Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Impact of Dual Roles of Working Wives on Psychological Well-being and the Influence of Social Support on Family Harmony Marini; Iffah Royiana; Ummi Masrufah Maulidiyah; Andini Dwi Arumsari; Dzulkifli
Proceeding International Symposium on Global Educatiorg Psychology, and Cultural Synergy Vol 1 No 1 (2024): PROCEEDING INSPIRE 2024: INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON GLOBAL EDUCATION, PSYCHOLOGY,
Publisher : P3I UMSurabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/psychoseries.v1i1.25243

Abstract

Working wives often face significant challenges in balancing responsibilities at work and at home. This study focuses on the psychological well-being of wives who play dual roles as workers and family caregivers, as well as the impact of the support they receive. Involving 10 participants, the study used in-depth interviews to understand how their well-being affects family harmony. Findings indicate that emotional support from family and colleagues helps them communicate better, create positive interactions, and feel satisfied in family life. This research emphasizes the importance of psychological support programs to help working wives manage the pressures of dual roles.
Resonansi dukungan keluarga: Studi fenomenologis tentang peran attachment orang tua dalam mereduksi distres psikologis pada remaja berisiko. Marini; Dzulfikli Dzulfikli; Andini Dwi Arumsari; Ummi Masrufah Maulidiyah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026 (In Progress)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan masalah kesehatan mental remaja di era digital sering kali berakar pada rapuhnya kualitas keterikatan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepekaan orang tua (parental sensitivity) dalam mereduksi beban psikologis pada remaja yang mengalami krisis emosional dan sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap remaja putri dan orang tua mereka. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang mencakup dua tipologi keluarga : keluarga dengan keterikatan aman namun terpisah jarak fisik (perantau), dan keluarga dengan riwayat pengabaian emosional (disorganized/avoidant). Hasil penelitian mengungkap dua temuan utama. Pertama, pada remaja perantau, beban psikologis dipicu oleh kesepian kronis dan kegagalan orang tua dalam mendeteksi sinyal distres digital, yang berujung pada kerentanan terhadap eksploitasi siber. Kedua, pada remaja dari keluarga disfungsional, perilaku berisiko seperti konsumsi alkohol dan seks bebas digunakan sebagai strategi koping maladaptif akibat ketiadaan basis aman (secure base) di rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepekaan emosional orang tua, baik melalui kehadiran digital maupun validasi afektif, merupakan faktor protektif tunggal yang paling signifikan dalam memitigasi distres remaja. Implikasi klinis dari studi ini menekankan perlunya pelatihan sensitivitas bagi orang tua untuk memulihkan fungsi keterikatan sebagai fondasi regulasi emosi remaja.
Efektivitas pelatihan konseling dasar dalam meningkatkan kompetensi pengasuh pada panti asuhan di surabaya Andini Dwi Arumsari; Dedi Setyawan; Marini; Dzulkifli
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026 (In Progress)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan konseling dasar dalam meningkatkan kompetensi pengasuh panti asuhan di Surabaya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran pengasuh sebagai pendamping psikososial bagi anak-anak panti yang memiliki kerentanan emosional dan sosial. Namun, masih terdapat keterbatasan kompetensi pengasuh dalam memberikan layanan konseling yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 11 pengasuh panti asuhan yang mengikuti pelatihan konseling dasar. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan konseling, serta dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kompetensi pengasuh setelah mengikuti pelatihan, dengan nilai signifikansi sebesar p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan konseling dasar efektif dalam meningkatkan kemampuan pengasuh dalam memahami masalah anak, membangun hubungan empatik, serta memberikan dukungan psikologis yang lebih tepat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelatihan konseling dasar dapat dijadikan sebagai strategi penguatan kapasitas pengasuh panti asuhan dalam meningkatkan kualitas pengasuhan berbasis psikososial. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang kecil dan tidak adanya kelompok kontrol, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen yang lebih kuat dan cakupan sampel yang lebih luas