Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Rancang Bangun Prototype Mesin Pengupas Kulit Singkong (Manihot esculenta) Tipe Drum Silinder Berdinding Mild Steel Profil L Bahri, Saepul; Ahmad, Ary Mustofa; Hawa, La Choviya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.03

Abstract

Singkong (Manihot esculenta) merupakan hasil komoditi pertanian yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Dalam meningkatan produksi pengolahan produk singkong dibutuhkan perbaikan teknologi salah satunya pada proses pengupasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk rancang bangun dan menguji hasil kinerja  prototype mesin pengupas kulit singkong tipe drum berdinding mild steel profil L. Prinsip pengupasan kulit singkong yaitu drum silinder berdinding besi L yang memiliki bentuk sudut siku berfungsi sebagai mata pisau yang akan berputar dan mengiris permukaan bahan secara kontinyu seiring putaran silinder pengupas. Tahapan penelitian ini yaitu meliputi pendekatan fungsional, struktural dan pengujian. Parameter pengujian pada prototype mesin yaitu massa bahan, persentase kerusakan hasil pengupasan, persentase kulit yang tidak terkupas dan efisiensi pengupasan. Pada penelitian ini digunakan teknik analisis data dengan design eksperimental yang menggunakan 1 faktorial rpm (diameter pulley) yang terdiri dari 5 level yaitu  3, 4, 5, 6 dan 7 Inch dengan ulangan sebanyak 3 kali. Pengujian prototype mesin dilakukukan selama 5 menit dengan kapasitas input 5 kg. Perlakuan kecepatan yang dihasilkan yaitu 27,95 ; 33,33 ; 42,51 ; 50,97 dan 70,3 rpm. Efisiensi hasil pengupasan tertinggi yaitu sebesar 90% pada pulley berukuran 6 inch dengan kecepatan putar 50,97 rpm. Pada perlakuan yang sama diperoleh persentase tingkat kerusakan bahan tertinggi yaitu sebesar 20,98%. Pada perlakuan dengan kecepatan 70,3 rpm menghasilkan efisiensi pengupasan terendah yaitu sebesar 57,31%, namun dengan tingkat kerusakan yang terendah juga yaitu yaitu sebesar 8,21%.
PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA TERPADU DI PANTAI MALANG SELATAN DALAM MENDUKUNG SEGITIGA EMAS WISATA (BATU, BROMO, MALANG SELATAN) Agung Sugeng Widodo; Susinggih Wijana; Ary Mustofa Ahmad
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i4.8581

Abstract

AbstrakDesa Purwodadi merupakan desa yang memiliki wilayah pantai malang selatan. Pantai di desa ini menyuguhkan panorama alam yang indah disertai aktivitas nelayan dikampung nelayan. Akan tetapi, potensi yang ada belum optimal dikembangkan secara maksimal. Pantai ini cukup strategis karena berada di suatu wilayah segitiga emas yaitu kota Batu,wilayah Gunung Bromo, dan Wilayah Malang Selatan. Pengembangan wilayah ini diharapkan dapat menujang taraf ekonomi masyarakat disekitar wilayah segitiga emas dan mampu menunjang nama daerah. Program pengabdian ini menggunakan beberapa metode yaitu survei lokasi pengabdian, negosiasi mitra, penandatanganan nota kesepakatan kerjasama, pengurusan perizinan dengan pihak terkait, pelaksanaan program, dan evaluasi. Untuk langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah 1) sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya agrowisata sehingga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam geliat wisata yang berbasis pada agro 2) Mengedukasi kelompok masyarakat tentang IPTEK 3) Mendampingi masyarakat dalam upaya untuk diversifikasi produk wisata berupa cinderamata dan kuliner. dari hasil kegiatan, disusun rencana pengembangan kuliner serta potensi lain yang dapat dikembangkan. Salah satu strategi yang digunakan untuk memperkenalkan serta mengangkat wisata kuliner dan wisata alam di wilayah ini dengan dibuatkannya brosur serta website. Selain itu, edukasi tentang pengelolaan website juga dilakukan kepada masyarakat untuk dapat mempromosikan wilayah ini sehingga dapat menciptakan ekonomi kerakyatan.Kata Kunci: Desa Purwodadi, Pantai Malang Selatan, Wisata Kuliner, Wisata Alam,Abstract Purwodadi village is a village that has the southern poor coastal area. The beach in this village presents a beautiful natural scenery accompanied by fishing activities dikampung fishermen. However, the potential is not optimally developed optimally. This beach is quite strategic because it is located in a golden triangle region of Batu, Mount Bromo region, and South Malang region. The development of this region is expected to support the economic level of the community around the golden triangle region and able to support the name of the region. This devotional program uses several methods, namely surveying the location of dedication, negotiating partners, signing a memorandum of cooperation agreement, licensing arrangements with related parties, program implementation, and evaluation. For the steps that need to be done is 1) socialization to the public about the importance of agro tourism so that it can raise public awareness to participate actively in agro-based tourism geliat 2) Educate community groups about science and technology 3) Accompany the community in an effort to diversify tourism products in the form of souvenirs and culinary. from the results of activities, culinary development plans are developed and other potentials that can be developed. One of the strategies used to introduce and elevate culinary and nature tourism in the region with the creation of brochures and websites. In addition, education on website management is also done to the community to be able to promote this region so as to create a populist economy. Keywords: Purwodadi Village, South Malang Beach, Culinary Tourism, Nature Tourism,
Pengaruh Teknik Pemberian Pupuk Organik dari Sludge Bio-Digester terhadap Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) Varietas Bima pada Fase Vegetatif Artanta Yoga Priyana; Ruslan Wirosoedarmo; Liliya Dewi Susanawati; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.84 KB)

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman palawija yang paling utama di Indonesia, selain sebagai sumber kalori utama bagi sebagian penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan memberikan pengetahuan terhadap masyarakat tentang teknik pemberian pupuk yang benar serta memberikan pengetahuan tentang manfaat pupuk organik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Teknik pemberian pupuk (A) dipergunakan sebagai faktor pertama yang terdiri dari 3 (tiga) macam yaitu A1: dipermukaan, A2: diaduk dan A3: dislot. Faktor kedua terdiri dari 2 macam yaitu D1: dosis 15 ton ha-1 dan D2: dosis 30 ton ha-1 . Pemberian air dilakukan setiap 1 (satu) minggu sekali. Percobaan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga terdapat 18 unit perlakuan. Hasil pengukuran didapatkan perlakuan A3D2 (teknik pemberian pupuk dengan cara dibenamkan pada sebuah slot kedalaman ± 7 cm dan menggunakan dosis 30 ton ha-1) merupakan perlakuan paling ideal untuk penanaman jagung menggunakan pupuk organik dari Sludge Bio-Digester. Hasil yang didapatkan diantaranya rerata tinggi tanaman (227,58 cm), rerata diameter batang (19,53 mm), rerata jumlah daun (18 helai.), dan rerata berat kering tanaman (239,53 gram). Kata kunci : Teknik Pemberian Pupuk, Jagung (Zea mays L.), Sludge-Biodigester.
The EC (Electro Conductivity) Value of Plant Age for Green Leaf Lettuce (Lactuca sativa L.) Using NFT (Nutrient Film Technique) Hydroponic Systems Ni Nyoman Padang Cakra Binaraesa; Sandra Malin Sutan; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.95 KB)

Abstract

This study in September 2016 to November 2016 at the Institute for Agricultural Technology Jawa Timur, Jl. Kingdom Karangploso KM 4, Malang. This study aims to determine the relationship with the large volume hydroponic nutrient value of EC (electro conductivity) and know the value of EC (electro-conductivity) based on the age of the green leaf lettuce plants with NFT hydroponics system. EC treatment used in the study, namely 1200, 1500, 1800 and 2100 μs / cm with the pH of the solution is always controlled ranged from 5.5 to 5.8. The results showed that the relationship with large volume hydroponic nutrient EC value is proportional and showed a linear graph. Yields of lettuce plants with the parameters of the long end of the plant, plant height, leaf number, root length, root mass and the mass of the plant with the plant without roots showed the best results with the treatment of EC 1800 μs / cm. Great value EC berdarkan age of the plant to get the lettuce crop yields good ie aged 5 days ie 1200 μS / cm, 10 days at 2100 μS / cm and at the age of 15 days to 35 days ie 1800 μS / cm. Keywords: EC, Hydroponics, hydroponic nutrients, NFT, pH, Lettuce
Model Laju Pertumbuhan Perkecambahan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) pada Variasi Massa Benih Jagung Gunomo Djoyowasito; Bambang Dwi Argo; Ary Mustofa Ahmad; Dinia Cholidia
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.13 KB)

Abstract

Laju pertumbuhan tanaman jagung dipengaruhi oleh penentuan varietas unggul yang dilakukan dengan penentuan mutu benih. Patokan mutu benih yaitu bentuk dan massa benih, daya tumbuh, vigor serta kemurnian benih. Massa benih sangat berpengaruh dalam perkecambahan karena didalam benih terdapat cadangan makanan (endosperm) yang berfungsi untuk menyuplai makanan pada proses perkecambahan. Pertumbuhan perkecambahan benih dapat di prediksi dengan menggunakan model matematis pertumbuhan kurva tipe S. Model ini mengasumsikan bahwa pada masa tertentu jumlah populasi akan mendekati titik kesetimbangan (equilibrium). Penelitian ini menggunakan perlakuan faktor tunggal (massa benih) dengan tiga perlakuan massa benih besar 0,39 – 0,293 g, massa benih sedang 0,254-0,292 g dan massa benih kecil 0,155 – 0,253 g setiap perlakuan diulang tiga kali. Pengamatan dan Analisis Data dilakukan meliputi parameter daya perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, massa basah dan kering tanaman. Parameter daya perkecambahan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tiga model matematis perkecambahan yaitu model Gompertz, Logistic dan General Logistic. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa laju pertumbuhan perkecambahan jagung meningkat dengan semakin besarnya massa benih biji. Sedangakan untuk pemodelan sendiri dari ketiga perlakuan tersebut yang sesuai dengan data yang dihasilkan selama proses pengamatan adalah model Gompertz memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan model Logistik dan model General Logistic.Kata Kunci : Massa benih, Model matematis perkecambahan, Perkecambahan.
Efektifitas Pengaplikasian Sludge Biogas Pada Tanaman Jagung di Lahan Kering Syaifuddin Purwo Utomo; Musthofa Lutfi; Bambang Dwi Argo; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280 KB)

Abstract

Jagung merupakan penyumbang terbesar kedua setelah padi dalam subsector tanaman pangan. Kebutuhan pangan yang semakin meningkat tersebut bertolak-belakang dengan lahan pertanian, Lahan yang masih jarang termanfaatkan tetapi berpotensi sebagai lahan produksi jagung adalah lahan kering. Lahan kering umumnya memiliki kandungan unsur hara sedikit. Sludge merupakan hasil teknologi biokenversi yang mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga baik untuk pertumbuhan tanaman. Sludge merupakan hasil keluaran biodigester yang sudah terfermentasi yang mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga dapat mempebaiki unsur hara pada tanah yang menunjang pertumbuhan tanaman. Sludge diharapkan dapat meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah sehinga dapat membantu pertumbuhan vegetatif dan genertif tanaman jagung sampai akhirnya juga bisa meningkatkan hasil tanaman jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Perlakuan dari dua faktor yaitu aplikasi sludge organik (A), perlakuanya yaitu disebar permukaan, diaduk dengan tanah, dan di benamkan/dikubur. Faktor kedua yaitu dosis aplikasi sludge (D) terdiri dari 20 dan 30 tonha-1. Hasil dari penelitian yaitu dosis dan cara aplikasi sludge organik ternyata memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan perkecambahan, pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman jagung di lahan kering, daya perkecambahan, jumlah daun, tinggi tanaman, diameter tanaman, jumlah bunga dan jumlah tongkol tanaman jagung. Cara aplikasi pemupukan yang efektif dengan menggunakan sludge terhadap tanaman jagung di lahan kering yaitu dengan cara diaduk dengan dosis 30 ton ha-1. Aplikasi pemupukan yang efektif dan tepat dengan menggunakan sludge hasil keluaran bio-digester sebagai pupuk pada pertubuhan vegetatif dan generatif tanaman jagung di lahan kering yaitu dengan cara diaduk dengan hasil pertumbuhan perkecambahan sebesar >98%, tinggi 155,60cm, jumlah daun 13helai, diameter batang 2.35cm, jumlah bunga 119 dan jumlah tongkol 157buah.   Kata kunci : Jagung, lahan kering, sludge organik
Rancang Bangun Model Penghasil Air Tawar dan Garam dari Air Laut Berbasis Efek Rumah Kaca Tipe Penutup Limas Gunomo Djoyowasito; Ary Mustofa Ahmad; Musthofa Lutfi; Andi Anggara
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.678 KB)

Abstract

Ketersediaan air bersih dan air tawar untuk keperluan sehari-hari menjadi salah satu kendala dalam kehidupan masyarakat pesisir pantai tersebut. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memanfaatkan air yang mayoritas ada yaitu air laut dengan cara pengolahan menjadi air tawar. Pengolahan ini menggunakan prinsip umum destilasi. Dengan bahan pilihan yang digunakan serta modifikasi struktur, selain menghasilkan air laut nantinya juga akan menghasilkan produk yang lain yaitu garam. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat model fisik serta menguji pengolahan air laut sebagai penghasil air tawar dan garam. Penelitian ini menggunakan metode perancangan fungsional dan struktural untuk mengetahui bahan apa yang digunakan, dimensi serta fungsi pada setiap bagian model fisik alat tersebut. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan metode deskriptif dengan melakukan pengukuran secara langsung pada saat pengamatan. Hasil penelitian yang diperoleh berupa model penghasil air tawar dan garam dari air laut dengan ruang kaca , atap kaca, wadah bahan, cerobong, saluran air, penyangga dan saluran output. Hasil pengujian menunjukkan suhu air laut lebih tinggi dari suhu ruang dan suhu kaca, dimana ketiganya memiliki suhu yang lebih tinggi dari suhu lingkungan. Hal ini karena adanya Efek Rumah Kaca atau glass house effect. Proses yang terjadi pada model alat merupakan proses batch dimana bahan yang masuk sebesar 2000 ml akan mengalami proses pengolahan, pertama adalah proses destilasi yang menghasilkan air tawar sebesar 1316,5 ml kemudian mengalami proses pengkristalan garam yang menghasilkan 73,06 gram garam. Dari proses tersebut, persentase air awar yang dihasilkan sebesar 65,83 % sedangkan untuk garam 3,55 %.
Pengaruh Induksi Medan Magnet Extremely Low Frequency (ELF) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L) Gunomo Djoyowasito; Ary Mustofa Ahmad; Musthofa Lutfi; Alifah Maulidiyah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.981 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.2

Abstract

Pengembangan budidaya sawi mempunyai prospek baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, gizi masyarakat, dan perluasan kesempatan kerja. Seiring dengan perkembangan zaman, pemanfaatan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) diberbagai bidang meningkat, salah satunya di bidang pertanian hortikultura (sayuran dan buah-buahan). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa medan magnet mempengaruhi berbagai aspek pertumbuhan hingga berdampak pada peningkatan hasil panen. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian untuk mengetahui pengaruh medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) terhadap laju pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 4 kali pengulangan dan 2 faktorial, faktor pertama yaitu variasi besar pemaparan medan elektromagnetik sebesar 300 µT (M1) dan 600 µT (M2), dan faktor kedua yaitu lama pemaparan medan elektromagnetik dengan waktu pemaparan 30 menit (T1), 60 menit (T2), dan 90 menit (T3), serta satu perlakuan kontrol tanpa pemaparan medan elektromagnetik. Pengaruh medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) pada variasi waktu T2 atau waktu 60 menit sebesar 300 µT dan 600 µT merupakan waktu pemaparan yang paling baik terhadap pertumbuhan tanaman sawi, yaitu berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman. Nilai efektivitas terbesar adalah pada perlakuan selama 60 menit, yaitu sebesar 0,865 g/Wh, dan hasil uji  C/N ratio pada variasi waktu 60 menit sebesar 9,5.
Pengaruh Distribusi Ukuran Agregat Tanah Terhadap Umur Efektifitas Pengolahan Tanah Ary Mustofa Ahmad; Gunomo Djoyowasito; Roni Hadi Wijaya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.763 KB)

Abstract

Pengolahan tanah menghasilkan berbagai ukuran agregat tanah (distribusi ukuran agregat tanah). Distribusi ukuran agregat tanah akan mempengaruhi porositas tanah, keteguhan agregat tanah akan mempengaruhi kesetabilan porositas tanah, sedangkan ukuran besar kecilnya agregat tanah akan mempengaruhi persentase pori mikro dan pori makro tanah.  Semakin banyak ukuran agregat tanah yang besar akan meningkatkan pori makro tanah sehingga peningkatan level permukaan tanah akan lebih tinggi dibanding jika tanah ukuran agregatnya lebih kecil. UEPT dipengaruhi oleh sifat fisik tanah, khususnya kemantapan agregat tanah. Sedangkan kemantapan agregat dipengaruhi oleh kandungan bahan organik tanah, tekstur tanah. Oleh karena itu perlu dipelajari nilai distribusi ukuran agregat yang nilai UEPTnya paling tinggi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai distribusi ukuran agregat tanah yang berbeda pada tiap perlakuan, dimana dari keempat perlakuan tersebut tinggi permukaan tanahnya mengalami kenaikan permukaan tanah, tetapi berbeda-beda kenaikan antar perlakuan. Tinggi permukaan tanah sebelum diolah untuk M1R1=11,88 cm, M1R2=12,13 cm, M2R1=12,09 cm, dan M2R2=11,34 cm. setelah diolah semua perlakuan mengalami kenaikan permukaan tanah untuk M1R1=13,73 cm, M1R2=12,44 cm, M2R1=18,7 cm, M2R2=14,48 cm. Penurunan permukaan tanah tersebut juga mempengaruhi sifat fisik tanahnya antara lain porositas dan tegangan geser tanah. Dimana nilai porositas tanah setelah diolah mengalami kenaikan, tetapi dari minggu ke minggu mengalami penurunan nilainya. Sedangkan untuk tegangan geser setelah diolah mengalami penurunan nilainya, tetapi untuk setiap minggunya nilainya mengalami perubahan, dalam 8 minggu nilainya mulai naik. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan berjalannya waktu, tanah akan mengalami perubahan baik tinggi permukaan tanahnya ataupun sifat fisik tanahnya.
Analisis Finansial Pengolahan Limbah Biogas Menjadi Pellet Ikan dan Pupuk Organik Cair Dani Pratama Putra; Bambang Susilo; Wahyunanto Agung Nugroho; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.129 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan sludge dari degester biogas menjadi pellet ikan dan pupuk organik cair serta menghitung dan menganalisis kelayakan aspek finansial dari pengolahan sludge biogas dengan investasi penambahan  spinner dan pencetak pellet sederhana berdasarkan manfaat (benefit) dan biaya (cost) yang terjadi selama umur investasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif analisis. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui aspek teknis meliputi kapasitas produksi, teknologi proses produksi, serta mesin dan peralatan produksi. Data yang dianalisis pada aspek finansial meliputi data yang berhubungan dengan biaya produksi serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), Payback Period (PP), Net Present Value (NPV) dan B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan waktu olah dari pengolahan sludge biogas ini sekitar 36 kg/jam (mesin spinner) dengan waktu kerja efektif 8 jam dan dalam 1 tahun dapat mengolah sludge sebanyak 64,8 ton. Usaha pengolahan sludge biogas ini dapat menghasilkan produk pellet ikan sebanyak 16479 kg per tahun dan 21600 botol pupuk organik cair. Usaha pengolahan sludge biogas ini layak secara finansial untuk dilaksanakan karena memenuhi kriteria investasi yaitu NPV sebesar Rp 24,439,660.58,-, B/C ratio sebesar 1,25, IRR sebesar 50.97%, Payback Period selama  0,43 tahun. Dan berdasarkan hasil analisis sensitivitas, usaha pengolahan sludge biogas ini sensitif terhadap penurunan produksi dan penurunan harga jual.   Kata kunci : Degester, Sludge, Spinner, Pellet, Harga Pokok Produksi, Payback Period, B/C Ratio, Net Present Value (NPV)