Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Economic Education Analysis Journal

Pengaruh Gaya Hidup Konsumtif, Kebijakan Konservasi Institusi dan Pengetahuan Konservasi Terhadap Perilaku Konservasi Mahasiswa Melalui Sadar Lingkungan Sebagai Variabel Mediasi Naim, Noor Jannatun; Oktarina, Nina; Tusyanah, Tusyanah
Economic Education Analysis Journal Vol 9 No 2 (2020): Economics Education Analysis Journal
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eeaj.v9i2.39480

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu gaya hidup konsumtif, kebijakan konservasi institusi dan pengetahuan konservasi terhadap variabel dependen yaitu perilaku konservasi mahasiswa melalui sadar lingkungan sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2015 yang berjumlah 372 mahasiswa. Berdasarkan populasi tersebut diambil sebanyak 193 sampel dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis yang digunakan adalah Struktural Equation Model (SEM) dengan alat analisis Smart PLS 3.0. Hasil Penelitian menunjukkan model penelitian telah memenuhi validitas dan reliabilitas konstruk serta fit of model pada asumsi SEM dengan Smart PLS sehingga model dinyatakan layak. Terdapat empat hipotesis yang ditolak dan enam hipotesis yang diterima. Adapun hasilnya adalah gaya hidup konsumtif berpengaruh negatif signifikan sebesar -46.5% terhadap perilaku konservasi, pengetahuan konservasi berpengaruh positif tidak signifikan sebesar 10.3%, dan sadar lingkungan berpengaruh positif signifikan sebesar 29.7% terhadap perilaku konservasi. Selanjutnya, gaya hidup konsumtif dan pengetahuan konservasi berpengaruh negatif dan positif signifikan terhadap sadar lingkungan berturut-turut sebesar -31.7% dan 38.7%. Sementara itu, sadar lingkungan mampu memediasi gaya hidup konsumtif dan pengetahuan konservasi negatif dan positif signifikan secara berturut-turut sebesar -9.4% dan 11.5%. Sedangkan untuk variabel kebijakan konservasi institusi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap perilaku konservasi sebesar 12.6% dan untuk pengaruhnya terhadap sadar lingkungan sebesar 16.4% serta sebesar 4.9% yang dimediasi oleh sadar lingkungan.
Analyzing Students’ Entrepreneurial Intention Based on The Theory of Planned Behavior (TPB) With Internship as the Moderating Variable Tusyanah, Tusyanah; Fadlilah, Ashomatul; Rahmawati, Fentya Dyah; Susilowati, Nurdian
Economic Education Analysis Journal Vol 9 No 3 (2020): Economics Education Analysis Journal
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eeaj.v9i3.42113

Abstract

Indonesia membutuhkan calon wirausaha yang mampu menekan angka pengangguran. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk menyiapkan alumni yang terampil; tetapi juga untuk menciptakan calon pengusaha. UNNES melakukannya dengan melakukan perubahan kurikulum. Kemudian, diberikan mata kuliah Kewirausahaan, Inkubator Perusahaan, dan magang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui niat berwirausaha siswa dengan magang sebagai variabel moderasi melalui Teori TPB. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi 228 siswa dan sampel penelitian 145 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan menelitinya dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh sikap, norma subyektif dan persepsi pengendalian perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat. Magang berhasil menjadi variabel moderasi untuk sikap, norma subyektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap niat berwirausaha. Sikap pengaruh langsung terhadap niat wirausaha adalah 34,5% dan naik menjadi 42,3% dimoderatori oleh magang. Pengaruh langsung norma subyektif terhadap niat berwirausaha adalah 25,9% dan naik menjadi 32,8% dimoderatori oleh magang. Kemudian, pengaruh langsung persepsi kontrol perilaku terhadap niat berwirausaha adalah 48,8% dan meningkat menjadi 51,5% dimoderatori oleh magang. Disimpulkan bahwa dengan magang mampu memperkuat minat wirausaha mahasiswa untuk berwirausaha. Karena itu; Program magang perlu dilanjutkan agar mahasiswa memahami bahwa kerja mandiri lebih menyenangkan daripada bekerja untuk orang lain.
Pengaruh Gaya Hidup Konsumtif, Kebijakan Konservasi Institusi dan Pengetahuan Konservasi Terhadap Perilaku Konservasi Mahasiswa Melalui Sadar Lingkungan Sebagai Variabel Mediasi Naim, Noor Jannatun; Oktarina, Nina; Tusyanah, Tusyanah
Economic Education Analysis Journal Vol 9 No 2 (2020): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eeaj.v9i2.39480

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu gaya hidup konsumtif, kebijakan konservasi institusi dan pengetahuan konservasi terhadap variabel dependen yaitu perilaku konservasi mahasiswa melalui sadar lingkungan sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2015 yang berjumlah 372 mahasiswa. Berdasarkan populasi tersebut diambil sebanyak 193 sampel dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis yang digunakan adalah Struktural Equation Model (SEM) dengan alat analisis Smart PLS 3.0. Hasil Penelitian menunjukkan model penelitian telah memenuhi validitas dan reliabilitas konstruk serta fit of model pada asumsi SEM dengan Smart PLS sehingga model dinyatakan layak. Terdapat empat hipotesis yang ditolak dan enam hipotesis yang diterima. Adapun hasilnya adalah gaya hidup konsumtif berpengaruh negatif signifikan sebesar -46.5% terhadap perilaku konservasi, pengetahuan konservasi berpengaruh positif tidak signifikan sebesar 10.3%, dan sadar lingkungan berpengaruh positif signifikan sebesar 29.7% terhadap perilaku konservasi. Selanjutnya, gaya hidup konsumtif dan pengetahuan konservasi berpengaruh negatif dan positif signifikan terhadap sadar lingkungan berturut-turut sebesar -31.7% dan 38.7%. Sementara itu, sadar lingkungan mampu memediasi gaya hidup konsumtif dan pengetahuan konservasi negatif dan positif signifikan secara berturut-turut sebesar -9.4% dan 11.5%. Sedangkan untuk variabel kebijakan konservasi institusi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap perilaku konservasi sebesar 12.6% dan untuk pengaruhnya terhadap sadar lingkungan sebesar 16.4% serta sebesar 4.9% yang dimediasi oleh sadar lingkungan.
Analyzing Students’ Entrepreneurial Intention Based on The Theory of Planned Behavior (TPB) With Internship as the Moderating Variable Tusyanah, Tusyanah; Fadlilah, Ashomatul; Rahmawati, Fentya Dyah; Susilowati, Nurdian
Economic Education Analysis Journal Vol 9 No 3 (2020): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eeaj.v9i3.42113

Abstract

Indonesia membutuhkan calon wirausaha yang mampu menekan angka pengangguran. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk menyiapkan alumni yang terampil; tetapi juga untuk menciptakan calon pengusaha. UNNES melakukannya dengan melakukan perubahan kurikulum. Kemudian, diberikan mata kuliah Kewirausahaan, Inkubator Perusahaan, dan magang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui niat berwirausaha siswa dengan magang sebagai variabel moderasi melalui Teori TPB. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi 228 siswa dan sampel penelitian 145 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan menelitinya dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh sikap, norma subyektif dan persepsi pengendalian perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat. Magang berhasil menjadi variabel moderasi untuk sikap, norma subyektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap niat berwirausaha. Sikap pengaruh langsung terhadap niat wirausaha adalah 34,5% dan naik menjadi 42,3% dimoderatori oleh magang. Pengaruh langsung norma subyektif terhadap niat berwirausaha adalah 25,9% dan naik menjadi 32,8% dimoderatori oleh magang. Kemudian, pengaruh langsung persepsi kontrol perilaku terhadap niat berwirausaha adalah 48,8% dan meningkat menjadi 51,5% dimoderatori oleh magang. Disimpulkan bahwa dengan magang mampu memperkuat minat wirausaha mahasiswa untuk berwirausaha. Karena itu; Program magang perlu dilanjutkan agar mahasiswa memahami bahwa kerja mandiri lebih menyenangkan daripada bekerja untuk orang lain.