Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HEALTH PROMOTION TENTANG EPIDEMIOLOGI, FAKTOR RISIKO INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DAN BAHAYA LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER (LGBT) DI SMA N 2 SINGAPARNA Ratna Hidayani, S.KM., M.Sc , Wuri; Ratna Hidayani, S.KM., M.Sc, Wuri
Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/h9pdqa83

Abstract

Dewasa ini kejadian infeksi menular seksual terus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi. Triad Epidemiologi IMS yang meliputi host, agent dan environment antara lain agent oleh virulensi virus, bakteri, congenital; host dipengaruhi oleh imunitas, status gizi, jenis kelamin, umur, pekerja seks komersil, waria, usia produktif; environment oleh kepadatan penduduk, faktor lingkungan yang multifaktor perilaku seksual yang berisiko, penyimpangan perilaku seksual seperti LGBT dan degradasi keimanan, perilaku berganti-ganti pasangan, penyalahgunaan obat/narkoba dengan jarum suntik, meningkatkan para pekerja seks komersil, tingkat sosial ekonomi dan politik mempengaruhi dalam insiden dan prevalensi Infeksi Menular Seksual (IMS). Melakukan health promotion berupa penyuluhan Epidemiologi IMS, faktor risiko IMS, dan bahaya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di SMA N 2 Singaparna” Siswa SMA N 2 Singaparna khususnya Kelas XII IPS 2 berjumlah 30 orang. Kegiatan ini berlokasi di SMA N 2 Singaparna, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Pelaksanaan kegiatan ini yaitu : Hari/ Tanggal : Kamis, 3 Januari 2019 Pukul : 08.30-11.30 WIB. Kesimpulan dalam kegiatan penyuluhan ini yaitu Gambaran pengetahuan siswa tentang epidemiologi IMS sebesar 75% dengan pengetahuan baik dan 25 % pengetahuan sedang. Pada pengetahuan LGBT sebanyak 60% dengan pengetahuan baik dan 40 % pengetahuan sedang.
AN OVERVIEW OF THE ROLE OF INTEGRATED HEALTHCARE CENTER CADRES IN PREVENTING STUNTING IN BABIES TODDLER IN CIKUNIR VILLAGE Danefi, Tupriliany; Agustini, Fenty; Sumartini, Erwina; Hidayani, Wuri Ratna
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v13i2.6568

Abstract

The participation of cadres in the execution of the stunting program aligns with the key principle of addressing stunting in Indonesia, focusing on convergence, coordination, and consolidation of national, regional, and community initiatives. Cadres play a crucial role in promoting child and maternal health by serving as primary sources of health information for mothers. The study aims to examine the contribution of cadres in combating stunting in Cikunir Village, employing a quantitative approach with descriptive methods targeting cadre mothers as the population. Findings indicate that 56 individuals (98.24%) displayed good knowledge, while one person (1.75%) exhibited sufficient knowledge. Additionally, 45 individuals (78.95%) received strong spousal support, with 12 individuals (21.05%) lacking sufficient support. Regarding the performance of Posyandu cadres, 51 individuals (89.47%) demonstrated a commendable role, while 6 individuals (10.53%) displayed inadequate performance. Posyandu cadres are expected to lead the efforts in preventing stunting cases effectivel.
Faktor Risiko Terjadinya Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran Agustin, Shella; Hidayani, Wuri Ratna
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 01 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i01.843

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui nyamuk aedes aegypti. Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2021 menyatakan bahwa jumlah kasus DBD sebanyak 6.152 kasus dengan kasus tertinggi yaitu Kota Tasikmalaya dan Kabupatem Bogor. Angka kematin DBD di Jawa Barat masih berada di atas target yaitu < 1% dengan nilai CFR tertinggi adalah Kota Bogor 10,9%, Kota Banjar sebesar 7,7%, Kota Cimahi sebesar 6,4%, Kabupaten Indramayu sebesar 4,2%, Kabupaten Pangandaran sebesar 4% dan Tasikmalaya sebesar 3,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko terjadinya DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional survey. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara umur (p-value = 0,131), kepadatan rumah (p-value = 0,641), kepemilikan TPA (p-value = 0,273), ketersediaan tutup penampungan air (p-value= 0,409) dan kebiasaan menggantung pakaian bekas sebesar (p-value = 0,740) dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran pada Tahun 2022. Tidak adanya hubungan antara variabel dalam penelitian ini dengan kejadian DBD karena ada faktor lain yang mempengaruhi kejadian DBD. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara umur, kepadatan rumah, kepemilikan TPA, ketersediaan tutup penampungan air dan kebiasaan menggantung pakaian bekas dengan kejadian DBD. Adapun upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan perilaku 3M yaitu menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
The Relationship between Environmental Sanitation and the Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Indonesia Yulianti; Hidayani, Wuri Ratna
Journal of Public Health Sciences Vol. 1 No. 02 (2022): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.675 KB) | DOI: 10.56741/jphs.v1i02.83

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) was a disease caused by dengue virus belonging to the Arthropod-Borne Virus, which were transmitted through the bite of misquitoes of the genus Aedes, especially Aedes aegypti. The Indonesian Ministry of Health noted that the number of dengue cases in Indonesia from 2018 to 2019 increased significantly. The number of dengue cases as of January 2018 was 6,800 cases with a death toll of 43 people. In early January 2019, there were 13,683 cases with 132 deaths. Cumulatively as of June 21. 2020 there were 68,753 cases. The emergence of dengue disease were related to environmental conditions and community behavior. Research purposes known a relationship between environmental sanitation and the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Indonesia. Reseacrch methodology was a secondary research with a literature review design by doing a search on Google Scholar through the stages of research according to the eligibility criteria. Research result obtained 7 journal that discuss environmental sanitation related to the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF). Of the 7 journals that discuss water reservoirs (TPA) there were 3 journals, 2 journals for garbage disposal, and 4 journals for 3M plus action. The results showed that there were a relationship between when the variable and the occurrence of dengue hemorrhagic fever (DHF). There were a relationship beteween environmental sanitation (water storage, garbage disposal, and 3M Plus measures) with the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF).
Faktor Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan COVID 19 : Literature Review Hidayani, Wuri Ratna
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v4i2.1015

Abstract

Prevalensi kasus Covid-19 di dunia pertengahan September 2020 mencapai 29.155.581 dan kematian tercatat 926.544 jiwa dengan tersebar ke 216 negara sehingga Case Fatality Rate sebesar 3,17% (WHO, 2020). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan Covid 19. Metode penelitian ini adalah studi literature dengan jurnal penelitian berbahasa inggris tahun 2020 dengan rancangan penelitian analitik dengan data yang mendukung faktor-faktor risiko Covid 19. Dalam penelurusan jurnal dengan bantuan internet dengan kata kunci terkait faktor risiko, karakteristik,komorbid dan Covid 19. Kesimpulan dari penelitian ini umur, jenis kelamin, pasien yang terinfeksi di rumah sakit, penyakit komorbid ,tanda dan gejala Covid 19 berhubungan dengan Covid 19. Riwayat merokok tidak berhubungan dengan COVID 19. Rekomendasi diharapkan masyarakat berperilaku sehat memperkecil perilaku berisiko Covid 19 dengan mematuhi protokol kesehatan. Kata kunci: faktor risiko, karakteristik, komorbid, Covid 19
PENYULUHAN NUTRISI TEPAT DAN PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH STUNTING Sumartini, Erwina; Danefi, Tupriliany; Agustini, Fenty; Hidayani, Wuri Ratna
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32814

Abstract

Berdasarkan data SSGI tahun 2022 hampir semua provinsi di Indonesia memiliki persentase stunting melebihi 20% kecuali provinsi Bali. Pemerintah Indonesia menetapkan target percepatan penurunan stunting menjadi sekitar 14% pada tahun 2024. Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2019 dan 2020 termasuk kedalam cluster 3 yaitu rawan stunting tinggi, dan pada tahun 2021 mengalami perubahan cluster menjadi cluster 2 yaitu rawan stunting sedang. Angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2022 yaitu 24,4% angka tersebut masih cukup tinggi sehingga masih diperlukan upaya yang besar untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu Desa di Kabupaten Tasikmalaya yang termasuk kedalam salah satu lokasi khusus konvergensi stunting pada tahun 2023. Menurut Wakil Bupati Tasikmalaya upaya yang dilakukan harus bersifat preventif sehingga penanganan dapat dilakukan pada faktor penyebab stunting. Oleh karena itu kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai nutrisi tepat dan pencegahan penyakit infeksi penting dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai nutrisi tepat dan pencegahan penyakit infeksi untuk mencegah stunting. Media yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan yaitu power point. Hasil kegiatan penyuluhan yaitu kegiatan penyuluhan mengenai nutrisi tepat dan pencegahan penyakit infeksi telah berdampak terhadap peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan sebesar 0,74 poin.
Analisis Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Epidemiologi dan Deteksi Dini Anemia Kehamilan dalam Pencegahan Stunting Balita di Desa Cikunir Wuri Ratna Hidayani
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v10i1.7252

Abstract

Pregnancy anemia was one of the risk factors for stunting in toddlers that needs to be watched out for and addressed. There were 24 pregnant women who did not undergo early detection of pregnancy anemia in Cikunir Village. This study was conducted due to low epidemiological knowledge and lack of participation of pregnant women in early detection of pregnancy anemia. This study is a descriptive study using qualitative methods, which was a continuation of previous studies. The population in this study was all pregnant women in Cikunir Village, with 8 pregnant women as the main informants. Data analysis used data triangulation with additional informants as sources of validation, namely 2 Posyandu cadres, 1 village midwife, and 1 head of the Singaparna Community Health Center. There were 8 informants and 4 sources of validation in this study. Purposive sampling was used and met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was carried out from the information obtained at the research data collection stage from the results of interviews using interview guidelines. This analysis used two variables, namely epidemiology and early detection of pregnancy anemia. Pregnant women stated that the epidemiology of pregnancy anemia was that the agent was blood deficiency, malnutrition, stress, the host is humans or pregnant women, and the environment was not consuming iron tablets, not consuming a balanced diet, low knowledge about pregnancy epidemiology, and behavior of not conducting early detection screening for pregnancy anemia. Preventive measures for pregnancy anemia include visiting a pregnancy facility. Pregnant women stated that they underwent prenatal check-ups twice a month, once a month, while some did not participate in prenatal check-ups. It is hoped that health services for pregnant women can be improved through education and active surveillance so that mothers who are unable to visit antenatal care can still receive antenatal care services
Training on The Use of Telang Flowers as Food Coloring for Women Who Sell Traditional Foods in Kotagede Herni Setyawati; Muhammad Lukman Baihaqi Alfakihuddin; Nurhidayati; Heriani; Wuri Ratna Hidayani; Rini Oktavera; Lina Maulidiana; Prety Diawati; Siti Nurhayati; Resy Nirawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9mypw495

Abstract

This community engagement project aimed to empower ten traditional food vendors in Kotagede, Yogyakarta, by training them to utilize butterfly pea (Clitoria ternatea) flowers as natural food coloring. Employing a participatory approach, the training covered health risks of synthetic dyes, the benefits and cultivation of butterfly pea plants, natural dye extraction techniques, and basic product branding. Data were collected through pre- and post-tests, observation, and semi-structured interviews. Results showed a significant increase in participants’ knowledge and practical skills, with post-test scores rising across all indicators. Most participants successfully applied the extract in traditional dishes and reported improved consumer interest due to the natural and visually appealing color. Some began cultivating the plants and branding their products with natural labels. Despite minor challenges regarding shelf life and packaging, the training effectively promoted innovation, health awareness, and entrepreneurship among women food vendors. This program highlights the potential of locally sourced natural ingredients in supporting sustainable, health-conscious food businesses.