terhubung dan memberi manfaat satu sama lain. Ini menunjukkan tingginya keingin tahuan warga terhadap perangkat akuaponik, dari 16 orang peserta 11 di antaranya memberikan respon positif terkait kegiatan ini. Selain itu, warga memiliki keterampilan dan pemahaman baik secara konsep maupun prinsif kerja penggunaan perangkat  teknologi pengkonversian solar sell sebagai sumber listrik alternatif yang ramah lingkungan untuk operasi pompa, Ini di ukur dari tingkat pemahaman warga dari 16 orang peserta 9 orang peserta mampu memperaktekkan baik secara konsep maupun prinsif kerja sistem ini. Selanjutnya, dengan  program demonstrasi perangkat akuaponik dapat meningkatkan pengetahuan warga, Hal ini di ukur dari tingginya keingin tahuan warga melalui program lanjutan terkait sistem akuaponik.