Claim Missing Document
Check
Articles

A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW OF THE IMPLEMENTATION OF THE SCHOOL LITERACY MOVEMENT (SLM) IN HISTORY LEARNING IN SENIOR HIGH SCHOOLS BASED ON THE PRISMA MODEL Pratomo Yugo; Indah Wahyu Puji Utami; Ronal Ridhoi
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53701

Abstract

As part of the implementation of the Minister of Education and Culture Regulation Number 23 of 2015 concerning Character Development, a program known as the school literacy movement (SLM) was designed. This research focuses on the application of the SLM to History subjects in senior high school. The primary purpose of this research is to comprehensively map, synthesize, and critically evaluate the existing body of scholarly literature on the implementation of the SLM within history learning in senior high schools. It aims to provide a state-of-the-art overview of what is known, what is effective, and what remains unknown or challenging. This research method uses a literature study method using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) model. This model comprises three stages such as article identification, filtering, and analysis. An analysis of the data used includes the findings, methodologies, and characteristics of the articles that passed the PRISMA model screening process. This analysis covers the nature, scope, and content of the studies that form the evidence base for the review. The results of the research show that the school literacy movement, based on analysis of the findings of the articles that have been collected, can have the potential to improve reading skills and understanding of history among students.
PENGEMBANGAN KAJIAN SEJARAH TEMATIK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR SEJARAH TINGKAT MENENGAH ATAS DI BLITAR Sapto, Ari; Ayundasari, Lutfiah; Ridhoi, Ronal; Khakim, Moch. Nurfahrul Lukmanul
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada guru sejarah di Blitar dalam rangka pengembangan bahan ajar sejarah tematik dengan materi sejarah lokal Blitar. Metode pengembangan yang dilakukan meliputi analisis kebutuhan, pelaksanaan workshop, dan pendampingan pengembangan bahan ajar. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru-guru sejarah di Blitar yang tertarik dalam pengembangan bahan ajar sejarah tematik. Hasil dari kegiatan ini adalah kumpulan tulisan dari kelompok guru yang dikombinasikan dengan artikel pemateri workshop untuk dipublikasikan dalam bentuk e-book sebagai bahan ajar sejarah tematik di Blitar.
MENGGAUNGKAN WISATA PEDESAAN MELALUI KULINER YELLOW CHIPS PUMPKIN (YECHIPUM) KHAS DESA PADUSAN, MOJOKERTO Ridhoi, Ronal; Oktaviani, Rosyida; Nuriansyah, Jati Saputra; Putri, Dhika Maha
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ECHOING RURAL TOURISM THROUGH CULINARY YELLOW CHIPSPUMPKIN (YECHIPUM) TYPICAL OF PADUSAN VILLAGE, MOJOKERTO Pumpkin can be used as a basic ingredient for making typical village culinary in the form ofcookies. However, pumpkin has not been used optimally by rural communities as a traditionalregional culinary product, in this case, Padusan Village, Mojokerto Regency. This paper aims to:(1) provide education on the potential utilization of pumpkin as the main raw material for Padusanspecial culinary; (2) developing an innovative micro business at Padusan Village; (3) provideinformation on how unique and attractive branding is. By using the training method, this papertries to help and assist the residents of Padusan Village to take advantage of the opportunity tocreate a culinary industry made from pumpkin. In this study, pumpkin is processed into drycookies called Yechipum, an acronym for Yellow Chips Pumpkin. After conducting training andpractice with culinary practitioners, it can be concluded that Yechipum can be a typical souvenirof Padusan Village as a culinary support for rural tourism. In addition, the branding that has beenmade also has a novelty that can produce HKI for Padusan Village and also State University ofMalang. Labu kuning dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kuliner khas desa dalam bentukcookies. Meski demikian, labu kuning belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakatpedesaan sebagai produk kuliner tradisional khas daerah, dalam hal ini yaitu Desa PadusanKabupaten Mojokerto. Tulisan ini bertujuan untuk: (1) memberikan edukasi pemanfaatan potensilabu kuning sebagai bahan baku utama kuliner khas Padusan; (2) mengembangkan bibit-bibitUMKM baru di Desa Padusan yang inovatif; (3) memberikan informasi bagaimana branding yangunik dan menarik. Dengan menggunakan metode pelatihan, tulisan ini berusaha membantu danmendampingi warga Desa Padusan memanfaatkan peluang untuk membuat industri kulinerberbahan dasar labu kuning. Dalam kajian ini, labu kuning diproses menjadi cookies kering yangdiberi nama Yechipum, akronim dari Yellow Chips Pumpkin. Setelah melakukan pelatihan danpraktik bersama praktisi kuliner, dapat disimpulkan bahwa Yechipum bisa menjadi oleh-oleh khasDesa Padusan sebagai kuliner penunjang wisata pedesaan. Selain itu, branding yang telah dibuatjuga mempunyai novelty yang dapat menghasilkan HKI untuk Desa Padusan dan UniversitasNegeri Malang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN MOTIF DAN PELATIHAN BATIK BERBASIS RAGAM HIAS SITUS CANDI SINGOSARI Widiadi, Aditya Nugroho; Yuliati, Yuliati; Jauhari, Najib; Ridhoi, Ronal
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH THE DEVELOPMENT OF BATIKMOTIFS AND TRAINING BASED ON THE DECORATIVE VARIETIES OFTHE SINGOSARI TEMPLE SITE Kelurahan Candirenggo memiliki potensi wisata yang luar biasa untuk bisa dikembangkansebagai sumber-sumber pemberdayaan masyarakat. Salah satu potensi tersebut adalahkeberadaan Candi Singosari. Namun sayangnya, keberadaan Candi Singosari belum bisadimanfaatkan secara optimal karena hanya mengandalkan kunjungan wisatawan ke candi dansitus sekitarnya. Padahal situs Candi Singosari memiliki kekayaan motif ragam hias padabeberapa bagian dinding candi maupun pada beberapa peninggalan artefaktual yang terletak dihalaman candi. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan pengembangan motif batik denganmengambil inspirasi dari ragam hias yang ada pada Candi Singosari dan beberapa arca disekitarnya. Untuk kemudian, motif tersebut ditawarkan kepada masyarakat KelurahanCandirenggo melalui kegiatan pelatihan membatik. Metode pengembangan motif batik ini melaluistudi identifikasi di situs Candi Singosari, lalu dilanjutkan dengan kegiatan focus group discussiondengan para arkeolog dan tokoh masyarakat setempat. Hasil dari pengembangan ini adalahbentuk motif batik yang diberi nama Singhāsana Padma. Pada tahap akhir dilaksanakanpemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan membatik di Kelurahan Singosari yangdapat dimanfaatkan untuk merchandise ikonik untuk wisata Candi Singosari. Candirenggo village has extraordinary tourism potential to be developed as a source ofcommunity empowerment. One of these potentials is the existence of Singosari Temple.Unfortunately, the existence of Singosari Temple cannot be utilized optimally because it onlyrelies on tourist visits to the temple and surrounding sites. Even though the Singosari Temple sitehas so many ornamental motifs on some parts of the temple as well as on some artifactual relicslocated in the temple courtyard. This article aims to explain the development of batik motifs bytaking inspiration from the variety of decorations that exist in Singosari Temple and severalstatues around it. Then, the motif was offered to the people of Candirenggo village through batiktraining activities. The method of developing batik motifs was through identification studies at theSingosari Temple site. Then continued with focus group discussion activities with archeologistand local community leaders. The result of this development is a form of batik motif namedSinghāsana Padma. In the final stage, a community empowerment program is carried out throughbatik training activities in Singosari village which can be used for iconic merchandise for Singosari Temple tourism.
Pengayaan sumber belajar sejarah berbasis situs cagar budaya ragawi di Kabupaten Sidoarjo Reza Hudiyanto; Ismail Lutfi; Ronal Ridhoi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v9i12026p53-60

Abstract

Enrichment of history learning resources based on the ragawi cultural heritage site in Sidoarjo Regency Sidoarjo Regency possesses a wealth of tangible cultural heritage sites ranging from the Classical to the Colonial era, offering significant potential as history learning resources. However, this potential has not been optimally utilized in school learning due to the lack of valid teaching materials and limited accessibility of academic references for teachers. This community service activity aims to enhance teachers' competence in utilizing lokal sites as learning media through the development of research-based teaching materials. The implementation method employs a participatory approach with the Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) of Senior High Schools (SMA/SMK/MA) in Sidoarjo Regency as the partner. The activity series includes Focus Group Discussions (FGD) for needs analysis, workshops on archaeological knowledge transfer, and intensive mentoring for book manuscript drafting. The results show an increased understanding among teachers regarding the historiography and archaeological data of Candi Pari, Candi Sumur, and colonial industrial buildings. The main output of this program is the compilation of a draft titled "Cultural Heritage Site-Based History Learning for High-School," specifically designed as enrichment material for students. This program concludes that collaboration between academics, the designation of cultural heritage buildings in Sidoarjo Regency" and educational practitioners is effective in bridging the gap between scientific archaeological data and the practical needs of history learning in schools. Kabupaten Sidoarjo memiliki kekayaan situs cagar budaya ragawi (tangible heritage) dari masa Klasik hingga Kolonial yang potensial sebagai sumber belajar sejarah. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran di sekolah karena minimnya ketersediaan bahan ajar yang valid dan aksesibilitas referensi akademis bagi guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan situs lokal sebagai media pembelajaran melalui penyusunan materi ajar berbasis riset. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatoris dengan mitra Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA/MA Kabupaten Sidoarjo. Rangkaian kegiatan meliputi Focus Group Discussion (FGD) analisis kebutuhan, lokakarya transfer pengetahuan arkeologis, dan pendampingan intensif penyusunan naskah buku. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap historiografi dan data arkeologis situs Candi Pari, Candi Sumur, serta bangunan industry gula masa kolonial. Luaran utama dari program ini adalah tersusunnya draf buku "Pembelajaran Sejarah berbasis Situs Cagar budaya untuk Sekolah Menengah Atas" yang dirancang khusus sebagai materi pengayaan bagi siswa. Program ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan efektif dalam menjembatani kesenjangan antara data ilmiah arkeologi, hasil penetapan bangunan cagar budaya Kabupaten Sidoarjo dengan kebutuhan praktis pembelajaran sejarah di sekolah.
ORIENTASI PEMILIHAN PEMUKIMAN ELIT BELANDA DI KAWASAN ARGO KELURAHAN LAWANG TAHUN 1879- 1942 Aisyah Salsabila; Hannah Amirah Utomo; Mohammad Davit Efendi Putra; Wisnu Luhung Pambudi; Ronal Ridhoi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i22025p175-188

Abstract

Sejak awal abad ke-19, bangsa Belanda mulai berdatangan ke Lawang yang merupakan pintu gerbang Afdeeling Malang untuk mengembangkan sektor perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis orientasi pemilihan kawasan Argo di dataran tinggi Lawang sebagai pemukiman elit Belanda pada periode tahun 1879–1942. Penelitian ini menggunakan metode sejarah (historis) yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemukiman elit Belanda dibangun di kawasan Argo karena didukung oleh kondisi lingkungan sekitar yang memiliki udara sejuk dan pemandangan pegunungan yang indah. Selain itu, kawasan ini sangat strategis untuk mobilisasi penduduk dan hasil perkebunan karena letaknya yang berada tepat di depan Stasiun Lawang. Keberadaan pemukiman elit ini pada perkembangannya turut membentuk stratifikasi sosial di Lawang, di mana kawasan Argo didominasi oleh golongan atas Eropa, sementara kaum Timur Asing dan pribumi menempati wilayah di sekitarnya berdasarkan kedekatan akses terhadap transportasi.
Perkembangan kawasan hijau transmigran Gedong Tataan, Pesaweran Lampung 1988-2020 Ainun Maulana Ilham; Ronal Ridhoi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i42023p522-534

Abstract

This study examines transmigration and the development of transmigrant areas. The study focuses on transmigration organized by the government and self-help as well as the development of transmigrant areas. The purpose of this study is to see how much influence and impact transmigration has on regional developments in transmigrant areas. This research uses historical method consisting of source collection, source criticism, interpretation and writing of historiography. The results of this study indicate that transmigration affects the development of migrant areas such as land conversion, deforestation, infrastructure development, employment, agriculture. As for other influences in the form of flood disasters that occur due to drainage reservoirs not being able to accommodate properly and the loss of green areas.Penelitian ini mengkaji tentang transmigrasi dan perkembangan kawasan transmigran. Fokus dalam pengkajian ini ialah transmigrasi yang diselenggarakan pemerintah dan swakarsa serta perkembangan kawasan transmigran. Tujuan dari penelitian ini ialah melihat seberapa besar pengaruh dan dampak transmigrasi terhadap perkembangan kawasan di wilayah transmigran. Metode yang digunakan ialah metode penelitan sejarah yang terdiri dari pengumpulan sumber, kritik sumber, intepretasi dan penulisanhistoriografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa transmigrasi mempengaruhi perkembangan kawasan migran seperti deforestasi, penjualan satwa, pembangunan infrastruktur, fluktuasi curah hujan, pertanian dan pergantian lapangan pekerjaan. Adapun pengaruh lain berupa terjadinya bencana banjir yang terjadi akibat tampungan drainase tidak dapat menampung dengan baik dan hilangnya area hijau. 
Karel Holle dan Modernisasi Pengetahuan Pertanian Sunda Abad XIX: Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah Berwawasan Lingkungan Farrel Eka Prasetya; Ronal Ridhoi
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i3.30965

Abstract

This article highlights the role of Karel Frederik Holle, a Dutch figure who worked in the Sundanese Land in the 19th century. Holle played a role in the development of agricultural techniques. Through historical methods, by conducting in-depth readings of archival sources and Holle's writings, this article attempts to examine Holle's contribution in introducing a sustainable agricultural system, including soil conservation techniques and adaptive planting patterns based on collaboration within both, Western and local knowledge. In addition, this article examines the potential for utilizing Holle's work as a source of historical learning that not only enriches students' insights into the past event, but also enhancing environmental awareness. The results of this articleshows that Holle gave so much contribution on agriculture technological knowledge. He also had an ecological vision that are relevant to the context of current history learning which offers a new historiographic theme, environmental history learning. Thus, this figure can be used as an entry point for history education that concern on sustainable environmental values.
Peran PB Djarum dalam Peningkatan Prestasi Olahraga Bulu Tangkis Indonesia, 1969-2019 Rahel Sabathani; Ronal Ridhoi
Jurnal Sejarah Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sejarah Indonesia
Publisher : Perkumpulan Program Studi Sejarah Se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62924/jsi.v8i2.36487

Abstract

This research aims to describe the role of the badminton club in Indonesia, namely PB Djarum, in improving Indonesia's achievements in the national and international arena from 1969 to 2019. Badminton has a place in society just like the much-loved sport of football. The very high development of badminton is influenced by the mushrooming of clubs and the love of the Indonesian people for this sport. From this, the problem to be studied is how PB Djarum was formed and what factors strengthened PB Djarum for Indonesian sports achievements from 1969 to 2019. This research method will use historical methods, namely topic search, heuristics, criticism, interpretation, and then historiography. The results of this paper discover how PB Djarum was formed in 1969 and the role of PB Djarum in improving quality, namely by developing management of infrastructure, players and even coaches. Not only that, PB Djarum's achievements have also increased after experiencing a decline.
De vlinders van Boven-Digoel – Kupu-kupu Boven Digoel: Kumpulan Pergulatan Hidup Manusia di Pinggiran Kolonialisme, oleh Alicia Schrikker Ronal Ridhoi
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 19, No 2 (2025): Tema Alternatif dalam Historiografi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v19i22025p278-280

Abstract

Tidak mudah untuk menemukan gambaran kehidupan sehari-hari di Indonesia masa kolonial. Lebih mudah mencari peristiwa besar, penting, dan spektakuler yang tercatat dalam tumpukan arsip kolonial yang sudah menguning.