Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tompaso Enjelika Putrisari; Lucyana Leonita Pongoh; Vera Diane Tombokan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.911

Abstract

Latar Belakang: Penyakit hipertensi merupakan kondisi patologis kronis non-infeksi yang prevalensi kasusnya terus melonjak tajam serta menempati posisi teratas sebagai stimulus angka morbiditas dan mortalitas utama di lingkungan nasional. Salah satu determinan mendasar dalam mengendalikan kestabilan tekanan darah pada penderita adalah ketepatan serta keteraturan perilaku konsumsi regimen obat antihipertensi, yang dalam kajian teoritis dipengaruhi secara fundamental oleh kapasitas wawasan kognitif pasien. Tujuan: Penelitian ini diorientasikan untuk menakar serta menganalisis interkoneksi fungsional antara tingkat pemahaman atau pengetahuan kognitif dengan tingkat kepatuhan konsumsi obat pada penderita hipertensi di kawasan Puskesmas Tompaso, Minahasa. Metode: Studi kuantitatif ini memakai strategi korelasional deskriptif yang dilengkapi pendekatan rancangan belah lintang (cross-sectional). Dari total populasi terdapat sebanyak 953 individu penderita, penarikan sampel menetapkan 100 partisipan lewat skema purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Fase ekstraksi data mengandalkan instrumen ukur berupa kuesioner baku Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) untuk mengukur aspek pemahaman kognitif, serta parameter Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) guna mendeteksi tingkat kepatuhan obat. Teknik kalkulasi bivariat diselesaikan menggunakan uji statistik non-parametrik Chi-Square berbantuan software SPSS. Hasil: Deskripsi data univariat mengonfirmasi bahwa mayoritas subjek studi berada dalam tingkat pengetahuan berkategori tinggi (55%) serta menunjukkan kualifikasi kepatuhan terapi obat yang disiplin (53%). Dari pengolahan statistik bivariat, didapatkan signifikansi nilai fungsional P-Value = 0,000 (p < = 0,05), yang menandakan terdapat hubungan struktural yang sangat nyata dan kuat secara statistik antara tingkat pemahaman pengetahuan dengan ketaatan meminum obat penderita. Simpulan: Pemahaman komprehensif dari penderita mengenai hipertensi memegang kendali yang sangat sentral dalam menstimulasi kedisiplinan minum obat jangka panjang secara konsisten. Disarankan bagi unit pelayanan kesehatan untuk secara kontinu melangsungkan penyuluhan klinis demi memitigasi kerentanan komplikasi vaskuler sekunder.
Analysis of Pregnant Women's Perceptions Regarding the Quality of Antenatal Care (ANC) Services at the Taratara Community Health Center, West Tomohon Neni Anjelika Girsang; Nancy Silvia Bawiling; Deviana Pratiwi Munthe; Vera Diane Tombokan; Tika Bela Sari; Fredrik Alfrets Makadada
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.974

Abstract

Antenatal Care (ANC) services are a crucial effort in improving maternal and fetal health and preventing pregnancy complications. Pregnant women's perceptions of ANC service quality play a role in their utilization of healthcare services during pregnancy. This study aims to analyze pregnant women's perceptions of ANC service quality at the Taratara Community Health Center (Puskesmas) based on the five dimensions of service quality (SERVQUAL): tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The study employs a qualitative method with a descriptive approach. Informants consisted of four pregnant women (primary informants) and one midwife (key informant), selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Data analysis was conducted using Braun and Clarke’s thematic analysis, while data validity was tested through source triangulation. The results indicate that, overall, pregnant women hold a positive perception of ANC service quality at the Taratara Community Health Center. The dimensions of tangibles, reliability, assurance, and empathy were perceived as meeting expectations, evidenced by adequate facilities, adherence to service procedures, healthcare worker competence, and a friendly, attentive attitude during service delivery. However, issues were identified regarding the responsiveness dimension, particularly concerning waiting time efficiency and the speed of staff response in certain situations. The study concludes that the dimensions of tangibles, reliability, assurance, and empathy should be maintained, whereas the responsiveness dimension requires improvement specifically regarding service speed and waiting time management to further optimize the quality of ANC services at the Taratara Community Health Center.