Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kesiapan Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 (Studi Kasus di Beberapa SD di Kecamatan Palu Barat dan Palu Timur Kota Palu) Abdul Rahman; Syamsul Bahar
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 9 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.306 KB) | DOI: 10.21067/jip.v9i2.3324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesiapan sekolah dalam implementasi Kurikulum 2013 di sekolah dasar di Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode kuisioner dengan teknik analisis data deskriptif persentase. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini dilaksanakan pada sepuluh sekolah di kota Palu yaitu lima sekolah di Kecamatan Palu Barat dan lima sekolah di Palu timur. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 53 guru dan 42 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesiapan sekolah dalam melaksanakan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: 1) Kesiapan guru dalam melaksanakan kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik melihat dari hasil persentase yang tinggi yaitu 79,40% dengan kategori tinggi. 2) Kesiapan siswa dalam melaksanakan kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik melihat dari hasil persentase yang tinggi yaitu 75,25% dengan kategori tinggi. 3) Kesiapan sarana prasarana dalam melaksanakan kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik melihat dari hasil persentase yang sangat tinggi yaitu 73,25% dengan kategori tinggi. 4) Kesiapan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik melihat dari hasil persentase yang tinggi yaitu 80,50% dengan kategori tinggi. 5) Kesiapan buku guru dan buku siswa dalam melaksanakan kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik melihat dari hasil persentase yang sangat tinggi yaitu 87,7% % dengan kategori sangat tinggi
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dan Media Video Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Sekolah Dasar (SD) Abdul Rahman; Ni KadekVianSusani Putri
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran CTL dan media video pada siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil pada siklus I menunjukan bahwa siswa yang mengalami ketuntasan menjadi 8 siswa dengan ketuntasan klasikal 25%, aktivitas guru digolongkan pada kategori cukup dengan nilai 47, dan aktivitas siswa digolongkan pada kategori kurang 54,54%. Hasil pada siklus II menunjukan bahwa siswa yang mengalami ketuntasan menjadi 22 siswa dengan ketuntasan klasikal 68,75%, aktivitas guru digolongkan pada kategori baik dengan nilai 61, dan aktivitas siswa digolongkan pada kategori cukup dengan persentase 65,90%. Hasil pada siklus III menunjukan bahwa siswa yang mengalami ketuntasan menjadi 27 siswa dengan ketuntasan klasikal 84,37%, aktivitas guru digolongkan pada kategori baik dengan nilai 69, dan aktivitas siswa digolongkan pada kategori baik dengan persentase 81,81%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran CTL dan media video dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa SD. Kata Kunci: Model Pembelajaran CTL, Media Video, Hasil Belajar IPA
PENGARUH PEMBELAJARAN JARAK JAUH LUAR JARINGAN (PJJ LURING) TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA Azizah Azizah; Abdul Rahman; Dikrawansa Ma'asi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran jarak jauh luar jaringan terhadap minat belajar siswa kelas IV SDN 2 Salumpaga. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain one-group pre-test pos-test design. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN 2 Salumpaga. Pengambilan data menggunakan instrumen angket. Analisis data menggunakat uji t. Hasil penelitian diperoleh skor rata-rata pretest 48,73 dan posttest sebesar 50,68. Berdasarkan  hasil uji t diperoleh nilai signifikasi (0,122) ≥ 0,05 maka Ho diterima, artinya bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata angket minat belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran jarak jauh luar jaringan atau tidak ada pengaruh penggunaan model pembelajaran jarak jauh luar jaringan. Pada masa pendemi Covid-19, siswa melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah, akan tetapi dengan menggunakan model pembelajaran jarak jauh luar jaringan ini dimana guru membuat kelompok belajar kecil dan melakukan kunjungan belajar ke rumah siswa agar siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran bersama teman-temannya sehingga minat belajar mereka tetap sama seperti pada saat keadaan normal sebelum Covid-19
APPLICATION OF LEARNING CYCLE 5E LEARNING MODEL USING AUDIO VISUAL MEDIA FOR IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES ON IPA LESSONS CLASS IV SD INPRES DOLAGO Abdul Rahman; Azizah Azizah; Niluh Dewi Martini
Jurnal Dikdas Vol 8, No 2 (2020): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.066 KB)

Abstract

This study aims to improve the science learning outcomes by using the 5E learning cycle model using audio visual media. This type of research is Classroom Action Research using Kemmis and Mc. Taggart. The subjects of this study were 17th grade students of Dolago Inpres Elementary School with 17 students. This research was conducted in 3 cycles. The observations of the activities of the first cycle teacher 1 meeting were 59% and meeting 2 was 71% in. Observation of the activities of students in the first cycle meeting 1 is 57% and meeting 2 is 71%. Students who completed the study of 10 people with a classical completeness of 59%. The results of observing the activities of the second cycle of meeting 1 were 78% and meeting 2 was 79%. Observation of the activities of the second cycle students meeting 1 is 72% and meeting 2 is 75%. Students who completed the study of 15 people with 88% classical completeness. The observation results of teacher activity in the third cycle of meeting 1 was 82% and meeting 2 was 88%. Observation of the activities of students in cycle III meeting 1 is 81% and meeting 2 is 87%. Students who completed the study of 16 people with 94% classical completeness. Based on the results of the study concluded that the application of the learning cycle learning model 5E using audio visual media can improve student learning outcomes in grade IV SD Inpres Dolago.
Implementasi Model Pembelajaran Case Metodh Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Abdul Rahman; Azizah Azizah; Nurul Kami Sani
EDUTECH Vol 8, No 2 (2022): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v8i2.11612

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini diawali dengan mahasiswa cenderung malas dan kurang memperhatikan selama proses perkuliahan berlangsung karena menganggap mata kuliah Konsep Dasar Sains SD cukup menjenuhkan dan membosankan. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah implementasi case methode dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa PGSD pada mata kuliah Konsep Dasar Sains SD di PGSD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Desain pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart dengan alur pelaksanaan dimulai dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus pada materi Gaya dan Gerak. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa kelas A semester I yang memprogramkan mata kuliah Konsep Dasar Sains SD. Instrumen penelitian menggunakan angket motivasi belajar, lembar aktivitas dosen, dan lembar aktivitas mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data pada siklus I diperoleh nilai motivasi belajar sebesar 34,4 dengan kategori kurang, nilai aktivitas dosen sebesar 72,25 dengan kategori cukup dan nilai aktivitas mahasiswa sebesar 73,15 dengan kategori cukup. Pada siklus II diperoleh motivasi belajar sebesar 47,36 dengan kategori baik, nilai aktivitas dosen sebesar 87,5 dengan kategori sangat baik dan nilai aktivitas mahasiswa sebesar 88 dengan kategori sangat baik. Perolehan nilai motivasi belajar mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan ini disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran case metodh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran case metodh dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa Prodi PGSD Universitas Tadulako.
Pengembangan Model Pembelajaran Jamborad Berbasis Seni Budaya sebagai Wujud Implementasi Cerdas Berkarakter dalam Persiapan Generasi Emas 2045 di Kabupaten Poso Dewi, Andi Imrah; Akina, Akina; Kaharu, Sariintan N.; Rahman, Abdul
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.421 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1117

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengarah pada Pendidikan seni budaya merupakan proses panjang dari sebuah konten kebudayaan yang lahir dari masyarakat yang berbudaya-budaya mengajarkan kita akan akan ahlak dan prilaku kita dalam memahami konsep kehidupan. Sosialisasi yang terjalin tentunya akan memudahkan kita untuk bisa saling berinteraksi menenganal satu dengan yang lain secara bermakna dalam kontek yang menyeluruh dan kontektual. Pembelajaran seni tidak hanya dipandang secara kontekstual dan filosofis, melainkan juga  menjadi  pembelajaran  seni  secara praktis  sehingga  mampu  mengembangkan kecerdasan   secara   intelektual,   kecerdasan   emosional   dan   kecerdasan   spiritual, beragam pendekatan pembelajaran seni dapat di manfaatkan sesuai dengan tingkat psikologi siswa maupun kondisi sekolah seperti dalam pendekatan espresi bebas , pendekatan  disiplin  dan  pendekatan  multikultur  serta  pendekatan  tematik termasuk filosofi keindahan yang terbingkai dalam harmonisasi yang indah mampu membuat semua menjadi nyaman tentram dan damai semua karena sebuah karuniah dan kesyukuran yang mendalam yang perlu kita renungkan bersama. Seperti menyusun strategi dan metode yang di gunakan termasuk pada proses penilian dan evalusi pembejaran siswa. Sehingga kesemuanya perlu di persiapakan dalam satuan perangkat pembelajaran dan pengajaran yang bermakna.
The Effect of the Talking Stick Learning Model on Student Learning Outcomes in Science Subject Saritan N. Kaharu; Abdul Rahman; Pahriadi Pahriadi; Trisilawati A. Aban
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 11, No 3: July 2023
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v11i3.7265

Abstract

This study aims to determine whether there is an influence of the Talking stick learning model on student learning outcomes in the science subject of class V SD Negeri Tondo. This research method uses a quasi-experimental research method, research design using a non-equivalent control group design. For research techniques using purposive sampling technique. The sample in this study amounted to 54 students, consisting of 27 VA class students as the experimental class and 27 students of VB class as control class. The research instrument is a multiple choice test with 18 questions. The data is statistically analyzed to find out significant achievements between the two groups, the experimental group used the talking stick learning model with the help of learning media obtained an average posttest score of 81.12 while the control class using the conventional model obtained an average posttest score of 49.95. Based on the significant value of the Paired Sample T Test is 0.000, because the significant value of the T-test <0.05 (0.000 <0.05) carried out at a significant level of 5% (0.05), then Ha is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that there is the influence of the Talking Stick learning model on science learning outcomes of V grade students at SD Negeri Tondo.
Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Canva untuk Meningkatkan Hasil Belajar Nursakinah , Nursakinah; Theresya, Nurdiana; Azizah , Azizah; Lisnasari, Srie Faizah; Sitepu, Melyani Sari; Rahman, Abdul; Pendit, Sinta Satria Dewi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Canva. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri Biro Palu yang berjumlah 31 orang siswa yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar siswa, lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas siswa.  Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan pada aktivitas guru, siswa yang berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa melalui model pembelajaran problem based learning berbantuan canva Penelitian  ini  memberikan  implikasi  praktis  bagi  guru untuk mendukung peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran problemd based learning berbasis media canva.
Food Education for a Healthy Lifestyle: A Study on Primary School Students in Remote Indigenous Communities in Central Sulawesi Minarni Nontji; Lukman Nadjamuddin; Sahrul Saehana; Kasmudin Mustapa; Abdul Rahman; Muhammad Zaky; Widyastuti Widyastuti; Windayanti Windayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.12517

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of a food education program in promoting healthy lifestyles among elementary school students in remote indigenous communities in Central Sulawesi. The research employed pre-test and post-test design, measuring various aspects before and after the intervention. The sample included students, teachers, staff, and parents. The results demonstrated significant improvements across multiple domains. Students' nutritional knowledge increased by 33.40 points, from 45.20% to 78.60%. Attitudes toward healthy food improved by 26.00 points, rising from 64.00% to 90.00%. Food consumption practices showed 38.00 points increase in vegetable and fruit intake, alongside a 60.40% reduction in unhealthy snacking. The percentage of students with normal Body Mass Index (BMI) rose by 14.00 points, from 68% to 82%. Physical activity levels also surged significantly by 41.70 points, from 50.00% to 91.70% of daily recommendations. The program exhibited strong sustainability potential, with 85.00% support from teachers and school staff, and a 70.00% increase in parental awareness. Community-level impacts included a 40.00% rise in demand for local vegetables and 65.00% of families starting home vegetable gardens. Students' cooking skills advanced, with 75.00% able to prepare traditional healthy foods and 60.00% sharing healthy recipes with their families. Nutritional literacy improved markedly, evidenced by a 45.00% increase in the ability to read food labels. In conclusion, this intervention successfully enhanced students' knowledge, attitudes, and practices in nutrition and health through food education, yielding positive impacts that foster healthy lifestyles among elementary school students in remote indigenous communities in Central Sulawesi
Teacher Roles and Elementary Students Learning Interest in Classroom Practice: Peran Guru dan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar dalam Praktik Pembelajaran Karismah Nadia Amelia; Abdul Rahman; Nuraini Nuraini; Zulnuraini Zulnuraini; Ammar Abdullah Joni Guci
Academia Open Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.11.2026.13645

Abstract

General Background: Student learning interest is a crucial factor that supports active participation, attention, and enthusiasm during the learning process in elementary education. Specific Background: Teachers hold a central role in shaping classroom learning conditions and guiding students through various pedagogical responsibilities. Knowledge Gap: Although many studies discuss teacher roles in learning, contextual analysis focusing on the homeroom teacher’s roles in fostering learning interest among fourth-grade students remains limited. Aims: This study aims to analyze the roles of teachers in relation to the learning interest of fourth-grade students at Al-Khairaat Elementary School Tondo. Results: Using a descriptive qualitative approach involving one homeroom teacher and twenty-eight students, data collected through observation, interviews, and documentation reveal that teachers perform eight key roles: educator, learning resource, guide, classroom manager, demonstrator, motivator, facilitator, and evaluator. Empirical findings indicate that these roles are reflected through exemplary attitudes in teacher–student interactions, the use of instructional media such as videos and educational games, flexible classroom seating arrangements, and simple reward systems to encourage participation. Students showed varied levels of learning interest; however, most demonstrated increased activeness, attention, and enthusiasm when interactive and contextual learning strategies were implemented. Novelty: This study provides a contextual description of how the homeroom teacher’s multiple roles operate simultaneously in classroom practice to support student engagement. Implications: The findings suggest that adaptive and sustained implementation of teacher roles can serve as a practical strategy to cultivate elementary students’ learning interest according to classroom characteristics. Highlights • Classroom practice demonstrates eight integrated instructional roles performed by homeroom teachers.• Interactive strategies using media, contextual explanation, and rewards encourage student participation.• Student engagement increases when learning activities involve active interaction and contextual tasks. Keywords Teacher Roles; Learning Interest; Elementary Education; Classroom Learning; Student Engagement