Cut Zuriana
FKIP Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

SENI MURAL DI BANDA ACEH Habibillah, Habibillah; Selian, Rida Safuan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22552

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Seni Mural di Banda Aceh. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimana fenomena Seni Mural di Banda Aceh mulai dari tahun 2013 hingga 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan seni mural di Banda Aceh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif penelitian ini melihat perkembangan seni mural di Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah komunitas Apotek Warena dan Mr. Doff Indonesia. Data diperoleh dengan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian seni mural adalah seni lukis dinding yang bersifat permanen dibuat dengan media dinding yang tidak bisa berpindah tempat. Seni mural merupakan media komunikasi antara seniman dan khalayak umum, menjadi alternative untuk penyampaian nilai-nilai estetis dan etis. Keberadaan mural di ruang publik tentunya mempunyai fungsi sebagai media penyampaian aspirasi, sebagai fungsi estetik, ekonomi dan pendidikan. Oleh karena itu kesimpulan yang dapat diambil ialah mural di Banda Aceh sudah berkembang mulai dari tahun 2013 hingga kini. Awalnya mural dianggap sebagai vandalisme, butuh waktu yang lama hingga vandalisme itu berubah menjadi keindahan atau ungkapan yang di tuangkan kedalam media dinding yang akhirnya menjadi sorotan publik. Kini mural dapat ditemui di setiap sudut kota Banda Aceh mulai dari Sekolah, coffee shop, cafe, perkantoran, tempat sarana umum, toko, dan halte.Kata Kunci: Mural, Seni
PERKEMBANGAN SENI RAPAI BUBEE DI KABUPATEN PIDIE JAYA Rosya, Fatma; Palawi, Ari; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22551

Abstract

ABSTRAKPenelitian dengan judul perkembangan seni Rapai Bubee di Pidie Jaya mengangkat masalah bagaimana perkembangan seni Rapai Bubee di Pidie Jaya dan cara melestarikannya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perkembangan seni Rapai Bubee dan cara melestarikannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini seniman sekaligus Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) yaitu Syeh Husni. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan seni Rapai Bubee berdasarkan lima generasi dan perkembangannya dapat dilihat dari bentuk penyajian serta kendala-kendala yang ada seiring perkembangan seni Rapai Bubee tersebut. Cara melestarikan seni Rapai Bubee dapat dilakukan oleh faktor masyarakat dan pemerintah. Masyarakat harus melestarikan seni Rapai Bubee secara turun-temurun kepada generasi berikutnya. Sedangkan pemerintah harus mengapresiasikan seni Rapai Bubee dengan cara mendorong, membina serta mengalokasikan anggaran untuk sarana dan prasarana pertunjukan seni agar seni Rapai Bubee dapat berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas.Kata Kunci: Perkembangan, Seni Rapai Bubee, Pelestarian
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER TARI LIKOK PULO PADA SISWA TUNA RUNGU DI SMPLB ANEUK METUAH KOTA JANTHO Rizki, Zilfa; Syai, Ahmad; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15691

Abstract

Penelitian ini berjudul Pembelajaran Ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada Siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran ekstrakurikuler Tari Likok Pulo di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho, dan kendala apa saja yang ditemui guru dalam kegiatan ektrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho, dan untuk mendeskripsikan kendala guru dalam kegiatan Ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar dalam kegiatan ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuh Metuah Kota Jantho berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan melalui prestasi yang telah diraih siswa dalam berbagai perlombaan tari, meskipun guru yagn melatih Tari Likok Pulo tersebut lulusan dari IAIN Ar-Raniry, namun siswa-siswi di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho mampu menarikan Tari Likok Pulo dengan baik. Metode yang digunakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung adalah metode physical prompting, metode gestural prompting, direct instruction, dengan menerapkan pendekatan konstektual, dan media stimulasi audiotoris pada proses pembelajaran tari yang sesuai dengan kemampuan siswa, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.Kata Kunci: Ekstrakurikuler, Likok Pulo, Tuna Rungu
KERAJINAN AKAR BAHAR DI DESA PULAU BALAI KECAMATAN PULAU BANYAK Maghfirah, Ridha; Ismawan, Ismawan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15689

Abstract

Penelitian ini berjudul Kerajinan Akar Bahar di Desa Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses pembuatan kerajinan akar bahar dan bagaimana perkembangan bentuk dan fungsi kerajinan akar bahar di desa Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan kerajinan akar bahar dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana perkembangan bentuk dan fungsi kerajinan akar bahar di desa Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh singkil, subjek penelitian pengrajin akar bahar dan objek penelitian adalah proses, bentuk, manfaat dan fungsi kerajinan akar bahar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan data reduction, data display dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembuatan kerajinan Akar Bahar meliputi beberapa tahapan yaitu: pengelolaan bahan, proses pembuatan bahan, finising. Adapun jenis kerajinan yang dihasilkan meliputi, gelang akar bahar, cincin akar bahar dan bunga akar bahar. Kata Kunci: Akar Bahar, Kerajinan Akar Bahar, Proses Pembuatan
IMPLEMENTASI MODEL PAKEM DALAM PEMBELAJARAN TARI LIKOK PULO DI MTsN 1 BIREUEN Musliana, Cut; Zuriana, Cut; Syai, Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15683

Abstract

Penelitian dengan judul Implementasi Model PAKEM dalam Pembelajaran Tari Likok Pulo di MTsN 1 Bireuen mengangkat masalah bagaimana perencanaan Model PAKEM dalam pembelajaran tari Likok Pulo di MTsN 1 Bireuen, pelaksanaan Model PAKEM dalam pembelajaran tari Likok Pulo di MTsN 1 Bireuen, evaluasi dan hasil pembelajaran tari LIkok Pulo dengan menggunakan model PAKEM di MTsN 1 Bireuen dan hambatan-hambatan dalam pembelajaran tari Likok Pulo dengan menggunakan model PAKEM dan cara mengatasinya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pembelajaran tari Likok Pulo serta mengetahui hambatan-hambatan dalam pembelajaran dan cara mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan pembelajaran disiapkan oleh guru. Pelaksanaan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Evaluasi dilakukan dalam bentuk tertulis dan praktek. Aspek penilaian praktik meliputi aspek wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa. Hambatan yang dihadapi adalah kurangnya minat siswa laki-laki, kemampuan guru terbatas, fasilitas masih kurang terutama belum ada kaca di ruang kesenian. Pihak sekolah berusaha mengalokasikan dana dengan meminta guru untuk membuat anggaran. Pengawasan guru terhadap siswa masih kurang. Perlu adanya pelatihan untuk guru agar meningkatkan kualitas mengajar.Kata Kunci: Implementasi, Pembelajaran, PAKEM, Tari Likok Pulo
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 2 DARUL IMARAH Sari, Putri Maurina; Zuriana, Cut; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15293

Abstract

Penelitian dengan judul Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Darul Imarah mengangkat masalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya dan apa saja kendala dalam proses pelaksanaan pembelajaran Pantomim pada Siswa Kelas VIII-B di SMP Negeri 2 Darul Imarah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Darul Imarah khusunya pada materi konsep rancangan pementasan pantomim. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya pada materi konsep rancangan pementasan pantomim sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu dimulai dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kendala-kendala yang dihadapi guru Seni Budaya yaitu berasal dari siswa, kurangnya sarana dan prasarana, reverensi yang kurang, dan kemampuan guru yang terbatas. Sedangkan kendala yang dihadapi siswa yaitu kurangnya minat belajar, sarana dan prasarana yang tidak mendukung dan tidak adanya dukungan dari orang tua siswa.Kata Kunci: Pembelajaran, Pantomim.
BENTUK PENYAJIAN TARI MALIKUSSALEH PADA SANGGAR SENI AL-IKHLAS KABUPATEN ACEH UTARA Amalia, Rifkah; Zuriana, Cut; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15295

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Bentuk Penyajian Tari Malikussaleh pada Sanggar Seni Al-Ikhlas Desa Paloh Lada Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Latar belakang penelitian ini adalah Tari Malikussaleh masih kurang dikenal oleh masyarakat setempat, selain itu karena bukti fisik seperti foto dan video tentang Tari Malikussaleh tidak banyak karena pernah terjadi kebakaran di sanggar Seni Al-Ikhlas. Metode Penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah Tari Malikussaleh yang berasal dari Sanggar Seni Al-Ikhlas Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini difokuskan pada bentuk penyajian Tari Malikussaleh. Subjek dalam penelitian ini ialah pencipta Tari Malikusslah yaitu, Tarmizi yang sekaligus pengurus sanggar, dan para penari Reza, Sarah, dan lain-lain. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penarika kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Malikussaleh termasuk tari kreasi yang menjadi tarian yang berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat setempat maupun luar daerah.Tari Malikussaleh terdiri dari 38 ragam gerak dan 21 ragam pola lantai. Tari Malikussaleh disajikan dengan penyajian yang terdiri dari: 1) iringan tari menggunakan rapai, gitar gambus, kendang, biola juga puisi dan syair, 2) lirik dari puisi dan syair berisi tentang gambaran Sultan Malikussaleh 3) kostum dari tari ini, penari wanita menggunakan celana dan baju motif Aceh, songket, dan tali pinggang, sedangkan penari pria menggunakan jubah arab polos, celana panjang hitam polos, dan sorban arab polos, 4) riasan yang digunakan untuk penari wanita adalah rias cantik dan penari pria tidak menggunakan riasan apa-apa, 5) panggung pertunjukannya adalah panggung proscenium, dan 6) properti yang digunakan adalah payung dan rencong.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH PADA MATERI TARI KREASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION Septina, Phuja Tawilla; Zuriana, Cut; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15292

Abstract

Penelitian yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 11 Banda Aceh pada Materi Tari Kreasi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Direct Instruction. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction dan yang tidak menggunakan model pembelajaran Direct Instruction di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IA 4 sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IA 3 dan XI IA 4 dengan tingkat kemampuan siswa yang hampir sama. Menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dan tes praktik. Metode analisis data uji-t dan uji dua pihak. Berdasarkan hasil yang telah diperolehdimanapadatarafsignifikan denganderajatkebebasan makasesuaidengan hipotesis yang diajukan dengan ketentuan. kriteria pengujian yang berlaku adalah terima H0 jika dan dalam hal ini H0 ditolak. Berarti tolak H0 dengan demikian perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Direct Instruction lebih baik dengan hasil belajar tanpa menggunakan model pembelajaran Direct Instruction.Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, tari kreasi, Direct Instruction
PERTUNJUKAN RAPAI BUBE DI KABUPATEN PIDIE JAYA Afni, Nurul; Zuriana, Cut; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13143

Abstract

Penelitian berjudul Pertunjukan Rapa-i Bube di Kabupaten Pidie Jaya. Mengangkat masalah tentang sejarah Rapa-i Bube dan bentuk pertunjukan Rapa-i Bube. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah Rapa-i Bube dan bentuk pertunjukan Rapa-i Bube. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Rapa-i Bube adalah kesenian tradisi yang berasal dari Gampong Mee Pangwa kecamatan Trienggadeng kabupaten Pidie Jaya yang telah ada sekitar 150 tahun yang lalu oleh almarhum Abu Mukim. Rapa-i Bube diangkat dari aktivitas masyarakat menggunakan Rapa-i baik pada acara pelepasan nazar, acara sunatan, dan acara perkawinan. Dalam penyajian pertunjukan Rapa-i Bube dimainkan dengan jumlah minimal 13 orang dan maksimal 21 orang. Pemain terdiri dari 14 penabuh Rapa-i, 1 orang khalifah, 1 orang Syeh dan 2 hingga 5 orang pemain Bube. Pertunjukan Rapa-i Bube terdiri dari tiga tahap yaitu lag, Bala Pari dan Tingkah Lhe. Gerakan pada pertunjukan Rapa-i Bube adalah gerakan bebas yang tidak berpaku pada hitungan. Pertunjukan ini diiringi dengan syair bahasa Aceh dan alat musik Rapa-i. Busana dibedakan antara khalifah, pemain Rapa-i dan pemain Bube terdiri dari baju kemeja Aceh, celana panjang dan peci. Rapa-i Bube ditampilkan pada acara perkawinan, 17 Agustus tingkat kecamatan sebagai hiburan dan penampilan pada acara kesenian sebagai persembahan dari kabupaten Pidie Jaya yang dipentaskan di luar atau di dalam gedung.Kata Kunci: sejarah, bentuk, pertunjukan, Rapa-i Bube
MAKNA MOTIF RAGAM HIAS PADA RUMAH TRADISIONAL ACEH DI MUSEUM ACEH Maulin, Siti; Zuriana, Cut; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13136

Abstract

Penelitian yang berjudul, Makna Motif Ragam Hias pada Rumah Tradisional Aceh di Museum Aceh, penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana makna motif ragam hias pada bagian luar rumah tradisional Aceh di Museum Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna motif ragam hias pada bagian luar rumah tradisional Aceh di Museum Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan semiotika dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Nurdin. AR selaku tokoh adat dan sejarah serta merupakan staff di MAA (Majelis Adat Aceh) yang memahami bagian dari berbagai macam bentuk motif pada rumah tradisional Aceh di Museum Aceh. Objek dalam penelitian ini adalah rumah tradisional Aceh yang ada di Museum Aceh. Teknik Pengumpulan data digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik semiotik sintaktik, semantik dan pragmatik. Hasil analisis data menggunakan teori semiotik sintaktik tersebut menunjukan bahwa, makna motif ragam hias pada rumah tradisional Aceh di Museum Aceh yaitu, Motif Bungong Seumanga (Adat Keharuman), Bungong Seuleupok (Kesuburuan), Bungong Geulima (Kesuburan), Bungong Meulu (Adat Kesuburan), Bungong Sagoe (Keindahan), Bungong Kalimah (Azimat Penyangkal), Awan-awan (Keindahan), Awan sitangke (Keindahan), Bungong Tabue (Pluralisme), Puta Taloe (Penjaga), Bungong Lampu Gantung (Keindahan), Tapak catoe (Sosial), Bungong Kala (Keindahan), Bungong Mata uroe (Keindahan), Bungong Ayu-ayu (Keindahan), dan Bungong Apeng (Kesuburan). Untuk mengetahui makna dari motif tersebut maka analisis selanjutnya menggunakan teori semiotik semantik, dimana setiap motif dimaknai dengan dua cara yaitu makna secara denotasi dan makna secara konotasi. Analisis makna motif selanjutnya menggunakan teori semiotik pragmatik yaitu menjelaskan hubungan antara tanda dengan penggunanya.Kata kunci: makna, motif, ragam hias, rumah tradisional Aceh