Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DAYA SIMPAN DAN ANALISIS NILAI GIZI SIRUP DAUN KELOR DENGAN SUBTITUSI GULA AREN Nana Apriana Hadi; Fitri Yani Arbie; Denny Indra Setiawan
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 1 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i1.460

Abstract

ABSTRACT  Moringa plant (Moringa oleifera) is a tropical plant that has grown and developed in tropical areas such as Indonesia. This research method is experimental with shelf life test to determine the shelf life of Moringa leaf syrup with variations in the addition of palm sugar which consists of 4 treatments. The results showed that the characteristics of color, aroma and viscosity in 4 different storage treatments were also different. The value of the nutritional content contained in Moringa leaf syrup with 4 different treatments because the weight of the mixed palm sugar is different. On storage for 7 days at room temperature, the color, aroma and viscosity changed more and more day by day. Meanwhile, in cold storage for 7 days, the color, aroma and viscosity did not change, still the same as the first processed. The conclusion of Moringa leaf syrup with palm sugar substitution seen from the shelf life it was found that the best is stored at cold temperatures (refrigerator) because in terms of color the 4th treatment on the first day until the last observation still looks the same as the first processed, the viscosity also the same and the aroma of Moringa leaves and palm sugar is still good. Based on the nutritional value, the best is P3 with a mixture of 300 grams containing 1,104 calories of energy and 276 grams of KH. ABSTRAK  Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang sudah tumbuh dan berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya simpan dan analisis gizi produk terhadap sirup daun kelor dengan variasi penambahan gula aren. Metode penelitian ini bersifat eksperimental  dengan  uji daya simpan untuk mengetahui umur simpan terhadap sirup daun kelor dengan variasi penambahan gula aren  yang terdiri dari 4 kali perlakuan . Hasil penelitian menunjukkan  karakteristik warna, aroma dan kekentalan pada 4 perlakuan berbeda penyimpanan berbeda juga hasilnya. Nilai kandungan gizi yang terdapat pada sirup daun kelor dengan 4 perlakuan berbeda karena berat gula aren yang dicampurkan berbeda-beda. Pada penyimpanan selama 7 hari suhu ruang semakin hari warna, aroma dan kekentalannya berubah semakin tidak baik. Sedangkan pada penyimpanan suhu dingin selama 7 hari warna, aroma dan kekentalan tidak ada perubahan, masih tetap sama seperti pertama diolah. Kesimpulan sirup daun kelor dengan subtitusi gula aren dilihat dari umur simpan didapati bahwa yang paling baik adalah yang disimpan di suhu dingin (refrigator) karena dari segi warna ke-4 perlakuan ini pada hari pertama sampai dengan terakhir pengamatan masih terlihat sama seperti pertama diolah, kekentalan juga sama dan aroma daun kelor serta gula arennya masih baik. Berdasarkan kandungan nilai gizi yang paling bagus adalah P3 dengan campuran 300 gr mengandung Energi 1.104 kalori dan 276 gr KH.  
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STATUS GIZI BALITA Putri Angraini Lalu; Sofyawati D. Talibo; Denny Indra Setiawan
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 1 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i1.442

Abstract

Under-five childrens nutritional status is an indicator that describes the level of community welfare as they are prone to health and nutrition issues. This library study aimed to conduct a literature review on the description of maternal knowledge about nutritional status in under-five children. It collected data or research objects to solve some profound problems with relevant library materials on the aforementioned topics. The results of a study at the Puskemas (community Health Center) Karangayung showed that most respondents had less knowledge of 9% and good knowledge of 61%/ compared with the results at Puskesmas Gambesi in Ternate, the respondts had good knowledge and nutrition (87.5&) and were under nourish (10%). In addition, in the working area of the Puskesmas Sadannya, it was found that respondents’ knowledge was low (52%) and good (33%).Status Gizi Balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat karena anak usia dibawah lima tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan dan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur tentang gambaran pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita. Metode penelitian ini adalah penelitian kepustakaan bertujuan mengumpulkan data atau obyek penelitian yang bersifat kepustakaan untuk memecahkan suatu masalah mendalam terhadap bahan pustaka yang relevan untuk melihat gambaran pengetahuan ibu tentang status gizi balita. Hasil penelitian di puskesmas karangrayung menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 9%, pengetahuan baik sebanyak 61% di bandingkan hasil penelitian di puskesmas gambesi ternate bahwa responden memiliki pengetahuan dan status gizi baik yaitu sebanyak 85,7%, dan status gizi kurang sebanyak 10%. Pada wilayah kerja puskesmas sadananya diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 52% dan responden dengan pengetahuan baik sebanyak 33%.
GAMBARAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA MADRASAH ALIYAH Zulda Biki; Misrawatie Goi; Novian Swasono Hadi; Denny Indra Setiawan
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.568

Abstract

Obesity is a condition that occurs when there is excessive fat accumulation in the body. Obesity is also a risk factor for the emergence of various non-communicable diseases such as heart disease and stroke.This study aims to determine the description of the prevalence of obesity in Class X, XI, XII students at Madrasah Aliyah MonanoThis research method uses a descriptive survey, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 61 students, the sample is 61 students in class X, XI, and XII.STR by the Over Nutrition category, namely 23 respondents or 37.1%, followed by good nutrition, namely 22 people or 36.1% and finally obesity with a total of 16 respondents or 26 ,2%. The conclusion of this study is that respondents who have a prevalence of BMI/U Nutritional Status are dominated by the Over Nutrition category, namely 23 respondents or 37.1%, followed by good nutrition, namely 22 people or 36.1% and finally obesity with a total of 16 respondents or 26,2%.Obesitas adalah keadaan yang terjadi ketika adanya penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh.Obesitasjuga menjadi salah satu faktor risiko munculnya berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan stroke.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi Obesitas Pada Siswa Kelas X, XI, XII di Madrasah Aliyah Monano. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 61 siswa, sampel 61 Siswa kelas X, XI, dan XII. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki prevalensi Status Gizi IMT/U didominasi oleh kategori Gizi Lebih yaitu 23 responden atau 37,1%, diikuti oleh gizi baik yaitu 22 orang atau 36,1% dan terakhir obesitas dengan jumlah 16 responden atau 26,2%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah responden yang memiliki prevalensi Status Gizi IMT/U didominasi oleh kategori Gizi Lebih yaitu 23 responden atau 37,1%, diikuti oleh gizi baik yaitu 22 orang atau 36,1% dan terakhir obesitas dengan jumlah 16 responden atau 26,2%.
TINGKAT PENERIMAAN DAN NILAI GIZI NUGGET IKAN CAKALANG DENGAN PENAMBAHAN DAUN BAYAM HIJAU Nur Iin Bumulo; Novian Swasono Hadi; Denny Indra Setiawan; Indra Domili; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.456

Abstract

 Skipjack  is a medium-sized fish from the skombride family and  the only species from katsuwonus genus, and it contains macro and micro minerals contain  needed by body. The minerals in skipjack includes K, Na, Ca, Fe, Cu, and Zn. Also, the fish contains good nutrientl content such as omega-3, omega-6, iron, vitamin A, D, E, B1, B6 and C. This research aims at finding out the preference level and nutritional value of skipjack nuggets with the addition of green spinach leaves for 10gr, 20gr and  30gr. Method applied in the research is organoleptic test with Friedman test and Wilcoxon test. The research data are collected by using  organoleptic test. The results of preference level indicated that the most preferred test by panelist is treatment I with average value of 2.88,  the most preferred aroma of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92,  the most preferred texture of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92 and the highest nutritional value  found in treatment 3 with value of  4.8 for energi,  0.27 for protein,   0.12 for fat and  0.87 for carbohydrate. To sum up, the most preferred skipjack nugget, reviewed from taste, color, aroma and texture, is in treatment2 (addition of 10 grams of skipjack. Ikan cakalang adalah ikan berukuran sedang dari familia skombride (tuna) satu-satunya spesies dari genus katsuwonus.Ikan cakalang memiliki kandungan mineral makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Jenis mineral yang terkandung dalam ikan cakalang yaitu K, Na, Ca, Fe, Cu, dan Zn dan ikan cakalang memiliki kandungan gizi yang baik di antaranya omega-3, omega-6, zat besi, vitamin A, D, E, B1, B6 dan C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan dan nilai gizi nugget ikan cakalang dengan penambahan daun bayam hijau 10gr, 20gr, 30gr. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan form uji organoleptik. Hasil tingkat penerimaan nugget ikan cakalang terhadap rasa yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 nilai rata-rata diperoleh 2,88 untuk warna nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk aroma nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakukan 2 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk tekstur nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 2 dengan nilai rata-rata 2,95 dan nilai gizi yang tertinggi yaitu ada pada perlakuan 3 dengan energi 4,8 protein 0,27 lemak 0,12 karbohidrat 0,87. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan teksturnya itu pada nugget jantung pisang dengan perlakuan 2 (penambahan ikan tuna 10 gram).  
UJI DAYA TERIMA PEMBUATAN KERUPUK DENGAN PENAMBAHAN IKAN TERI Hendrawanto Tupi; Denny Indra Setiawan; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.572

Abstract

Cracker is one of the traditional processed foods preferred by the Indonesian people. This kind of foof is known both at all ages and at all social levels of society. Crackers have a crispy and crunchy texture that can be anchovy is one group of pelagic fish inhabiting coastal waters and has an extensive distribution. This study aims to reveal the acceptability of taste, color, aroma and texture of crackes with the addition of 25 g, 30 g, and 35 g anchovies. In this study, the organoleptic test with the friedman test/ranking test and the further testing or Wilcoxon testing is used as the research method. Moreover, the data collection is performed by using a checklist. The result shows that the most favored crackers in terms of the acceptability of taste are the P1 with an average score of 2,65, with the addition of 25 g anchovies. In terms of color acceptability, the most favored cracker is the P2,with an average score of 2,65, with the addition of 30 g anchovies. For the acceptability of aroma, the P3 is the most preferred cracker with the addition of 35 g anchovies with an average score of 2,71. And finally, in terms of texture acceptability,P1 becomes the most preferred cracker with an average score of 2,58 and the addition of 25 g anchovies. To sum up, based on the organoleptic test the highest taste, color, aroma, and texture acceptability of crackers in P3 with the addition of 30 g anchovies.Kerupuk adalah salah satu produk olahan tradisional yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Makanan tersebut dikenal baik di segala usia maupun tingkat sosial masyarakat. Kerupuk memiliki tekstur yang renyah dan garing yang dapat dikonsumsi sebagai makanan selingan maupun sebagai variasi dalam lauk pauk (Koswara, 2009). Ikan teri merupakan salah satu kelompok ikan pelagis yang menghuni perairan pesisir serta memiliki sebaran yang sangat luas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima terhadap rasa, warna, aroma, dan tekstur pada kerupuk dengan penambahan ikan teri 25 gr, 30 gr, 35 gr. Metode yang dilakukan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji lanjut atau uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan check list. Hasil uji daya terima kerupuk dengan penambahan ikan teri terhadap rasa yang paling banyak disukai yaitu P1 dengan nilai rata-rata 2,65 dengan penambahan ikan teri 25 gr, untuk warna yang paling banyak disukai yaitu P2 dengan nilai rata-rata 2,65 dengan penambahan ikan teri 30 gr, aroma yang paling banyak disukai yaitu P3 nilai rata-rata 2,71 dengan penambahan 35 gr ikan teri, dan untuk tekstur yang paling banyak disukai yaitu P1 nilai rata-rata 2,58 dengan penambahan 25 gr ikan teri. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan hasil uji organoleptik yang paling di sukai berdasarkan rasa, warna, aroma, tekstur pada P3 dengan penambahan 30 gram.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK DASAWISMA MELALUI PEMANFAATAN TOGA BERBASIS IPTEK DAN APLIKASI TEMUAN ILMIAH Fihrina Mohamad; Prisca Safriani Wicita; Ysrafil Ysrafil; Denny Indra Setiawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12918

Abstract

Abstrak: Kelurahan Ipilo merupakan salah satu kelurahan di Kota Gorontalo yang umumnya masih memiliki pekarangan yang luas untuk pemanfaatan TOGA. Berdasarkan pengamatan, beberapa ibu rumah tangga telah menanam TOGA, namun belum memahami manfaat TOGA secara ilmiah dan belum memahami cara penggunaan TOGA. Oleh karena itu, permasalahan yang muncul adalah kecenderungan masyarakat untuk memilih obat tradisional masih rendah dibandingkan dengan obat sintetik, yang diketahui jika obat sintetik dikonsumsi dalam jangka panjang memiliki efek samping yang sangat berpengaruh terhadap status kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat sejumlah 30 peserta yang terdiri atas kelompok Dasawisma dan anggota PKK di kelurahan Ipilo Kota Gorontalo ¬untuk mengoptimalkan TOGA. Kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama; Edukasi berupa penyuluhan dan demonstrasi, tahap kedua; monitoring dan evaluasi, tahap ketiga; Tindak lanjut hasil monev berupa pendampingan dan fasilitasi kepada anggota Dasa Wisma, kader dan Kelompok UP2K PKK Kel. Ipilo dalam pembuatan produk herbal serta praktek nyata kewirausahaan melalui kegiatan bazar. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain (1) adanya peningkatan pemahaman masyarakat kelurahan Ipilo mengenai khasiat ilmiah TOGA berdasarkan hasil pre-test (86%) dan post-test (99%); (2) adanya peningkatan kepercayaan penggunaan obat tradisional dibandingkan dengan obat sintetik dalam pengobatan sendiri berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi baik secara langsung maupun melalui Whatsapp Group "Keluarga Herbal Sehat"; (3) adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam berinovasi untuk mengolah TOGA menjadi produk yang bernilai ekonomis, berupa produk makanan berbahan tanaman obat (daun ceri) yaitu puding susu ceri dan minuman susu jagung ceri; dan (4) adanya fasilitasi bagi masyarakat untuk mendapatkan sertifikat Keamanan Pangan. Abstract: Ipilo Village is one of the villages in Gorontalo City which generally still has a large yard for the use of TOGA. Based on observations, several housewives have planted TOGA, but do not understand the benefits of TOGA scientifically and do not understand how to use TOGA. Therefore, the problem that arises is that the tendency of people to choose traditional medicines is still low compared to synthetic drugs, which is known if synthetic drugs are consumed in the long term it has side effects that greatly affect health status. This community service aims to provide training and assistance to the community, especially the Dasawisma group and PKK members in Ipilo Village to optimize TOGA. This activity is carried out in 3 stages. The first stage; Education in the form of counseling and demonstrations, the second stage; monitoring and evaluation, third stage; The follow-up to the results of the monev was in the form of mentoring and facilitation to Dasa Wisma members, cadres and the UP2K PKK Group Kel. Ipilo in the manufacture of herbal products as well as the real practice of entrepreneurship through bazaar activities. The results of this community service activity include (1) an increase in the understanding of the Ipilo village community regarding the scientific efficacy of TOGA based on the results of pre-test (86%) and post-test (99%); (2) there is an increase in trust in the use of traditional medicines compared to synthetic drugs in self-medication based on the results of monitoring and evaluation both directly and through the Whatsapp Group "Healthy Herbal Family"; (3) there is an increase in community skills in innovating to process TOGA into products that have economic value, in the form of food products made from medicinal plants (cherry leaves), namely cherry milk pudding and cherry corn milk drink; and (4) facilitation for the community to obtain a Food Safety certificate.  
KORELASI GLUKOSA DARAH PUASA DENGAN KOMPOSISI TUBUH PADA SUBJEK WANITA DENGAN KELEBIHAN BERAT BADAN DAN OBESITAS Sugiyanto, Maya Kumalasari; Nawai, Fatmayanti; Hadi, Novian Swasono; Setiawan, Denny Indra
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v8i1.283

Abstract

Latar Belakang: Metabolisme tidak normal dikaitkan dengan perubahan komposisi tubuh, yaitu massa otot rangka kombinasikan dengan lemak tubuh, yang membantu beban metabolisme ganda dan meningkatkan risiko mengembangkan penyakit tidak menular. Tujuan: Menganalisis korelasi glukosa darah puasa dengan komposisi tubuh pada subjek wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen, dilaksanakan pada bulan Maret- Mei tahun 2024 di Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Teknik pengumpulan data dengan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa vena dan pengukuran komposisi tubuh tanpa ada intervensi. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson dan spearman. Hasil: Tidak ada korelasi glukosa darah puasa dengan lemak total dan massa otot, namun ada korelasi glukosa darah puasa dengan lingkar perut, lemak perut, dan IMT pada subjek wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Simpulan: Lemak perut mempunyai tingkat korelasi sangat rendah terhadap kadar gula darah (0,315), lingkar perut mempunyai tingkat korelasi cukup kuat terhadap gula darah (0,499), IMT mempunyai tingkat korelasi rendah (0,391).
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA Olii, Melsi; Domili, Indra; Setiawan, Denny Indra; Nuryani, Nuryani
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1206

Abstract

Nutritional status is a reflection of body health related to dietary patterns and intake. One indicator is weight-for-age (WFA), which is classified into four categories including severely underweight, underweight, normal and overweight. Nutrition during infancy and toddlerhood is crucial because of a golden period for growth and development. Neglect during this period can lead to severe and long-lasting health problems, such as stunted physical development, susceptibility to diseases, and future cognitive impairments. The aims of the study was to determine the relationship between mothers knowledge of nutrition and the nutritional status of toddlers. The study was quantitative research employed a cross-sectional design. The study population was 694 parents of toddlers, with a sample size of 87 parents of toddlers. The results showed that most mothers of toddlers had a moderate level of knowledge about nutrition 36 (41.4%). Among the toddlers, 45 (51.7%) were classified as underweight based WFA, and 85 (97.7%) were not stunted based on their height-for-age (HFA). There was a relationship between mothers knowledge of nutrition and the WFA nutritional status of toddlers, but no relationship was found between mothers knowledge of nutrition and the HFA nutritional status of toddlers.Status gizi adalah cerminan kesehatan tubuh yang berkaitan dengan pola makan dan asupan. Salah satu indikator status gizi adalah berat badan munurut umur (BB/U) yang diklasifikasikan menjadi empat yaitu gizi buruk, gizi kurang, gizi baik dan gizi lebih. Perhatian terhadap gizi pada usia bayi dan balita sangat esensial, karena periode ini merupakan masa emas (golden period) untuk tumbuh kembang. Periode ini dapat berakibat buruk dan memicu dampak negatif yang berakibat fatal bagi penerus. Menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti terhambatnya perkembangan fisik, mudah terserang penyakit, dan mengalami gangguan kecerdasan di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 694 orang tua balita, sementara sampel penelitian 87 orang tua balita. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu balita tentang gizi sebagian besar memiliki pengetahuan cukup sebanyak 36 (41,4%), balita yang memiliki status gizi BB/U gizi kurang sebanyak 45 (51,7%) dan TB/U tidak stunting sebanyak 85 (97,7%). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi BB/U balita dan tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi TB/U pada balita.
Analisis Determinan Kejadian Stunting di Wilayah Pesisir Danau Limboto Amalia, Mutia Reski; Nuryani, Nuryani; Talibo, Sofyawati D.; Setiawan, Denny Indra; Alimuddin, Alimuddin
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.1.65-73

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronik yang ditandai dengan tinggi badan dibawah standar menurut usia dengan indikator z score TB/U –2SD. Stunting dapat disebabkan oleh faktor langsung (pemberian makan dan infeksi) dan faktor tidak langsung (lingkungan dan sosial ekonomi). Tujuan: Untuk mengetahui faktor determinan kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir Kota Gorontalo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel secara accidental sampling hingga diperoleh 225 balita. Determinan kejadian stunting berupa karakteristik sosial ekonomi, sanitasi lingkungan, riwayat status kesehatan dan pemberian makan pada balita. Analisis data menggunakan uji chi square dengan nilai α = 0,05. Hasil: Studi menemukan sebanyak 49,8% balita mengalami status gizi stunting. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan (p value 0,05) antara penghasilan kepala keluarga, penerimaan bantuan sosial, penggunaan jamban, kualitas air, riwayat pemberian kolostrum, ASI eksklusif  dan imunisasi dasar  dengan kejadian stunting pada balita. Sementara berat lahir, panjang lahir, riwayat pengukuran status gizi dalam waktu 3 bulan terakhir yang diamati dari KMS balita, riwayat menderita sakit dalam 12 bulan terakhir berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (p value 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan berat dan panjang lahir, riwayat sakit dan pemantauan status gizi dengan kejadian stunting.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES GORONTALO MELALUI UNIT USAHA KECIL DENGAN MEMANFAATKAN KEARIFAN LOKAL GORONTALO Fihrina Mohamad; Nangsih Sulastri Slamet; Vyani Kamba; Denny Indra Setiawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28062

Abstract

Abstrak: Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi menjadi tantangan di Indonesia. Poltekkes Gorontalo berkontribusi menurunkan pengangguran terdidik melalui Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) yang bertujuan meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa dalam memulai usaha hingga memperoleh legalitas usaha. Sasaran kegiatan adalah empat mahasiswa calon lulusan Prodi DIII Farmasi yang terpilih melalui seleksi sebagai tenant. Metode pendampingan meliputi sosialisasi (motivasi berwirausaha), pelatihan (analisis pasar, Business Model Canvas, penentuan harga pokok produk, desain kemasan, pemasaran digital), pendampingan pembuatan produk, pengurusan legalitas usaha, dan hibah alat produksi. Program ini berkolaborasi dengan PT. Alfikroh sebagai Lembaga Pelatihan Inkubator Bisnis. Pendampingan dilakukan di Kampus Poltekkes Gorontalo dan PT. Alfikroh. Evaluasi dilakukan melalui wawancara, angket online, observasi, dan Pre Post Test terhadap minat, pengetahuan dan ketrampilan tenant dalam beriwirausaha yang meliputi aspek produk usaha, legalitas, dan pemasaran tenant. Hasil menunjukkan peningkatan minat, pengetahuan, dan keterampilan tenant dalam berwirausaha sebesar 82,5%. Seluruh tenant berhasil memiliki produk usaha, Nomor Induk Berusaha, izin edar produk (PIRT), Badan Usaha, platform penjualan online (instagram), dan mampu meluncurkan produk secara resmi.Abstract: The high unemployment rate of college graduates is a challenge in Indonesia. Gorontalo Poltekkes contributes to reducing educated unemployment through the Entrepreneurship Development Program (PPK) which aims to improve students' soft and hard skills in starting a business until they obtain business legality. The targets of the activity were four prospective graduates of the DIII Pharmacy Study Program who were selected through selection as tenants. The mentoring method includes socialization (entrepreneurial motivation), training (market analysis, Business Model Canvas, determining the cost of products, packaging design, digital marketing), product manufacturing assistance, business legality management, and production equipment grants. This program collaborates with PT Alfikroh as a business incubator training institution. Mentoring is carried out at the Gorontalo Poltekkes Campus and PT Alfikroh. Evaluation was carried out through interviews, online questionnaires, observations, and Pre Post Tests of tenants' interest, knowledge and skills in entrepreneurship which included aspects of business products, legality, and tenant marketing. The results showed an increase in tenants' interest, knowledge, and skills in entrepreneurship by 82.5%. All tenants successfully have a business product, Business Identification Number, product distribution permit (PIRT), Business Entity, online sales platform (Instagram), and are able to officially launch the product.