Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Mahasiswa di Asrama VII Tondano: Description of Clean and Healthy Living Behavior among Students in Dormitory VII Tondano Selpina Tobai; Richard A. Palilingan; Vera D. Tombokan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10785

Abstract

Asrama mahasiswa merupakan lingkungan sosial yang berpotensi membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS merupakan upaya preventif yang penting dalam meningkatkan derajat kesehatan individu dan lingkungan, namun penerapannya di asrama masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas, pengawasan, dan kesadaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku hidup bersih dan sehat mahasiswa yang tinggal di asrama Universitas Negeri Manado berdasarkan karakteristik responden dan indikator PHBS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mencakup empat indikator utama, yaitu kebersihan diri, kebersihan lingkungan, pola makan dan aktivitas fisik, serta pencegahan penyakit. Jumlah responden sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih dengan teknik total sampling, dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 21–25 tahun (60%), berjenis kelamin perempuan (51,2%), dan telah tinggal di asrama lebih dari tiga tahun (53,8%). Tingkat PHBS mahasiswa berada pada kategori baik (50%), cukup (47,5%), dan kurang (2,5%). Indikator dengan skor tertinggi adalah kebersihan diri, sedangkan terendah adalah kebersihan lingkungan dan pola makan sehat. Secara keseluruhan, perilaku hidup bersih dan sehat mahasiswa asrama tergolong cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan edukasi, kesadaran, dan fasilitas pendukung untuk memperkuat penerapan PHBS secara konsisten.
Analysis of Pregnant Women's Perceptions Regarding the Quality of Antenatal Care (ANC) Services at the Taratara Community Health Center, West Tomohon Neni Anjelika Girsang; Nancy Silvia Bawiling; Deviana Pratiwi Munthe; Vera Diane Tombokan; Tika Bela Sari; Fredrik Alfrets Makadada
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.974

Abstract

Antenatal Care (ANC) services are a crucial effort in improving maternal and fetal health and preventing pregnancy complications. Pregnant women's perceptions of ANC service quality play a role in their utilization of healthcare services during pregnancy. This study aims to analyze pregnant women's perceptions of ANC service quality at the Taratara Community Health Center (Puskesmas) based on the five dimensions of service quality (SERVQUAL): tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The study employs a qualitative method with a descriptive approach. Informants consisted of four pregnant women (primary informants) and one midwife (key informant), selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Data analysis was conducted using Braun and Clarke’s thematic analysis, while data validity was tested through source triangulation. The results indicate that, overall, pregnant women hold a positive perception of ANC service quality at the Taratara Community Health Center. The dimensions of tangibles, reliability, assurance, and empathy were perceived as meeting expectations, evidenced by adequate facilities, adherence to service procedures, healthcare worker competence, and a friendly, attentive attitude during service delivery. However, issues were identified regarding the responsiveness dimension, particularly concerning waiting time efficiency and the speed of staff response in certain situations. The study concludes that the dimensions of tangibles, reliability, assurance, and empathy should be maintained, whereas the responsiveness dimension requires improvement specifically regarding service speed and waiting time management to further optimize the quality of ANC services at the Taratara Community Health Center.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas Pada Peserta BPJS Kesehatan Di Puskesmas Tompaso Tahun 2025: Factors Related to the Utilization of Community Health Center Services by BPJS Health Participants at Tompaso Community Health Center in 2025 Jeynikita S. Tongkeles; Prycilia Pingkan Mamuaja; Vera Tombokan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.8773

Abstract

Pelayanan kesehatan yang baik merupakan suatu kebutuhan masyarakat dan sering kali menjadi ukuran dalam keberhasilan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas pada peserta BPJS Kesehatan di puskesmas Tompaso. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaatif, dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 99 responden. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner, analisa data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara ketersediaan tenaga Kesehatan, dukungan keluarga dan aksebiltas dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas pada peserta bpjs Kesehatan di pusksmas tompaso dengan hasil uji statistic menggunakan analisis chi-square <0.001.
Gambaran Pola Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Remaja Di Smp Kristen Rurukan : Description Of Vegetable And Fruit Consumtion Patterns In Smp Kristen Rurukan Calvin Wangkar; Vera Tombokan; Rakhmawati Agustina; Fuad Sudasman; Juliana Sattu; Jonesius Manoppo
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9774

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia kritis yang memerlukan asupan gizi seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat, namun konsumsi sayur dan buah pada remaja Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi sayur dan buah pada remaja di SMP Kristen Rurukan, Kota Tomohon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 46 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) semi-kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden memiliki konsumsi sayur tinggi, sedangkan 100% memiliki konsumsi buah tinggi, dengan pisang dan pepaya sebagai buah yang paling sering dikonsumsi. Sebanyak 93,5% siswa mengonsumsi olahan buah dan sayur seperti pisang goreng, jus buah, dan mie dal (bubur Manado). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi buah pada remaja di SMP Kristen Rurukan tergolong sangat baik, sedangkan konsumsi sayur masih perlu ditingkatkan melalui edukasi gizi berbasis sekolah.
Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Koya Juniman Zai; Deviana Pratiwi Munthe; Jilly Toar; Vera Tombokan; Christian Bertom Pajung; Beatrix Jetje Podung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1307

Abstract

Zai, Juniman. Deviana Pratiwi Munthe, Jilly Toar, Vera Tombokan, Christian Bertom Pajung,Beatrix Jetje Podung, 2026. Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan diPuskesmas Koya. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaandan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado.Motivasi Kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Kinerja Tenaga Kesehatandalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kinerja yang baik akan meningkatkanmutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiHubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Koya. Penelitianmenggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah35 responden dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik sampling. Pengumpulandata dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariatmenggunakan uji Chi-Square dengan tingkat singnifikansi  = 0,05. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar responden memilki motivasi kerja dalam kategori baikpada masing-masing indikator, yaitu prestasi (54,3%), supervisi (51,4%), sedangkan gaji(54,3%), kondisi kerja (65,7%) berada pada kategori cukup. Sebagian besar tenaga kesehatanjuga memiliki kinerja dalam kategori baik (51,4%), sedangkan kategori cukup (48,6%). Hasilanalisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerjadengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Koya. Seluruh indikator motivasi kerja yangmeliputi prestasi (p-value = 0,004), gaji (p-value = 0,003), supervisi (p-value = 0,000),kondisi kerja (p-value =0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja tenagakesehatan (p&lt;0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikanantara motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Koya.
Analisis Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas Kecamatan Langowan Barat Kristiani Wuri; Vera Diane Tombokan; Lucyana Leonita Pongoh; Sudirham; Jilly Toar; Christian Bertom Pajung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1416

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program pelayanan kesehatan yangbertujuan membantu peserta dengan penyakit kronis mencapai kondisi kesehatan yang terkontrol dankualitas hidup yang optimal. Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratas telah berjalan, namun masihditemukan keterbatasan dalam beberapa aspek pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas KecamatanLangowan Barat berdasarkan komponen input, proses, dan output yang mengacu pada teori Azwar(2010). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus evaluasiprogram. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu 7 informan. Data diperoleh melalui wawancaramendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan pelaksana dan peserta Prolanis.Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwaomponen input telah didukung oleh tenaga pelaksana, pendanaan, serta sarana dan prasarana yang cukupmemadai, tetapi belum optimal karena belum tersedianya SOP khusus Prolanis, pelatihan khusus tenagapelaksana masih terbatas, dan terdapat keterbatasan sarana pendukung. Komponen proses meliputikonsultasi medis, edukasi klub, pemantauan status kesehatan, aktivitas klub, home visit, dan reminder.Seluruh aktivitas telah dilaksanakan, namun home visit belum menjangkau seluruh peserta yangmembutuhkan, partisipasi peserta dalam kegiatan senam masih rendah, dan reminder masih dilakukansecara manual dan belum menggunakan reminder digital seperti SMS/WhatsApp. Komponen outputmenunjukkan bahwa tujuan Prolanis telah mulai tercapai, ditandai dengan meningkatnya keteraturanpeserta dalam melakukan kontrol kesehatan dan mengonsumsi obat serta kondisi kesehatan yang lebihterpantau dan terkontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratastelah memberikan manfaat positif dalam pengelolaan kondisi kesehatan peserta, tetapi belum optimal.Penguatan SOP, sistem reminder, cakupan home visit, dan partisipasi peserta diperlukan untukmeningkatkan pencapaian tujuan Prolanis secara optimal dan berkelanjutan.  
Analisis Pemanfaatan Sistem Antrean Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Poopo Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Meigita Esteria Kawulur; Ellen Bernadet Lomboan; Vera Diane Tombokan; Fenjte Langitan; Anita Tengker; Bukroanah Amir Makkau
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1767

Abstract

Tingginya volume kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas Poopo menuntut terselenggaranya alurpelayanan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan sertakendala pelaksanaan sistem antrean dan mendeskripsikan pengalaman pasien rawat jalan dalammengakses pelayanan kesehatan di Puskesmas Poopo, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten MinahasaSelatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 8 informan.Pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data menerapkan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem antrean digital melalui aplikasi Mobile JKNbelum berjalan optimal akibat keterbatasan literasi teknologi, ketiadaan gawai pintar (khususnya padakelompok pasien lansia), ketidakstabilan jaringan internet, serta minimnya kegiatan sosialisasi.Kesimpulan penelitian yaitu keterbatasan adopsi ini berdampak pada perbedaan pengalamanpelayanan, di mana pendaftar Mobile JKN menikmati alur pelayanan yang lebih cepat dan efisien,sementara pasien antrean manual masih menghadapi waktu tunggu yang relatif lama. Disarankan bagipihak Puskesmas untuk meningkatkan fasilitas penunjang antrean di puskesmas, penguatan edukasidan pendampingan pendaftaran antrean oleh petugas kesehatan, serta peningkatan kepatuhan pasiendalam mengikuti alur pelayanan.
Analisis Deskriptif Penggunaan Aplikasi Mobile JKN Dalam Mengurangi Antrian Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangian Kabupaten Bolaang Mongondow Studi Kualitatif Tirawani Agansi; Fredrik A. Makadada; Christian Bertom Pajung; Vera Tombokan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan aplikasi Mobile JKN dalam mendukung sistem antrianpelayanan kesehatan serta kendala yang dihadapi dalam penerapannya di Puskesmas Pangian. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dandokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas Kepala Puskesmas, Dokter, dua Staf Loket Pendaftaran,dan tiga masyarakat peserta BPJS Kesehatan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Mobile JKN di Puskesmas Pangian belum optimalkarena fitur antrian online belum diterapkan. Aplikasi Mobile JKN masih dimanfaatkan untuk melihat kartuBPJS digital, mengecek status kepesertaan, dan memperoleh informasi pelayanan kesehatan. Akibatnya, prosespendaftaran pasien masih dilakukan secara manual sehingga penggunaan Mobile JKN belum mendukungpengurangan antrian pelayanan. Kendala yang ditemukan meliputi belum diterapkannya sistem antrian online,rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan aplikasi, keterbatasan kemampuan penggunaanteknologi digital, serta kendala jaringan internet. Disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Mobile JKN diPuskesmas Pangian belum optimal dalam mendukung sistem antrian pelayanan kesehatan. Oleh karena itu,diperlukan peningkatan kesiapan sistem pelayanan dan sosialisasi agar pemanfaatan Mobile JKN dapat berjalanlebih efektif.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Praktik Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Masyarakat Tara-Tara 2 Kota Tomohon Tahun 2026 Thiery Siloam Samuel Keynds Hamisi; Vera Diane Tombokan; Syafriani Syafriani; Lucyana Leonita Pongoh; Theo Welly Everd Mautang; Doortje Fransye Tamunu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1865

Abstract

Pengendalian kasus Dengue di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sangat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap masyarakat. Studi observasional analitikal dengan desain cross-sectional ini meneliti bagaimana pemahaman serta pandangan warga Kelurahan Tara-Tara II memengaruhi tindakan preventif mereka terhadap DBD. Melalui simple random sampling, sebanyak 85 responden dilibatkan dan dievaluasi menggunakan kuesioner terstruktur. Data hasil survei diolah melalui uji statistik univariat dan bivariat (Chi-Square, CI = 95%). Temuan lapangan menunjukkan nilai p = 0,672 untuk variabel pengetahuan dan p = 0,464 untuk variabel sikap, yang berarti kedua faktor tersebut tidak berhubungan secara signifikan dengan tindakan pencegahan DBD. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman yang baik belum tentu terwujud dalam aksi nyata. Oleh karena itu, intervensi edukasi kesehatan ke depan harus difokuskan pada strategi pembentukan kebiasaan dan perubahan perilaku nyata di masyarakat.