Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Dinamika Bioelektrik Darah: Analisis Perubahan Hemoglobin dan Albumin Pasca Hemodialisis sebagai Biomarker Efektivitas Terapi Purnadianti, Mely; Prodyanatasari, Arshy; Putri, Mardiana Prasetyani; Amalia, Rifka
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i1.236

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan terapi hemodialisis (HD) sebagai penanganan utama. Evaluasi efektivitas HD saat ini masih bergantung pada parameter konvensional seperti ureum dan kreatinin, yang memiliki keterbatasan dalam mencerminkan perubahan fisiologis mendasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hemoglobin (Hb) dan albumin sebagai indikator bioelektrik darah pasca HD. Metode penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pengukuran kadar Hb dan albumin sebelum dan sesudah HD pada 31 pasien PGK di RS Baptis Kediri, serta analisis parameter bioelektrik darah menggunakan bioimpedance spectroscopy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan signifikan kadar Hb (8,55±1,63 menjadi 9,73±1,49 g/dL) dan albumin (3,21±0,56 menjadi 3,48±0,56 g/dL) pasca HD, nilai tersebut tetap berada di bawah kisaran normal. Analisis lebih lanjut mengungkap korelasi kuat antara perubahan kadar Hb-albumin dengan parameter bioelektrik darah, khususnya pada konduktivitas listrik (r=0,72) dan impedansi (r=-0,68). Simpulan penelitian ini mengidentifikasi Hb dan albumin sebagai biomarker potensial untuk pemantauan efektivitas HD berbasis sifat bioelektrik darah. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan sistem pemantauan real-time terintegrasi dalam alat HD, optimalisasi protokol dialisis berbasis profil bioelektrik individu, serta perluasan studi dengan sampel lebih besar dan variasi metode analisis. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendekatan personalisasi untuk terapi HD.
Paparan Tembakau Terhadap Kadar Pb Pada Kuku Pekerja Linting Rokok di Pabrik Rokok X Kabupaten Tulungagung: Paparan Tembakau Terhadap Kadar Pb Pada Kuku Pekerja Linting Rokok di Pabrik Rokok X Kabupaten Tulungagung Putri, Mardiana Prasetyani; Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely; Agustina, Novia
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i1.244

Abstract

Logam Pb pada tembakau berasal dari adanya logam berat Pb yang ditemukan secara alami dalam tanah, penggunaan pupuk yang mengandung Pb atau penerapan agrokimia pada tembakau. Pb masuk dalam tubuh manusia melalui saluran pernafasan, saluran pencernaan dan absorbsi melalui kulit. Pb dalam tubuh dapat terakumulasi pada jaringan lunak dan jaringan keras (rambut, gigi, tulang, kuku). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan tembakau terhadap kadar Pb pada kuku pekerja linting rokok di pabrik rokok X kabupaten Tulungagung berdasarkan lama masa kerja. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan jenis oenelitian quasi eksperimen. Data diambil dari responden dengan menggunakan quota sampling. Instrumen analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah AAS. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar Pb pada masa kerja (<11, 11-12, >12) tahun berturut-turut sebesar (0,017 ; 0,027 ; 0,048) ppm. Hasil analisa statistik menggunakan uji kruskal wallis menunjukkan nilai p=0,002 dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima sehingga diperoleh kesimpulan bahwa paparan tembakau berpengaruh terhadap kadar Pb pada kuku pekerja linting rokok di pabrik rokok X kabupaten Tulungagung berdasarkan lama masa kerja.
Comparative Study of Hemoglobin Levels: Adolescents in The Highlands and Lowlands of Blitar Regency, East Java Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely; Putri, Mardiana Prasetyani
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v11i3.234

Abstract

Introduction. Indonesia's geographical area appears to be separated into two regions: highlands and lowlands. Highlands impact hemoglobin levels. Because of the decreased partial pressure of oxygen and the body's acclimatization response, being at a high altitude results in hypoxia. In order to adjust to low oxygen levels, hemoglobin levels rise. This study aimed to compare hemoglobin levels using the hemoglobin POCT test among teenagers residing in the lowlands of Blitar Regency, East Java. Methods. Purposive sampling is used in the research method, which employs a cross-sectional approach. The sample is chosen using inclusion and exclusion criteria. Results. With an average hemoglobin level of 14.6833 g/dl, teenagers in the Highlands had normal hemoglobin levels for up to five of them (42%), and abnormal hemoglobin levels for seven of them (58%). The average hemoglobin level among teens in the lowlands was 12.2333 g/dl, with three (25%) and nine (75%) having normal levels. Using the Independent T-Test, the data analysis revealed a significant value of 0.038 <0.05. Conclusion. Hemoglobin levels of adolescents who live in the highlands of Semen Village RT. 03 RW. 04 had an average hemoglobin level of 14.6833 g/dl, and hemoglobin levels in adolescents who lived in the lowlands of Sutojayan Village, RT. 01 PC. 04 with an average hemoglobin level of 12.23 g/dL and a significance value of 0.038.
Evaluasi Pelatihan Penggunaan Antropometri untuk Meningkatkan Akurasi Pengukuran sebagai Indikator Deteksi Dini Stunting Prodyanatasari, Arshy; Purwasih, Yefi; Putri, Mardiana Prasetyani; Purnadianti, Mely
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.778

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah problematika di bidang kesehatan yang penting, memerlukan perhatian dan penanganan sungguh-sungguh. Kejadian stunting berfokus pada balita dan anak-anak. Stunting ditandai dengan pertumbuhan yang lambat, kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sejak dalam kandungan. Untuk mendeteksi stunting pada balita, upaya hal yang dapat dilakukan dengan pemantauan pertumbuhan, diantaranya pengukuran tinggi badan dan masa tubuh. Pengukuran tinggi badan pada balita dilakukan dengan menggunakan metode Antropometri, dengan menggunakan alat ukur infantometer atau microtoice. Operasionalisasi kedua alat tersebut terkategori sederhana, namun diperlukan keterampilan dan ketelitian dalam menggunakannya. Tujuan: Pada implementasi penggunaan infantometer dan microtoice masih ditemukan ketidaktepatan pengukuran. Hal ini akan berpengaruh pada keakurasian hasil pengukuran yang diperoleh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimental design) dengan rancangan non-randomized pretes-postes design dan strategi unjuk kerja. Penelitian dilakukan dengan empat tahapan penelitian. Hasil: Pada tahapan ke tiga dan keempat diperoleh hasil bahwa keterampilan proses kader Posyandu dalam menggunaan alat sudah terdapat peningkatan, terlihat dari peningkatan nilai posttes. Penilaian dilakukan dengan menggunakan Lembar Pengamatan Keterampilan Proses, dimana setiap kader diminta untuk melakukan unjuk kerja operasionalisasi alat dengan benar. Simpulan: Berdasarkan hasil observasi, tes, monitoring, dan evaluasi diperoleh hasil bahwa kader Posyandu antusias mengikuti pelatihan yang diberikan dan skills penggunaan alat semakin baik dan hasil pengukuran yang diperoleh lebih akurat.
Hubungan Kadar Timbal (Pb) dengan Kadar hemoglobin (Hb) dalam Sampel Darah Petugas Sampah TPS Bandar Lor Kota Kediri Putri, Mardiana Prasetyani; Purnadianti, Mely; Prodyanatasari, Arshy; Agustina, Novia; Nelson, Andy Deski
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.826

Abstract

Salah satu pencemar utama lingkungan adalah timbal (Pb). Timbal adalah zat aditif yang ditambahkan ke bahan bakar sebagai campuran bensin untuk meningkatkan pembakaran dan meningkatkan kinerja kendaraan. Timbal adalah jenis logam berat yang dapat merusak tubuh. Timbal mudah diserap oleh tubuh dan dapat terakumulasi dalam jaringannya. Timbal dapat memasuki tubuh melalui sistem pernafasan, oral, dan permukaan kulit. Karena timbal dapat mengganggu sistem heme dalam darah, menyebabkan anemia, kadar timbal tinggi dalam darah dapat menyebabkan trombosit menjadi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar timbal (Pb) dan jumlah trombosit darah pada petugas SPBU Desa Mekikis berhubungan satu sama lain. Penelitian ini dirancang untuk menggunakan pendekatan cross-sectional. Untuk penelitian ini, 10 petugas SPBU menggunakan teknik sampling purposive. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar timbal dan trombosit petugas SPBU Desa Mekikis rata-rata 0,4344 ppm dan 293.500/UL, masing-masing. Nilai signifikan uji korelasi Spearman adalah 0,391, dengan nilai signifikan lebih dari 0,05, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kadar timbal dan jumlah trombosit dalam darah mereka
Analisis Kadar Pb dan Cd dalam Rambut Masyarakat pada Wilayah Tambang Batubara Kalimantan Purna, Mely; Putri, Mardiana Prasetyani; Azizah, Lia Nur
JSN : Jurnal Sains Natural Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v2i1.474

Abstract

Debu yang dihasilkan dari proses tambang batubara yang mengandung logam berat seperti Pb dan Cd. Pb dan Cd yang diserap akan diangkut oleh darah dan kemudian akan diedarkan ke organ tubuh. Beberapa Pb dan Cd akan menumpuk di jaringan lunak (hati, ginjal, dan otak), jaringan keras (tulang, gigi, rambut, dan kuku) dan yang lainnya akan dikeluarkan oleh urin, feses, dan keringat. Karena itu, masyarakat di sekitar tambang batubara memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terpapar logam Pb dan Cd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Pb dan Cd pada rambut masyarakat berdasarkan kota asal lokasi tambang batubara distric. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan 16 sampel di mana 15 sampel sebagai objek penelitian dan 1 sampel sebagai kontrol. Tingkat Pb tertinggi pada rambut adalah 0,146 ppm yang terletak pada 1-5 km dari tambang batubara, sedangkan tingkat Pb terendah pada rambut adalah 0,036 ppm yang terletak pada 5-10 km dan >10 km dari tambang batubara. Sedangkan kadar Cd tertinggi pada rambut adalah 0,019 ppm yang terletak pada jarak 1-5 km dan 5-10 km dari tambang batubara, sedangkan tingkat Pb terendah pada rambut adalah 0,011 ppm yang terletak pada >10 km dari tambang batubara. Hasil yang didapat dilakukan oleh analitik Kruskal Wallis. Dan kemudian hasil dari penggunaan analitik Kruskal Wallis untuk mengetahui kadar Pb dan Cd pada rambut untuk mengetahui jarak 1-5 km, 5-10 km dan > 10 km dari lokasi tambang batubara. Hasil uji selanjutnya (Tukey test) menunjukkan ada perbedaan kadar Pb dan Cd pada rambut masyarakat yang menandakan jarak 1-5 km dalam jarak > 10 km dan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar Pb dan Cd pada rambut masyarakat berdasarkan kota asal lokasi tambang batubara distrik.
Peningkatan Kesadaran Bahaya dan Dampak Bullying melalui Pendidikan Stop Bullying Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely; Putri, Mardiana Prasetyani
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying tends to be done repeatedly to victims and can have a negative impact on victims, including discomfort, excessive depression, depression, stress, low self-esteem, trauma, and other negative impacts. The importance of knowledge on the negative impact of bullying needs to be given to students to minimize bullying, especially in the school environment. The Community Service activities (PkM) were carried out through five stages, namely: pretest, education, role playing, mentoring, and evaluation. The participants of the activity were class XII students in one public school in Kediri Regency. The selection of activity targets is based on considerations, including: (1) class XII is the highest class which will be used as a role model for the class below, (2) class XII will be assigned to be a peer tutor in transferring knowledge related to bullying actions, (3) class XII can help the school to conduct cadre in the class below, and (4) class XII can be a senior who is able to nurture, protect, and set a good example for the younger class. In the data analysis using the Wilcoxon test, it was found that the sig value was smaller than 0.05, so it can be interpreted that there is a significant difference between the pretest and posttest scores, where the posttest score is greater than the pretest score. Based on the analysis of the data obtained, it can be concluded that stop bullying education can increase students' awareness of the dangers and impacts of bullying.
CHIPS TEMPE KACANG HIJAU sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Balita di Posyandu Melati Ngadiluwih Kabupaten Kediri Putri, Mardiana Prasetyani; Syah, Okty Indrian; Sintianingtias, Tria; Elma, Nadya; Chrismarani, Estiella Jouvanove
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kasus yang cukup tinggi di Indonesia yaitu sekitar 21,6% dan di Kabupaten Kediri terdapat sekitar 10,32% menurut data stunting pada tahun 2022 sedangkan di Posyandu Melati, tercatat sekitar 0,05% tingkat kasus stunting dari data bulan Februari 2023. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan stunting pada balita di Posyandu Melati yaitu dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan stunting pada balita dengan mengenalkan produk Chips dari Tempe Kacang Hijau. Kacang hijau merupakan sumber nutrisi yang baik bagi perkembangan balita dalam mencegah stunting. Dengan mengolah kacang hijau menjadi bentuk chips diharapkan dapat menganekaragamkan produk olahan pangan yang dapat digemari oleh balita. Chips dari tempe kacang hijau ini kami perkenalkan kepada ibu-ibu yang ada di Posyandu Melati Ngadiluwih Kabupaten Kediri untuk menjadi salah satu olahan makanan kreatif yang dapat menjadi pencegah stunting. Banyaknya manfaat kandungan kacang hijau pada chips tempe kacang hijau ini dapat mencegah terjadinya stunting, beberapa manfaat diantaranya adalah sebagai sumber mineral penting (kalsium dan fosfor) untuk memperkuat tulang, kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi pada kacang hijau penting untuk menjaga kesehatan, selain itu terdapat kandungan multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh. Gambaran masyarakat yang rata-rata bermata pencaharian sebagai petani membuat kacang hijau menjadi solusi tepat, karena akan mempermudah masyarakat menjumpai kacang hijau di lingkungan. Tahapan pelaksanaan program ini meliputi survei, uji coba pembuatan produk, pemaparan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari program ini adalah bertambahnya pengetahuan dari mitra dan sasaran program yakni ibu-ibu Posyandu Melati mengenai stunting, dan manfaat produk kami yaitu olahan kreatif chips tempe kacang hijau.