Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Berbagai Kombinasi Sumber Nitrogen dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Marpaung, Christina Adela; Moch. Dawam Maghfoer
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.08

Abstract

ABSTRAK Bawang merah (Allium ascalonicum L.)merupakan tanaman hortikultura yang dibutuhkan masyarakat Indonesia sebagai bumbu pelengkap masakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk N anorganik, pupuk organik kotoran sapi, dan PGPR yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023 di Desa Mlorah, KecamatanRejoso, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 kali ulangan, meliputi : P0 {150 kg N Urea + 50 kg N ZA}, P1 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P2 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P3 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P4 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton. ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P5 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P6 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P7 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1+ PGPR 20 ml.l-1}, P8 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1}. Hasil penelitian menunjukkanbahwa P7 memiliki pengaruh yang tidakberbeda nyata dengan P8. Kedua perlakuan inidapat mengurangi penggunaan pupukanorganik dan menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada seluruh variabel pengamatan.Kombinasi dosis P7 menghasilkan bobot kering umbi sebesar 12,47 ton.ha-1 lebih tinggi 69% dan berbeda nyata dibandingkan dengan dosis P0 yang menghasilkan bobot kering umbi sebesar 7,37 ton.ha-1. Kata Kunci: Bawang Merah; Pertumbuhan; PGPR; Pupuk Organik ABSTRACT Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural crop that is needed by Indonesian people as a complementary seasoning for food. This research was carried out using a Randomized Block Design consisting of 9 treatments and 3 replications, including: P0 {150 kg N Urea + 50 kg N ZA}, P1 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P2 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P3 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P4 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton. ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P5 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P6 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P7 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1}, P8 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1}. The results of the research showed that P7 has an effect which was not significantly different from the combination of P8. Both of these treatments can reduce the use of inorganic fertilizer and showed higher results in all observed variables. The combined dose of P7 produced a tuber dry weight of 12.47 tons. ha-1 so that it is 69% higher and significantly different compared to the dose of P0 which produces a tuber dry weight of 7.37 tons. ha-1. Keywords : Growth; Organic Fertilizer; PGPR; Shallots
Pengaturan Saat Tanam dan Jenis Tanaman Sela Guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) dan Lahan pada Sistem Tumpangsari Ardiansyah, Defan Agmu Ahmad; Maghfoer, Moch. Dawam
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.02

Abstract

Tanaman tomat dapat diolah menjadi bahan baku industri pangan, obat-obatan dan kecantikan. Praktik budidaya tanaman tomat secara monokultur memiliki resiko gagal panen yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatan produktivitas tanaman tomat dan lahan dengan pengaturan saat tanam dan jenis tanaman sela melalui sistem tumpangsari. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu penentuan waktu tanam dengan tiga taraf yaitu: T1 (bersamaan tomat), T2 (1 MST tomat), T3 (2 MST tomat). Faktor kedua yaitu pemilihan jenis tanaman sela dengan tiga taraf yaitu: P1 (selada), P2 (pakchoy), P3 (kubis bunga). Analisis data yang telah didapatkan dilakukan dengan menggunakan tabel ANOVA dan dilakukan uji lanjutan menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Variabel pengamatan yang digunakan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, dan bobot buah per hektar. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan saat tanam dan jenis tanaman sela secara bersamaan pada sistem tanam tumpangsari dapat meningkatkan produktivitas tomat dan lahan. Pemilihan waktu tanam bersamaan dengan tomat mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat berupa tinggi tanaman dan luas daun. Penggunaan jenis tanaman sela selada mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat berupa tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun. Secara bersamaan, pemilihan waktu tanam bersamaan tomat dengan jenis tanaman sela selada menghasilkan bobot buah per hektar tertinggi dari perlakuan lainnya sebesar 40,54 t. ha-1 dengan nilai NKL dan R/C rasio masing-masing sebesar 2,40 dan 2,96.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt.) pada Berbagai Sumber N Weda Saraswati, Desak Made Yamuna; Maghfoer, Moch. Dawam; Roviq, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.08.02

Abstract

  Jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt.) adalah komoditas hortikultura memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi seperti serat, kalori, vitamin, mineral. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan dosis pupuk N anorganik dan kombinasi dosis N organik yang optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt.). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas faktor 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk N anorganik terdiri dari 3 taraf: F1 = 100 % Pupuk N anorganik; F2 = 75 % Pupuk N anorganik; F3 = 50 % Pupuk N anorganik. Faktor kedua adalah sumber N anorganik terdiri dari 4 taraf: P1 = Pupuk kandang 10 t ha-1; P2 = Pupuk kandang 20 t ha-1; P3 = Pupuk kandang 10 t ha-1 + PGPR P4 = Pupuk kandang 20 t ha-1 + PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk N anorganik dan kombinasi dosis N organik. Secara terpisah, dosis pupuk N anorganik memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, kadar klorofil, bobot tongkol, dan kadar kemanisan. Aplikasi pupuk N anorganik sebesar 75% menghasilkan bobot tongkol jagung manis per hektar lebih tinggi sebesar 17,52 ton ha-1. Kombinasi dosis N organik memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, kadar klorofil, bobot tongkol, dan kadar kemanisan. Aplikasi 10 ton ha-1 pupuk kandang + 10 ml l-1 PGPR menghasilkan bobot tongkol jagung manis per hektar lebih tinggi sebesar 17,16 ton ha-1.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Remah dan Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Irianti, Dessy Atika; Moch. Dawam Maghfoer
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 9 (2025): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.09.04

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharate Sturt.) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak digemari karena rasanya yang enak, manis. Namun pertumbuhan dan hasil tanaman jagung mengalami fluktuasi dari segi produksi, untuk mempertahankan ketersediaan dan menghasilkan jagung yang bermutu dapat diatasi dengan sistem budidaya. Alternatif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di Indonesia dapat dilakukan dengan pemupukan yang sesuai kebutuhan pada tanaman jagung manis. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan hasil terbaik. Hipotesis yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dengan perbedaan dosis dari pupuk organik remah dan pupuk NPK dapat memacu pertumbuhan serta meningkatkan hasil jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai dengan Oktober 2022 di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini dilakukan dengan 10 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan pada dosis 1000 kg/ha pupuk organik remah + 300 kg/ha pupuk NPK menunjukkan rerata tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya dengan rerata tinggi tanaman 163,96 cm tan-1, diameter batang dengan rerata 26,16 mm tan-1 dan luas daun dengan rerata 5392,29 cm tan-1. Perlakuan dosis 1000 kg/ha organik remah + 300 kg/ha NPK dapat menunjukkan rerata lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada perameter bobot segar tongkol-1 sebesar 488,17 g tongkol-1, bobot petak-1 sebesar 7,75 kg petak-1, bobot tongkol ha-1 sebesar 18,24 ton ha-1 dan panjang tongkol sebesar 27,42 cm tan-1.
Pelatihan Pembuatan Kompos Limbah Mawar di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Nihayati, Ellis; Maghfoer, Moch. Dawam; Roviq, Muhammad; Rahayu, Aldila Putri; Barunawati, Nunun; Armita, Deffi; Saitama, Akbar; Koesriharti, Koesriharti; Islami, Titiek; Wardiyati, Tatik; Karyawati, Anna Satyana 
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i1.4528

Abstract

Aplikasi pupuk anorganik merupakan hal yang wajar dalam praktek budidaya tanaman. Begitu pula yang dilakukan oleh para petani mawar yang ada di Desa Gunungsari, Kota Batu. Namun aplikasi yang dilakukan sering kali melebih dosis yang ditentukan. Sehingga perlu adanya upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik agar dapat meningkatkan nilai guna mawar. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk mengedukasi petani mengenai kelebihan dan kekurangan pupuk organik dalam rangka mengurangi bahan kimia sintetik dalam budidaya tanaman serta demonstrasi pembuatan pupuk organik dari limbah sisa panen mawar sebagai pengganti pupuk kimia sintetik. Kegiatan dilakukan secara luring mulai dari Mei hingga Desember 2022.  Kegiatan diawali dengan diskusi dan penyuluhan mengenai pengenalan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia sintetik, kemudian dilanjutkan dengan praktik lapang pembuatan kompos dan evaluasi keberhasilan program. Penyuluhan mengenai pupuk telah dijelaskan dengan baik dan meningkatkan minat para petani untuk mengolah limbah sisa panen mawar menjadi pupuk kompos. Pembuatan pupuk kompos dari limbah sisa panen mawar dapat memberikan manfaat terhadap petani berupa berkurangnya biaya pupuk, keuntungan produksi yang lebih tinggi serta berukurangnya limbah. Para petani berharap perlu adanya sosialisasi dan pelatihan yang berkala untuk dapat memantau perkembangan dan pengolahan pupuk dari limbah sisa panen mawar.
Peningkatan Kadar Kemanisan Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) melalui Pemberian Kalium dan Kadar Air Zoelmy, Rizkira Utami; Maghfoer, Moch. Dawam
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1405

Abstract

Unsur K termasuk unsur hara esensial yang mendukung proses fisiologis jagung manis. Beberapa proses fisiologi bergantung pada K, seperti pengaturan stomata dan fotosintesis. Selain itu pada saat jagung manis berada pada kondisi kekeringan, K mengatur pembukaan stomata dan membantu tanaman beradaptasi dari kondisi level air yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keterkaitan faktor dosis kalium dan level kapasitas lapang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga April 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial terdiri dari 2 faktor  dan 3 ulangan. Faktor pertama adalahdosis pupuk kalium (KCl) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 50 kg ha-1 (K50), 100 kg ha-1 (K100), 150 kg ha-1 (K150), dan 200 kg ha-1 (K200 ). Faktor kedua adalah kapasitas lapang dengan 3 taraf yaitu:100% kapasitas lapang  (KL100), 75% kapasitas lapang (KL75), dan 50% kapasitas lapang (KL50). Saat 45 hst (hari setelah tanam), perlakuan 150 kg ha-1 kalium meningkatkan total bobot kering jagung manis sedangkan  perlakuan 75% kapasitas lapang berpengaruh pada kerapatan stomata. Sementara itu, perlakuan 100% kapasitas lapang dapat meningkatkan level kemanisan di jagung manis saat berumur 76 hst.
Effect Combination of Nitrogen Fertilizer Doses and Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Concentrations on Growth and Yield of Rice (Oryza sativa L.) Inpari 32 Variety Marpaung, Winda M. R.; Maghfoer, Moch. Dawam; Karyawati, Anna Satyana
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1597

Abstract

The research was conducted to obtain the right combination of N fertilizer doses and PGPR concentrations for the growth and yield of Inpari 32 rice in Ampeldento Village, Karangploso District, Malang Regency, East Java, from May until September 2023. This used Randomized Block Design (RBD) consisted of 10 treatments, namely: P1(no fertilization), P2(50 kg.ha-1 N + 5 ml.l-1 PGPR), P3(50 kg.ha-1 N + 10 ml.l-1 PGPR), P4(50 kg.ha-1 N + 20 ml.l-1 PGPR), P5(100 kg.ha-1 N + 5 ml.l-1 PGPR), P6(100 kg.ha-1 N + 10 ml.l-1 PGPR), P7(100 kg.ha-1N + 20 ml.l-1 PGPR), P8(150 kg.ha-1 N + 5 ml.l-1 PGPR), P9(150 kg.ha-1 N + 10 ml.l-1 PGPR), and P10(150 kg.ha-1 N + 20 ml.l-1 PGPR), and repeated three times. The variables observed were plant height, number and area of leaves, number of tillers, dry weight of the plant, number of panicles, number of filled grains per clump, percentage of empty grain, number of milled dry grain, and grain yield per hectare. The experimental results showed that the treatment of 50 kg.ha-1 N + 5 ml.l-1 PGPR (P2) significantly affected the growth component and greater yield and yield component. In grain yields per hectare treatment of 50 kg.ha-1 N + 5 ml.l-1 PGPR (P2) gave significantly different result namely 8.03 tons ha-1, but not significantly different from other treatments.
Karakterisasi dan Kelayakan Ekonomi Citrus aurantifolia kultivar ‘Nimas Agrihorti’ sebagai Komoditas Biofarmasi Potensial di Indonesia Budiyati, Emi; Waluyo, Budi; Maghfoer, Moch. Dawam; Kosmiatin, Mia; Triwiratno, Anang; Hanif, Zainuri; Andrini , Anis; Hanim, Faridha; Tina , Siti Agus
Buitenzorg: Journal of Tropical Science Vol 2 No 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Buitenzorg: Journal of Tropical Science
Publisher : Innovation Centre for Tropical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70158/buitenzorg.v2i1.17

Abstract

‘Nimas Agrihorti’ is a citrus cultivar developed to fulfil the increasing domestic demand for biopharmaceutical-grade citrus in Indonesia. Its development aligns with the growing public interest in health-promoting agricultural products. This study aimed to evaluate the morphological characteristics, chemical composition, and economic viability of ‘Nimas Agrihorti’ as a biopharmaceutical citrus. Field observations were conducted from June 2019 to October 2020 at the Banjarsari Experimental Field, Bayeman Village, Probolinggo, East Java. Morphological assessments followed the Descriptor List for Citrus by IPGRI, and chemical analyses were performed at the Post-Harvest Laboratory of Brawijaya University, Malang. Economic feasibility was assessed by calculating production costs and revenues over a 2-year cultivation cycle. ‘Nimas Agrihorti’ exhibited favorable morphological traits, including large fruit size (72–82 g), yellow skin, and sweet taste. Chemical analysis revealed vitamin C content of 34.8 mg/100 g and low acidity at 0.45%. The total production cost over 2 years was IDR 42,640,000.00 (equivalent to USD 2,584), with total revenue amounting to IDR 77,360,000.00 (equivalent to USD 4,688), resulting in a Revenue-Cost (R/C) ratio of 2.81. The combination of desirable morphological and chemical characteristics, along with strong economic returns, indicates that ‘Nimas Agrihorti’ holds significant potential for development as a biopharmaceutical citrus cultivar in Indonesia.   Keywords: citrus, cultivar, biopharmaceutical products, economic feasibility