Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Combination Psophocarpus Tetragonolobus and Pisum sativum Extract on The Histological Structure of The Liver, Kidney and Stomach of Rattus norvegicus Elfidariani, Ratih; Triharjana
Indonesian Journal of Bioscience (IJOBI) Vol. 1 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Bioscience (IJOBI)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ijobi.v1i2.214

Abstract

This research aim to determine the effect of the extract of winged bean (Psophocarpus tetragonolobus) and peas (Pisum sativum) toward histological structure of the liver, kidneys, and stomach of white rats (Rattus norvegicus). The objects of this research are twenty (20) white rats female wistar strain with ±100-200 grams of weigh which had never been pregnant. White rat samples are divided into 1 group as a control (P0) and 3 treatment groups with P1 25 mg/kgBB of winged bean extract + 75 mg / kgBB of peas extract, P2 50 mg / kgBB of winged bean extract + peas extract 50 mg / kgBB, and P3 winged bean extract 75 mg / kgBB + peas extract 25 mg / kgBB given for 21 days. Each group consist of 5 repetitions. The analysis used the One Way Anova test, it the results were significant, and then proceed with the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) test. To determine the trend of the effect of winged bean seed extract and pea on the histological structure of the liver, kidneys, and stomach, descriptive analysis was performed. The results showed that the extract of winged bean and pea had no significant effect (p> 0.05) on the histological structural damage of the liver and kidneys of white rats. Giving winged bean extract) and peas extract on the histological structure of the stomach of white rats in all treatment groups was under normal conditions.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L.) DAN KACANG POLONG (Pisum sativum) TERHADAP JUMLAH FOLIKEL OVARIUM DAN STRUKTUR HISTOLOGI USUS HALUS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Florean, Yuan Dewi; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 1 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i1.18236

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) dan kacang polong (Pisum sativum) terhadap jumlah folikel ovarium dan struktur histologi usus halus tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu perlakuan yaitu P0 sebagai kontrol, perlakuan P1 (25mg/ kgBB ekstrak biji kecipir + 75mg/ kgBB tikus ekstrak biji kacang polong), P2 (50mg/ kgBB ekstrak biji kecipir + 50mg/ kgBB biji kacang polong ), dan P3 (75mg/ kgBB ekstrak biji kecipir + 25mg/ kgBB ekstrak biji kacang polong). Data yang diamati adalah jumlah folikel ovarium serta kerusakan usus halus. Data masing-masing ovarium dianalisis menggunakan One Way Anova. Apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjutan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Untuk organ usus halus dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak kecipir dan kacang polong memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah folikel ovarium tikus putih. Sedangkan struktur histologi usus halus tikus putih normal.  Kata kunci: ekstrak kecipir dan kacang polong, jumlah folikel ovarium, struktur histologi usus halus, tikus putih.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor, L.) DAN BIJI KACANG POLONG (Pisum sativum, L.) TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGI HATI, GINJAL DAN LAMBUNG TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus) Maisaroh, Siti; harjana, tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 2 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v9i2.18196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor, L.) dan biji kacang polong (Pisum sativum, L.) terhadap struktur histologi hati, ginjal dan lambung tikus putih betina (Rattus norvegicus). Penelitian menggunakan tikus putih betina berumur 2 bulan dengan berat ±200gr sebanyak 20 ekor terbagi dalam empat kelompok yang terdiri atas 1 kelompok kontrol (P0) dan 3 kelompok perlakuan ekstrak (P1 25mg/kgBB bayam merah: 75mg/kgBB kacang polong, P2 50mg/kgBB bayam merah: 50mg/kgBB kacang polong, dan P3 75mg/kgBB bayam merah: 25mg/kgBB kacang polong). Setiap kandang terdiri 5 ekor tikus. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Data yang diamati berupa struktur histologi organ hati, ginjal dan lambung. Data kerusakan sel organ hati dan ginjal dianalisis menggunakan One Way Anova. Apabila terdapat pengaruh, dilanjutkan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Data organ lambung dianalisis secara deskriptif mengenai kerusakan struktur lapisan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak kombinasi daun bayam merah (Amaranthus tricolor, L.) dan biji kacang polong (Pisum sativum, L.) : (1) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah sel hati tahap piknosis dan karioreksis, tetapi berpengaruh tidak nyata (P0,05) pada lisis, (2) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah sel ginjal tahap piknosis, tetapi berpengaruh tidak nyata (P0,05) pada karioreksis dan lisis, (3) pada struktur lambung tidak menunjukkan perbedaan dari kondisi normal.Kata kunci: Ekstrak, Bayam, Kacang, Piknosis, Karioreksis
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia, L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, Lam.) Prastiwi, Irenike Mega; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 1 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v9i1.18281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia, L.) terhadap kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus, Lam.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen satu faktor dengan desain Rancangan Acak Lengkap. Penelitian dilakukan selama tiga bulan yaitu pada Desember 2020 sampai Februari 2021 bertempat di Laboratorium Pengelolaan Hewan Kebun Biologi UNY. Penelitian terdiri dari 4 kelompok, dengan masing-masing terdiri dari 6 ulangan. Dosis ekstrak daun mengkudu yang digunakan adalah 0,6 mg/gramBB, 1,2 mg/gramBB, dan 1,8 mg/gramBB. Tikus putih merupakan tikus jantan galur wistar yang berusia 2 – 3 bulan dengan berat 200 – 300gram sebanyak 24 ekor. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mengkudu berpengaruh secara nyata (p ≤ 0.01) menurunkan kadar gula darah tikus putih. Dosis yang paling optimal dalam menurunkan kadar gula darah tikus putih adalah dosis sebesar 1,8 mg/gramBB.Kata kunci: Diabetes mellitus, ekstrak daun Morinda citrifolia, L., kadar glukosa darahThe research aimed to determine the effect of noni leaf extract (Morinda citrifolia, L.) on blood sugar levels of white rats (Rattus norvegicus, Lam.). The research was one factor experimental study with a completely randomized design. The research was conducted for three months, from December 2020 to February 2021 at the Animal Management Laboratory of the Biological Gardens of UNY. The research consisted of 4 groups, with each consisting of 6 replications. The doses of noni leaf extract used were 0.6 mg/gramBW, 1.2 mg/gramBW, and 1.8 mg/gramBW. White rats are male wistar rats aged 2-3 months with a weight of 200-300 grams as many as 24 tails. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that noni leaf extract had a significant effect (p ≤ 0.01) in reducing blood sugar levels in white rats. The most optimal dose in reducing blood sugar levels in white rats is a dose of 1.8 mg/gramBB. Keywords: Diabetes mellitus, Morinda citrifolia leaf extract, L., blood glucose levels
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor, L.) DAN KACANG POLONG (Pisum sativum, L.) TERHADAP JUMLAH FOLIKEL OVARIUM DAN STRUKTUR HISTOLOGI USUS HALUS PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) wulandari, septiana tri; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i2.18193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak bayam merah  (Amaranthus tricolor, L.)  dengan kacang polong (Pisum sativum, L.) terhadap jumlah folikel ovarium dan struktur histologi usus halus pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, menggunakan hewan tikus putih betina sebanyak 20 ekor belum pernah kawin, memiliki berat sekitar 100-200 gram dan berumur ± 2 bulan. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakukan dan 1 kelompok kontrol. Dimana kelompok kontrol P0 (tanpa perlakuan), P1 (25 mg/kg BB ekstrak bayam merah+ 75 mg/kg BB ekstrak kacang polong), P2 (50 mg/kg BB ekstrak bayam merah+ 50 mg/kg BB ekstrak kacang polong) dan P3 (75 mg/kg BB ekstrak bayam merah+ 25 mg/kg BB ekstrak kacang polong). Pemberian ekstrak selama 21 hari secara oral. Data yang diamati yaitu jumlah folikel ovarium, dan usus halus dilihat struktur histologi. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way Anova, dan jika terdapat beda nyata maka dilanjutkan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak bayam  merah dan kacan polong berpengaruh nyata pada folikel primer, sekunder, ovulasi dan folikel atresia (p 0.05) dan tidak berpengaruh nyata pada folikel tersier, degraff dan korpus luteum (p 0.05). Usus halus pada  tikus putih (Rattus norvegicus) normal, sehingga kombinasi ekstrak tidak berpengaruh terhadap struktur histologinya.Kata kunci: Ekstrak bayam merah dan kacang polong, folikel ovarium, usus halus, tikus putih
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, L.) Ar-Royyan, Salwa; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 11, No 1 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i1.18282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstak kenikir terhadap kadar glukosa darah tikus putih dan mengetahui dosis efektif dari ekstrak kenikir dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian yaitu tikus putih galur wistar jantan. Sampel penelitian menggunakan 24 ekor tikus putih yang terbagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan yaitu 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Data dianalisis menggunakan One Way Anova, apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji perbandingan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pemberian ekstrak daun kenikir berpengaruh sangat signifikan (P0.01) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus. Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang berbeda nyata antara kelompok kontrol dengan ketiga kelompok perlakuan lainnya. Dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah yaitu dosis 400 mg/kgBB dengan rata-rata kadar glukosa 99,73 mg/dl.Kata kunci: Ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus), kadar glukosa, tikus putih (Rattus norvegicus, L.)This study aimed to determine the effect of giving kenikir extract (Cosmos caudatus) on blood glucose levels of white rats with wistar strain (Rattus norvegicus, L) and to determine the effective dose of kenikir extract in lowering blood glucose levels in white rats. This study was an experimental study with a Completely Randomized Design (CRD). The research population was male wistar white rats. The research sample used 24 white rats which were divided into 4 groups, they were the control group, and three treatment groups, it was 200 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, and 400 mg/kgBW. The data were analyzed using a one-way variant. Then, if there was a significant effect, then it was continued with the Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results of this study showed that the variation of giving kenikir leaf extract had a very significant effect (P0.01) on decreasing blood glucose levels in white rats. Then, the results of the DMRT test showed that there was a significantly different effect between the control group and the other three treatment groups. The most effective dose in lowering blood glucose levels was a dose of 400 mg/kgBW with an average glucose level of 99.73 mg/dl.Keywords: Kenikir leaf extract (Cosmos caudatus), glucose levels, white rats (Rattus norvegicus, L.)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ONCOM DAN KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L.) TERHADAP PERKEMBANGAN FOLIKEL OVARIUM, JUMLAH KELENJAR UTERUS, KETEBALAN ENDOMETRIUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Dewi, Kartika Candra; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i2.19232

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak oncom dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) terhadap perkembangan folikel ovarium, jumlah kelenjar uterus, ketebalan endometrium tikus putih betina (Rattus norvegicus) dengan penelitian eksperimen menggunakan pola penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Objek penelitian yaitu tikus putih betina yang berumur ± 2 bulan, berat badan ± 150-200 gram yang belum pernah bunting. Tikus dibagi ke dalam 4 kelompok dengan masing- masing kelompok menggunakan 5 ekor tikus sebagai ulangan, yaitu kontrol (tanpa pemberian ekstrak oncom dan kecipir), P1 (400 mg/kg BB ekstrak oncom + 200 mg/kg BB ekstrak kecipir), P2 (300 mg/kg BB ekstrak oncom + 300 mg/kg BB ekstrak kecipir), P3 (200 mg/kg BB ekstrak oncom + 400 mg/kg BB ekstrak kecipir). Pemberian ekstrak dilakukan secara oral setiap hari selama 21 hari. Analisis Kruskal-Wallis, digunakan untuk jumlah folikel ovarium dan jumlah kelenjar. Analisis One way Annova digunakan untuk ketebalan lapisan endometrium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak  oncom dan kecipir tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah perkembangan folikel ovarium, jumlah kelenjar uterus, ketebalan endometrium tikus putih betina.Kata kunci : ekstrak oncom dan kecipir; folikel ovarium; jumlah kelenjar; lapisan endometrium; tikus putih.
PREVALENSI INFEKSI Fasciola spp. PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE DI KABUPATEN REMBANG Apriliyanti, Winda; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 11, No 1 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i1.23352

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi Fasciola hepatica pada sapi Peranakan Ongole (PO) di Kabupaten Rembang, khususnya di Kecamatan Sulang dan Kecamatan Rembang. Metode pemeriksaan menggunakan metode Parfitt and Banks kemudian dihitung prevalensinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infeksi Fasciola hepatica di Desa Pranti, Kecamatan Rembang sebesar 12,5% dan di Desa Ngotet, Kecamatan Rembang sebesar 35%. Kata kunci : fasciolosis; fasciola hepatica; prevalensi; rembang; sapi peranakan ongoleAbstract. This study aimed to determine the prevalence of Fasciola hepatica infection in Peranakan Ongole (PO) cattle in Rembang Regency, particularly in Sulang and Rembang sub-districts.The examination method used the Parfitt and Banks method and then calculated the prevalence. The results showed that the prevalence of Fasciola hepatica infection in Pranti Village, Rembang Subdistrict was 12.5% and in Ngotet Village, Rembang Subdistrict was 35%. Keywords: fasciolosis; fasciola hepatica; prevalence; rembang; peranakan ongole cattle 
PENGARUH EKSTRAK KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus) DAN KACANG POLONG (Pisum sativum) TERHADAP JUMLAH KELENJAR ENDOMETRIUM, KETEBALAN LAPISAN ENDOMETRIUM, DAN PROFIL DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Dwiutami, Thias; Harjana, Tri
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 11, No 2 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i2.18232

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) dan kacang polong (Pisum sativum) terhadap jumlah kelenjar endometrium, ketebalan lapisan endometrium, dan profil darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan 20 ekor tikus putih betina galur wistar yang belum pernah kawin. Penelitian terdiri dari 4 kelompok yaitu kontrol (diberi aquadest), perlakuan I (25 mg/kg BB tikus/hari ekstrak kecipir dan 75 mg/kg BB tikus/hari ekstrak kacang polong), perlakuan II (50 mg/kg BB tikus/hari ekstrak kecipir dan 50 mg/kg BB tikus/hari ekstrak kacang polong), perlakuan III (75 mg/kg BB tikus/hari ekstrak kecipir dan 25 mg/kg BB tikus/hari ekstrak kacang polong) diberikan selama 21 hari secara oral. Data yang diamati yaitu jumlah kelenjar endometrium, ketebalan lapisan endometrium, profil darah meliputi kadar hemoglobin, jumlah sel darah merah dan sel darah putih pada tikus putih. Data yang didapat dianalisis menggunakan uji One Way Anova, apabila terdapat beda nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecipir dan kacang polong berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah kelenjar dan ketebalan lapisan endometrium, namun berpengaruh tidak nyata (P0,05) terhadap kadar hemoglobin, jumlah sel darah merah dan sel darah putih pada tikus putih. Kata kunci: ekstrak kecipir, ekstrak kacang polong, endometrium, profil darah, tikus putih
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ONCOM DAN KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus) TERHADAP ERITROSIT, LEUKOSIT SERTA HEMOGLOBIN TIKUS (Rattus norvegicus) Siswanto, Regina Abiputri; Harjana, Tri
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 11, No 2 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i2.19283

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak oncom dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) terhadap jumlah eritrosit dan leukosit serta kadar hemoglobin tikus (Rattus norvegicus) betina. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian dilakukan selama dua bulan mulai Desember 2022 hingga Februari 2023 bertempat di Laboratorium Pengelolaan Hewan Biologi UNY. Objek yang digunakan adalah tikus betina galur wistar berusia 2 bulan dengan berat sekitar 200 gram. Terdapat 1 kelompok kontrol dengan pemberian plasebo dan 3 kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) dan oncom, masing-masing dosis pemberian yaitu K1 200 mg/kg BB : 400 mg/kg BB, K2 300 mg/kg BB : 300 mg/kg BB, serta K3 400 mg/kg BB : 200 mg/kg BB. Analisis data dilakukan dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pemberian ekstrak oncom dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah eritrosit, jumlah leukosit maupun kadar hemoglobin darah. Namun pada masing-masing perlakuan memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya, seperti pada perlakuan K3 yang menghasilkan jumlah eritrosit tertinggi, perlakuan K1 yang menghasilkan jumlah leukosit tertinggi dan K2 yang menghasilkan kadar Hb tertinggi.Kata kunci: ekstrak oncom, ekstrak kecipir, eritrosit, leukosit, kadar hemoglobin.