Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Student Behaviour Relationship of the Profession to Use of Amoxicillin Antibiotic on Posterior Tooth Extraction at RSIGM YW-UMI Makassar in 2019 Lestari, Nurasisa; Ilmianti, Ilmianti; Rasdayanti, Nur
International Journal of Halal System and Sustainability https://jurnal.narotama.ac.id/https://www.spb.gba.gov.ar/campus/https://conference.trunojoyo.ac.id/https://ojs.ucp.edu.ar/https://libros.cimsur.unam.mx/https://ojs.stikesmucis.ac.id/http://medi Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/injhss.v3i2.281

Abstract

Bacterial resistance to antibiotics is a global threat to health. Health workers Knowledge, especially professional students who will become a dentist, is needed to prevent antibiotics abuse. Amoxicillin, including antibiotics, plays an important role in oral surgery. Antibiotics are compulsory for patients undergoing procedures action, especially for tooth extraction. The knowledge and attitudes of professional students are the components of behaviours interconnected in determining the use of antibiotics. To discover the behavioural relationship of professional students interviewed for aspects in knowledge, attitudes and actions on the use of amoxicillin antibiotics on the posterior tooth extraction. The research was analytic observation using the cross-sectional method. The research instrument used questionnaires related to knowledge, attitudes and actions of professional students on the use of amoxicillin antibiotics on the posterior tooth extraction. Statistical test results of Chi-Square acquired knowledge (? ?????= 0.04 greater than α = 0.05, attitude (? ?????=0.04 greater than α = 0.05) and action-based behavior (? ?????= 0.036 greater than α = 0.05). It found a significant relation between the professional student behaviour interviewed for the knowledge, attitude, and action on antibiotic use.
Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Perikoronitis Akut Akibat Gigi Impaksi Molar Ketiga Mandibula Pasca Odontektomi Jayakusuma Amran, Ardian; Lestari, Nurasisa; Ilmianti, Ilmianti; Bachtiar, Rachmi; Ahmad, Nurul Khalifah
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 6 No. 02 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v6i02.149

Abstract

Pendahuluan: Odontektomi adalah prosedur umum yang dilakukan pada gigi yang impaksi uatuk menhilangkan perikoronistis, namun terdapat beberapa risiko komplikasi tindakan termasuk bengkak dan infeksi. Evaluasi kualitas hidup setelah perawatan bedah berdasarkan distribusi usia, jenis kelamin, pendidikan dan domisili dapat menggunakan parameter Oral Health Impact Profile (OHIP-14) dan General Oral Health Assessment Indeks (GOHAI). Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh kualitas hidup pasien perikoronitis akut pada gigi impaksi molar 3 mandibula pasca odontektomi. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan parameter GOHAI dan OHIP-14 dengan metode observasi analitik. Uji statistik yang digunakan adalah uji eta test. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas hidup pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan dan domisili dengan menggunakan parameter OHIP-14 dan GOHAI. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh kualitas hidup pasien perikonitis akut pada gigi impaksi molar 3 mandibula pasca odontektomi.
Pengaruh Media Poster Berbasis Ardunino Mega Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Selviani, Yusrini; Ilmianti, Ilmianti; Pertiwisari, Amanah; Muslihi, Muhammad Takdir
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i01.183

Abstract

Pendahuluan: Perilaku rendah anak-anak Indonesia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat diatasi melalui penyuluhan yang menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Salah satu media yang efektif adalah poster edukasi berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang memanfaatkan arduino mega untuk meningkatkan interaktivitas penyampaian informasi kesehatan, Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media poster berbasis ardunino mega terhadap tingkat Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak usia 7-9 tahun. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre eksperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel merupakan siswa yang berusia 7-9 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan menggunakan skala Guttmaan. Hasil: Berdasarkan hasil uji non parametrik Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil nilai pre-tes dan nilai post-test (p-value < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan media poster berbasis ardunino mega terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.
HUBUNGAN KONSUMSI JAJANAN DAN KEBIASAAN MENYIKAT GIGI TERHADAP KARIES GIGI PADA SISWA KELAS 5-6 SD abdi, Muhammad jayadi; Ilmianti, Ilmianti; Ulfa, Fahira
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i1.3900

Abstract

Latar Belakang: Karies adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai pada kerusakan jaringan, mulai dari permukaan gigi email, dentin dan meluas ke pulpa. Makanan jajanan salah satu makanan yang dikenal luas di masyarakat, terutama dikalangan anak-anak sekolah. Pola makan seimbang adalah suatu cara mengatur jumlah dan jenis makanan dalam bentuk makanan sehari- hari yang terdapat gizi seimbang menjadi zat pembangun serta zat pengatur pada tubuh. Menyikat gigi setelah makan dapat membersihkan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi sehingga dapat mencegah terbentuknya plak. Bahan dan metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-Square. Pembahasan: Mengetahui hubungan konsumsi jajanan dan kebiasaan menyikat gigi terhadap karies gigi pada siswa kelas 5-6 SD. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan nilai p-value Pada konsumsi jajanan sebesar 0,924 yang lebih besar daripada 0,05 (p-value0,05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan konsumsi jajanan terhadap karies gigi, tetapi pada kebiasaan menyikat gigi didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari pada 0,05 (p-value0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan kebiasaan menyikat gigi terhadap karies gigi. Kesimpulan: Pada penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan konsumsi jajanan terhadap karies gigi, namun terdapat hubungan kebiasaan menyikat gigi terhadap karies gigi pada siswa kelas 5-6 SDI Kampus Universitas Hasanuddin 1.
Hubungan Frekuensi Kunjungan Ke Dokter Gigi Dengan Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Anak Sekolah Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar ariani, tri andini; Ilmianti; Nur Rahmah Hasanuddin; Taufan Lauddin; Selviani, Yusrini
YARSI Dental Journal Vol. 2 No. 2 (2025): YARSI DENTAL JOURNAL
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ydj.v2i2.248

Abstract

Every year, the fields of medicine and dentistry in Indonesia require more dental skills to provide excellent service and improve the quality of care. Oral health in children often shows suboptimal conditions, with a lot of plaque and other deposits on their teeth. According to the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), half of the population over 3 years old complains about dental problems, with South Sulawesi having the second-highest rate at 68.4%. Of the 56.9% of people experiencing dental problems, only 11.2% visit a dentist. Between the ages of 8 and 12, dental changes require more intensive care, with a child’s motivation and support from their environment influencing their oral hygiene. This study aimed to determine the relationship between the frequency of dental visits and the oral health status of elementary school children in the working area of Mamajang Health Center, Makassar City. It was an analytical observational study with a sample of 120 elementary school students in the Mamajang Health Center area. Data were collected through questionnaires and intraoral examinations using the OHI-S index. Of the students, 69.2% had low dental visit frequency, and 31.7% had good oral hygiene status. No significant relationship was found between the frequency of dental visits and oral hygiene status (P-Value > 0.05). The frequency of dental visits does not significantly affect the oral hygiene status of elementary school students.
Analysis of The Relationship Between Oral Health Maintenance Behavior of Prisoners on DMFT and OHIS Scores Aldilawati, Sari; Ilmianti; Hidaya, Noer
Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Vol. 21 No. 2 (2025): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v21i2.11166

Abstract

Introduction: Every human being, including prisoners, has the right to general health and dental health. Prisoners have the right to receive treatment, both spiritual and physical, namely health services. Dental and oral health status is a health problem in Indonesia that has received little attention. In West Sulawesi Province, 68.4% had dental problems, 78.3% received treatment, and 93.0% never sought treatment. Based on research results, dental and oral health care facilities in prisons are still very limited, making it difficult for prisoners to get treatment. Therefore, researchers want to know the behavior and dental health status of prisoners at the research location. Materials and Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional research design. Sampling was carried out by purposive sampling, where the samples that met the inclusion criteria were 109. Results and Discussion: Oral health maintenance behavior in the sufficient category is 47 prisoners (37.06%), dental caries status in the Decay Missing Filled-Teeth (DMF-T) score category is very high, namely 41 prisoners (37.06%), oral hygiene status and Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) category is moderate, 79 prisoners (72.48%). The results of the correlation or relationship test using Spearman, p-value <0.001, which means that there is a relationship between oral health behavior with DMF-T and OHI-S scores. Conclusion: From the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between oral health maintenance behavior and DMFT and OHI-S caries scores in prisoners at Class IIB Polewali Mandar Prison, West Sulawesi.
Hubungan Kadar Trigliserida, Massa Tubuh, Lingkar Pinggang Dengan Derajat Premenstrual Syndrome: Relationship between Triglyceride Levels, Body Mass, Waist Circumference and Degree of Premenstrual Syndrome Wahyu, Sri; Bukhari, Agussalim; Chalid, Maisuri T; Ilmianti, Ilmianti
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1551

Abstract

ABSTRAK Premenstrual syndrome (PMS) Sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, dialami 7-10 hari menjelang menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kadar Trigliserida, Indeks Massa Tubuh (IMT) & Lingkar Pinggang dengan derajat premenstrual syndrome. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study menggunakan teknik purposive sampling untuk mendapatkan sampel sebanyak 30 orang wanita usia subur. Data dianalisis dengan menggunakan uji pearson. Hasil penelitian menunjukan pada derajat premenstrual syndrome ringan kadar trigliserida mean±stdr deviasi (99.9±31.84),sedangkan premenstrual derajat sedang mean±stdr deviasi (78.8±24.61) dengan nilai korelasi 0.217(p>0.05).Pada IMT, pada derajat Premenstrual ringan IMT mean±stdr deviasi (22.17±4.72) derajat premenstrual Sedang IMT mean±stdr deviasi (25.08±3.02) dengan nilai korelasi 0.034 (p<0.05). Sedangkan berdasarkan lingkar pinggang pada derajat Premenstrual ringan LP mean±stdr deviasi (77.8±9.52), dan premenstrual sedang LP mean ±stndr deviasi (85.5±8.09) dengan nilai korelasi 0.118 (p>0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa responden dengan Indeks massa tubuh obesitas beresiko mengalami premenstrual syndrome. ABSTRACT Premenstrual syndrome (PMS) A set of symptoms of physical and mental disorders, experienced 7-10 days before menstruation and disappears a few days after menstruation. This study examined the association levels of triglycerides, body mass index (BMI) and Waist Circumference with a degree of premenstrual syndrome. The study design was cross sectional study approach using purposive sampling techniques to obtain a sample of 30 women of childbearing age. Data were analyzed using Pearson test. The results showed the degree of mild premenstrual syndrome triglyceride levels stdr mean ± deviation (99.9 ± 31.84), whereas moderate premenstrual stdr mean ± deviation (78.8 ± 24.61) with the 0217 correlation values (p> 0.05). At IMT, the degree of mild premenstrual IMT stdr mean ± deviation (22:17 ± 4.72) degrees of premenstrual Medium stdr IMT mean ± deviation (8.25 ± 3.02) with the 0034 correlation values (p <0.05). While based on waist circumference in a mild degree of Premenstrual LP stdr mean ± deviation (77.8 ± 9:52), and premenstrual are mean ± stndr LP deviation (85.5 ± 8:09) with the 0118 correlation values (p> 0.05) Thus we can conclude that respondents with a mass index body obesity are at risk of premenstrual syndrome.
Effectiveness of Camellia Sinensis L Extract in Inhibiting the Growth of Staphylococcus aureus Asmah, Nur; Ilmianti, Ilmianti; Abdi, Muhammad Jayadi; Irawati, Erna; Nursaid, Herawati
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol 8, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Dentistry Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jds.v8i2.32682

Abstract

Background: Gingivitis and periodontitis are the two most common periodontal conditions. Staphylococcus aureus was reported as a trigger. Compounds active from the green ( Camellia Sinensis L) have been reported to be beneficial as antibacterial. Objective: know the effectiveness of extract tea leaves green 8%, 10%, and 12% in inhibiting bacterial growth of Staphylococcus aureus. Method: The study was conducted in a way that involved 25 power resistors. S. aureus was assessed with a diffusion disc technique with a post-test type-only control design. As well as test statistics Kruskal-Wallis. Results: Based on The results of the Kruskal-Wallis test showed a p-value of 0.0000.05. So, there was a significant difference between the 8%, 10%, and 12% extract treatments and the control group. Conclusion: Extracting leaves with a green concentration of 12% effectively hinders bacteria Staphylococcus aureus.
PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP ERUPSI GIGI TETAP PREMOLAR KEDUA RAHANG ATAS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN Ilmianti, Ilmianti; Asmara, Aditya Hari; Lasari, Abdullah HD; Abdi, Muhammad Jayadi; Aulia, Thysyah Shabrina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55198

Abstract

Kondisi gizi memiliki peran penting dalam perkembangan anak, termasuk dalam pertumbuhan tubuh dan erupsi gigi, terutama pada masa krisis gizi usia 10 hingga 12 tahun. Kondisi gizi yang tidak normal pada periode ini dapat memengaruhi waktu erupsi gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap erupsi gigi tetap premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan jumlah sampel 107 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan klinis rongga mulut, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi normal (63,6%), dengan mayoritas telah mengalami erupsi gigi (57,0%). Status gizi kurang ditemukan pada 25,2% siswa, dengan 11,2% telah mengalami erupsi dan 14,0% belum mengalami erupsi gigi. Pada kelompok status gizi lebih (11,2%), sebanyak 9,3% telah mengalami erupsi dan 1,9% belum mengalami erupsi. Uji korelasi menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara status gizi dan erupsi gigi premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun (p = 0,000). Hasil analisis odds ratio menunjukkan nilai OR sebesar 10,893 dengan interval kepercayaan 95% (3,663–32,396). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara status gizi dengan erupsi gigi premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun, dan anak dengan status gizi kurang memiliki peluang mengalami keterlambatan erupsi gigi sekitar 10,9 kali lebih besar dibandingkan anak dengan status gizi normal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG KESEHATAN GIGI MULUT DENGAN STATUS PENYAKIT GINGIVITIS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN Ilmianti, Ilmianti; Pratiwi, Rini; Natsir, Achmad Baiquni; Aprina, Erika; Nur, Nadyah Nadjwa Arfiani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55201

Abstract

Gingivitis merupakan penyakit periodontal dengan prevalensi tinggi pada anak sekolah dan dipengaruhi oleh kebersihan gigi dan mulut, serta pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam pemeliharaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan keparahan penyakit gingivitis pada siswa usia 10–12 tahun di SDN 1 Tamamaung Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 107 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta pemeriksaan klinis menggunakan Modified Gingival Index (MGI), kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang cukup baik, namun tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masih didominasi kategori kurang baik. Keparahan gingivitis pada siswa sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang. Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan keparahan gingivitis (p < 0,05), dengan variabel tindakan memiliki kekuatan hubungan paling besar dibandingkan pengetahuan dan sikap. Disimpulkan bahwa tindakan kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan keparahan gingivitis pada siswa usia 10–12 tahun, sehingga diperlukan edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak.