Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KADAR GAMMA GLUTAMYL TRANSFERASE (GGT) PADA NELAYAN PEMINUM TUAK DAN ARAK : GAMMA GLUTAMYL TRANSFERASE (GGT) LEVELS IN FISHERMEN WHO DRINKS TUAK AND ARAK Mardiana Prasetyani Putri
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i1.34

Abstract

Tuak dan arak merupakan salah satu jenis alkohol yang dikonsumsi oleh nelayan di desa Tambakrejo. Alasan pengkonsumsian alkohol tersebut untuk menghangatkan badan, menghilangkan rasa kantuk, membuat nelayan tidak mudah lelah dan mengurangi stres jika tangkapan yang diperoleh tidak banyak. Alkohol termasuk dalam zat adiktif yang dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan. Alkohol yang dikonsumsi secara terus menerus menyebabkan metabolisme alkohol dalam tubuh cepat dan merangsang peningkatan enzim mikrosomal memproduksi banyak enzim dan mengakibatkan peningkatan kadar Gamma-Glutamyl Transferase (GGT), jika kadar GGT tinggi maka ada kerusakan di dalam hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar GGT nelayan peminum alkohol di desa Tambakrejo. Metode penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Digunakan 30 sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) pada nelayan peminum tuak dan arak sebesar 25 orang (83,33%) memiliki kadar GGT normal sedangkan 5 orang (16,67%) memiliki kadar GGT rendah. Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar GGT diperoleh nilai minimum 8 U/L, nilai maksimum 60 U/L, nilai median 18 U/L, nilai rata-rata 19,77 U/L. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kadar Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) sebagian besar nelayan desa Tambakrejo adalah normal (83,33%).
Variation of Processed Fresh Pineapple on Vitamin C Content Using UV-VIS Spectrophotometry Mardiana Prasetyani Putri
Journal of Natural Sciences and Learning Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Natural Science and Learning
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Bahasa dan Sains, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jnsl.v2i1.59

Abstract

Important sources of vitamin C in food mainly come from fruits and vegetables. One type of fruit that contains vitamin C and is much in demand by the public is pineapple. To extend the shelf life of pineapple fruit can usually be done by processing the fruit into other preparations. But on the other hand the content of vitamin C in fruit and food will be damaged due to the oxidation process by the outside air, especially when heated. This study aims to determine the levels of vitamin C in fresh pineapple and processed varieties of pineapple. This research method is descriptive by analyzing the content of vitamin C in fresh pineapple and its processed variations using the UV-Vis spectrophotometry method. Based on the results of the study, the levels of vitamin C in fresh pineapple, pineapple syrup and candied pineapple were (95.75 ; 49.09 ; 44.09) mg/100g, respectively. Based on the statistical test results, a significant value of p>0.05 was obtained, which meant that the data was normal and continued with the paired parametric T test. The result of the test is p<0.05. There are differences in the value of vitamin C levels in fresh pineapple and processed variations.
Peningkatan Kesadaran Bahaya dan Dampak Bullying melalui Pendidikan Stop Bullying Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely; Putri, Mardiana Prasetyani
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying tends to be done repeatedly to victims and can have a negative impact on victims, including discomfort, excessive depression, depression, stress, low self-esteem, trauma, and other negative impacts. The importance of knowledge on the negative impact of bullying needs to be given to students to minimize bullying, especially in the school environment. The Community Service activities (PkM) were carried out through five stages, namely: pretest, education, role playing, mentoring, and evaluation. The participants of the activity were class XII students in one public school in Kediri Regency. The selection of activity targets is based on considerations, including: (1) class XII is the highest class which will be used as a role model for the class below, (2) class XII will be assigned to be a peer tutor in transferring knowledge related to bullying actions, (3) class XII can help the school to conduct cadre in the class below, and (4) class XII can be a senior who is able to nurture, protect, and set a good example for the younger class. In the data analysis using the Wilcoxon test, it was found that the sig value was smaller than 0.05, so it can be interpreted that there is a significant difference between the pretest and posttest scores, where the posttest score is greater than the pretest score. Based on the analysis of the data obtained, it can be concluded that stop bullying education can increase students' awareness of the dangers and impacts of bullying.
CHIPS TEMPE KACANG HIJAU sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Balita di Posyandu Melati Ngadiluwih Kabupaten Kediri Putri, Mardiana Prasetyani; Syah, Okty Indrian; Sintianingtias, Tria; Elma, Nadya; Chrismarani, Estiella Jouvanove
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kasus yang cukup tinggi di Indonesia yaitu sekitar 21,6% dan di Kabupaten Kediri terdapat sekitar 10,32% menurut data stunting pada tahun 2022 sedangkan di Posyandu Melati, tercatat sekitar 0,05% tingkat kasus stunting dari data bulan Februari 2023. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan stunting pada balita di Posyandu Melati yaitu dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan stunting pada balita dengan mengenalkan produk Chips dari Tempe Kacang Hijau. Kacang hijau merupakan sumber nutrisi yang baik bagi perkembangan balita dalam mencegah stunting. Dengan mengolah kacang hijau menjadi bentuk chips diharapkan dapat menganekaragamkan produk olahan pangan yang dapat digemari oleh balita. Chips dari tempe kacang hijau ini kami perkenalkan kepada ibu-ibu yang ada di Posyandu Melati Ngadiluwih Kabupaten Kediri untuk menjadi salah satu olahan makanan kreatif yang dapat menjadi pencegah stunting. Banyaknya manfaat kandungan kacang hijau pada chips tempe kacang hijau ini dapat mencegah terjadinya stunting, beberapa manfaat diantaranya adalah sebagai sumber mineral penting (kalsium dan fosfor) untuk memperkuat tulang, kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi pada kacang hijau penting untuk menjaga kesehatan, selain itu terdapat kandungan multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh. Gambaran masyarakat yang rata-rata bermata pencaharian sebagai petani membuat kacang hijau menjadi solusi tepat, karena akan mempermudah masyarakat menjumpai kacang hijau di lingkungan. Tahapan pelaksanaan program ini meliputi survei, uji coba pembuatan produk, pemaparan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari program ini adalah bertambahnya pengetahuan dari mitra dan sasaran program yakni ibu-ibu Posyandu Melati mengenai stunting, dan manfaat produk kami yaitu olahan kreatif chips tempe kacang hijau.
The Relationship Of Lead (Pb) Levels With The Number Of Blood Platelets At SPBU Officers : Hubungan Kadar Timbal (Pb) Dengan Jumlah Trombosit Darah Pada Petugas SPBU Putri, Mardiana Prasetyani; Purnadianti, Mely
Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology) Vol. 6 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/medicra.v6i2.1705

Abstract

Lead (Pb) is the main pollutant in the environment. Lead in fuel is an additive that is added to a gasoline mixture with the aim of increasing combustion so that vehicle performance increases. Lead is a type of heavy metal that can cause poisoning. Lead is easily absorbed in the body and can accumulate in human tissues. Lead can enter the human body through the respiratory system, orally, or through the skin surface. High lead levels in the blood can cause low platelets. This is because lead can interfere with the heme system in the blood, causing anemia. The aim of the study was to determine the relationship between lead (Pb) levels and blood platelet counts at gas stations in Mekikis Village. The research design in this study used a cross sectional approach. The research sample consisted of 10 gas station attendants. The sampling technique used was purposive sampling. Based on the examination, the average lead and platelet levels for gas station workers were 0.4344 ppm and 293,500 /UL respectively. Based on the results of the Spearman correlation test, a significant value of 0.391 was obtained where the sign value was > 0.05, which means that there is no relationship between lead levels and the number of platelets in the blood of Mekikis Village gas station attendants.
Evaluasi Pelatihan Penggunaan Antropometri untuk Meningkatkan Akurasi Pengukuran sebagai Indikator Deteksi Dini Stunting Prodyanatasari, Arshy; Purwasih, Yefi; Putri, Mardiana Prasetyani; Purnadianti, Mely
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.778

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah problematika di bidang kesehatan yang penting, memerlukan perhatian dan penanganan sungguh-sungguh. Kejadian stunting berfokus pada balita dan anak-anak. Stunting ditandai dengan pertumbuhan yang lambat, kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sejak dalam kandungan. Untuk mendeteksi stunting pada balita, upaya hal yang dapat dilakukan dengan pemantauan pertumbuhan, diantaranya pengukuran tinggi badan dan masa tubuh. Pengukuran tinggi badan pada balita dilakukan dengan menggunakan metode Antropometri, dengan menggunakan alat ukur infantometer atau microtoice. Operasionalisasi kedua alat tersebut terkategori sederhana, namun diperlukan keterampilan dan ketelitian dalam menggunakannya. Tujuan: Pada implementasi penggunaan infantometer dan microtoice masih ditemukan ketidaktepatan pengukuran. Hal ini akan berpengaruh pada keakurasian hasil pengukuran yang diperoleh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimental design) dengan rancangan non-randomized pretes-postes design dan strategi unjuk kerja. Penelitian dilakukan dengan empat tahapan penelitian. Hasil: Pada tahapan ke tiga dan keempat diperoleh hasil bahwa keterampilan proses kader Posyandu dalam menggunaan alat sudah terdapat peningkatan, terlihat dari peningkatan nilai posttes. Penilaian dilakukan dengan menggunakan Lembar Pengamatan Keterampilan Proses, dimana setiap kader diminta untuk melakukan unjuk kerja operasionalisasi alat dengan benar. Simpulan: Berdasarkan hasil observasi, tes, monitoring, dan evaluasi diperoleh hasil bahwa kader Posyandu antusias mengikuti pelatihan yang diberikan dan skills penggunaan alat semakin baik dan hasil pengukuran yang diperoleh lebih akurat.
Hubungan Kadar Timbal (Pb) dengan Kadar hemoglobin (Hb) dalam Sampel Darah Petugas Sampah TPS Bandar Lor Kota Kediri Putri, Mardiana Prasetyani; Purnadianti, Mely; Prodyanatasari, Arshy; Agustina, Novia; Nelson, Andy Deski
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.826

Abstract

Salah satu pencemar utama lingkungan adalah timbal (Pb). Timbal adalah zat aditif yang ditambahkan ke bahan bakar sebagai campuran bensin untuk meningkatkan pembakaran dan meningkatkan kinerja kendaraan. Timbal adalah jenis logam berat yang dapat merusak tubuh. Timbal mudah diserap oleh tubuh dan dapat terakumulasi dalam jaringannya. Timbal dapat memasuki tubuh melalui sistem pernafasan, oral, dan permukaan kulit. Karena timbal dapat mengganggu sistem heme dalam darah, menyebabkan anemia, kadar timbal tinggi dalam darah dapat menyebabkan trombosit menjadi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar timbal (Pb) dan jumlah trombosit darah pada petugas SPBU Desa Mekikis berhubungan satu sama lain. Penelitian ini dirancang untuk menggunakan pendekatan cross-sectional. Untuk penelitian ini, 10 petugas SPBU menggunakan teknik sampling purposive. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar timbal dan trombosit petugas SPBU Desa Mekikis rata-rata 0,4344 ppm dan 293.500/UL, masing-masing. Nilai signifikan uji korelasi Spearman adalah 0,391, dengan nilai signifikan lebih dari 0,05, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kadar timbal dan jumlah trombosit dalam darah mereka
PENYULUHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL WEDANG TELANG PADA MASYARAKAT DESA KRATON KECAMATAN MOJO KABUPATEN KEDIRI Putri, Mardiana Prasetyani; Prodyanatasari, Arshy; Purnadianti, Mely
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 6 (2023): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i6.247

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) mempunyai banyak kandungan dan manfaat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Salah satu manfaat bunga telang yaitu dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung anti oksidan yang tinggi. Bunga telang banyak tumbuh subur di pekarangan rumah warga namun belum banyak dimanfaatkan potensinya. Salah satu potensi bunga telang yaitu dapat dibuat minuman herbal yang dicampurkan dengan rempah-rempah asli Indonesia dengan bentuk penyajian berupa wedang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa Kraton tentang manfaat dan cara pembuatan minuman herbal (wedang) yang berasal dari bunga telang dan rempah-rempah. Agenda kegiatan yaitu pemberian materi dan praktik langsung pembuatan wedang telang kepada masyarakat. Berdasarkan pemaparan materi dan demo praktik yang dilakukan kepada warga diharapkan minuman ini dapat menjadi alternatif pilihan produk minuman kesehatan untuk mengembangkan perekonomian desa Kraton.
COMMUNITY-BASED ECO-ENZYMES PRODUCTION: A STEP TOWARD A CLEAN AND SUSTAINABLE ENVIRONMENT: PEMBUATAN ECO-ENZIM BERBASIS KOMUNITAS: LANGKAH MENUJU LINGKUNGAN BERSIH DAN BERKELANJUTAN Arshy Prodyanatasari; Krisnita Dwi Jayanti; Mely Purnadianti; Mardiana Prasetyani Putri; Jerhi Wahyu Fernanda
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 6 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V6.I2.2024.193-201

Abstract

Background: This community service activity focuses on the issue of processing household organic waste into valuable products, namely eco-enzyme. Waste can have an impact on human health, including a medium for transmission of diseases such as diarrhea and leptospirosis, decreased air quality. Objective: This activity aims to reduce the volume of household organic waste to reduce environmental pollution and improve the quality of life of the community and create valuable products. Method: The method used in this activity is Participatory Action Research (PAR) where the activity is divided into 2 sessions, namely counseling and demonstration activities. The activities were carried out on March 16 - July 20, 2024 and the targets of the activities were residents of Pojok Village, Kediri City as many as 45 people. Activities were carried out in partnership with Bank Sampah Sri Wilis. Results: In this activity, it was found that there was an increase in participant’s knowledge about household organic waste processing, especially in making eco-enzymes. This is known from the results of pretest and post-test scores which have increased significantly. Conclusion: Training activities on making eco-enzymes can be an alternative in processing organic waste into useful product innovations, reducing environmental pollution, and improving the quality of human life.
EDUKASI DAMPAK MENGGUNAKAN GADGET PADA SISWA SEKOLAH DASAR Prodyanatasari, Arshy; Palupi Susilowati; Mely Purnadianti; Mardiana Prasetyani Putri; Hari Untarto Swandono; Krisnita Dwi Jayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i1.1498

Abstract

Perkembangan teknologi telah membuat gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan siswa sekolah dasar, dengan 65% anak usia 6-12 tahun di Indonesia menggunakan gadget selama 3-5 jam per hari. Namun, penggunaan berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif seperti gangguan kesehatan, kecanduan, dan penurunan performa akademik, sehingga diperlukan strategi untuk memastikan pemanfaatan gadget yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai dampak penggunaan gadget. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Bandar Lor 1 Kota Kediri pada 18 November 2024. Metode PkM adalah Participatory Action Research (PAR) dan populasi adalah siswa kelas 1-6 sebanyak 121 siswa dan sampel PkM adalah siswa kelas 4-6 sebanyak 73 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan Teknik analisis data menggunakan analisis statistis non parametrik Uji Wilcoxon karena data tidak terdistribusi normal. Pelaksanaan PkM dibagi menjadi empat tahapan, meliputi pretes, penyampaian materi edukasi, ice breaking, serta evaluasi melalui posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, terlihat dari perbandingan nilai pretest dan posttest yaitu sebesar 50.17 dan 97,17. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap penggunaan gadget yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dalam mengelola penggunaan teknologi secara bijak dan menjadi model untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.