Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Aceh Anthropological Journal

Makna Budaya Bajapuik dalam Pernikahan Etnis Minangkabau di Kota Pariaman Sumatra Barat Anita, Nurul; Brata, Nugroho Trisnu
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i2.12718

Abstract

Bajapuik is a wedding tradition characteristic of the Pariaman area, West Sumatra. Bajapuik culture considers the obligation of women to give some money to men. The amount of japuik money women must prepare depends on the agreement between the parties. The purpose of this study was to analyze the meaning of bajapuik culture in community marriages in the city of Pariaman. The data collection technique in this study employs observation, interviews and documentation studies. In contrast, data analysis uses data reduction, presentation, and conclusion. The validity of the data uses triangulation. Bajapuik culture has undergone many changes, one of which is in the value of japuik money. Historically, moral values were prioritized when indigenous people implemented the bajapuik culture. Still, nowadays, economic values are prioritized due to the strengthening of modern culture and materialism culture. The meaning of the Bajapuik culture in the Pariaman area is as a form of appreciation for men. The japuik money given by the woman to the man, money can later use to finance the household with his wife. This study suggests that people outside the Pariaman area better understand the meaning of the bajapuik culture itself and do not assume that men in Pariaman city are "bought" but are japuik by custom. And there is no coercion at all to give the japuik money.Abstrak: Bajapuik adalah tradisi pernikahan yang menjadi ciri khas daerah Pariaman, Sumatra Barat. Budaya bajapuik dianggap sebagai kewajiban pihak perempuan untuk memberikan sejumlah uang kepada pihak laki-laki, jumlah uang japuik yang harus dipersiapkan oleh pihak perempuan tergantung pada kesepakatan antara kedua belah pihak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengalisis makna budaya bajapuik pada pernikahan masyarakat di kota Pariaman. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Budaya bajapuik banyak mengalami perubahan salah satunya dalam nilai uang japuik. Pada zaman dahulu nilai moral yang lebih diutamakan apabila dilaksanakannya budaya bajapuik, namun pada zaman sekarang nilai ekonomis yang lebih diutamakan disebabkan oleh menguatnya budaya modern dan budaya materialisme. Makna dari adanya budaya bajapuik di daerah Pariaman adalah sebagai bentuk penghargaan kepada pihak laki-laki. Adanya uang japuik yang diberikan oleh pihak perempuan kepada pihak laki-laki nantinya dapat digunakan untuk membiayai rumah tangga bersama istrinya. Saran dalam penelitian ini yaitu agar masyarakat di luar daerah Pariaman lebih memahami lagi apa makna dari budaya bajapuik itu dan tidak beranggapan bahwa laki-laki di kota Pariaman itu “dibeli” melainkan di japuik dengan adat dan tidak ada paksaan sama sekali untuk memberikan uang japuik tersebut.
Co-Authors Adi Sutanto Afifah, Nor Afifah, Nor Afrida, Lutfiana Afrijal, Muhamad Afif Agustin, Diana Nur Ahmad Tohri Anggiarini, Sukma Aprilia, Silvi Ayu Aprilia, Silvi Ayu Asma Luthfi Cahyaningtyas, Hana Cahyo Budi Utomo Dewi Liesnoor S Dewi Liesnoor Setyowati Dzaky, Ammar Fuad Edwin Mirzachaerulsyah Ekasari, Melyani Eko Handoyo Elly Kismini Endri Apriliana Adi Wahyu Ety Sundari, Ety Ezra Sriadelia Br Pelawi Farha, Fina Nayla Fatikasari, Nurfatin Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Harto Wicaksono, Harto Hendratna, Hendratna Heri Tjahjono Hesti Rofika Sari Huwaida, Shania Nur Imaniar, Afwina Juhadi Juhadi Juhadi Khasan Setiaji Kholifah, Listyana Nur Kholisna, Arin Kumalasari, Eni Kuncoro Bayu Prasetya, Kuncoro Bayu Kuncoro Bayu Prasetyo Madjid, Winka Silviana Martanti, Nadia Luki Maulidah, Siti MAULIDAH, SITI Maulina Indah Fauziah, Maulina Indah Moh Yasir Alimi Moh. Solehatul Mustofa Mufti Riyani Mufti Riyani Musrifah, Siti Musrifah, Siti Nasukha, Reza Adi Nasukha, Reza Adi Ninuk Sholikhah Akhiroh Nuraini, Habibah nurhayati, ika nofita nurhayati, ika nofita Nurul Anita Nurul Fatimah Nurwijayanti Oktav N, Saka Mahardika Pramono, Didi Pratiwi, Megawati Vika Prayogo, Bagas Puji Hardati Ratri, Indraswari Kumolo Retno Wulan Ayu Saputri Rifky, Mohammad Rini Iswari Romadi Romadi Saiya, Susana Fadhara Saka Mahardika Oktav N. Saka Mahardika Oktav Nugraha Saputra, Gandung Surya Sari, Herlina Kartika Sari, Hesti Rofika Sari, Hesti Rofika Septiani, Riska Sri Sukamti, Sri Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Suliyah Suliyah Suyahmo Suyahmo Syarifah Yuningsih Totok Rochana Tri Marhaeni Pudji Astuti Triyaka, Triyaka Wasino Wasino Wasino Widiastuti, Aprilia Winarti, Eni Wulandari, Siti Nur Yusuf Falaq, Yusuf Zayyaan, Ghinna Al