Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Effect of Cold Plasma Treatment on Total Dissolved Solids (TDS) Concentration and Functional Groups in Turmeric (Curcuma longa) Powder in Water shoodiqin, dian mart; Robiandi, Fadli; Ginting, Jesika Br; Fadilla, Angelika Putri
JST (Jurnal Sains Terapan) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jst.v11i1.2682

Abstract

Cold plasma technology has garnered increasing interest in food and agricultural applications due to its ability to induce surface modifications in organic materials without the use of high temperatures. While its antimicrobial properties are well-documented, recent studies have highlighted its potential in altering the physicochemical characteristics of biopolymers, particularly through modification of surface functional groups. These modifications can influence material behavior in aqueous environments, including solubility and dispersion properties. Turmeric (Curcuma longa), widely used for its bioactive compounds, often faces limitations in its application due to poor solubility in water. Enhancing its solubility could increase its bioavailability and broaden its use in food and pharmaceutical products. This study investigates the effect of cold plasma treatment on turmeric powder, particularly its impact on the concentration of total dissolved solids (TDS) and the modification of functional groups that contribute to solubility. By exposing dried turmeric powder to cold plasma, this work aims to assess its potential to improve the aqueous dissolution of turmeric through structural and chemical surface changes, as characterized by Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR). The results indicate an increase in polar groups such as O–H, N–H, and C–O, and a reduction in non-polar groups such as aliphatic C–H. These modifications suggest enhanced hydrophilicity and solubility of the plasma-treated turmeric powder compared to the untreated sample. Overall, this study demonstrates that cold plasma treatment can serve as an effective technique to improve the solubility characteristics of turmeric, potentially expanding its applications in food, and pharmaceutical
Pemanfaatan sampah organik-anorganik menjadi kompos dan ecobrick paguyuban Batu Ampar RT 17 Balikpapan Hidayat, Jefri Pandu; Munfarida, Siti; Robiandi, Fadli; Pratama, Dino Wahab; Koyyimah, Putri Dinul; Siahaan, Alex Chandra; Mysistro, Evan; VVS, Firman; Adila, Imam Rifqi; Akmal, Muhammad Ikhsan; Krishna, Azzuri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23359

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Paguyuban RT 17 Batu Ampar, Kota Balikpapan.Banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan dan parit-parit telah merusak keindahan, menimbulkan bau tidak sedap, dan menjadi sarang penyakit serta infeksi saluran pernapasan akut akibat pembakaran. Sampah yang menumpuk terdiri dari jenis organik (rumah tangga dan perkebunan) dan anorganik (plastik). Kegiatan pengabdian bertujuan untuk membantu para petani sebagai mayoritas profesi dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos. Kompos juga digunakan pada beberapa tanaman hias hasil kegemaran dari sebagian ibu-ibu. Di sisi lain, sampah plastik dimanfaatkan sebagai ecobrick bersama para anak yang berpotensi dijadikan karya yang bernilai jual. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan ceramah dan penerapan instruktif secara project based learning. Kegiatan pengabdian dibuka secara simbolis dengan pendirian bank sampah yang terletak di poskamling yang berfungsi untuk memilah sampah organik dan anorganik. Pupuk kompos diproduksi dengan rasio sampah organik dan aktivator bakteri (50:1) selama kurun waktu 2-3 minggu fermentasi. Parameter keberhasilan kegiatan diukur dari >80% warga merasa puas dengan metode kuantitatif dan hasilnya rata-rata akhir 87,1% dengan jumlah 29 responden telah merasa senang oleh rangkaian kegiatan. Rinciannya yaitu sebanyak 89,7% program kerja sesuai dijalankan, 82,8% program kerja menarik, 100% interaksi tim pengabdian dengan warga, namun antusias warga mendapatkan nilai 75,9%. Responden terdiri dari pemangku kepentingan wilayah, ibu-ibu yang juga mewakili para anak pada kegiatan ecobrick, dan para petani yang memanfaatkan langsung pupuk kompos. Kegiatan ini sarana internalisasi Institut Teknologi Kalimantan ke masyarakat yang harapannya mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan untuk mengatasi sampah yang tidak termanfaatkan serta mencemari kesehatan lingkungan. Kata kunci: anorganik; ecobrick; kompos; organik; sampah Abstract Community service activities located in Paguyuban RT 17 Batu Ampar, Balikpapan City, due to the large amount of trash scattered on the side of the side and ditches have damage beauty, caused unpleasant odors, become a hotbed of disease, and acute respiratory infections due to burning. Pile waste consists of organic (household and agriculture) and inorganic (plastic). The service activities aim to help farmers as the majority of profession by utilizing organic waste into compost. Compost is also used in some ornamental plants which are a favorite of some mothers. On the other hand, plastic waste is used as an eco-bricks with children who has the potential to be a valuable work. The method of implementing the service activities was through lectures and instructive application by project based learning. The service activity was symbolically opened with the establishment of a garbage bank located in the poskamling to sort out organic and inorganic waste.Compost fertilizers are produced ata ratio of organic waste and bacterial activators (50:1) over a period of 2-3 weeks of fermentation. The success parameter of the activity was measured from up to 80% of residents satisfied with the quantitative method and the final result was 87.1% with 29 respondents have been pleased by the series of activities. The details are 89.7% of work programs are appropriate to implement, 82.8% of work programs are interesting, and 100% of interactions between service team and residents, but the enthusiasm of residents gets a score of 75.9%. Respondents consisted of regional stakeholders, mothers who also represented children in the ecobricking activity, and farmers who directly utilized  the compost. This activity is a means of internalizing the Institut Teknologi Kalimantan to the community whose is expected to have a positive and sustainable impact on over-coming unused waste and polluted environmental health. Keywords: inorganic; ecobricks; compost; organic; waste
Pengolahan (Upeneus Moluccensis) dan Inovasi Kemasan Sambal Siap Saji di Rumah Produksi Ikan Asin Kampung Baru Balikpapan Jefri Pandu Hidayat; Fadli Robiandi; Rafly Prasetya; Muhammad Naufal Rafi; Mufti Amalia Ikhsan; Naufal Rakha Ramdhani; Salsa Teana; Bela Emira Saskia; Stephanie Adeline Mudiono; Friber Friber
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17246

Abstract

Diversifikasi produk dan inovasi kemasan sambal ikan biji nangka (Upeneus moluccensis) di Rumah Produksi Ikan Asin di RT.08 Kampung Baru, Balikpapan merupakan kegiatan pengabdian masyarakat Tim ITK untuk menjawab tantangan para nelayan dalam meningkatkan nilai ekonomi produk hasil perikanan. Program ini bertujuan untuk mengolah ikan asin menjadi sambal siap saji dengan kemasan higienis yang mampu memperpanjang masa simpan serta menarik secara visual. Pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan metode partisipatif yang mencakup pelatihan teknis, sosialisasi kepada mitra dan masyarakat Kampung Baru, pendampingan proses produksi dengan massa basis ikan asin 1 kg serta kondisi operasi proses suhu <150ºC selama <15 menit dalam satu kali, dan strategi pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa inovasi produk berhasil dilakukan, ditandai dengan meningkatnya proporsi respon positif masyarakat sebelum dan sesudah program melalui data kuisioner kesadaran pentingnya diversifikasi produk ikan nangka menjadi sambal dari 39,76% menjadi 62,07%. Berdasarkan hasil analisis metrik Likert, rata-rata skor ketertarikan program naik 12,4% dari 3,37 menjadi 3,79. Penyediaan fasilitas kebersihan seperti drum sampah turut mendukung lingkungan produksi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Selanjutnya perlu dilakukan pendampingan dalam penguatan pemasaran produk secara digital serta pengurusan izin legalitas (PIRT dan sertifikasi halal) agar produk berdaya saing khas Balikpapan.