Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ENHANCED NOISE CANCELLATION IMAGE PERFORMANCE USING WEIGHTED AVERAGE (WAV) REPROJECTION Santi Widiastuti; AYYUB HAMDANU BUDI NURMANA MULYANA SLAMET
Pixel :Jurnal Ilmiah Komputer Grafis Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Komputer Grafis
Publisher : STEKOM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pixel.v14i1.1107

Abstract

Main Objective: This research targets AP sizing entrenched on image structure to raise denoising performance using an improved method for classifying image pixels. Background problem: Digital images may be blended by noise while the addition or communication process, affecting the authentic image signal. Image noise can cause problems at several stages of image processing equally image distribution. Accordingly, image denoising is a significant activity to recover the initial clean image signal from the detected noise signal. Novelty: The proposed WAV method has been refined and improved regarding the classification scheme, and the APS, and the classification results can be used as a mask on the noise image to fix identical patches. Research Method: This study proposes a WAV reprojection algorithm, with the PS being set dynamically entrenched on the image structure. Image structures are consistently taken with an upgraded and enhanced analysis method entrenched in the structure tensor matrix. Analysis results are also used to develop the analysis of comparable patches in images. Finding/Result: Empirical outcomes present that the noise cancellation work of the suggested method is better than the authentic WAVRA, along with several other modifications of the NLMA. Conclusion: In intensity profiles, the proposed method mostly has fewer changes to the original image values than other methods, thus, this method can be continued again to color images, and can also be applied to various types of data such as medical images. Keywords: Weighted Average (WAV), Noise Cancellation Image, Non-Local Means (NLM), Adaptive Patch
THE EFFECT OF CINEMATIC LIGHTING ON STORY EMOTIONS IN 3D ANIMATION FILM Sugiarto Sugiarto; Santi Widiastuti
Pixel :Jurnal Ilmiah Komputer Grafis Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Komputer Grafis
Publisher : STEKOM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pixel.v13i2.1108

Abstract

Main Objective: The objective of this research is to complete the exciting and fictive effects of each color and lighting type when practiced in 3D animation setting. In addition, this research also proposes several lighting design recommendations in 3D animation. Background problem: The main sense for the advance of animated films is cinematic lighting effects. Various techniques and approaches have been planned to create lighting effects, but how these effects affect the viewer’s sentimental sense and especially the storytelling practice is not understood. Novelty: The results of the emotional effects of lighting styles show that these effects are not shown in an imposing aspect, which means, not all lighting style affects the feelings on each scale. In this study, several differences were found in several color scales with different cinematic meanings. Research Method: The research method used is quantitative and subjective data analysis adopting a qualitative grounded theory coding with several animated video scenes developed with various colors and low and high-key statistical lighting designs to analyze and measure the effects of different lighting designs. Finding/Result: The finding of this study indicate that cinematic lighting influences the emotional impact of scenes and stories in plan. Conclusion: This study also confirms the current lighting approach, according to the result of this study, it brings guidance on how certain lighting and color techniques can be adopted to influence the audience in 3D animation about feelings and story perception Keywords: Cinematic Lighting, 3D animation, Emotional Storytelling
TIPOLOGI RUANG HUNIAN DI KAMPUNG BATIK SEMARANG Santi Widiastuti
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 1 No 1 (2021): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v1i1.93

Abstract

ABSTRAK Keberadaan kampung Batik yang berlokasi di Kecamatan Semarang Timur sangat berhubungan erat dengan sejarah berdirinya Kota Semarang pada sekitar tahun 1800-an yang konon dulunya merupakan sentra kerajinan batik di masa lampau (era kolonial Belanda). Namun dalam perjalanan sejarah kota, kampung Batik yang termasuk juga merupakan saksi bisu dari Pertempuran Lima Hari Semarang pada tahun 1945 serta sempat mengalami fase mati total dalam eksistensinya sebagai kampung Batik dikarenakan tidak ada aktivitas membatik dalam rentang kurun waktu dari tahun 1970 sampai 1980-an. Terkait upaya nguri-nguri budaya batik di kampung tersebut maka warga berusaha mengadakan kegiatan untuk menghidupkan kembali identitas Kampung Batik pada tahun 2005. Dengan banyaknya kejadian yang ada pada Kampung Batik di tiap masanya, membawa pengaruh terhadap ruang permukiman yang ada di dalamnya. Perubahan dan fisik yang terjadi pasti tidak terlepas dari aspek sosial, ekonomi, dan budaya setempat. Berbagai perubahan yang terjadi dalam rentang waktu tertentu akan memperlihatkan bagaimana Kampung Batik dapat berkembang, sebagai refleksi dari sebuah kampung kota dengan karakteristik khasnya dengan fungsi ganda sebagai hunian maupun rumah produksi batik, namun dengan tetap mempertahankan konsep-konsep tatanan ruang rumah tradisional Jawa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan pendekatan rasionalistik yang berlandaskan pada teori mengenai kampung kota, ruang dan tempat, serta tipologi perumahan yang bertujuan untuk menemukan tipologi tata ruang pada arsitektur rumah pada lokasi penelitian. Kajian teori yang dilakukan meliputi teori tipologi yang berfokus pada sistem keruangan/tata letak ruang, sistem spasial serta apa yang mempengaruhi perkembangan tersebut. Pada penelitian disertai pula dengan pengumpulan data observasi langsung di lokasi penelitian, serta wawancara kepada key person. Hasil dari penelitian ini adalah adanya perkembangan tipologi yang terjadi di Kampung Batik meliputi aspek fungsi ruang, bentuk ruang, hubungan ruang terkait privasi, orientasi ruang, dan sirkulasi ruang serta gaya arsitektural. Kata Kunci: tipologi tata ruang, rumah kampung batik, Semarang
Pemanfaatan Cloud Computing sebagai Software as a Service Dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Teknologi Informasi Guru dan Sistem Tata Kelola PAUD Dabin V Semarang Guruh Aryotejo; Santi Widiastuti; Daniel Yeri Kristiyanto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yangmerupakan suatu upaya pembinaan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhandan perkembangan jasmani dan rohani, dengan tujuan untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas danmembantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah. Saat ini keberadaan PAUD diKota Semarang berkembang pesat, dari skala besar, menengah maupun kecil. Tidak bisa dipungkiri saat inipemilihan PAUD yang berkualitas sudah menjadi pilihan utama orang tua murid. Namun demikian, PAUD tidaklepas dari berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi, antara lain kurangnya pemahaman Guru terhadapTeknologi Informasi dalam Proses pembelajaran dan sistem tata kelola, serta keterbatasan PAUD dalampenyediaan infrastruktur penyimpanan data yang tidak terbatas sehingga menyebabkan kurangnya aksesinformasi. Salah satu cara dalam penyelesaian permasalahan tersebut yaitu melalui pemanfaatan CloudComputing. Cloud Computing merupakan inovasi yang memungkinkan penggunaan teknologi informasiberdasarkan utilitas secara on-demand. Teknologi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi institusipendidikan terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memiliki keterbatasan pada modal, sumber dayamanusia, dan akses ke jaringan informasi produktif. Tujuan khusus kegiatan PKM ini antara lain, pertamameningkatkan kompetensi teknologi informasi Guru dalam hal pemanfaatan Cloud Computing: E-Mail, CloudStorage dan Online Collaborative Work. Kedua, mengembangkan dan meningkatkan akses informasi dilingkungan PAUD Dabin V Semarang kepada sumber daya produktif, yaitu akses teknologi, sharing materipembelajaran dan dokumen administratif Guru. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) telah dilakukan selama6 hari pada tanggal 09 – 11 April 2018, 17 – 19 Juli 2018 dan 14-16 Agustus 2018. Peserta sebanyak 25 orangyang terdiri dari perwakilan tenaga pendidik  dari PAUD Dabin V, Semarang, tampak antusias dan aktif dalammengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir. Hal-hal baru tentang Cloud Computing yang diinformasikanselama penyuluhan diharapkan mampu membuat peserta untuk mengubah pola pikir bekerja konvensional yangselama ini berjalan.Kata kunci: Cloud Computing, PAUD, Teknologi Informasi, on-demand, PKM
Desain Penelitian Dampak Intensitas Bunyi dan Getaran Lalu Lintas terhadap Bangunan Cagar Budaya Widiastuti, Santi; Purwanto, L.M.F.; Rianto Widjaja, Robert
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 01 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i01.532

Abstract

Sejak dua dasa warsa terakhir keberadaan Kota Lama Semarang menjadi perhatian masyarakat, baik peneliti, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah baik dalam maupun luar negeri menyoroti dari berbagai sisi. Kota Lama telah menjadi magnet yang dikemudian hari disebut kawasan cagar budaya (BCB) sehingga menarik wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata bersejarah tersebut dengan memanfaatkan moda transportasi yang beragam guna dapat mengakses lokasi kawasan bangunan cagar budaya peninggalan masa Kolonial Belanda yang kini berusia ratusan tahun. Hiruk pikuk aktifitas lalulintas yang berdampak pada tingkat bunyi kebisingan kendaraan bermotor yang dapat mengakibatkan kerusakan bangunan dalam kurun waktu panjang. Baku tingkat kebisingan pada cagar budaya sebesar 60 dBA yang sudah diatur Kementerian Lingkungan Hidup melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no KEP-48/MENLH/11/1996 ditujukan terutama untuk kenyamanan dan kesehatan manusia, namun tidak untuk keberlangsungan bangunan kuno di dalam kawasan. Penelitian didisain menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pengukuran data langsung di lapangan serta pengolahan data secara analisis regresi maupun korelasi sehingga hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi solusi upaya pelestarian bangunan cagar budaya yang merupakan cikal bakal keberadaan Kota Semarang.
Optimalisasi Wisata Kampung Batik Semarang Sebagai Permukiman Yang Berbasis Sejarah Santi Widiastuti; Jennie Kusumaningrum; Lies Handrijaningsih
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 3 No 1 (2023): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v3i1.211

Abstract

Having been a center for batik activities in the past but experiencing suspended animation in 1970, the condition of the batik village after independence actually experienced a dark period including the title of being a slum village, unsafe because it was a den of criminals and always flooded. Kampung batik is known as an ancient village, whose formation coincided with the history of the city of semarang, its fate experienced ups and downs. However, in 1980, batik craftsmen attempted to revive semarang batik production, although it was not yet optimal due to capital constraints and inadequate human resources in terms of skills. Starting from the concerns that occurred in this historic settlement, the semarang city government carried out the revitalization of the batik village in 2005 and experienced rapid progress until the enactment of regional regulation (perda) no. 14 of 2011 concerning the establishment of batik villages as cultural heritage through the establishment of a thematic village program. The research method is qualitative research with historical methods, which includes heuristics (collecting sources), criticism, interpretation, and writing down facts. The data collection techniques used were interviews, observation and document study. The results of the research can be concluded that batik villages with cultural potential and through community empowerment have become one of the batik producing areas as well as cities with cultural tourism destinations in central java province.
the Gaya Tokusatsu Pada Komik Islami Berjudul Ultimate Glad hamdanu, Ayyub HBN; Dena Naufa Nabilla; Santi Widiastuti
Pixel :Jurnal Ilmiah Komputer Grafis Vol 16 No 2 (2023): Vol 16 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Komputer Grafis
Publisher : UNIVERSITAS STEKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pixel.v16i2.1417

Abstract

Tokusatsu is one of the popular Japanese culture in the world, including in Indonesia. This research is a Tokusatsu style analysis research on an Islamic themed comic entitled Ultimate Glad. This study was conducted to find out why the Ultimate Glad comic chose the Tokusatsu style to be combined with the Islamic theme, and to find out whether there are advantages and disadvantages of the Tokusatsu style combined in the Islamic comic entitled Ultimate Glad. This study uses a descriptive qualitative research method with data sources obtained from interviews with the publishers of Ultimate Glad comics, documentation, and testimonials from readers of Ultimate Glad comics. From this research, it can be benefited that the Tokusatsu style from Japan can be combined well with other themes, including Islamic themes, even with methods that are not easy.
PERANCANGAN CORPORATE IDENTITY UNTUK MENINGKATKAN BRAND IMAGE PERUSAHAAN Santi Widiastuti; Jennie Kusumaningrum; Lies handrijaningsih
MANAJEMEN Vol 2 No 2 (2022): OKTOBER : MANAJEMEN (Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan)
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/manajemen.v2i2.181

Abstract

Raja Teh is a company that provides processed tea leaf products in the form of packaged ready-to-serve drinks and quality dips in Jepara Regency. The existence of Raja Teh with the empowerment of 25 employees who come from residents around the factory which was established in 2005 has the potential to be developed especially with the phenomenon of lifestyle consumption of tea drinks in today's society which is more practical, One of the efforts to branding Raja Teh's company image is through attribute design corporate identity that is able to represent a reflection of the company's vision and mission so that it is better known to the wider community.
PERANCANGAN CORPORATE IDENTITY UNTUK MENINGKATKAN BRAND IMAGE PERUSAHAAN Santi Widiastuti; Jennie Kusumaningrum; Lies handrijaningsih
MANAJEMEN Vol. 2 No. 2 (2022): OKTOBER : MANAJEMEN (Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan)
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/manajemen.v2i2.181

Abstract

Raja Teh is a company that provides processed tea leaf products in the form of packaged ready-to-serve drinks and quality dips in Jepara Regency. The existence of Raja Teh with the empowerment of 25 employees who come from residents around the factory which was established in 2005 has the potential to be developed especially with the phenomenon of lifestyle consumption of tea drinks in today's society which is more practical, One of the efforts to branding Raja Teh's company image is through attribute design corporate identity that is able to represent a reflection of the company's vision and mission so that it is better known to the wider community.
Pengaruh Revolusi Digital Dalam Peningkatan Kreativitas Arsitektur Dan Interior Widiastuti, Santi; Purwanto, L.M.F.; Sanjaya, Ridwan; Satwiko, Prasasto
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 02 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i02.533

Abstract

Karya ini berkaitan dengan studi tentang keterampilan dan kemampuan mengembangkan imajinasi dan kreativitas mahasiswa seni serta peran revolusi dan desain digital ide untuk virtual arsitektur di mana ruang virtual ditentukan oleh ruang yang dirancang secara elektronik dan disajikan dalam bentuk kompetisi, termasuk bisnis beberapa diantaranya sudah dilaksanakan dan ada pula yang belum dilaksanakan. Hal tersebut mencerminkan upaya untuk mengubah fantasi menjadi kenyataan dengan penciptaan solusi yang lebih fleksibel untuk desain ruang non-tradisional masa depan dengan yang baru ide desain. Masalah penelitiannya adalah menghubungkan perkembangan teknis dengan pengembangan pemikiran desain generasi muda dan mahasiswa arsitektur interior melalui pengujian ide-ide desain baru. Studi ini menyoroti hal tersebut merancang pemikiran hipotetis dan efek imajinasi sebagai turunannya pengembangan kemampuan kreatif desain bagi mahasiswa arsitektur interior sesuai aturan dan ketentuan yang mengatur proses desain menggunakan modern teknik digital untuk mencapai hasil terbaik, dimana kreativitas saat ini menjadi sebuah industri yang dapat diterapkan pada mahasiswa seni arsitektur pada umumnya dan interior khususnya, untuk merangsang dan mengembangkan mereka serta melepaskan imajinasi mereka untuk mencapai hasil terbaik selain rehabilitasi generasi baru yang berbakat desainer untuk menghadapi perkembangan desain di sekitar kita karena keterampilan adalah anugerah yang memerlukan pengembangan berkelanjutan. Dengan mempelajari unsur kreativitas, maka rasio karya kreatif tidak melebihi 4% yang memerlukan peninjauan ulang mekanisme pengembangan ide desain untuk merangsang ide-ide kreatif anak muda. Revolusi digital telah berhasil mengintegrasikan banyak teknologi aplikasi dan meluncurkannya ke aplikasi yang lebih kompleks, sehingga menghasilkan pergeseran dramatis dalam media yang digunakan dalam arsitektur dan desain interior, baik sebagai sistem atau praktik dari sketsa hingga desain. Proses desain yang sampai akhir-akhir ini sepertinya tidak terpengaruh dengan intrusi sarana elektronik yang kini bermunculan siap untuk mendefinisikan ulang metodologinya untuk berintegrasi dan menyatu dengan komputer. Hal tersebut merupakan perubahan desain yang tidak dapat dianggap sebagai fenomena sementara dan cepat berlalu. Komputer akan menempati tempat yang menonjol sebagai bagian dari lingkungan desain itu mencirikan abad ke-21. Selain itu, perkembangan seni desain akan berhubungan erat dengan komputer di tahun-tahun mendatang.