Claim Missing Document
Check
Articles

Erosion Rate Analysis and Land Conservation Direction Based on Geographic Information System in Way Rarem Subwatershed, Lampung Province Napitupulu, Ruth Erditha; Andawayanti, Ussy; Lufira, Rahmah Dara; Pratama, Rizki Ramadhani
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2024.007.02.10

Abstract

The Ministry of Forestry has designated the Way Rarem sub-watershed, part of Tulang Bawang, a critical watershed, as a priority. Several reasons cause land criticality, including deforestation and inappropriate land use, which cause erosion and sedimentation. In this case, the criticality of the watershed occurs due to the high erosion rate, which impacts flooding in the Way Rarem subwatershed area. Over the past year, there have been flood disasters at five points in the Tulang Bawang watershed. Based on information from BNPB (National Disaster Management Agency), the flood disaster affected 140 families. The losses that occur due to flooding that arise due to erosion and sedimentation need to be studied in more depth; therefore, the situation in the Way Rarem Sub-watershed is important to study further. The objectives of this study are to determine the Erosion Hazard Index, measure the erosion rate in the Way Rarem sub-watershed using the USLE method, and provide adequate conservation strategies. The required data are rainfall data, soil type, slope, and land use in 2019 and 2023 as a comparison. GIS was used to process all the data. The results showed that the erosion rate in 2019 was 21933.9 tons/ha/year, whereas in 2023, it was 14187.4 tons/ha/year, with the Erosion Hazard Index dominated by the 'Very High' category. For conservation direction, three alternative conservation activities are carried out, namely by vegetative, mechanical, and vegetative-mechanical methods. Based on the results of the analysis, the appropriate conservation direction to reduce the erosion rate is vegetative-mechanical conservation, which can reduce the erosion rate by 66.9% of the existing erosion rate. From the results obtained, it is hoped that new concepts in land conservation that have not yet been implemented in the Way Rarem Sub-watershed can be taken into consideration. Combining two conservation methods, vegetative and mechanical, can be an alternative to controlling erosion that occurs in the Way Rarem Sub-watershed.
Evaluasi dan Penanganan Saluran Drainase Terhadap Genangan di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Malang Menggunakan EPA SWMM 5.2 Larasati, Adinda Sylsi; Mohammad Bisri; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.022

Abstract

Kota Malang terutama di Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga Jalan Letnan Jenderal S. Parman sepanjang 2,37 kilometer kerap kali terjadi genangan akibat limpasan air sehingga diperlukan evaluasi kapasitas saluran drainase eksisting sesuai dengan daerah tangkapan air seluas 108 ha. Dalam menganalisa permasalahan genangan dapat dilakukan pemodelan menggunakan aplikasi EPA SWMM 5.2 dengan kala ulang 5 tahun. Hasil simulasi pemodelan menunjukkan bahwa dari 42 saluran drainase, terdapat 11 saluran mengalami luapan air sehingga menimbulkan genangan dan perlu dilakukan perencanaan perubahan dimensi saluran drainase menggunakan bangunan beton pracetak U-Ditch dengan ukuran berbeda tergantung kapasitas air yang dapat ditampung masing-masing saluran dan penerapan bangunan ekodrainase berupa sumur injeksi dengan diameter 1 meter dan kedalaman 10 meter berjumlah 109 sumur yang diletakkan pada lokasi yang berbeda. Dengan adanya penerapan bangunan ekodrainase berupa sumur injeksi dapat mengurangi genangan pada salah satu subcatchment dengan efektivitas sebesar 70,03%. Dari seluruh penanganan genangan tersebut membutuhkan total anggaran biaya sejumlah Rp16,033,070,136.16, dimana terdiri atas perencanaan perubahan dimensi saluran drainase sejumlah Rp15,086,207,944.34 dan perencanaan pembuatan 109 sumur injeksi sejumlah Rp. 946,862,191.82.
Analisis Laju Erosi dan Sedimentasi Berbasis Arcgis pada DAS Garang Jawa Tengah Arif, Khumaira; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.055

Abstract

Perubahan tata guna lahan dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan arahan fungsi kawasan akan memicu terjadinya erosi dan sedimentasi. Penelitian ini mengkaji analisis laju erosi dan sedimen beserta pemetaan sebaran indeks bahaya erosi pada DAS Garang sehingga dapat menghasilkan arahan konservasi yang optimal. Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) digunakan untuk menghitung laju erosi kemudian memetakan sebaran Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada DAS Garang dengan bantuan ArcGIS. Berdasarkan tata guna lahan eksisting tahun 2019 diperoleh rerata laju erosi sebesar 39,56 ton/ha/tahun atau 3,30 mm/tahun dan pada tahun 2022 laju erosi sebesar 47,08 ton/ha/tahun atau 3,92 mm/tahun. Sementara itu nilai laju sedimentasi pada tahun 2022 sebesar 56.433,54 ton/tahun dengan ketebalan sedimen 0,38 mm/tahun. Hasil analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) tahun 2019 dan 2022 didapatkan 4 kriteria dengan yaitu rendah dengan selisih -11,72%, sedang bertambah 9,61%, tinggi bertambah 0,86% dan sangat tinggi bertambah 1,31%. Dengan menggunakan konservasi vegetatif dan mekanik diperoleh penurunan laju erosi dan sedimentasi pada DAS Garang yaitu Indeks Bahaya Erosi (IBE) rendah bertambah 39,06% dan penurunan sangat tinggi sebesar 100% dari kondisi eksisting. Sedimen setelah konservasi mengalami penurunan 75,43% yaitu 13863,19 ton/ha/tahun atau 0,21 mm/tahun. Hasil tersebut menunjukkan konservasi lahan dapat mengurangi laju erosi pada DAS Garang.
Analisa Laju Erosi dan Sedimentasi Pada Sub DAS Tanggul Menggunakan Metode USLE dan MUSLE Karunianto Dhalame, Sammy Caesar; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.065

Abstract

Pengelolaan DAS adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjaga, mengatur dan memanfaatkan sumber daya alam di wilayah DAS agar dapat berkelanjutan. Pengelolaan DAS yang salah mendorong terjadinya erosi. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis perbandingan laju erosi dan sedimentasi pada Sub DAS Tanggul dengan menggunakan metode USLE dan MUSLE. Metode USLE mengestimasi erosi berdasarkan erosivitas hujan, sedangkan metode MUSLE menggunakan erosivitas limpasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi pada Sub DAS Tanggul adalah 889.310,583 ton/ha/tahun dengan metode USLE dan 816.092,088 ton/ha/tahun dengan metode MUSLE. Sedimentasi berdasarkan USLE adalah 27.239,757 ton/tahun dan berdasarkan MUSLE adalah 24.997,060 ton/tahun. Indeks Bahaya Erosi pada metode USLE menunjukkan 76,572% kategori sangat tinggi, sementara metode MUSLE menunjukkan 76,525% kategori sangat tinggi. Karena memiliki nilai penyimpangan yang lebih kecil dibandingkan dengan metode MUSLE, metode USLE lebih cocok untuk Sub DAS Tanggul.
Alih Ragam Hujan Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA dengan Algoritma Genetik di DAS Gembong Kabupaten Pasuruan Hawari, Hirzi; Suhartanto, Ery; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.067

Abstract

DAS Gembong berperan penting dalam menyediakan air bersih untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Pasuruan. Saat ini, DAS Gembong menghadapi masalah kekeringan, Untuk mengatasi masalah kurangnya data debit air sungai di DAS Gembong, perlu dilakukan alih ragam curah hujan menjadi debit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hasil kalibrasi dan validasi debit pemodelan metode NRECA dengan Algoritma Genetik di DAS Gembong serta mengetahui dan menganalisis debit andalan yang dihasilkan dari debit pemodelan. Metode NRECA digunakan untuk mengubah curah hujan menjadi debit dengan parameter GWF dan PSUB yang ditentukan melalui algoritma genetik di Microsoft Excel. Setelah debit pemodelan metode NRECA diperoleh, dilanjutkan dengan analisis kalibrasi, validasi, dan analisis debit andalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kalibrasi antara debit NRECA dan debit AWLR selama periode bulanan yang terbaik didapat pada data 15 tahun, dengan nilai NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency) sebesar 0,999 (sangat baik) dan nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0,999 (sangat kuat). Pada uji validasi, hasil terbaik diperoleh dari data 5 tahun dengan nilai NSE sebesar 0,889 (sangat baik) dan nilai R sebesar 0,714 (kuat). Pada perhitungan debit andalan, didapatkan Q80% sebesar 0,892 m³/det dan Q90% sebesar 0,645 m³/det.
Assessing Liquefaction Risk at Timika Steam Power Plant through Cyclic Stress Ratio Analysis Using Borehole Data Marsudi, Suwanto; Lufira, Rahmah Dara; Sajali, Muhammad Amar; Putra, Sebrian Bessely Mirdeklis; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.9

Abstract

Energy infrastructure, particularly power plants, is critical in national and regional development. This study aims to determine the optimal placement and design of the Timika PLTU (power plant) by conducting comprehensive soil and rock investigations, focusing on seismic risks. The primary objective is to assess the geotechnical conditions of the site to ensure structural stability and safety in this high-seismicity zone. Key methods used in this study include borehole drilling, soil classification tests, and seismic hazard analysis. The soil at the site is classified as medium (SD) with Vs values ranging from 175 to 350 m/sec, and the seismic zone’s coefficient (Z) is 0.6, indicating significant seismic potential. The results reveal that specific design measures, such as sheet piles and retaining walls, are necessary to mitigate the risks of lateral collapse in areas with significant soil excavation. Furthermore, seismic design considerations were incorporated to improve the plant’s earthquake resistance. The findings of this study provide essential geotechnical data and practical recommendations, ensuring the safe and resilient construction of the PLTU Timika in a region prone to seismic activity while guiding future infrastructure projects in similar high-risk zones.
Alih Ragam Hujan Menjadi Debit Berbasis Data Hujan Satelit GPM Dengan Metode FJ Mock Pada DAS Gembong Kabupaten Pasuruan Jauhari, M. Reza; Suhartanto, Ery; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.081

Abstract

DAS Gembong di Kabupaten Pasuruan berperan penting sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat, namun sering mengalami kekurangan data debit yang memengaruhi pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan membangun model konversi curah hujan menjadi debit menggunakan metode FJ. Mock berbasis data hujan Satelit GPM yang dikolaborasikan dengan Algoritma Genetik untuk menentukan parameter utama model. Data yang digunakan meliputi curah hujan Satelit GPM, data debit dari pos duga air Warungdowo, serta data klimatologi dalam periode tertentu. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa metode FJ. Mock berbasis data hujan Satelit GPM memiliki nilai NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency) sebesar 0.998 dan nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0.998, keduanya diinterpretasikan sebagai "sangat baik" dan "sangat kuat". Pada tahap validasi, diperoleh nilai NSE sebesar 0.5124 yang diinterpretasikan "memenuhi" dan nilai R sebesar 0.838 yang diinterpretasikan "sangat kuat".Analisis debit andalan melalui Flow Duration Curve menghasilkan debit andalan tahunan Q70% sebesar 1,27 m³/s, Q80% sebesar 0,95 m³/s, dan Q90% sebesar 0,65 m³/s. Debit andalan bulanan untuk Q70% berkisar antara 0,57-2,60 m³/s, Q80% antara 0,54-2,21 m³/s, dan Q90% antara 0,49-2,04 m³/s. Hasil ini dapat digunakan untuk kebutuhan irigasi, distribusi air minum, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan pengelolaan sumber daya air lainnya sepanjang tahun.
Strategi Pengendalian Sedimen yang Efektif di Daerah Aliran Sungai Mangakang, Kota Semarang Apritaputra, Rayza Widyadhana; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.122

Abstract

Erosi dan sedimentasi merupakan isu lingkungan utama yang memengaruhi Daerah Aliran Sungai (DAS) Mangkang di Kota Semarang, terutama akibat perubahan tata guna lahan yang berdampak pada meningkatnya laju erosi dan sedimentasi di wilayah tersebut. Peneilitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai laju erosi dan laju sedimen, yang dijadikan landasan dalam perencanaan bangunan pengendali sedimen pada DAS Mangkang. Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk menganalisis laju erosi dan sedimen menggunakan, serta memberikan rekomendasi perencanaan bangunan pengendali sedimen dalam studi ini. Hasil analisis menunjukkan laju erosi di DAS Mangkang mencapai 80.010,52 ton/ha/tahun, sedangkan laju sedimen berdasarkan nilai Sediment Delivery Ratio (SDR) sebesar 2.648,195 ton/tahun. Temuan ini menunjukkan adanya potensi degradasi lahan dan peningkatan risiko pendangkalan sungai yang dapat memengaruhi keberlanjutan fungsi hidrologis DAS. Berdasarkan estimasi laju sedimen, direkomendasikan pembangunan bangunan pengendali sedimen dengan volume tampungan sebesar 5.390,70 m³ dan 4.580,67 m³ untuk menahan sedimen sebelum mencapai hilir. Upaya pengendalian ini diharapkan dapat mengurangi risiko pendangkalan sungai dan memperpanjang umur infrastruktur air, serta perlu didukung oleh penerapan teknik konservasi lahan dan kerjasama lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan DAS Mangkang.
Analisis Upaya Pengendalian Banjir Sungai Banjir Kanal Barat Kota Semarang Shevananda Arifianto; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.123

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai yang termasuk dalam DAS Garang dan sebagai salah satu sungai di Kota Semarang dengan Panjang sebesar 9,30 km yang tercatat mengalami banjir di setiap tahunnya. Dalam penanganan pengendalian banjir yang sudah dilakukan oleh pemerintah setempat berupa pembangunan tanggul. Namun, upaya penanganan ini belum dapat menangani banjir sepenuhnya sehingga diperlukan perencanaan dan upaya pengendalian banjir pada Sungai Banjir Kanal Barat. Dalam studi ini berupa analisis hidrologi dan analisis hidraulika. Pemodelan banjir menggunakan analisis aliran 1D dan 2D pada software HEC-RAS 6.5 dengan simulasi unsteady flow berupa debit banjir rancangan HSS Nakayasu Q25, Q50, dan data tinggi pasang surut air laut. Analisis dilakukan dengan nilai manning sebesar 0,028. Upaya pengendalian banjir yang direncanakan dengan beberapa skenario berupa perencanaan normalisasi dan rehabilitasi tanggul dan pembangunan tanggul dengan perencanaan sepanjnag 4,62 km. Perencanaan menggunakan modifikasi layer terrain pada menu RAS-Mapper terbukti efektif dalam pengendalikan banjir pada Sungai Banjir Kanal Barat.
Evaluasi Saluran Drainase dan Penerapan Eco Drainage Terhadap Penanggulangan Banjir Pada Kecamatan Genuk Kota Semarang Hamdani, Octasub'hi Ramadhan; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.126

Abstract

Genuk adalah salah satu Kecamatan pada Kota Semarang yang memiliki permasalahan drainase sehingga menyebabkan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan banjir yang masih terjadi hingga saat ini dengan penerapan konsep Eco Drainage serta untuk mengetahui rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk menanggulangi permasalahan banjir tersebut. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah dimulai dari analisa hidrologi yang terdiri dari Uji Konsistensi dengan metode RAPS, Uji Ketiadaan Trend dengan metode Spearman, Uji stasioner dengan melakukan Uji F dan Uji T, Uji Persistensi, dan Uji Outlier. Setelah seluruh pengujian data dilakukan, dilanjutkan dengan melakukan analisa curah hujan rancangan dengan metode Gumbel dan Log Pearson III untuk mendapatkan hujan dengan kala ulang tertentu, lalu dilakukan pengujian kesesuaian distribusi menggunakan Chi Square dan Smirnov-Kolmogorov, serta dibutuhkan perhitungan analisis hujan jam-jaman dengan metode Mononobe. Setelahnya, dilakukan pemodelan dengan software SWMM 5.2 dengan kala ulang 10 tahun yang menghasilkan 8 dari 21 saluran mengalami luapan dikarenakan saluran tidak dapat menampung limpasan air hujan sehingga dibutuhkan penanggulangan yang berupa penerapan parit resapan dan rehabilitasi saluran. Penanggulangan banjir tersebut membutuhkan biaya sebesar 3.522.700.000,00 untuk penanggulangan banjir secara keseluruhan pada skema objek penelitian.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adnan, Muhammad Fawwaz Aydin Adrianu, M Nafian Ahmad, Dicky Aldi Pamungkas Aldila Putri Rahayu Andawanti, Ussy Andawayanti, Ussy Anggun Setyaningrum Apritaputra, Rayza Widyadhana Arif, Khumaira Aufa Hanan A Azhar Adi Darmawan Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Denny Ahmad Fauzi Dewanti, Wahyuning Donny Harisuseno Emma Yuliani Ery Suhartanto Farliani, Danisa Putri Fitriana, Firda Maya Fitriani, Naila Zahro Frinandy, Alvin Habib Haidar, Fauzan Hamdani, Octasub'hi Ramadhan Haribwowo, Riyanto Hawari, Hirzi Hidayah, Mita Nur Ismoyo, Janu Janitra, Ezra Jauhari, M. Reza Kamila, Orin Syakira Karunianto Dhalame, Sammy Caesar Ken Diah Mangar Nastiti Kevin Caesar Perdhana, Dewana Nugraha Laksono Trisnantoro Larasati, Adinda Sylsi Lendi Dwi Pranoto Lilik Zuhriyah Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Lukman Hakim M. Amar Sajali M. Janu Ismoyo Moch Rizky Mohammad Bisri Mohammad Bisri Muhhammad Alfyan Rachmana Putra Napitupulu, Nehemia Napitupulu, Ruth Erditha Nastiti, Ken Diah Mangar Novansyah Fajri Nurhaliza, Salma Nurwijayanti Pambudi, Arya Danang Permana, Candra Dwi Pitojo Tri Juwono Pratama, Rizki Ramadani Pratama, Rizki Ramadhani Putri, Angelina Satya Qomarul Huda, Qomarul Rahayu, Aldila Putri Rayhan Yasmine Fathika Riyanto Haribowo Runi Asmaranto Sandi, Yohan Alfanii Sandy, Dina Yunita Santi Sari Sari, Devi Ratna_Resita Satwika Desantina Muktiningsih Satwika Desantina Muktiningsih Satwika Desantina Muktiningsih Satwika Desantina Muktiningsih, Satwika Desantina Setyowati, Elfira Dyah Shevananda Arifianto Sofriansyah, Rafi Satria Sri Wahyuni Suhardjono Suhardjono Suhartanto, Ery Sumiadi Sumiadi, Sumiadi Suwanto Marsudi Syah Putra, M. Raihan Ussy Andawayanti Ussy Andawayanti Ussy Andawayanti Utami, Rizki Tri Very Dermawan Widandi Soetopo