Cut Zuriana
FKIP Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KONTEKS SOSIAL TARI HASYEM MEULANGKAH DALAM UPACARA MANOE PUCOK DI ACEH BARAT DAYA Ardiani, Nensy; Ramdiana, Ramdiana; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22602

Abstract

ABSTRAK Penelitian berjudul Konteks Sosial Tari Hasyem Meulangkah dalam Upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya mengangkat masalah bagaimanakah perubahan Konteks Sosial Tari Hasyem Meulangkah dalam Upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari Hasyem Meulangkah dalam upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dipergunakan untuk mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari Hasyem Meulangkah dalam upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Narasumber dalam penelitian ini adalah Asyiah selaku staf majelis adat Aceh (MAA), syeh Salmi selaku syeh tari Hasyem Meulangkah sekaligus pembina grub tari di desa Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Aceh Barat Daya, masyarakat dan para penari tari Hasyem Meulangkah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perubahan tari Hasyem Meulangkah dapat disebabkan oleh 7 unsur budaya yang dianggap kultul dan universal yaitu Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (teknologi), mata pencarian hidup dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan (organisasi sosial), bahasa (lisan atau tertulis), kesenian (seni rupa, seni musik, seni tari, dll), sistem pengetahuan, religi (kepercayaan). Tari Hasyem Meulangkah adalah tari yang dilaksanakan pada acara pesta perkawinan dan acara sunat rasul yaitu memandikan pengantin baru (Dara Baroe) dan Linto Baro (Linto Ubit) yang disunat rasulkan, yang pada intinya adalah tari Manoe Pucok. Penyebutan Hasyem Meulangkah dikarenakan dalam syair-syair nya menceritakan tentang hikayat Saidina Husein pergi berjihat ke medan perang. Fungsi tari Hasyem Meulangkah sebagai Ritual yaitu untuk mendapatkan keberkahan bagi Dara Baroe (pengantin baru) dan juga linto baroe yang disunat rasulkan untuk kemeriahan. Kata Kunci: kontek sosial, perubahan, fungsi, tari Hasyem Meulangkah,
REKONSTRUKSI TARI TEUMAMPOE DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA Adnan, Khuratul Nazila; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22600

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Rekonstruksi tari Teumampoe di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperkenalkan kembali hasil dari, rekonstruksi tari Teumampoe di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Hasil penelitian meliputi proses rekonstruksi yang terdiri dari penggalian gerak, penggalian tata rias dan busana, yang terakhir penggalian properti dan meliputi komponen gerak tari, pola lantai, musik, tata rias dan busana. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman dan penari yang pernah menarikaan tari Teumampoe, sedangkan objek dari penelitian ini adalah tari Teumampoe dari Pidie Jaya. Lokasi penelitian yang dilakukan berada di Kecamatan Meureudu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan teknik rekonstruksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian mengungkapkan tari Teumampoe adalah kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Pidie Jaya. Tari Teumampoe diangkat dari aktivitas keseharian masyarakat Kabupaten Pidie Jaya yang menggunakan jeue (tampi) pada acara panen raya. Pertunjukan tari Teumampoe dimainkan oleh 7 orang penari dan 5 orang pemusik yang terdiri dari penabuh rapai, penabuh djembe, peniup seurune kalee dan vocal (syeh). Tata busana yang digunakan dalam tari Teumampoe adalah tata busana modern seperti sekarang ini. Kostum tari dalam tarian ini tidak memiliki aturan pasti, yang harus di penuhi dalam tarian ini hanyalah selendang dalam tarian ini mengandung makna, bahwa dahulunya wanita-wanita yang menarikan tarian ini menggunakan selendang untuk menutupi kepalanya.Kata Kunci: Rekonstruksi, Tari Teumampoe.
ANALISIS BENTUK GERAK TARI NDUKHUNG DI DESA LAWE SUMUR KECAMATAN LAWE SUMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA Febiola, Febiola; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22597

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Analisis Bentuk Gerak Tari Ndukhung di Desa Lawe Sumur Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana analisis bentuk gerak tari Ndukhung di Desa Lawe Sumur Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis bentuk gerak tari Ndukhung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Deskriptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar, kemudian kata-kata tersebut disusun ke dalam kalimat, misalnya kalimat dalam menguraikan Analisis Bentuk Gerak Tari Ndukhung, dan kalimat hasil wawancara antara peneliti dan informan. Subjek dalam penelitian adalah analisis bentuk gerak tari Ndukhung dan objek penelitian ini adalah Tari Ndukhung. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi data. Tari Ndukhung merupakan salah satu tarian adat dan budaya daerah yang berpolakan tradisi. Salah satu adat mengambil ikan pada tempo dulu ialah dengan menggunakan alat tradisional Ndukhung (Tangguk). Tari Ndukhung tercipta karena adanya kebiasaan sehari-hari wanita Alas menangkap ikan di sungai. Tari Ndukhung berdurasi 5 menit 58 detik dengan ragam gerak berjumlah 27 ragam, 9 ragam gerak inti yaitu: 1) Ragam salam, 2) Ragam berjalan kesungai, 3) Ragam melihat ikan, 4) Ragam menangkap ikan, 5) Ragam memasukan ikan kedalam sumpit, 6) Ragam bermain, 7) Ragam mandi, 8) Ragam berwudhu, 9) Berjalan pulang. Jenis-jenis gerak yang digunakan dalam tari Ndukhung ialah gerak murni dan maknawi.Kata kunci: analisis, bentuk, gerak, tari Ndukhung.
KAJIAN KOREOGRAFI TARI SILAT GELOMBANG DI PERGURUAN PORSIAK KUBU KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT Faradina, Fani; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i1.22592

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul Kajian Koreografi Tari Silat Gelombang di Perguruan Porsiak Kubu Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Kajian Koreografi Tari Silat Gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kajian Koreografi Tari Silat Gelombang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, subjek dalam penelitian adalah koreografi serta pelatih Tari Silat Gelombang, dan objek penelitian ini adalah Tari Silat Gelombang. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, memaparkan data empirik dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Silat Gelombang merupakan tari tradisi yang diciptakan oleh tujuh pendekar silat minang, gerak dari tari ini merupakan gerak murni yang memiliki makna tersendiri, Namun penciptaan tari Silat Gelombang hanya melalui tahap eksplorasi saja dikarenakan gerak pada tari ini merupakan gerak dasar pencak silat yang dimodifikasikan dengan gerakan turun naik gelombang laut. Silat Gelombang ini memiliki 8 tahapan gerak yaitu gerak salam, sampok atas, sampok bawah, sampok tempat, gelombang, sampok kosong, sampok bawah, dan gerak salam penutup, tari Silat Gelombang juga memiliki pola lantai dalam pertunjukannya dan ruang tari ini ditarikan di tempat yang luas seperti lapangan. Silat Gelombang diiringi oleh musik Seurune Kalee. Tata busana tari Silat Gelombang menggunakan pakaian Pencak Silat, songket khas Aceh serta memakai tengkulok di kepala. Tata rias tari Silat Gelombang tidak menggunakan make-up, namun bisa disesuaikan saat pertunjukan dilakukan.Kata Kunci: Kajian Koreografi, Tari, Silat Gelombang
MINAT DAN BAKAT SISWA SMP N 17 BANDA ACEH TERHADAP SENI TEATER PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA Sarfiati, Sarfiati; Selian, Rida Safuan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i4.22587

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh terhadap seni teater pada mata pelajaran Seni Budaya penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil persentase minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh terhadap seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 17 Banda Aceh tahun ajaran 2020/2021 terdiri atas satu kelas yang berjumlah 32 orang siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan lembar kuesioner. Sampel penelitian berbentuk purposive sampling diambil dari siswa kelas VII-1 yang diajarkan dengan pembelajaran Seni Budaya khusus Seni Teater. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh tersebut ditinjau dari lembar observasi dan lembar kuesioner. Berdasarkan hasil data penelitian maka diperoleh minat dan bakat siswa SMP N 17 Banda Aceh terhadap seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya bahwa sebanyak 34.38% siswa yang berminat pada seni teater pada mata pelajaran Seni Budaya dan 25% siswa memang berbakat di bidang seni teater sedangkan 40,63% siswa lainnya tidak berbakat dan tidak berminat pada seni Teater pada mata pelajaran Seni Budaya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa jumlah siswa yang berbakat dan berminat pada Seni teater lebih sedikit dibandingkan siswa yang tidak berminat dan bakat.Kata Kunci: minat, bakat, seni teater, seni budaya.
NOTASI LABAN TARI HASYEM MEULANGKAH DI DESA KUTA MAKMUR KECAMATAN JEUMPA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Rahmi, Ziyatur; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22582

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Notasi Laban Tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya ini mengangkat masalah bagaimana bentuk notasi laban tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jumpa Kabupaten Aceh Barat Daya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerak tari dalam bentuk notasi laban tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya. Subjek penelitian adalah ketua sanggar Burak Seumama di Desa Kuta Makmur sedangkan objek penelitian adalah tari Hasyem Meulangkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dapat menjelaskan tari Hasyem Meulangkah secara mendalam. Pengumpulan data didasarkan pada observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan mereduksi data terlebih dahulu selanjutnya menyajikan data tersebut berupa pendeskripsian singkat dan jelas yang kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Hasyem Meulangkah memiliki 4 ragam gerak yang berbeda dengan gerakan-gerakan sederhana dan serempak seirama dengan syair yang dinyanyikan oleh syahi serta memiliki banyak pengulangan gerakan di setiap ragamnya. Pada notasi laban Hasyem Meulangkah gerak dalam tarian ini didominasi oleh gerakan tangan dan langkah kaki penari seperti gerakan kaki berjalan ke kiri dan ke kanan diikuti dengan gerakan menepuk tangan atau mengayun tangan.Kata kunci: Tari Hasyem Meulangkah, Notasi Laban
PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS ONLINE DI SMAN 1 DARUSSALAM, BANDA ACEH Rahnida, Rahnida; Zuriana, Cut; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22579

Abstract

ABSTRAKSeni budaya salah satu pembelajaran di tingkat SMA. Akan tetapi, dikarenakan wabah corona yang sedang merebak di seluruh wilayah dunia, termasuk Indonesia dan Aceh, proses pembelajaran di sekolah dihentikan dan siswa tidak dapat belajar secara langsung (tatap muka) di sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka pihak sekolah berupaya agar proses belajar mengajar dapat berjalan, maka pembelajaran yang sebelumnya tatap muka menjadi online. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Pendekatan dalam penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini guru kesenian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pada analisis data menggunakan analisis reduksi data penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan menyimpulkan bahwa proses pembelajaran seni budaya di SMAN 1 Darussalam menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni budaya tetap berjalan secara online selama masa pandemi covid 19. Guru melakukan proses mengajar dengan cara mengabsensi siswa, menyampaikan materi dan juga memberikan tugas. Bagi guru dan siswa yang terbiasa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, kondisi belajar online ini memunculkan banyak kendala seperti kurangnya kesiapan guru, kurangnya kesadaran dan motivasi siswa dalam belajar dan kurangnya pendampingan yang dilakukan orangtua dalam proses interaksi belajar mengajar. Demikian pula pada proses pembelajaran seni budaya. Motivasi dan antusias siswa menjadi semakin rendah dan siswa tidak mengikuti proses pembelajaran online. Hanya beberapa siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dan juga kurangnya pendampingan yang dilakukan oleh orang tua.Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Berbasis Online
ORNAMENTASI MELODIS DALAM CAE SALEUEM OLEH MEDYA HUS Nurliana, Nurliana; Zuriana, Cut; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22576

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang Ornamentasi Melodis dalam Cae Saleuem oleh Medya Hus ini mengangkat masalah bagaimanakah Ornamen dalam Cae Saleuem yang dibawakan oleh Medya Hus yang bertujuan untuk mendiskripsikan nada hias (Ornamen) yang terdapat dalam Cae Saleuem. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang Ornamentasi Melodis dalam Cae Saleuem yang dibawakan oleh oleh Medya Hus. Penelitian ini dilakukan dengan satu pendekatan, yaitu pendekatan etik. Dengan pendekatan etik peneliti mendeskripsikan ornamen yang terdapat dalam Cae Saleuem yang dibawakan Oleh Medya Hus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang Syech atau pencipta sekaligus pembawa Cae Saleuem (Medya Hus), sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Ornamentasi Melodis dalam Cae Saleuem oleh Medya Hus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan Medya Hus. Setelah data terkumpul, maka dilanjutkan dengan cara memisahkan data dan mengambil data yang sesuai dengan fokus penelitian dan dilanjutkan dengan menganalisis data tersebut untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ornamentasi yang terdapat dalam Cae Saleuem yang dibawakan oleh Medya Hus memiliki kesamaan dengan ornamen yang terdapat dalam musik barat. Terdapat lima ornamen yang dibawakan oleh Medya Hus dalam Cae Saleuem yaitu, Acciaccatura, Trill, Mordent, Grupetto, dan Glissando. Kata kunci: Ornamentasi, Cae Saleuem, Medya Hus
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 10 ACEH BARAT DAYA Mahleni, Zora; Zuriana, Cut; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i1.22570

Abstract

ABSTRAKMata pelajaran seni budaya merupakan suatu mata pelajaran yang berbeda dengan mata pelajaran lain karena memiliki karakteristik yang unik dan menarik. Oleh karenanya diperlukan media yang unik dan menarik pula untuk menyampaikan materi-materi yang terdapat dalam pelajaran seni budaya. Guru SMAN 10 Aceh Barat Daya memilih menggunakan media audio visual dalam menyampaikan materi seni musik khususnya dalam mengidentifikasi ragam lagu daerah dapat lebih menarik yang pada gilirannya akan meningkatkan efektivitas pembelajaran seni budaya itu sendiri. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang penggunaan media audio visual dalampembelajaransenibudaya di SMA Negeri 10 Aceh Barat Daya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media audio visual dalam pembelajaran seni budaya dan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan media audio visual dalampembelajaransenibudaya di SMA Negeri 10 Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswa kelas X IPS berjumlah 24 orang siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, angket dan dokumentasi, data yang terkumpul dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual diterapkan melalui tahapan-tahapan proses pembelajaran diantaranya tahap perencanaan, tahap menyiapkan materi, menyiapkan media audio visual, tahap pelaksanaan penerapan media audio visual, evaluasi dan menarik kesimpulan terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.Tanggapan siswa terhadap penggunaan media audio visual sangat positif yang ditandai dengan 83,33% merespon baik penerapan media audio visual pada pembelajaran seni budaya dan hanya 16,67% siswa yang memberikan respon tidak baik terhadap penerapan media audio visual.Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Media Audio Visual.
RAPAI DALAM KESENIAN DALUPA DI GAMPONG PANGGONG KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Maisarah, Siti; Syai, Ahmad; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i4.22558

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Rapai dalam Kesenian Dalupa di Gampong Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Mengangkat masalah tentang bagaimana ragam pukulan rapai dalam kesenian Dalupa di Gampong Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bentuk ragam pukulan rapai dalam kesenian Dalupa di Gapong Panggong Kecamatan Krueng Sabee. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Ismail Sabi (Yah Dek) salah satu pemain rapai dalam kesenian Dalupa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ragam pukulan rapai di kesenian Dalupa terdapat 8 pola. Perbedaan bentuk ragam pukulan rapai tersebut disebabkan oleh kreatifitas para pemusik yang mengikuti jalan cerita syair. Dalam setiap perbedaannya terdapat dinamik keras lembutnya, untuk menciptakan suasana dan tekanan-tekanan (lembut dan keras) di dalam kesenian Dalupa. Untuk penulisan ragam pukulan rapai di dalam kesenian Dalupa sampai saat ini belum memiliki notasi ritme baku.Kata Kunci: tradisi, ragam pukulan rapai, Dalupa