Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Rehabilitasi Gigi Hilang dan Pelatihan Perawatan Gigi Tiruan pada Masyarakat Pesisir Amiruddin, Maqhfirah; Ilmianti, Ilmianti; Suryanti, Suryanti; Padu, Masgawati
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.522

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut merupakan hal yang menjadi fokus kesehatan utama pada masyarakat. Salah satu akibat dari kebersihan gigi dan mulut yang tidak terjaga adalah tingginya angka kehilangan gigi, dan perlunya rehabilitasi melalui penggunaan gigi tiruan. Masalah kesehatan gigi sering dijumpai pada berbagai kelompok masyarakat mulai dari usia dini, dewasa, ibu hamil, dan lansia. Akses kesehatan gigi di daerah pesisir terkadang terhambat oleh minimnya akses ke pusat layanan. Penyebabnya dikarenakan lokasi terpencil, kurangnya fasilitas Kesehatan gigi, dan jarangnya dokter gigi yang menetap di daerah tersebut. Hal ini berdampak pada penyakit gigi yang tidak tertangani.  tindakan pencegahan tidak dilakukan, tingkat karies gigi dan penyakit gusi yang tinggi, disertai tingginya angka gigi hilang tanpa rehabilitasi karena gigi dicabut tanpa perawatan lanjut dan jarang dilakukan rehabilitasi dengan menggunakan gigi tiruan dikarenakan keterbatasan informasi dan pengetahuan serta biaya. Adapun dampak lain adalah kurangnya pengetahuan tentang gigi tiruan dan perawatannya sehingga mengakibatkan gangguan fungsi berupa mastikasi (pengunyahan), fonetik (berbicara), dan estetik. Hal ini sangat mempengaruhi asupan nutrisi yang erat hubungannya dengan kualitas hidup seseorang. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Pulau Lae Lae mengenai pencegahan penyakit, rehabilitasi gigi hilang dan perawatan gigi tiruan, serta membantu kader puskesmas mitra dengan mengadakan pelatihan pemeliharaan gigi tiruan untuk mencegah berbagai penyakit mulut .
The relationship between duration of betel chewing and caries status and oral hygiene status in the Pomako Village community aged 26-35 years: Hubungan lama menyirih terhadap status karies dan status kebersihan gigi mulut pada masyarakat Kampung Pomako usia 26-35 tahun Aldilawati, Sari; Ilmianti; Arifin, Nur Fadhilah; Selviani, Yusrini; Ananda, Putri
Makassar Dental Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral health is an important aspect of a person's general health. This study analyses the relationship between the duration of betel chewing and the status of ca-ries and oral hygiene in the 26-35-year-old population of Kampung Pomako. This quantitative cross-sectional study consisted of individuals who had a habit of chewing betel, and the sample was selected using accidental sampling techniques. Data were collected through interviews, clinical observations, and examina-tions to measure the respondents' caries status and oral hygiene status. It appears that the habit of continuous betel nut chewing and poor oral hygiene tends to increase the risk of plaque formation, tartar, and tooth discolouration. Based on the Spearman correlation test, a p-value of 0.040 (< 0.05) was obtained, which means that there is a significant relationship between the duration of betel nut chewing and dental caries status, but there is no significant relationship bet-ween the duration of betel nut chewing and dental and oral hygiene status (p-value 0.077). It is concluded that education on dental and oral hygiene is import-ant for people who have a betel nut chewing habit.