Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengenalan Hukum Terkait Batasan Privasi Dan Data Pribadi Dalam Penggunaan Sosial Media Di SMPN 2 Siak Hulu Chaidir, Ellydar; Astuti, Missy Sri; Seruni, Puti Mayang; Ayunda, Sridev
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v7i1.1946

Abstract

Siswa-siswi smp pada era digitalisasi merupakan pengguna aktif sosial media. Adapun sosial media yang banyak digunakan adalah instragram, facebook, twitter dan tiktok. Disatu sisi penggunaan sosial media bagi siswa bermanfaat, diantaranya adalah keterbukaan akses informasi yang diperlukan oleh siswa-siswi. Namun demikian, penggunaan sosial media ini juga menuai berbagai dampak, diantaranya gangguan fokus belajar, berkurangnya etika dan sopan santun, minder, child grooming online, hingga menjadi korban penipuan karena kecerobohannya membagikan informasi pribadi seperti alamat, identitas keluarga, password akun dan sebagainya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi terkait dengan data pribadi dan batasan privasi terutama bagi siswa-siswi dalam menggunakan sosial media. Metode kegiatan ini terdiri dari tahapan penyusunan materi, tahapan sosialisasi dan juga evaluasi. Kegiatan ini berhasil memperluas wawasan siswa-siswi SMPN 02 Siak Hulu dalam hal data pribadi dan batasan privasi dalam bersosial media. Wawasan ini diharapkan dapat meminimalisir dan melindungi siswa-siswi dari dampak negatif akibat penggunaan sosial media
Quo Vadis: Technology Transfer Regulation in the IPR System in Indonesia Puti Mayang Seruni
Jurnal Ilmiah Dunia Hukum VOLUME 10 ISSUE 1 OCTOBER 2025
Publisher : PDIH Untag Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jidh.v0i0.5855

Abstract

This article aims to examine how the current regulation of technology transfer in Indonesia, especially in relation to the IPR regime, and its relevance to Indonesia's development. Adoption and application of science and technology, as one of the keys in implementing the vision of a Golden Indonesia in 2024, can be achieved through technology transfer. To achieve this, it is necessary to have regulations that require foreign companies to transfer technology to the host because the success of technology transfer depends on the regulations of the host country. The problem addressed in this study is that the 2023 Job Creation Law actually eliminates the obligation to transfer technology as stipulated in Article 20, paragraph 2 of the Patent Law. Using a normative legal research approach, this study looks at secondary data from primary, secondary, and tertiary legal materials that are pertinent to the issue. The results of the discussion show that technology transfer, IPR, and development are closely related. Technology transfer as a means to gain access to science and technology that is protected by IPR. IPR is fundamental for a nation because economic progress can be seen from the acquisition of intellectual property owned by the nation. The richer the intellectual property, the faster the nation's economic growth. Government intervention in technology transfer is essential for economic development and welfare in Indonesia. Therefore, the obligation of technology transfer must be regulated in several laws and regulations, especially in the Job Creation Law and Patent Law.
Pengamalan Pancasila Bagi Siswa SMP YLPI Sebagai Bekal Menghadapi Globalisasi Febrianti, Lidia; Desvianti, Erika; Seruni, Puti Mayang; Tsaroyyaa, Rona; Amalia, Kayla
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v7i1.2248

Abstract

Generasi muda saat ini yang di dominasi oleh Gen Z dan Gen Alpha tumbuh di era keterbukaan informasi yang merupakan dampak dari globalisasi. Globalisasi sendiri membawa dampak positif dan negative terutama dikalangan remaja dan anak-anak. Berkat globalisasi teknologi akses kepada Pendidikan dan ilmu pengetahuan semakin terbuka. Sedangkan salah satu dampak dari globalisasi yang di khawatirkan menimpa generasi muda adalah degradasi moral akibat lamanya waktu yang dihabiskan di dunia maya yang tidak bisa di saring oleh generasi muda. Solusi yang ditawarkan atas permasalahan ini adalah dengan menanamkan pemahaman mengenai pengamalan pancasila. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai pengalaman butir-butir pancasila yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal menghadapi pengaruh negatif dari globalisasi. Kegiatan ini terdiri dari tahapan pembuatan materi, sosialisasi dan evaluasi. Kegiatan ini telah selesai dilaksanakan dengan baik dan berhasil memperluas wawasan siswa SMP YLPI terhadap pengamalan sila dalam pancasila untuk kehidupan sehari-hari sebagai pedoman hidup. Siswa-siswi juga telah memahami dengan baik mengenai globalisasi dan dampaknya bagi mereka.
Pedoman Bijak Teknologi Komunikasi Bagi Siswa SMP Melalui Pengenalan Hukum Teknologi Seruni, Puti Mayang; Ersaliya Arezah; Lidia Febrianti; Nadia Aulia; Yola Rianti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16737

Abstract

Kemajuan teknologi komunikasi memiliki manfaat dan juga dampak sehingga perlu kebijaksanaan dalam menggunakannya. Namun karena keterbatasan usia dan pengalaman pengguna teknologi komunikasi dibawah umur rentan terhadap dampak negatifnya. Sehingga kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bijak menggunakan teknologi komunikasi bagi siswa-siswi SMP YLPI Pekanbaru melalui pengenalan terhadap hukum teknologi. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap yakni tahap perencanaan, pembuatan materi, sosialisasi, evaluasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa seluruh peserta kegiatan yakni siswa SMP YLPI pekanbaru adalah pengguna teknologi komunikasi. Sehingga pembahasan dalam kegiatan ini menarik dan relevan untuk mereka simak. Siswa-siswi peserta mendapatkan pemahaman yang baik mengenai materi yang disampaikan sehingga tumbuh semangat dan dorongan dari dalam diri mereka untuk dapat membatasi penggunaan teknologi komunikasi agar terhindar dari dampaknya. Simpulan dari kegiatan ini yaitu siswa-siswi perlu berikan pedoman penggunaan teknologi komunikasi sehingga dapat bijak menggunakannya. Sebab teknologi komunikasi tidak dapat dihindari karena manfaatnya yang juga besar. Olehkarena itu kesadaran untuk bijak dalam menggunakan teknologi komunikasi perlu ditanamkan sejak dini agar manfaatnya bisa maksimal, dan dampaknya bisa diminimalisir.
Quo Vadis: Pancasila Industrial Relations in Modern Slavery (A Case Study of the Oriental Circus Indonesia) Seruni, Puti Mayang; Febrianti, Lidia; Putri Amri, Halillah Zauza
LEGAL BRIEF Vol. 15 No. 1 (2026): April: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v15i1.1635

Abstract

The alleged slavery case involving the Oriental Circus Indonesia reveals long-standing exploitation and human rights violations, including violence, forced labor, and the deprivation of victims' identities from childhood. Although the OCI denies the allegations, this case demonstrates that modern slavery persists and contradicts the principles of Pancasila industrial relations, which uphold human dignity. This study aims to examine the gap between legal norms and practice, while also opening up new research opportunities related to modern slavery from an industrial relations perspective in Indonesia. This research method is normative-empirical and descriptive-analytical. This study found that modern slavery in Indonesia is a growing phenomenon due to unequal relations between workers and employers and weak protection and supervision. Although Pancasila Industrial Relations emphasizes human dignity and justice in employment relations, without effective implementation, exploitative practices leading to slavery still have the potential to occur. Modern slavery in Indonesia still occurs despite being contrary to Pancasila Industrial Relations, as reflected in the Oriental Circus Indonesia case, which demonstrates the unequal relations, a la Karl Marx. Its persistence is fueled by poverty, low education, weak supervision, and the difficulty of proving, thus reflecting normative, structural, and cultural failures