Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Penyaluran Pembiayaan Pada Bank Syariah Indonesia (Bsi) Sesuai Dengan Penerapan Green Banking Riski Kurniawan; Muhammad Iqbal Fasa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan, menjaga keseimbangan ekologi dan keberlanjutan ekologi telah menjadi topik diskusi di seluruh dunia. Organisasi dan konsumen telah memahami pentingnya lingkungan bagi kelangsungan hidup manusia, terutama dalam komunitas bisnis, yang memiliki kewajiban untuk mengintegrasikan perlindungan lingkungan dalam operasi bisnisnya. Industri perbankan saat ini harus mempertimbangkan aspek lingkungan dalam perilaku dan operasionalnya, yaitu Green banking. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan green banking di lingkungan Bank Syariah Indonesia. Metode penelitian adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bank Syariah Indonesia telah mengimplementasikan beberapa program green banking, yaitu: penerapan prinsip hijau dengan pembiayaan hijau, laporan keuangan elektronik, penggunaan air, kertas, pengolahan limbah dan Green building.
Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Digitalisasi Transaksi UMKM Kelontong dan Peternakan Ikan Nila dengan Penerapan QRIS dan EDC di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman Putra, Jeffry Andhika; Kurniawan, Riski; Widianingsih, Devi; Atmawati, Zuni; Kesuma, Pratama; Safei, Luki; Faturohim, Yasin; Prasetyo, Rahmad Unggul; Syarifuddin, Wakhid; Fiqih, Alma Delia Audreya; Gumelar, Awang Aji
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i3.208

Abstract

Digitalisasi jangkauan transaksi pelaku UMKM merupakan langkah strategis untuk mengembangkan ekonomi desa. Dalam rangka mendukung program ini, KKN Tematik di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman berfokus pada optimalisasi pengikatan ekonomi UMKM melalui penerapan teknologi digital. Program ini mencakup dua sektor utama: pembibitan dan pembesaran ikan nila, serta penerapan QRIS dan EDC sebagai metode pembayaran bagi pelaku UMKM kelontong dan peternakan ikan. Dengan mengimplementasikan teknologi digital dalam transaksi, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas bisnis mereka. Pembibitan dan pembesaran ikan nila merupakan sektor yang mendapat perhatian khusus, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Pendampingan dalam sektor ini membantu peternak ikan nila mengoptimalkan teknik pembibitan dan pembesaran, sehingga hasil panen meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, penerapan QRIS dan EDC sebagai metode pembayaran modern memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi. Teknologi ini memungkinkan pelaku UMKM menerima pembayaran secara non-tunai, yang meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar. Dengan QRIS dan EDC, transaksi menjadi lebih cepat dan aman, sehingga pelaku UMKM bisa lebih fokus pada pengembangan produk dan layanan. Hasil dari program ini diharapkan dapat menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional dan transaksi UMKM di desa tersebut. Selain itu, akses ke pasar yang lebih luas melalui pembayaran digital meningkatkan omzet penjualan UMKM. Peningkatan ini tidak hanya mendukung perekonomian lokal tetapi juga menciptakan model yang dapat diadopsi oleh desa lain untuk mengembangkan ekonomi mereka melalui digitalisasi. Program ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM di desa-desa dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalkan bisnis mereka. Implementasi teknologi seperti QRIS dan EDC tidak hanya memodernisasi cara bertransaksi tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Secara keseluruhan, KKN Tematik di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman membuktikan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk memberdayakan UMKM dan mengembangkan ekonomi desa secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengikuti jejak serupa dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui transformasi digital.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN ANYAMAN ECENG GONDOK UNTUK PEMBERDAYAAN IRT: STUDI PKM DI DESA BUGEL, KULON PROGO Dwi, Riza Septriani; Wahyudi, Danang; Buyung , Yonata; Sumino, Sumino; Anggorojati, Aryo; Romadhon, Achmad Gilang; Kasuhardi, Sarah; Kurniawan, Riski
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3084

Abstract

Water Hyacinth (Eichhornia crassipes) is a tropical aquatic plant known for its extremely rapid growth, often regarded as a water weed due to its negative impacts on aquatic ecosystems. Nevertheless, this plant possesses significant potential as a raw material for handicrafts with economic value. This community service program (PKM) was conducted in Bugel Village, Panjatan Sub-district, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta, with a dual purpose: to empower the local community by transforming water hyacinth into economically valuable craft products and, at the same time, to contribute to aquatic weed control. The primary target of the program was a group of housewives who had available time but were not yet engaged in productive activities, along with several active participants, including Hery Prazogie, Eko, Tolob, Susilo Edi, and Fauzi. The methods employed included program socialization, craft production training (covering drying techniques, material sorting, and weaving skills), basic business management training, as well as continuous mentoring and monitoring. The program was implemented over eight months, from January to August 2025. The results showed a significant improvement in participants’ skills. After three training sessions, most participants were already able to independently produce simple craft items. By the end of the program, more than 60 craft products had been successfully created, including bags, baskets, table mats, chairs, pencil holders, and various household accessories. Institutionally, the program led to the establishment of a small business group named Anyaman Bugel Mandiri “Independent Bugel Weaving”, serving as a collective platform for the community to develop creative economy-based enterprises. The program outputs also included scientific publications, promotional media (posters, features in local newspapers), and a documentary video, all of which strengthened the sustainability of the initiative. Overall, this activity demonstrates that water hyacinth once considered an environmental problem can be transformed into a new economic resource that supports the improvement of rural community welfare.
Anti-Icing Engine Damage Analysis Boeing 737 - 800 Ng With Fault Tree Analysis Method Pambekti, Arif; Lukito, Indro; Budiono, Cyrilus Sukaca; Kurniawan, Riski
Journal of Business Social and Technology Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Business, Social and Technology
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jbt.v3i1.65

Abstract

An Anti-icing system is a system that aims to prevent the formation of ice when the plane is in the air. The formation of ice in aircraft is of great concern because an airplane flight will pass through the atmosphere, which will experience the formation of the ice at a certain altitude. The formation of such ice will cause a hazard to the aircraft. So that the ice protection system, namely the anti-icing system, is very concerned so that it is always in a serviceable condition. In this study, direct observation and fault tree analysis were used to determine the cause of failure of the Boeing 737-800 NG anti-ice system engine and anti-icing cowl inlet. The results of the analysis using the fault tree analysis method obtained essential events, namely: actuator fails, electrical connector disconnected, Control Selenoid Trouble, Regulator Trouble, Sense Line Connector Trouble, Engine Fault, Engine Control Trouble, Engine Duct Trouble, Panel Buttom Problem, EICAS Module Problem, No Source Electricity, Negative Electrical Source, Wiring Problem.