Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengembangan Aplikasi “Change-Lab” dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Kelas IV pada Materi Perubahan Benda dan Sifatnya Hani Farihan Apriliani; Regina Lichteria Panjaitan; Aah Ahmad Syahid
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2192

Abstract

Students' cognitive understanding of Science and Social Studies (IPAS), particularly on the topic of changes in matter and its properties, remains relatively low, while the availability of learning media in elementary schools is still limited. This study aimed to develop an interactive learning medium in the form of an application to improve the cognitive understanding of fourth-grade elementary school students. The study employed the Research and Development (R&D) method using the 4D model, which consists of the define, design, develop, and disseminate stages. Data were collected through interviews, validation questionnaires, student response questionnaires, and learning achievement tests. The results showed that the Change-Lab application obtained a material expert validation score of 95.89% and a media expert validation score of 94.35%, both categorized as highly valid. The study involved 33 students at SDN Nagreg 02. Student responses to the Change-Lab application reached 93.2%, indicating a very positive category, while the N-Gain score of 77.46% demonstrated a significant improvement in students' cognitive understanding. Therefore, the Change-Lab application is effective in improving students' cognitive understanding and is highly suitable for use in fourth-grade IPAS learning.
Pengaruh Model Game Based Learning Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Materi Sistem Pernapasan Manusia Pada Siswa Kelas V Dini Agustin; Regina Lichteria Panjaitan; Aah Ahmad Syahid
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2262

Abstract

The background of this research is the low level of conceptual understanding among fifth-grade students, which is attributed to the limited use of learning models that facilitate active student engagement in the learning process. This study aimed to examine the effect of the Game Based Learning model on fifth-grade students’ conceptual understanding of the human respiratory system. The research employed a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. The participants consisted of fifth-grade elementary school students, with 30 students in the experimental class and 30 students in the control class. Data were collected through observation and testing. The results indicated that the Game-Based Learning model was effective in improving students’ conceptual understanding of the human respiratory system, as evidenced by the higher mean score of the experimental class compared to that of the control class. Therefore, it can be concluded that the Game Based Learning model is more effective than conventional learning methods and can serve as an alternative approach to enhancing fifth-grade students’ conceptual understanding. Furthermore, this study demonstrates that Game-Based Learning helps students improve their understanding of the human respiratory system through direct interaction and active participation in learning activities.
EFEKTIVITAS MODEL PJBL DENGAN AR UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA MATERI PERISTIWA ALAM DI KELAS 5 Alma Linta Sakinah; Ani Nur Aeni; Regina Lichteria Panjaitan
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 18 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/6e4z2c86

Abstract

This research was conducted to improve students' creativity in natural science learning on natural phenomena in fifth grade elementary school. The teacher-centered learning process causes students to be less active in developing ideas and producing work. This study aims to determine the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model assisted by Augmented Reality (AR) on improving students' creativity. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a nonequivalent control group design. The research sample consisted of 2 schools, namely MIS Al-Islam Majalaya as the experimental class and MIS Al-Islam YUPPI as the control class. Data collection techniques used observation and tests (pretest and posttest). Data were analyzed using normality tests, homogeneity as prerequisite tests, hypothesis testing using t-tests and N-Gain. The results showed that there was an increase in student creativity in the experimental class using the AR-assisted PjBL model compared to the control class using conventional learning. The t-test results showed a sig value <0.05 so that the hypothesis can be accepted and there is a significant effect of the use of the AR-assisted PjBL model on students' creativity. The N-Gain value of the experimental class was in the high category, while the control class was in the low category. Thus, the AR-assisted PjBL model was effective in enhancing student creativity in natural phenomena material in fifth grade elementary school.
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Mendalam Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV Pada Materi Fotosintesis Siti Omala; Regina Lichteria Panjaitan; Cucun Sunaengsih
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.362

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk dapat mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran mendalam terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV materi fotosintesis. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan model nonequivalent control group design. Sampel yang digunakan berjumlah 56 siswa dengan masing-masing kelas berjumlah 28 siswa. Penentuan dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan random sampling yang menunjukkan kelas A untuk kelas eksperimen menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam dan kelas B untuk kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Tes yang diberikan berupa soal essay  dengan indikator berpikir kritis, yang diberikan saat pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakukan, hasil nilai rata-rata memiliki peningkatan terhadap keterampilan berpikir kritis yakni kelas eksperimen sebesar 73,79, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 60,68. Selanjutnya, hasil hipotesis menunjukkan bahwa kelas eksprimen dan kelas kontrol sama-sama memiliki pengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis yang menunjukkan nilai siginfikasi (p <  0,05). Namun, kedua kelas tersebut memiliki perbedaan pengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis dengan menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki pengaruh yang lebih tinggi yakni sebesar 61,64% yang masuk dalam katogori cukup efektif, sedangkan kelas kontrol memiliki pengaruh sebesar 42,96 yang masuk kategori kurang efektif. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran mendalam cukup efektif untuk digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
Pengaruh Penggunaan Google Lens Terhadap Kemampuan Identifikasi Tumbuhan Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran IPAS Sekolah Dasar Arcelia Vernanda; Regina Lichteria Panjaitan; Cucun Sunaengsih
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.683

Abstract

Kemampuan identifikasi tumbuhan merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar yang mendukung pemahaman konsep keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup. Namun, kemampuan tersebut masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung bersifat konvensional dan belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Google Lens terhadap kemampuan identifikasi tumbuhan siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 60 siswa kelas IV yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan identifikasi tumbuhan yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji-t, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 55,47 menjadi 71,00, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 53,93 menjadi 66,47. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,3488 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,2663. Meskipun hasil uji independent sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (Sig. = 0,081 > 0,05), penggunaan Google Lens memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan identifikasi tumbuhan siswa melalui pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi.
Pengaruh Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain terhadap Kecerdasan Logis Matematis Siswa Kelas IV SD Lisdiana Utami; Cucun Sunaengsih; Regina Lichteria Panjaitan
AS-SABIQUN Vol 8 No 4 (2026): JULI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v8i4.6278

Abstract

This study was motivated by the limited implementation of learning models that specifically develop elementary school students’ logical-mathematical intelligence in science learning. Although the Predict-Observe-Explain (POE) model has been widely used, studies linking it to logical-mathematical intelligence remain limited. This study aims to analyze the implementation and influence of the POE learning model on the logical-mathematical intelligence of fourth-grade students on the topic of changes in states of matter. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design. The research sample consisted of 35 students in the experimental group and 30 students in the control group, determined using a saturated sampling technique. Data were collected through observation, pretest, and posttest and were then analyzed through statistical tests. The results showed that the implementation of POE learning was carried out very well and had a significant effect on improving students’ logical-mathematical intelligence, with a significance value of 0.000 (< 0.05). The improvement score in the experimental class was also higher than that in the control class, namely 0.4577 > 0.2331. These findings affirm that students’ active involvement in the predict, observe, and explain stages contributes to the development of logical-mathematical intelligence. The conclusion of this study indicates that the POE learning model is effective for developing students’ logical-mathematical intelligence in science learning. The implications of this study provide practical contributions for teachers in designing science learning that is more active, meaningful, and oriented toward strengthening elementary school students’ logical-mathematical thinking skills.
Efektivitas Educaplay Terhadap Literasi Digital Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Pada Materi IPAS Ai Yuyun; Enjang Yusup Ali; Regina Lichteria Panjaitan
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i3.1884

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong integrasi media pembelajaran berbasis teknologi dalam pendidikan untuk mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21, salah satunya literasi digital. Namun, kemampuan literasi digital siswa sekolah dasar masih perlu ditingkatkan karena pemanfaatan teknologi oleh siswa cenderung lebih banyak digunakan untuk hiburan dibandingkan kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media berbasis Educaplay terhadap literasi digital siswa pada materi Bentang Alam Indonesia di kelas III sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan literasi digital yang signifikan pada kelas eksperimen setelah penggunaan Educaplay, ditunjukkan oleh nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000 pada uji Wilcoxon. Selain itu, terdapat perbedaan peningkatan literasi digital antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai Mann–Whitney U sebesar 173,000 dan Asymp. Sig. sebesar 0,000. Nilai mean rank kelas eksperimen (39,73) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (21,27). Hasil observasi juga menunjukkan kemampuan literasi digital siswa berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase 91,1%. Dengan demikian, media berbasis Educaplay efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa serta mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi selama proses pembelajaran.
Identifikasi Profil Belajar Siswa Berbantuan Non-LMS Learning Analytics Pada Materi Sistem Pencernaan di Sekolah Dasar Dina Qurrota Aini; Regina Lichteria Panjaitan; Sidqia Nurfadilah
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i3.2176

Abstract

Pembelajaran IPA pada materi sistem pencernaan di sekolah dasar memerlukan strategi adaptif karena konsep yang dipelajari bersifat abstrak, sedangkan identifikasi profil belajar siswa masih cenderung dilakukan secara subjektif dan belum berbasis integrasi data pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses identifikasi profil belajar siswa berbantuan learning analytics serta pemanfaatannya dalam pengambilan keputusan pembelajaran. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan learning analytics non-Learning Management System (non-LMS) yang mengintegrasikan data observasi, wawancara, dokumentasi, hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan evaluasi pembelajaran untuk memetakan profil belajar siswa sekolah dasar pada materi sistem pencernaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dianalisis melalui proses pengodean, kategorisasi, triangulasi, dan interpretasi pola aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi berbagai sumber data mampu mengidentifikasi profil belajar visual, auditori, kinestetik, dan multimodal secara lebih komprehensif daripada pengamatan tunggal guru. Siswa dengan profil visual menunjukkan kecenderungan memahami materi melalui gambar, diagram, dan media konkret; siswa auditori lebih responsif terhadap penjelasan dan diskusi; siswa kinestetik lebih aktif dalam simulasi dan praktik; sedangkan siswa multimodal memanfaatkan kombinasi berbagai aktivitas belajar. Hasil pemetaan tersebut digunakan guru untuk memilih media pembelajaran, memvariasikan metode penyampaian, merancang aktivitas eksploratif, memberikan pendampingan sesuai kebutuhan, dan membentuk kelompok belajar heterogen. Penerapan strategi berbasis profil belajar juga mendorong peningkatan keaktifan bertanya, partisipasi dalam diskusi dan praktik, ketuntasan penyelesaian LKPD, serta kemampuan siswa menjelaskan urutan dan fungsi organ pencernaan. Secara praktis, penelitian ini menghasilkan prosedur identifikasi profil belajar berbasis data yang dapat diterapkan guru tanpa bergantung pada LMS, sehingga membantu perencanaan pembelajaran, pengelompokan siswa, pemilihan media, dan pemberian tindak lanjut secara lebih objektif. Dengan demikian, learning analytics non-LMS dapat menjadi pendekatan berbasis bukti untuk mendukung pembelajaran IPA yang adaptif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Efektivitas Pocket Lab Berbasis Bahan Bekas Terhadap Penguasaan Konsep Siswa Kelas V Pada Materi Cahaya Dan Sifatnya Cherli Kusumah Dewi; Regina Lichteria Panjaitan; Enjang Yusup Ali
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan Pocket Lab berbahan dasar barang bekas terhadap penguasaan konsep sifat-sifat Cahaya pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design dan metode kuasi eksperimental untuk menerapkan pendekatan kuantitatif. 23 siswa dari kelas eksperimen dan 25 dari kelas kontrol membentuk sampel penelitian. Tes penguasaan konsep digunakan untuk mengumpulkan data sebelum (pretest) dan setelah (posttest) proses pembelajaran. Menurut temuan, nilai rata-rata siswa meningkat dari 46,78 menjadi 59,65 di kelas eksperimen dan dari 51,20 menjadi 60,16 di kelompok kontrol. Menurut analisis N-Gain, penguasaan konsep meningkat dengan jumlah yang relatif kecil (0,24 untuk kelas eksperimen dan 0,18 untuk kelas kontrol). Pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,886 (>0,05), yang menyiratkan bahwa penggunaan Pocket Lab berbasis bahan bekas tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap penguasaan konsep sifat-sifat cahaya peserta didik. Meskipun demikian, Pocket Lab berpotensi menjadi sarana belajar yang menawarkan pengalaman belajar lebih konkret dan meningkatkan keterlibatan peserta didik.
Pengaruh Penggunaan Virtual PhET pada Materi Rangkaian Listrik terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SD Ummi Muthi'ah Zaujaha; Cucun Sunaengsih; Regina Lichteria Panjaitan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2667

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Namun, keterampilan proses sains siswa pada materi rangkaian listrik masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan pengalaman ilmiah secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Virtual PhET pada materi rangkaian listrik terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan proses sains dan lembar observasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji beda rata-rata, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai keterampilan proses sains pada kelas eksperimen meningkat dari 47 menjadi 77, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 46 menjadi 69. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,55 dan kelas kontrol sebesar 0,37 dengan kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Virtual PhET berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah dasar pada materi rangkaian listrik dibandingkan penggunaan media video pembelajaran. Dengan demikian, Virtual PhET dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk mendukung pengembangan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran IPAS.