Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Dampak Mural pada Kegiatan Kesehatan Masyarakat di Posyandu Teratai, Desa Ciwidey Ariesa Pandanwangi; Ismet Zainal Effendi; Marisa Rianti Sutanto; Ethel Deborah; Sri Iriantini; Melinda Dirgandini; Ratnadewi, Ratnadewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i2.10025

Abstract

Keberadaan Posyandu Teratai di RW 21, desa Ciwidey, Kabupaten Bandung sangat diperlukan warga desa karena terletak strategis di tengah pemukiman warga dan akses jalan yang mudah dicapai dari perumahan warga desa Ciwidey. Oleh sebab itu fungsi Posyandu dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang multi fungsi yang berperan ganda seperti timbang bayi, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, kegiatan untuk remaja, dan kegiatan warga desa. Permasalahan pengabdian ini bagian dinding luar Posyandu belum dimanfaatkan sebagai dinding yang mengedukasi bagi publik. Hal inilah yang menjadikan Kepala Desa berinisiatif untuk memanfaatkannya, dengan menambahkan mural yang dapat mengedukasi warga desa. Tujuannya untuk menciptakan dinding yang mengedukasi dan menjadi area spot yang menarik perhatian diantara lingkungan hijau desa Ciwidey. Metode yang dipergunakan Asset-Based Community Development (ABCD) dan angket, hal ini untuk mengetahui manfaat mural bagi kesehatan masyarakat. Hasilnya mural dibuat mengelilingi dinding posyandu dengan gaya dekoratif dan warna yang mencolok agar terlihat eye catching di antara lingkungan hijau. Simpulannya, Posyandu di kawasan desa Ciwidey menjadi point of interest diantara lingkungan hijau, dan menjadi area spot yang menyenangkan bagi warga.
Revitalisasi Makna dan Estetika Batik Parang: Dari Sakralitas Keraton ke Ekspresi Kontemporer Pandanwangi, Ariesa; Ernawan, Erika; Suryana, Wawan; Effendi, Ismet Zainal
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i3.4744

Abstract

Parang batik is a very important form of cultural heritage, possessing sacred value. This batik originated from the palace environment and was worn by a limited circle. The challenge arose regarding how to revitalize the Parang motif so that it could be accepted and worn by the younger generation without losing its philosophical value. The goal was to introduce new values to the Parang batik motif, with the hope that it could be integrated into the creative industry in the future. A qualitative descriptive method with a historical approach was used to uncover the origins of the Parang batik motif and its philosophical meaning. An artistic approach was then used to reveal the results of the revitalization, which were analyzed through visual objects. The composition, pattern structure, and color were analyzed to reveal the results of the revitalization. This process involved adjusting the visual form while maintaining the motif's identity. However, aesthetic touches were added that were in line with the tastes of the younger generation. The results obtained include samples of Parang batik from the revitalization process. The background of the Parang motif was retained, but additional visual elements in the form of horizontal floral arrangements were added at the bottom of the fabric, creating a more modern compositional dynamic. The floral pattern is repeated vertically in bold colors, which differs from the traditional, more muted colors. This study concludes that the revitalization of Parang batik was achieved by using striking colors while maintaining the background of the Parang motif.
Pelatihan SDGs melalui Praktik Ikat Celup untuk Remaja di Kampung Sindangsari Desa Ciwideuy Pandanwangi, Ariesa; Ernawan, Erika; Effendi, Ismet Zainal; Suryana, Wawan; Ratnadewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i5.11286

Abstract

Kampung Sindangsari, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, memiliki sekelompok remaja, yang tergabung dalam kader posyandu. Mereka memiliki aktivitas yang dapat dimanfaatkan baik untuk ibu dan anak juga remaja setempat. Selain itu, pentingnya peningkatan kegiatan remaja di Kampung Sindangsari menjadi perhatian utama. Selain itu juga, aktivitas ikat celup dapat menjadi sarana pemberdayaan bagi remaja, mengingat keterampilan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru. Dengan melibatkan remaja dalam kegiatan positif seperti ini, diharapkan mereka bisa lebih aktif dan memiliki keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan. Langkah ini penting untuk memperkuat posyandu sebagai pusat kegiatan sosial dan kesehatan yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan komunitas setempat. Permasalahan dalam pengabdian ini bagaimana meningkatkan ketrampilan remaja yang mengedukasi dan dapat menjadi mentor selanjutnya bagi remaja lainnya. Tujuannya agar dapat meningkatkan kreativitas dalam proses pembelajaran seni rupa di sekolah. Metode yang dipergunakan adalah metode participation action reseach (PAR). Temuan dalam pengabdian ini para remaja pada awalnya mengalami kesulitan namun ketika diberikan pendampingan mereka dapat melakukan proses kreatifnya dengan baik. Evaluasi dilakukan berbasis penilaian artistik dengan indikator teknik pewarnaan dan jejak lipatan yang dihasilkan dari teknik ikat celup. Melalui wawancara langsung dengan ke 33 peserta, diperoleh masukan berupa kepuasan hasil pelatihan, dan semangat untuk membuat kembali dengan kain yang mereka miliki masing-masing. Hasil dari pengabdian ini, peserta dapat meningkatkan ketrampilannya melalui teknologi sederhana yaitu metode lipat sama kaki, persegi, cara pewarnaan, dan hasilnya beragam motif dapat diciptakan oleh 33 peserta dengan warna-warna yang kontras.
Dampak Mural pada Kegiatan Kesehatan Masyarakat di Posyandu Teratai, Desa Ciwidey Ariesa Pandanwangi; Ismet Zainal Effendi; Marisa Rianti Sutanto; Ethel Deborah; Sri Iriantini; Melinda Dirgandini; Ratnadewi, Ratnadewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i2.10025

Abstract

Keberadaan Posyandu Teratai di RW 21, desa Ciwidey, Kabupaten Bandung sangat diperlukan warga desa karena terletak strategis di tengah pemukiman warga dan akses jalan yang mudah dicapai dari perumahan warga desa Ciwidey. Oleh sebab itu fungsi Posyandu dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang multi fungsi yang berperan ganda seperti timbang bayi, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, kegiatan untuk remaja, dan kegiatan warga desa. Permasalahan pengabdian ini bagian dinding luar Posyandu belum dimanfaatkan sebagai dinding yang mengedukasi bagi publik. Hal inilah yang menjadikan Kepala Desa berinisiatif untuk memanfaatkannya, dengan menambahkan mural yang dapat mengedukasi warga desa. Tujuannya untuk menciptakan dinding yang mengedukasi dan menjadi area spot yang menarik perhatian diantara lingkungan hijau desa Ciwidey. Metode yang dipergunakan Asset-Based Community Development (ABCD) dan angket, hal ini untuk mengetahui manfaat mural bagi kesehatan masyarakat. Hasilnya mural dibuat mengelilingi dinding posyandu dengan gaya dekoratif dan warna yang mencolok agar terlihat eye catching di antara lingkungan hijau. Simpulannya, Posyandu di kawasan desa Ciwidey menjadi point of interest diantara lingkungan hijau, dan menjadi area spot yang menyenangkan bagi warga.
Menciptakan Ruang Kreatif melalui Pembuatan Mural Bergaya Dekoratif di SDN 010 Cidadap, Bandung Darmayanti, Tessa Eka; Chandrahera, Yuma; Santoso, Miky Endro; Levina, Lisa; Effendi, Ismet Zainal
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.22346

Abstract

SDN 010 Cidadap is a state elementary school in Bandung. This school faces several challenges, such as being listed as the school with the lowest number of student applicants in the city of Bandung. The location of the school is considered to be a trigger, even though it is located on the side of the main road, access is blocked by offices and commercial facilities. This school also lacks artistic values, that can be an attraction to the surroundings and contribute a unique identity of a place. As a result, the school wishes to transform the school atmosphere by presenting an attraction that will encourage the creativity of the school community, particularly students. This hope was realized through Community Service Activities (PKM) in collaboration between the Faculty of Fine Arts and Design, Maranatha Christian University, the Lions Club Bandung social community, and PT Propan Raya to create a creative space through participation in making decorative style murals on school walls. The resulting decorative murals provide freshness to the school environment and can foster pride in the school community. Apart from that, murals can also help students develop their creativity and active participation in school events.