Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Integrasi Tasawuf Dalam Pendidikan Islam dii Pondok Pesantren Neni Triana; M. Daud Yahya; Husna Nashihin; Sugito Sugito; Zulkifli Musthan
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.2917

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian pustaka yang menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi terhadap buku, jurnal, dan makalah. Analisis data yang digunakan yaitu analisis konteks, yaitu analisis yang mencoba menginterpretasikan data secara kontekstual. Ada 3 (tiga) latar belakang masalah yang menjadikan penelitian ini urgen dilaksanakan, yaitu tasawuf sebagai kekhasan pondok pesantren sangat relevan dijadikan sebagai basis pendidikan Islam di pondok pesantren, perlunya desain pendidikan Islam berbasis tasawuf pada pondok pesantren, sehingga mampu mewujudkan revitalisasi pondok pesantren sebagai pencetak kiai dan dai, dan diperlukannya nilai-nilai tasawuf untuk ditanamkan dalam pendidikan Islam berbasis tasawuf di pondok pesantren. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep tirakat sebagai bagian penting yang tidak terpisahkan dari tasawuf harus menjadi basis pelaksanaan pendidikan Islam di pondok pesantren. Tasawuf tidak bisa dilepaskan dari tirakat sebagai jalan yang ditempuh guna mencapai tujuan wushul kepada Allah Swt. Filosofi pendidikan Islam berbasis tasawuf yaitu pengembangan aspek spiritual santri guna menggapai wushul kepada Allah Swt. Nilai-nilai tasawuf yang ditanamkan dalam pendidikan Islam berbasis tasawuf antara lain muroqobah (mawas diri), mahabbah (cinta) kepada Allah Swt, khauf (takut) kepada Allah Swt, raja’ (berharap) kepada Allah Swt, ‘uns, dan yakin. Kurikulum pendidikan Islam berbasis tasawuf di pondok pesantren terdiri dari kegiatan tirakat dan riyadhoh.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kontinuitas Kokok Ayam Jantan (Studi di Masyarakat Pegunungan Wonosobo, Jawa Tengah) Noor Aziz; Robingun Suyud El Syam; Sunanih Sunanih; Mahlail Syakur Sf; Zulkifli Musthan
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4570

Abstract

Artikel bertujuan mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kontinuitas kokok ayam jantan pada masyarakat pegunungan di Wonosobo Jawa Tengah, dengan memfokuskan pada nilai pendidikan Islam mangacu pada kajian yang mendalam. Penelitian lapangan ini termasuk jenis kualitatif dengan pendekatan sosiologi budaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa Ayam jantan mempunyai keistimewaan dibanding binatang lain, yakni memahami perubahan waktu di malam hari. Ia berkokok pada waktu yang tepat serta tidak pernah telat, baik sebelum atau sesudah subuh tidak pernah meleset, yang merupakan fitrah Allah dikaruniakan terhadapnya. Tanda ini digunakan sebagian ulama syafiiyah dalam menentukan waktu. Bunyi kokok ayam jantan di waktu malam hari, sebagai penanda kebaikan dimana umat muslim dianjurkan beribadah dimalam dan pagi hari. Ini dapat dipahami bahwa kontinuitas kokok ayam jantan merupakan filantrofi bagi kebaikan dan kebermanfaatan manusia. Maka semua yang bisa memberi manfaat baik, tidak sepantasnya dicela ataupun dihina. Semestinya, dihargai serta disikapi dengan bijak. Keterbatasan ditampilkan pada rincian nilai pendidikan Islam untuk dispesifikkan. Kajian ini mengembangkan setting dan orientasinya dengan mengintegrasikan kokok ayam jantan dalam filantropi Islam. Ini menunjukkan peran hewan terhadap manusia yang menonjol, dimana riset-riset sebelumnya belum spesifik menyentuhnya
PERAN PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MODERN GONTOR 7 RIYADHATUL MUJAHIDIN KABUPATEN KONAWE SELATAN La Hadisi; Zulkifli Musthan; Rasmi Gazali; Herman Herman; Sarjaniah Zur
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri, landasan pembentukan karakter  disiplin, serta hambatan dan upaya pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Modern  Gontor 7 Riyadhatul Mujahidin Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pondok pesantren mengintensifkan karakter disiplin santri melalui pendidikan berbasis asrama dengan kurikulum yang terjadwal selama 24 jam. Selain itu, santri ditanamkan nilai-nilai panca jiwa yaitu jiwa keikhlasan, jiwa kesederhanaan, jiwa berdikari, jiwa ukhuwah islamiyah dan jiwa Kebebasan; (2) Landasan pembentukan karakter disiplin santri dilaksanakan melalui penerapan tata tertib pondok pesantren gontor yang dikenal dengan istilah “Teng Komando” yang bertujuan untuk melatih santri patuh terhadap pondok pesantren; (3) Hambatan pembentukan karakter disiplin santri adalah kurangnya kesadaran dan kemauan santri dalam mematuhi tata tertib disiplin di pondok pesantren serta adanya wali santri yang masih belum memahami tentang pola pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren gontor. Upaya yang dilakukan pondok untuk mengatasi hambatan membentuk karakter disiplin santri adalah dengan mengefektifkan pembinaan di pondok, melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan santri, pemberian sanksi secara tegas bagi santri yang melanggar serta memperkaya wawasan wali santri dengan menjalin komunikasi secara rutin.
Implementation of Learning Management In Building an Attitude of Religious Tolerance at State High Schools In The Muna District La Hadisi; Miftahur Rahman Hakim; Zulkifli Musthan; Husna Nashihin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4296

Abstract

This study aimed to describe and reveal a portrait of student diversity and management of PAI learning in building an attitude of religious moderation in public high schools in the Muna District. This Research used a qualitative approach, and data were collected through interviews, observations, and documents. From this study it can be seen that the results of the study show: (1) the portrait of diversity in SMA Negeri Muna Regency is: (a) SMAN 1 Raha has 1125 Muslim students, 10 Christians and 2 Hindus (b) SMA Negeri 2 Raha students who 1256 Muslims are Muslims and the number of students who are Christians is 38 people; (c) SMA Negeri 1 Tongkuno has 490 Muslim students and 18 Christian Catholic students (d) SMA 1 Tongkuno Selatan has 93 Muslim students and 29 Christian Catholics; (2) The implementation of PAI learning management in building Tolerance at public high schools in Muna Regency is as follows: (a) The planning for PAI learning in fostering Tolerance has been established in the national education system; (b) Implementation which includes intra-curricular activities, extra-curricular activities or additional classes, and routine activities and habituation of cooperation and (c) The evaluation phase is carried out through an assessment of the completeness of each basic competency in each material taught as well as attitude and spiritual assessment sheets in observing students' daily behavior.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL La Hadisi; Miftahur Rahman Hakim; Zulkifli Musthan; Husna Nashihin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.668 KB) | DOI: 10.30868/ei.v5i10.6

Abstract

Kearifan lokal yang terdapat pada beberapa kelompok/ masyarakat adat  di Indonesia banyak mengandung nilai luhur budaya bangsa yang masih kuat menjadi identitas karakter warga masyarakatnya. Namun disisi lain, nilai kearifan lokal sering kali  diabaikan, karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zamannya. Padahal dari kearifan lokal tersebut dapat di promosikan nilai-nilai luhur yang bisa dijadikan model dalam pengembangan budaya bangsa Indonesia.Dalam konteks inilah  studi lapangan ini dilaksanakan  untuk melihat bagaimana masyarakat adat sebagai  kelompok minoritas menginternalisasi nilai-nilai budayanya menjadi nilai yang kohesif dan merefleksi dalam karakter yang kuat. Masyarkat adat, yang berada di Kampung Pulo Desa Cangkuang Kampung Ciakar Kecamatan Leles Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat, merupakan kelompok masyarakat  adat yang tetap menginternalisasi dan melestarikan nilai-nilai tradisi menjadi karakter warga masyarakatnya, dalam dominasi budaya mayoritas.Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  lapangan  (field  research) yaitu penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat tertentu, yakni masyarakat kampung Adat Pulo dan masyarakat luar kampung Adat Pulo di Candi Cangkuang desa Cangkuang, Kampung Ciakar, Kecamatan Leles Kabupaten Garut Jawa Barat.Adapun tujuan yang ingin  dicapai dalam penelitian ini adalah pertama, mendeskripsikan  secara  singkat, kondisi  umum, nilai-nilai yang masih diinternalisasi oleh warga masyarakat kampung adat tersebut. Kedua, mendeskripsikan  secara  singkat,  proses internalisasi nilai yang mereka yakini. Ketiga, mendeskripsikan  secara  singkat,  peran pemimpin/kepala suku dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai lokal. Keempat, mendeskripsikan  secara  singkat, bentuk karakter yang mereka miliki sebagai hasil dari proses internalisasi nilai. Kelima, mendeskripsikan  secara  singkat,  nilai dari masyarakat kampung adat yang bisa di promosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia.Berdasarkan  analisis dari berbagai  fakta  yang ada kaitannya dengan kampung Adat Pulo, maka dapat di simpulkan bahwa masyarakat kampung Adat Pulo merupakan kampung adat yang sampai saat ini masih eksis memegang teguh tradisi yang telah diwariskan leluhurnya. Hal ini disebabkan karena mereka masih memiliki  aturan  adat  yang  apabila  di  langgar  akan  mendapatkan  sanksi  adat, sanksi adat tersebut di percayai karena sifatnya yang sakral.Bentuk Karakter yang dimiliki sebagai hasil dari proses internalisasi nilai dan bisa dipromosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia adalah, karakter Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Mandiri, Demokratis, Bersahabat/Komuniktif, Cinta damai, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, serta Tanggung-jawab.
KESEIMBANGAN PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Noor Aziz; Robingun Suyud El Syam; Sunanih Sunanih; Mahlail Syakur Sf; Zulkifli Musthan
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.511 KB) | DOI: 10.30868/ei.v2i03.27

Abstract

PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL La Hadisi; Miftahur Rahman Hakim; Zulkifli Musthan; Husna Nashihin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v5i10.6

Abstract

Kearifan lokal yang terdapat pada beberapa kelompok/ masyarakat adat  di Indonesia banyak mengandung nilai luhur budaya bangsa yang masih kuat menjadi identitas karakter warga masyarakatnya. Namun disisi lain, nilai kearifan lokal sering kali  diabaikan, karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zamannya. Padahal dari kearifan lokal tersebut dapat di promosikan nilai-nilai luhur yang bisa dijadikan model dalam pengembangan budaya bangsa Indonesia.Dalam konteks inilah  studi lapangan ini dilaksanakan  untuk melihat bagaimana masyarakat adat sebagai  kelompok minoritas menginternalisasi nilai-nilai budayanya menjadi nilai yang kohesif dan merefleksi dalam karakter yang kuat. Masyarkat adat, yang berada di Kampung Pulo Desa Cangkuang Kampung Ciakar Kecamatan Leles Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat, merupakan kelompok masyarakat  adat yang tetap menginternalisasi dan melestarikan nilai-nilai tradisi menjadi karakter warga masyarakatnya, dalam dominasi budaya mayoritas.Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  lapangan  (field  research) yaitu penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat tertentu, yakni masyarakat kampung Adat Pulo dan masyarakat luar kampung Adat Pulo di Candi Cangkuang desa Cangkuang, Kampung Ciakar, Kecamatan Leles Kabupaten Garut Jawa Barat.Adapun tujuan yang ingin  dicapai dalam penelitian ini adalah pertama, mendeskripsikan  secara  singkat, kondisi  umum, nilai-nilai yang masih diinternalisasi oleh warga masyarakat kampung adat tersebut. Kedua, mendeskripsikan  secara  singkat,  proses internalisasi nilai yang mereka yakini. Ketiga, mendeskripsikan  secara  singkat,  peran pemimpin/kepala suku dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai lokal. Keempat, mendeskripsikan  secara  singkat, bentuk karakter yang mereka miliki sebagai hasil dari proses internalisasi nilai. Kelima, mendeskripsikan  secara  singkat,  nilai dari masyarakat kampung adat yang bisa di promosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia.Berdasarkan  analisis dari berbagai  fakta  yang ada kaitannya dengan kampung Adat Pulo, maka dapat di simpulkan bahwa masyarakat kampung Adat Pulo merupakan kampung adat yang sampai saat ini masih eksis memegang teguh tradisi yang telah diwariskan leluhurnya. Hal ini disebabkan karena mereka masih memiliki  aturan  adat  yang  apabila  di  langgar  akan  mendapatkan  sanksi  adat, sanksi adat tersebut di percayai karena sifatnya yang sakral.Bentuk Karakter yang dimiliki sebagai hasil dari proses internalisasi nilai dan bisa dipromosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia adalah, karakter Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Mandiri, Demokratis, Bersahabat/Komuniktif, Cinta damai, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, serta Tanggung-jawab.
KESEIMBANGAN PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Noor Aziz; Robingun Suyud El Syam; Sunanih Sunanih; Mahlail Syakur Sf; Zulkifli Musthan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v2i03.27

Abstract

Dalam pandangan Islam, anak merupakan amanah Allah  atas kedua orang tua. Untuk itu, orang tua berkewajiban menjaga dan mendidik anaknya supaya selamat dunia dan akhirat. Bahkan keselamatan kehidupan keluarga juga merupakan tanggung jawab orang tua. Banyak anggapan bahwa kewajiban dan peran ayah hanyalah bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga, sedangkan ibu mendidik anak serta mengurusi pekerjaan rumah tangga, padahal seharusnya orang tua (ayah-ibu) harus dapat berkerja sama untuk mendidik anak-anaknya, dalam arti tugas mendidik anak bukan hanya tanggungjawab ibu saja, karena ayah merupakan pemandu, pendidik, pelindung dan pemimpin atau kepala keluarga. Adapun kewajiban dan tanggungjawab ibu adalah menjaga, memelihara, dan mengelola keluarga di rumah suaminya, terlebih lagi mendidik dan merawat anaknya.  Optimalisasi peran orang tua dalam pembentukan karakter anak diharapkan mampu mempersonalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari dan hasilnya dapat dilihat yaitu antara lain; cinta kepada Allah, RasulNya dan kebenaran, jujur, amanah, bertanggungjawab, disiplin, hormat dan santun, peduli, kasih sayang, bisa mengendalikan diri dan percaya diri, kreatif, pantang menyerah, adil dan berjiwa pemimpin, baik, sabar, tawakkal, rendah hati dan toleran serta cinta damai.
DESAIN PEMBELAJARAN AKHLAK BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Muslimah Muslimah; Indhra Musthofa; M. Daud Yahya; Zulkifli Musthan; Annisa Wahyuni
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2813

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh 4 (empat) latar belakang masalah, yaitu, pertama, pembelajaran Akhlak masih bersifat formalistik belaka, sehingga belum bisa berkontribusi secara nyata menyelesaikan problematika yang dinamis. Kedua, perlu adanya pembelajaran Akhlak yang berbasis pada konteks kehidupan empiris di masyarakat, sehingga pembelajaran Akhlak bisa menjadi way of life. Ketiga, implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak mampu menjadikan pembelajaran lebih terkait dengan konteks empiris kehidupan masyarakat. Keempat, belum adanya penelitian terkait desain pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara komprehensif. Penelitian pustaka ini menggunakan pendekatan ilmu pendidikan Islam dengan metode pengumpulan data dokumentasi terhadap jurnal, buku, dan majalah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara esensial mengandung arti mengkaitkan antara pembelajaran Akhlak dengan lingkungan. Ada 3 (tiga) prinsip pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu sesuai dengan kebutuhan jiwa untuk mencari makna (the psychis need to create meaning), sesuai dengan fungsi otak (the brain function), dan sesuai dengan prinsip sains modern (acting in harmony with scientific principles). Ada 6 (enam) kata kunci implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu belajar pada hakikatnya adalah real-word learning, adalah belajar dari kenyataan yang bias diamati, dipraktikan, dirasakan dan diuji coba, belajar adalah mengutamakan pengalaman nyata, bukan pengalaman yang hanya diangan-angankan saja, yang tidak bias dibuktikan secara empiris, belajar adalah berpikir tingkat tinggi, kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa, kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif dan kritis, dan kegiatan pembelajaran memberikan pengetahuan. Ada 7 (tujuh) karakteristik pembelajaran dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik (learning ini life setting), pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningfull learning), pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing), pembelajaran diberikan dengan kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman (learning in a group), pembelajaran menciptakan kebersamaan, kerjasama dan saling memahami satu sama lain secara mendalam (learning to know each other deeply), pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif dan mementingkan kerjasama (learning to ask, to inquiry, to work together), dan pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan (learning as an enjoy activity). Metode pembelajaran Akhlak dalam pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) antara lain model pembelajaran dengan metode menonton film, model pembelajaran dengan metode diskusi, model pembelajaran dengan metode peer lesson, dan model pembelajaran dengan metode kisah.
PERAN PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MODERN GONTOR 7 RIYADHATUL MUJAHIDIN KABUPATEN KONAWE SELATAN La Hadisi; Zulkifli Musthan; Rasmi Gazali; Herman Herman; Sarjaniah Zur
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri, landasan pembentukan karakter  disiplin, serta hambatan dan upaya pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Modern  Gontor 7 Riyadhatul Mujahidin Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pondok pesantren mengintensifkan karakter disiplin santri melalui pendidikan berbasis asrama dengan kurikulum yang terjadwal selama 24 jam. Selain itu, santri ditanamkan nilai-nilai panca jiwa yaitu jiwa keikhlasan, jiwa kesederhanaan, jiwa berdikari, jiwa ukhuwah islamiyah dan jiwa Kebebasan; (2) Landasan pembentukan karakter disiplin santri dilaksanakan melalui penerapan tata tertib pondok pesantren gontor yang dikenal dengan istilah “Teng Komando” yang bertujuan untuk melatih santri patuh terhadap pondok pesantren; (3) Hambatan pembentukan karakter disiplin santri adalah kurangnya kesadaran dan kemauan santri dalam mematuhi tata tertib disiplin di pondok pesantren serta adanya wali santri yang masih belum memahami tentang pola pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren gontor. Upaya yang dilakukan pondok untuk mengatasi hambatan membentuk karakter disiplin santri adalah dengan mengefektifkan pembinaan di pondok, melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan santri, pemberian sanksi secara tegas bagi santri yang melanggar serta memperkaya wawasan wali santri dengan menjalin komunikasi secara rutin.